Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 19, 2009

Riset Temukan Pria Berbohong Enam Kali Sehari, Dua Kali Dibanding Wanita

Berbohong akan menjadi mudah untuk dilakukan, apabila dilandasi alasan; tidak mau menyakiti perasaan orang lain, atau tidak ingin merusak hubungan baik dengan mereka. Setelah itu, berbohong bisa menjadi kebiasaan, yang “sangat sayang” bila terlewatkan.


Baru-baru ini sebuah riset yang dilakukan para peneliti di Inggris atas 2.000 orang obyek penelitian telah menemukan bahwa para pria berbohong rata-rata enam kali sehari kepada pasangannya, bos dan rekan kerja, tetapi wanita hanya tiga kali. Para pria mungