Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 19, 2009

Riset Temukan Pria Berbohong Enam Kali Sehari, Dua Kali Dibanding Wanita

Berbohong akan menjadi mudah untuk dilakukan, apabila dilandasi alasan; tidak mau menyakiti perasaan orang lain, atau tidak ingin merusak hubungan baik dengan mereka. Setelah itu, berbohong bisa menjadi kebiasaan, yang “sangat sayang” bila terlewatkan.


Baru-baru ini sebuah riset yang dilakukan para peneliti di Inggris atas 2.000 orang obyek penelitian telah menemukan bahwa para pria berbohong rata-rata enam kali sehari kepada pasangannya, bos dan rekan kerja, tetapi wanita hanya tiga kali. Para pria mungkin berbohong mengenai penilaian terakhirnya terhadap sesuatu dan berbohong tentang pantat pasangannya yang tidak tampak besar, sedangkan wanita menghindari berkata benar perihal harga barang yang baru saja dibelinya terakhir kali. Dan 31 % orang dewasa dari kedua jenis kelamin mengaku mereka bisa dengan mudah berbohong jika pasangannya sedang berbaring.



Ahli bahasa tubuh Richard Newman berkata, “Banyak orang tidak bisa membaca tanda-tanda.”


“Mereka berasumsi jika seseorang sedang berbohong, mereka akan menyembunyikan mukanya dan menghindari kontak mata. Padahal kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya.”


“Para pembohong biasanya melakukan segala hal agar dapat meyakinkan anda, menunggu dan memperhatikan bagaimana anda bereaksi.


Berikut ini adalah daftar kebohongan pria dan wanita terbanyak menurut riset tadi.


10 Kebohongan Pria:


1. Tidak ada masalah, saya baik-baik saja


2. Ini akan menjadi penilaian terakhirku


3. Tidak, pantatmu tidak tampak besar dengan pakaian itu


4. Aku tidak dapat sinyal (telepon selular)


5. Batereiku mati (telepon selular)


6. Maaf, tadi telepon kamu putus


7. Saya hanya minum sedikit (minuman keras)


8. Aku sedang dalam perjalanan


9. Itu tidak mahal


10. Aku sedang terperangkap kemacetan lalu lintas


10 Kebohongan wanita:


1. Tidak ada masalah, aku baik-baik saja


2. Aduh, ini bukan barang baru, aku telah memilikinya sejak lama


3. Itu tidak mahal


4. Itu dalam masa penjualan (ada pengurangan harga)


5. Aku sedang dalam perjalanan


6. Aku tidak tahu di mana itu, aku belum pernah menyentuhnya


7. Aku tidak banyak meminumnya


8. Aku sedang sakit kepala


9. Tidak, aku tidak membuangnya


10. Maaf, tadi telepon kamu putus


Kebohongan manakah yang pernah anda katakan?



http://www.dailymail.co.uk/news/article-1213171/Men-lie-times-day-twice-women-study-finds.html

Senin, September 14, 2009

10 Fakta Ilmiah yang Anda Tidak Tahu Tentang Bumi

Kita sudah lama tinggal di Bumi. Satu-satunya planet - dari 9 planet yang menjadi anggota tata surya – yang diketahui memenuhi syarat untuk kehidupan, dengan berat 66 sextiliun (1.000.000.000.000.000.000.000 atau 10^21) ton dan volumenya 1 triliun kilometer kubik. Tapi sudahkah anda mengenal bumi lebih jauh?


Di bawah ini ada 10 fakta tentang Bumi yang mungkin anda belum pernah mengetahuinya. Semoga bermanfaat sebagai penambah pengetahuan anda.


1. Permukaan Bumi lebih halus dari bola bilyar


Jika Bumi disusutkan hingga seukuran sebuah bola bilyar, maka permukaannya akan lebih halus dari permukaan bola bilyar itu. Benarkah itu? Mari kita tengok lebih jauh, ke hitungan terkecil dalam matematika.


Pertama-tama, seberapa lembutnya sebuah bola bilyar? Sebuah bola bilyar berdiameter 2,25 inci atau sekitar 5,7 cm, dan mempunyai toleransi kurang lebih 0,005 inci atau 0,013 cm. Dengan kata lain, bola itu tidak boleh mengalami tekanan atau benturan lebih dari 0,005 inci atau 0,013 cm dalam posisi tertingginya. Itu benar-benar lembut. Rasio ukuran dari sebuah benturan yang diijinkan dibanding ukuran bola adalah 0,005/2,25 atau sekitar 0,002.


Sekarang kita bandingkan dengan bola Bumi. Bumi mempunyai garis tengah sekitar 12,735 kilometer (dalam rata-rata). Dengan menggunakan perbandingan kehalusan bola bilyar di atas – atau Bumi dianggap sebagai sebuah bola bilyar – jika tanpa benturan (pegunungan) atau tekanan (sungai-sungai) lebih dari 12,735 kilometer x 0,00222 atau sekitar 28 km di dalam ukuran sebenarnya.


Diketahui titik tertinggi pada permukaan Bumi adalah puncak Mount Everest sekitar 8,85 kilometer, dan titik terdalam adalah Marianas Trench sekitar 11 km. Angka-angka tersebut masih jauh berada dalam batas toleransi, yaitu 28 km. Jadi sudah terbukti permukaan Bumi lebih halus dari sebuah bola bilyar.


2. Bumi tidak bulat


Secara umum diketahui bahwa Bumi berbentuk bulat seperti bola sejak ribuan tahun yang lalu. Eratosthenes bahkan menghitung lingkarannya dengan ketelitian yang luar biasa!


Namun ternyata tidak sesempurna itu. Bumi berputar pada porosnya, dan sebagai akibatnya bumi menjadi benjol karena gaya sentrifugal, suatu gaya mendorong keluar yang juga anda alami ketika mobil yang anda tumpangi membelok ke kiri tiba-tiba. Karena perputaran Bumi, muncul sebuah gaya keluar yang maksimum di Katulistiwa Bumi, membuat benjolan keluar di daerah Katulistiwanya seperti bola basket yang diduduki. Bentuk ini disebut bola dengan benjolan melintang (oblate spheroid).


Jika anda menarik garis dari kutub utara ke selatan Bumi, garis tengah bumi adalah 12.713,6 km. Jika anda mengukur diameter dengan garis Katulistiwa sebagai garis tepi, maka panjangnya adalah 12.756,2 km, di mana terdapat perbedaan sekitar 42,6 kilometer. Itu melebihi toleransi pada bola bilyar. Jadi Bumi memang lebih lembut dari bola bilyar, tetapi tidak sebulatnya, seandainya ukuran Bumi dikecilkan.


3. Bumi ditarik di sana-sini


Tetapi pemasalahan tidak selesai sampai di situ. Bumi juga mengalami babak-belur disebabkan oleh Matahari dan Bulan. Matahari dan Bulan mempunyai gaya tarik gravitasi yang menarik Bumi. Sebagai akibatnya terjadi benjolan-benjolan di permukaan Bumi – baik di darat maupun di laut – pada bagian yang terdekat dengan Matahari dan Bulan. Kenaikan atau benjolan akibat gaya tarik Bulan mempunyai amplitudo (tingginya) dengan perkiraan kasar 1 meter pada air – biasa disebut pasang naik, dan mungkin sekitar 30 cm pada tanah. Matahari berukuran jauh lebih besar dibanding Moon, namun karena berjarak sangat jauh maka kenaikan yang diakibatkannya sekitar separuhnya saja. Ini jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan penyimpangan akibat rotasi bumi, namun tetap masih ada.


4. Bumi tidak benar-benar sejajar dengan geoid-nya


Jika Bumi mempunyai elastisitas tidak terbatas, dan dengan keadaan itu Bumi merespon dengan tidak terbatas setiap tekanan, sehingga bentuknya menjadi aneh dan menyimpang (sangat elastis seperti gel), itulah yang disebut geoid. Sebagai contoh, seandainya seluruh permukaan Bumi sepenuhnya adalah air – seandainya pemanasan global sudah berakibat sangat parah – maka bentuk permukaan akan bersifat geoid. Tetapi benua-benua tidak liat secara tetap, sehingga permukaan Bumi hanyalah kira-kira sebuah geoid.


Pengukuran-pengukuran yang tepat atas permukaan bumi dikalibrasikan terhadap geoid ini, tetapi geoid sendiri susah untuk diukur. Hal terbaik yang dapat kita lakukan sekarang ini adalah mengambil model dengan menggunakan fungsi matematika yang rumit. Itulah sebabnya ESA meluncurkan sebuah satelit bernama GOCE (Gravity field and steady-state Ocean Circulation Explorer) pada tanggal 17 Maret lalu, untuk secara langsung menentukan bentuk geoid itu.


5. Melompat ke lubang yang tembus ke dalam Bumi seperti mencoba mengorbit ke angkasa


Kita berandai-andai menggali sebuah lubang menembus Bumi yang berkedalaman 13.000 km, dan melakukan perjalanan ke pusat Bumi. Apakah yang terjadi? Apakah kita bisa melintasi pusat bumi dan keluar ke permukaan yang lain?


Pertama-tama, Anda akan mengalami percepatan secara terus-menerus ketika menuju pusatnya seperti ditarik jatuh, dengan total waktu tempuh kira-kira 20 menit saja untuk sampai di sana. Namun ketika anda berusaha melewati pusat Bumi untuk naik ke permukaan, anda akan mulai mengalami perlambatan dan akhirnya akan terjatuh lagi ke pusatnya. Bagaimana pun anda berusaha pasti akan terjatuh, karena gaya tarik pusat bumi semakin membesar ketika anda berada semakin jauh dari titik pusat, dan akselerasi karena gaya berat berkurang ketika mendekatinya. Kecepatan yang anda butuhkan agar bisa melewati titik pusat dan sampai ke permukaan bumi adalah sekitar 7,7 km/detik.


Kenyataannya, perhitungan matematika yang mengendalikan gerakanmu sama pada saat obyek di orbital. Waktu yang dibutuhkan untuk jatuh ke Bumi sama dengan yang diperlukan untuk kembali ke garis edarnya, jika garis orbital benar-benar di permukaan Bumi (garis edar melambat ketika garis tengah orbital melebar). Bahkan yang aneh, tidak jadi soal dari lubang mana anda mulai, sebuah garis lurus menembus Bumi dari setiap titik menuju ke titik lainnya (jarak terpendek, melalui garis tengah bumi, atau dari manapun) memberi anda waktu-tempuh yang sama, yakni 42 menit atau sekitar itu.


6. Kedalaman bumi yang panas berdampak penyusutan, permukaan yang tenggelam, dan pelapukan radioaktif.


Di masa lampau, anda, saya, dan segala hal di atas Bumi masih tersebar di sebuah piringan di sekitar Matahari beberapa milyar kilometer. Dari waktu ke waktu, segala yang bertebaran ini dikumpulkan ke dalam planetesimals, seperti asteroid-asteroid kecil, yang menghantam serentak, sebagian memanjang, berbentuk lebih besar. Pada akhirnya, setelah benda ini cukup besar, maka gravitasinya dengan aktif menarik yang lain. Secara bersama-sama, mereka melepaskan energi kinetik berupa panas, dan Bumi yang muda berwujud bola yang meleleh. Simsalabim! Sebuah sumber panas muncul. Seiring peningkatan gravitasi, kekuatannya mencoba menghancurkan Bumi ke bentuk bola yang lebih padat. Seperti anda memeras sebuah obyek yang panas. Simsalabim! Sumber panas kedua tercipta.


Sejak Bumi masih berwujud cair, bahan berat jatuh ke pusat dan bahan lebih ringan tersembur ke atas. Sehingga inti Bumi mengandung banyak besi, nikel, osmium, dan berbagai logam lainnya. Ketika bahan ini berjatuhan, panas dihasilkan, lalu tenaga potensial diubah menjadi tenaga gerak, yang kemudian diubah menjadi energi termal yang terpisah.


Dan sebagian unsur-unsur berat itu bersifat radioaktif, seperti uranium. Ketika berproses, melepaskan panas. Perhitungannya mungkin lebih dari separuh panas di dalam planet.


Jadi Bumi menjadi panas di dalamnya dikarenakan sedikitnya ada empat sumber. Dan masih panas hingga sekarang karena kerak bumi menjadi penyekat yang baik. Kerak bumi mencegah panas terlepas dengan efisien, bahkan setelah masa 4,55 milyar tahun bagian dalam bumi masih merupakan tempat hangat yang tidak menyenangkan.


Kadang-kadang, jumlah panas yang mengalir keluar ke permukaan Bumi dari sumber internal sekitar 45 trilyun Watts. Sekitar tiga kali konsumsi energi manusia secara global. Jika kita bisa menyimpan semua panas dan mengubahnya dengan efisiensi 100% ke dalam bentuk energi listrik, berarti secara harfiah energi bagi seluruh umat manusia. Namun sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan.


7. Bumi mempunyai empat “bulan” lainnya.


Kita semua mengetahui kalau Bumi mempunyai sebuah bulan saja. Tetapi tahukah anda ada empat obyek lainnya, sedikitnya, yang berada dekat sekali dengan Bumi di dalam sistem matahari kita. Mereka bukan benar-benar bulan, tetapi mirip seperti bulan.


Yang terbesar bernama Cruithne. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Bumi, dan mempunyai garis edar eliptis yang berada, suatu saat di dalam dan di luar garis edar Bumi terhadap matahari. Periode orbital Cruithne berada sekitar periode orbital Bumi, dan karena keanehan garis edar ini, maka ia selalu berada di sisi yang sama dengan bumi dari Matahari. Dari perspektif kita, hal itu membuat suatu bentuk garis edar yang aneh, kadang-kadang lebih dekat, kadang-kadang lebih jauh dari Bumi, tetapi tidak pernah benar-benar jauh.


Karena itulah sebagian orang mengatakan benda ini sebagai “bulannya” Bumi. Tetapi Cruithne benar-benar mengorbit pada Matahari, jadi artinya bukan bulan Bumi. Sama seperti tiga obyek lainnya yang ditemukan. Namun “bulan-bulan” ini tidak akan membahayakan Bumi, meskipun mereka berada dekat Bumi, namun garis edar mereka tidak secara phisik melintasinya. Jadi Bumi tetap aman dari mereka.


8. Bumi akan menjadi lebih raksasa


Kita mungkin masih aman dari benturan Cruithne, tetapi ruang angkasa masih dikotori oleh banyak reruntuhan, dan faktanya Bumi memotong sebuah wilayah yang luas sekitar 125 juta km persegi. Ketika kita mengarungi material ini, kita menghimpun rata-rata 20-40 ton material itu per hari! Kebanyakannya berwujud partikel-partikel debu sangat kecil yang terbakar habis di atmosfer Bumi, seperti apa yang disebut meteor. Serpihan-serpihan meteor ini pada akhirnya jatuh ke tanah setelah dibawa oleh hujan dan tertimbun, terbawa arus sungai dan kemudian ke samudra.


40 ton per hari mungkin terdengar banyak, tetapi itu hanya 0,000000000000000000000002% atau 2×10^-23 kali massa bumi. Dengan kata lain diperlukan sekitar 140.000 juta trilyun tahun untuk menggandakan massa Bumi ini, maka dalam satu tahun bahan sampah kosmik itu cukup untuk mengisi penuh enam gedung bertingkat.


Sebagai catatan Bumi juga kehilangan massanya, karena atmosfer mengalami kebocoran disebabkan berbagai proses yang berbeda. Meskipun masih jauh lebih lambat dibanding peningkatan akumulasi massa, sehingga pengaruhnya tetap akan melipatgandakan massanya.


9. Mount Everest bukanlah pengunungan terbesar


Ketinggian sebuah gunung mungkin mempunya definisi nyata, tetapi akan lebih tepat apabila diukur dari dasar ke titik puncak kulminasinya. Mount Everest merentang 8.850 meter di atas permukaan laut, tetapi itu dari titik awalnya sampai batasan umum dari Himalaya. Gunung api Mauna Kea, Hawaii, 10.314 meter dari ujung ke ujung, meskipun hanya mencapai 4.205 meter di atas permukaan laut, tetapi merupakan gunung yang lebih besar dibanding Everest.


10. Tidak mudah untuk menghancurkan Bumi


Mungkin anda pernah mendengar mengenai berbagai jalan kehancuran Bumi, namun sesungguhnya tidaklah mudah untuk menghancurkan Bumi.


Kita ambil contoh tindakan penghancuran dengan menguapkan planet. Gambaran penguapan seperti meniup Bumi dengan keras, tercerai-berai dan tidak bisa kembali walaupun ada gravitasi. Berapa banyak energi yang dibutuhkan, seandainya hal itu dilakukan?


Misalkan kita ambil sebongkah batu. Lemparkan ke atas dengan kuat ke angkasa agar terlepas dari Bumi. Dan hal itu akan memakan banyak energi! Sekarang lakukan terus, sekali lagi, terus berulang-ulang, sekitar 10^15 kali, hingga seluruh Bumi habis. Dibutuhkan sangat banyak energi! Tetapi ada untungnya, setiap batu yang kita lepaskan akan mengurangi sedikit gravitasi Bumi – karena massa Bumi akan mengecil sejumlah massa batu. Ketika gravitasi berkurang, berarti akan lebih mudah lagi melemparkan batu berikutnya ke angkasa.


Perhitung matematika untuk mengkalkulasi berapa banyak energi yang diperlukan untuk melemparkan sebuah batu secara serempak, meliputi juga penurunan gravitasi Bumi. Jika anda membuat beberapa asumsi dasar, diperlukan secara kasar energi 2 x 1.032 Joules, atau 200 juta trilyun trilyun Joules. Cukup banyak. Sebagai perbandingan, jumlah itu sama dengan jumlah total energi Matahari yang dipancarkan selama seminggu. Hal ini juga sebanding dengan trilyunan kali energi perusak dari semua senjata nuklir yang ada di Bumi.


Jika anda ingin menguapkan Bumi dengan nuklir, dan meledakkan sejumlah semua nuklir yang ada di Bumi dalam setiap satu detik, berarti diperlukan 160.000 tahun untuk mengubah Bumi ke bentuk gas. Dan hal itu jika anda hanya memperhitungkan faktor gravitasi saja! Padahal ada energi ikatan kimia di bumi, yakni saling mengikat antar materinya, jadi akan diperlukan energi lain lagi.


Bahkan benturan-benturan besar tidak bisa menguapkan planet. Sebuah obyek seukuran Mars menabrak Bumi lebih dari 45 milyar tahun yang lalu, dan sisa-sisanya kemudian tertolak dan membentuk bulan, tetapi Bumi tetap tidak menguap. Bahkan memukulkan sebuah planet yang utuh ke dalam planet lainnya tidak akan menghancurkannya! Tentu saja, hasil benturan berupa lelehan Bumi akan menuju ke inti, sehingga kerusakan tetap terjadi. Tetapi Bumi masih tetap ada.


Seandainya pun matahari akan menjadi sebuah raksasa merah, namun tetap tidak akan bisa menelan Bumi, hanya akan membahayakan bagi manusia saja. Tetapi penguapan total tidak akan terjadi. Karena planet-planet cenderung bertahan, dan akan tetap menjadi tempat tinggal yang aman.

Sabtu, September 12, 2009

Tuhan Ciptakan Alam Semesta Cukup dengan Enam Angka

Apabila kita melihat alam semesta yang sangat luas ini, kerumitan hukum-hukumnya, dengan tepinya yang tak berhingga, kita pasti tidak pernah menduga bahwa sains sudah berhasil mengungkap sebuah rahasia bahwa Tuhan hanya memerlukan enam angka saja untuk menjadikan alam semesta kita seperti sekarang ini.


Hukum matematika menjadi dasar pembuatan alam semesta kita – bukan hanya atom, tapi juga galaksi-galaksi, bintang-bintang dan umat manusia. Bagian-bagian dari atom – ukuran dan massanya, dan hubungan antara keduanya – menentukan rumus kimia dari dunia kita sehari-hari. Keberadaan atom-atom sangat bergantung pada kumpulan partikel di dalamnya. Obyek-obyek penelitian astronomi, seperti planet-planet, bintang-bintang dan galaksi-galaksi, dikendalikan oleh kekuatan gravitasi. Dan semuanya itu berlangsung di dalam alam semesta yang sedang memuai, yang mana keseluruhan isinya ditumpahkan ke dalamnya di waktu pertama ketika Dentuman Besar dimulai.


Ilmu pengetahuan mengedepankan pola-pola berbeda dan keteraturan-keteraturan yang alami, sehingga lebih banyak gejala digolongkan ke dalam kategori-kategori dan hukum umum. Tujuan pakar teori adalah memperkecil inti sari hukum secara fisik ke bentuk kesatuan persamaan-persamaan dan beberapa angka saja. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, tetapi kemajuan yang dicapai sangat luar biasa menariknya.


Enam angka


Sejak awal abad ke-21, ilmuwan sudah mengidentifikasi ada enam angka penting. Dua di antaranya berhubungan dengan hal mendasar, dua menentukan ukuran dan tekstur menyeluruh alam semesta kita dan menentukan apakah alam semesta akan dilanjutkan selamanya, dan dua terakhir menentukan isi kandungan ruang semesta itu sendiri.


Enam angka ini membentuk sebuah “resep” untuk sebuah alam semesta. Di mana hasilnya sangat ditentukan oleh nilai angka-angka itu, bila ada salah satu angka tidak diatur dengan tepat atau terjadi perubahan signifikan, maka bisa jadi alam kehilang bintang-bintangnya atau lenyapnya kehidupan.


Ilmuwan materialisme berpandangan bahwa pengaturan angka-angka itu terjadi secara alami dan acak. Mungkin saja ada alam semesta lain yang terlahir secara gagal atau berbentuk lain disebabkan ketidaktepatan angka-angka tadi. Dan kemunculan kita di alam semesta ini dikarenakan angka-angka tadi sudah tepat dan benar. Namun ilmuwan lain meyakini itu adalah hasil perbuatan Sang Kreator, Tuhan Yang Maha Pengasih, yang telah mengatur alam ini dengan aturan yang tepat dan benar, tanpa ada cacat sedikit pun dengan perbuatannya.


Hal yang mengejutkan adalah alam semesta kita ini sedang memuai, di mana titik awalnya yang “sederhana” hanya ditetapkan dengan beberapa angka saja, yang kemudian dapat berkembang – ketika angka-angka ini diatur dengan tepat – menjadi alam semesta yang tersusun secara rumit.


Mungkin terdapat hubungan-hubungan antara angka-angka ini. Dalam suatu waktu, kita tidak bisa memprediksi satu pun dari angka-angka itu berdasarkan nilai lainnya. Atau kita juga tidak mengetahui apakah “teori segalanya” pada akhirnya akan menghasilkan rumusan yang saling berhubungan antar angka-angka itu, atau angka-angka itu sudah ditetapkan dengan unik. Keenam angka itu memainkan peran secara khusus dan penting di dalam alam semesta kita, dan secara bersama-sama menentukan bagaimana alam semesta meningkatkan kemampuan-kemampuan internalnya. Lebih dari itu, tiga di antaranya, yang bersinggungan dengan alam semesta secara skala lebih besar, baru sekarang dapat terukur dengan tepat.


Mengapa alam semesta begitu besar


Kemunculan manusia di atas Bumi kira-kira sejak 45 milyar tahun yang lalu. Sebelum matahari dan planet-planetnya dapat dibentuk, pada awalnya bintang-bintang berubah dari hidrogen murni menjadi karbon, oksigen dan atom-atom lain seperti yang disebutkan dalam tabel unsur kimia. Hal ini terjadi selama kurang lebih sepuluh milyar tahun. Ukuran dari alam semesta yang bisa diamati ini kira-kira sejauh jarak tempuh cahaya sejak Dentuman Besar, dengan demikian alam semesta yang terlihat saat ini sekitar sepuluh milyar tahun cahaya, diukur dari titik awal ke titik akhirnya.


Sepasang galaksi NGC 6872 dan IC 4970 diindikasi sebagai akibat perluasan alam semesta. Cahaya bintang terdekat mencapai kita memerlukan kira-kira beberapa abad, sedangkan cahaya galaksi-galaksi menempuh jarak selama 300 juta tahun. Alam semesta haruslah sebesar ini – terukur sebagai angka kosmik N yang memberikan umur cerdas yang meningkat. Sebagai tambahan, angka kosmik Ω (omega) dan Q harus bernilai benar agar semua galaksi bisa terbentuk.


Ini adalah sebuah kesimpulan yang mengejutkan. Sangat besarnya alam semesta kita – yang pada awalnya memberi kesan seakan-akan keberadaan kita tidak penting di dalam skema semesta ini – ternyata benar-benar memerlukan keberadaan kita! Permukaan ruang semesta yang meluas bukanlah sebuah pemborosan luar biasa. Hal ini merupakan sebuah konsekuensi mata rantai kejadian, yang membentang sebelum sistem Matahari kita dibentuk, yang didahului oleh kedatangan kita pada kejadian itu.


Hal ini kelihatannya sebagai sebuah kemunduran ke perspektif anthropocentric (pandangan Yunani Purba bahwa manusia adalah pusat alam semesta) di masa lampau – pandangan yang diruntuhkan oleh teori Copernicus bahwa Bumi beredar mengelilingi Matahari – dibanding sebaliknya. Tetapi kita seharusnya tidak secara naif yang berlebihan menjadi seorang pendukung Copernicus. Makhluk seperti kita memerlukan kondisi-kondisi khusus untuk mengalami peningkatan, maka perspektif kita terikat pada beberapa pengertian tidak lazim. Keluasan alam semesta kita seharusnya tidak mengejutkan kita, meski bisa saja kita masih mencari penjelasan mendalam mengenai ciri-cirinya secara khusus.


Kosmologi sudah berumur


Ilmuwan fisika Max Born sekali waktu mengakui bahwa teori-teori tidak pernah ditinggalkan sampai para penganjurnya meninggal dunia – di mana sains berkembang dalam “pemakaman demi pemakaman”. Tetapi itu terlalu sinis. Selama berlangsungnya, debat-debat kosmologi menjadi semakin mantap, beberapa isu-isu awal sudah tidak lagi kontroversial. Banyak dari kita yang sudah berubah pikiranannya.


Ide-ide kosmologi tidak lagi rapuh dan lenyap dibanding teori-teori kita sekitar sejarah Bumi kita sendiri. Para pakar Geologi menduga benua-benua mengapung pada permukaan bumi, sama cepatnya dengan pertumbuhan kuku jari kita – di mana benua Eropa dan Amerika Utara dulunya tergabung sekitar 200 juta tahun yang lalu. Kita percaya mereka, meskipun sampai sekarang kita masih sulit untuk memahaminya. Kita juga percaya, sedikitnya secara garis besar, kisah tentang bagaimana biosphere kita bertumbuh dan bagaimana manusia bisa muncul.


Beberapa aspek kunci dari lingkungan luar semesta sekarang didukung oleh data yang dipastikan sama. Dukungan empiris untuk sebuah Dentuman Besar selama sepuluh sampai lima belas milyar tahun yang lalu seperti paksaan ketika bukti para pakar geologi menawarkan sejarah Bumi kita. Ini adalah perubahan haluan yang mengejutkan, di mana para nenek moyang kita bisa merangkai teori-teori hampir tidak dibebani fakta-fakta, sehingga kosmologi tidak lebih dari sekedar perhitungan matematika yang spekulatif.


Beberapa tahun yang lalu, keyakinan akan adanya sebuah Dentuman Besar (Big Bang) adalah sekitar 90% - bahwa segalanya yang ada di dalam alam semesta yang bisa diamati ini dimulai dari sebuah bola api yang dimampatkan, jauh lebih panas dibanding inti Matahari. Sekarang menjadi jauh lebih yakin di mana kemajuan dramatis dalam pengamatan-pengamatan dan eksperimen-eksperimen sudah memberikan gambaran semesta yang meluas ke dalam fokus yang tajam sekitar tahun 90-an, dan sekarang derajat keyakinan kita meningkat hingga 99%.


“Hal yang paling tidak bisa dimengerti mengenai alam semesta adalah alam semesta itu bisa dimengerti” adalah sebuah ungkapan yang terkenal dari Albert Einstein. Hal itu menunjukkan kekagumannya pada hukum fisika, yang mana pikiran kita harus menyesuaikan diri untuk memahaminya, menerapkan tidak hanya pada Bumi tapi juga pada galaksi terjauh. Teori gravitasi mengajarkan kepada kita bahwa gaya tarik-menarik yang terjadi ketika benda jatuh ke bumi juga berlaku pada bulan dan planet-planet dalam peredarannya. Kita sekarang mengetahui bahwa kekuatan yang sama ini mengikat galaksi-galaksi, membuat beberapa bintang jatuh ke dalam lubang hitam (black hole), dan bisa jadi menyebabkan galaksi Andromeda roboh ke atas kepala kita. Atom-atom di dalam galaksi-galaksi terjauh identik seperti yang kita dapat pelajari di laboratorium. Semua bagian alam semesta berkembang dengan cara yang sama, seolah-olah mereka memiliki asal-muasal yang sama. Tanpa keseragaman ini, kosmologi tidak akan menjadi seperti sekarang ini.


Perkembangan terbaru membawa kita ke dalam fokus misteri-misteri baru sekitar asal-muasal alam semesta kita, pengaturan hukum-hukumnya, dan bahkan nasib akhirnya. Hal ini berarti menyinggung kepada pecahan kecil pertama dalam satu detik setelah Dentuman Besar, ketika kondisi-kondisi sangat ekstrem yang relevan dengan tidak kepahaman fisika – di mana kita masih bingung mengenai sifat alami waktu, jumlah dimensi-dimensi, dan asal-muasal materi. Di dalam permulaan yang cepat ini, segalanya ditekan ke dalam kepadatan yang tak terukur di mana permasalahan alam semesta dan dunia mikro saling tumpang-tindih.


Ruang tidak bisa menjadi bagian-bagian yang tak terbatas. Detil itu masih misterius, tetapi kebanyakan ilmuwan fisika mencurigai adanya sejenis partikel-partikel berskala 10 pangkat -33 sentimeter. Ini adalah 20 kekuatan dari 10 lebih kecil dibanding sebuah inti atom atau sebesar pengurangan dari peningkatan dalam skala dari sebuah inti-atom kepada sebuah kota besar. Kita lalu mematahkan sebuah penghalang di mana sekali pun ada struktur-struktur diam yang lebih kecil, yang akan melebihi konsep-konsep kita atas ruang dan waktu.


Alam semesta lain


Bagaimana dalam skala terbesar? Adakah daerah-daerah bercahaya yang belum mempunyai waktu untuk mencapai kita dalam 10 milyar tahun atau kira-kira sejak Dentuman Besar? Secara sederhana kita tidak memiliki buktinya. Bagaimanapun, tidak ada batas teoritis pada tingkat alam semesta (di dalam ruang dan waktu di masa depan), dan pada sesuatu yang mungkin datang ke dalam pandangan masa depan yang jauh – hal itu mungkin meregang tidak hanya berjuta-juta waktu lebih jauh dari daerah kita yang tampak sekarang ini, tetapi berjuta-juta kekuatan dari sepuluh selanjutnya.


Dan bahkan bukan hanya semua itu. Alam semesta kita, membentang jauh sekali di luar horison kita sekarang ini, boleh jadi alam semesta hanya anggota dari sebuah kelompok besar tanpa batas. Ini adalah konsep “multiverse”, meskipun bersifat spekulatif, teori ini adalah perluasan yang alami dari perjalanan teori-teori kosmologi. Kepercayaan yang menguntungan disebabkan teori-teori itu meliputi berbagai hal yang kita amati. Hukum-hukum Fisika dan Geometri bisa berbeda di alam semesta yang lain.


Inilah enam angka yang menjadi dasar penciptaan alam semesta kita ini:


N = 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 atau 10^36


Alam semesta berukuran luar biasa besar disebabkan ada sebuah angka krusial yang sangat besar di alam. N (rasio antara gaya kuat dan gravitasi) mengukur kekuatan gaya listrik yang menahan atom-atom dalam satu ikatan bersama di alam semesta ini, yang dibagi oleh gaya gravitasi di antara mereka. Jika nilai angka N itu sedikit lebih kecil dari nol, hanya sebuah kehidupan singkat dan miniatur alam semesta miniatur yang dapat eksis. Tidak ada makhluk yang lebih besar dari serangga, dan tidak akan ada waktu untuk perkembangan kehidupan hingga seperti sekarang ini.


E (Epsilon) = 0,007


Angka Epsilon (efisiensi nuklir), menggambarkan bagaimana kuatnya inti atom-inti atom saling mengikat satu dengan lainnya dan bagaimana semua atom terbentuk di Bumi. Nilai dari angka Epsilon mengendalikan energi Matahari dan, secara sensitif, bagaimana bintang-bintang mengubah hidrogen mejadi semua atom unsur-unsur kimia yang ada. Karbon dan oksigen berjumlah banyak, sedangkan emas dan uranium terbatas, disebabkan apa yang telah terjadi di dalam bintang-bintang itu. Jika angka Epsilon berkisar adalah 0,006 atau 0,008, manusia tidak pernah akan ada.


Ω (Omega) ~ 1


Angka kosmik Omega (parameter kerapatan materi) mengukur jumlah material di dalam alam semesta kita, seperti galaksi-galaksi, gas hasil difusi, dan “materi gelap”. Angka Omega memberitahukan kepada kita relativitas yang penting dari energi gravitasi dan perluasan dalam alam semesta. Sebuah alam semesta yang di dalamnya terdapat angka Omega terlalu tinggi pasti sudah runtuh sejak lama, sedangkan angka Omega terlalu rendah, maka tidak akan ada galaksi-galaksi yang terbentuk. Teori inflasi (perluasan alam semesta secara tiba-tiba lebih cepat dari kecepatan cahaya setelah awal Dentuman Besar) mengatakan angka Omega seharusnya 1. Para pakar astronomi masih harus mengukur nilai eksaknya.


Λ (Lambda) ~ 0,7


Mengukur angka keempat, Lamda (gaya repulsif), adalah berita ilmiah paling besar di tahun 1998, meskipun demikian nilai tepatnya masih tidak pasti. Sebuah gaya baru yang tak disangka sangka – sebuah “antigravitasi” semesta – yang mengendalikan perluasan alam semesta kita. Untungnya bagi kita, Lamda berukuran sangat kecil. Jika tidak pengaruhnya pasti telah menghentikan galaksi-galaksi dan bintang-bintang dari pembentukannya, dan evolusi semesta bisa terhenti, dibuat tidak berdaya sebelum dimulai.


Q = 1/100.000


Bibit-bibit untuk semua struktur alam semesta – bintang-bintang, galaksi dan kumpulan galaksi-galaksi – adalah semua yang dihasilkan dalam Dentuman Besar. Jalinan atau tekstur alam semesta kita bergantung pada angka yang diwakili oleh rasio dua energi pokok. Jika Q lebih kecil, alam semesta akan diam dan tanpa struktur, sedangkan jika Q lebih besar, maka akan menjadi tempat yang mengerikan, yang dipenuhi oleh lubang-hitam raksasa.


D (Dimensi) = 3


Angka krusial keenam adalah jumlah dimensi-dimensi ruang di mana kita hidup dalam sebuah alam semesta tiga dimensi (panjang x lebar x tinggi). Kehidupan tidak bisa ada jika D = 2 atau 4. Waktu adalah suatu dimensi keempat yang diciptakan seperti anak panah, kita “bergerak” hanya ke masa depan.



Sumber : Buku Just Six Numbers oleh Marteen Rees, Publikasi 1999

Selasa, Agustus 18, 2009

Riset Buktikan Uang Sebagai Obat dan Pengganti Rasa Cinta

Uang tak bisa membeli cintaku, demikian kata The Beatles dalam lagunya “Can’t Buy Me Love”. Tapi itu hanya kata The Beatles, bukan kata para ilmuwan berikut ini, yang berhasil membuktikan bahwa uang ternyata bisa menjadi obat penghilang rasa sakit, juga bisa menjadi pengganti rasa cinta.


Riset tersebut dilakukan oleh Kathleen Vohs, seorang profesor di bidang pemasaran pada Fakultas Manajemen di Universitas Pendidikan Carlson Minnesota bersama koleganya di China. Para siswa datang ke laboratorium dan diberitahu bahwa mereka akan mengambil bagian dalam sebuah uji ketrampilan jari-jemari. Sebuah kelompok diberi satu gundukan mata uang Cina untuk dihitung. Sedangkan kelompok lainnya diberi lembaran-lembaran potongan kertas kosong untuk dihitung.


Lalu, sebagian siswa diminta untuk menaruh jari-jemarinya ke dalam mangkuk berisi air panas bersuhu 122 derajat Fahrenheit atau 50 derajat Celcius, dan dilihat bagaimana pengaruh panas air terhadap mereka.


“Mereka yang sebelumnya telah menghitung uang dan kemudian menaruh tangannya ke dalam air panas yang menggigit dilaporkan tidak merasa kepanasan, sedangkan kelompok siswa yang menghitung lembaran kertas kosong merasakan panasnya air yang menyengat,” ujar Vohs.



Uang sebagai pengganti rasa cinta?


Percobaan yang digambarkan dalam sebuah laporan riset berjudul The Symbolic Power of Money, diterbitkan dalam jurnal Psychological Science. Dikombinasikan dengan pekerjaan sebelumnya, tampaknya ada hubungan yang menarik. Di mana menurut otak kita, uang bisa menjadi pengganti dalam penerimaan sosial, mengurangi rasa kegelisahan sosial, dan berkembang hingga bisa mengurangi kegelisahan fisik dan penghilang rasa sakit.


Peneliti Xinyue Zhou, dari bagian psikologi pada Sun Yat-Sen University di Cina, mengungkapnya dalam istilah yang sangat manusiawi. “Kita pikir uang juga bisa sebagai penahan rasa sakit yang lain, yakni rasa cinta.”


“Jika anda mencelupkan tangan anda ke dalam air panas, dan ada seseorang berdiri di samping anda, maka rasa sakit yang anda rasakan bisa berkurang,” kata Zhou. “Itu sebuah contoh eksperimen klasik.”


Ketika dia ditanyakan bagaimana pendapatnya mengenai uang sebagai pengganti dalam penerimaan sosial dan rasa cinta, Zhou tertawa dan mengakui bahwa hal tersebut sangat menyedihkan. “Uang sebagai pengganti rasa cinta adalah hal yang sangat menyedihkan.”


Sebelumnya Vohs memperoleh hasil dari eksperimen dengan penanganan uang secara khusus yang sangat mengejutkannya disebabkan efeknya berlangsung sangat lama. Kadang-kadang lebih dari 10 menit, antara waktu para siswa menangani uang dan seketika setelah mereka meletakkan jari-jemarinya ke dalam air panas.


Para peneliti mencatat hasil pengamatannya dan respon-respon menunjukkan apa yang terjadi di dalam otak. Ketika para siswa itu diberi pertanyaan yang sama: Apakah mereka merasa lebih berbahagia atau lebih sedih setelah menghitung uang? Sesuatu yang menonjol, kata Vohs, adalah sebuah perasaan bergairah yang kuat. “Ketika subyek penelitian telah diingatkan tentang uang, 10 menit kemudian mereka berkata, dengan tidak bisa dijelaskan bahwa mereka merasa begitu bergairah,” kata Vohs.



Kekuatan yang utama


Eksperimen itu telah membuktikan kemurniannya. “Hal ini merupakan penemuan yang mendasar,” kata Nicholas Epley, seorang profesor ilmu perilaku di University of Chicago’s Booth School Business. Riset itu berpotensi untuk menjadi sebuah penemuan baru, yang tidak selalu ditemukan dalam psikologi.”


Sejak dulu pakar ekonomi sudah mempelajari uang pada berbagai zaman, seperti pengaruh harga yang dapat secara efisien mengarahkan aliran sumber daya. Tetapi di bagian lain, di dalam otak kita, uang sudah menjadi sebuah kekuatan yang berpengaruh besar di dalam hidup kita; uang bisa menjadi obat, bahkan bisa menggantikan rasa cinta.


Sebagai tes untuk anda, bagaimana kira-kira perasaan anda ketika di hadapan anda terdapat setumpuk uang yang masih baru, dan anda mencium baunya? Hmm …

Rabu, Agustus 05, 2009

Penguraian Sampah Plastik Dipersingkat dari Ribuan Tahun Menjadi Tiga Bulan

Menurut para ilmuwan bahan plastik yang tertimbun di dalam tanah membutuhkan waktu ribuan tahun baru bisa diuraikan sepenuhnya oleh bakteri. Namun hal itu tidak lagi akan menjadi masalah, karena sudah ditemukan cara agar proses penguraian plastik oleh bakteri bisa dipercepat hingga tiga bulan saja.


Untuk itu anda hanya membutuhkan media tanah, ragi dan air, sebagai fermenter atau sarana untuk proses pembusukan. Plastik-plastik yang akan dihancurkan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tempat berisi tanah, bercampur ragi dan air.


Simsalabim! Sampah plastik akan hancur dalam waktu yang luar biasa singkat – hanya tiga bulan berdasarkan hasil penelitian untuk jumlah tertentu – dibanding perkiraan ilmuwan sekitar 200 hingga 1000 tahun. Ini bukan sulap, tapi merupakan pekerjaan makhluk sangat kecil bernama bakteri Sphingomonas dan Pseudomonas.


Daniel Burd, seorang remaja siswa sebuah SMP di Waterloo, Kanada adalah penelitinya. Dengan bantuan gurunya, Mark Menhennet, dia mengadakan penelitian tersebut.


Pertama-tama, ia memasukkan sejumlah kantong plastik ke dalam sejenis tepung. Berikutnya, ia menggunakan bahan-kimia rumah tangga biasa, yaitu ragi dan air bersih untuk menciptakan suatu solusi yang akan mendorong pertumbuhan mikroba. Untuk itu, ia menambahkan bubuk plastik dan tanah. Kemudian campuran bahan itu ditempatkan dalam alat pengocok pada suhu kamar 30 derajat.


Setelah tiga bulan terjadinya peningkatan konsentrasi jumlah mikroba pemakan plastik, Burd menyaring keluar bubuk plastik sisa dan menaruh kultur bakterinya ke dalam tiga botol berisi lembaran-lembaran potongan plastik dari kantong kresek belanja. Sebagai alat kontrol, dia juga menambahkan plastik ke dalam botol-botol berisi air mendidih yang berakibat kultur bakterinya mati.


Enam minggu kemudian, dia menimbang berat lembaran-lembaran plastik. Lembaran-lembaran dalam botol kontrol beratnya tetap. Tetapi lembaran-lembaran plastik yang berada bersama kultur bakteri yang hidup beratnya rata-rata berkurang 17 persen.


Itu belum memuaskan Burd. Untuk mengidentifikasi bakteri di dalam kulturnya, ia membiarkan mereka tumbuh pada piring agar-agar dan dia mendapati ada empat jenis mikroba. Ia mengujinya pada lebih banyak lembaran-lembaran plastik dan menemukan hanya pada yang kedua penurunan berat plastik terjadi secara signifikan.


Berikutnya, Burd mencoba mencampur mikroba paling efektif tadi dengan mikroba lainnya. Dia menemukan mikroba pertama dan kedua secara bersama-sama menghasilkan 32 persen penurunan berat lembaran-lembaran plastik. Dia berteori mikroba yang pertama menolong mikroba kedua bereproduksi.


Dari test-test untuk mengidentifikasi mikroba didapati mikroba kedua adalah bakteri Sphingomonas dan bakteri penolong itu adalah Pseudomonas.


Seorang peneliti di Irlandia sudah menemukan bakteri Pseudomonas mampu menurunkan jumlah polystyrene (sejenis karet sintetis), tetapi sejauh ini baru Burd dan gurunya itu yang diketahui pertama kali melakukan riset pada tas plastik berbahan polyethelene.


Berikutnya, Burd menguji efektivitas mokrobanya pada temperatur dan tingkat konsentrasi yang berbeda-beda serta dengan penambahan sodium asetat sebagai sumber karbon yang sedia untuk membantu pertumbuhan bakteri.

Pada suhu 37 derajat dan konsentrasi bakteri yang optimal, dengan sedikit tambahan sodium asetat ke dalamnya, Burd mencapai 43 persen penurunan dalam enam minggu.


Plastik dihabiskannya dengan lebih nyata dan jelas dan lebih mudah, dan Burd menebak setelah enam minggu lagi, plastik itu akan musnah. Namun dia belum mencobanya.


Untuk melihat bagaimana prosesnya akan berlangsung pada skala yang lebih besar, ia mencoba dengan lima atau enam kantong yang utuh dalam sebuah ember yang berisu kultur bakteri. Dan ternyata berhasil dengan baik.


Aplikasi pada industri seharusnya juga mudah, kata Burd. “Semua yang anda butuhkan adalah sebuah fermenter, yakni medium pertumbuhan, mikroba-mikroba dan kantong plastik.”


Bahan-bahan itu murah, untuk menjaga stabilitas temperatur yang diperlukan hanya sedikit energi karena mikroba menghasilkan panas sendiri ketika proses berlangsung, dan satu-satunya limbah adalah air dan sedikit karbon dioksida. Setiap mikroba menghasilkan hanya 0,01 persen karbon dioksida dari beratnya yang sangat kecil sekali, kata Burd.


Hasil penelitian oleh remaja SMP ini merupakan sebuah langkah raksasa yang sangat maju, di mana kita menggunakan alam untuk memecahkan masalah yang dibuat oleh manusia.



Sumber : http://www.wired.com/wiredscience/2008/05/teen-decomposes/

http://news.therecord.com/article/354044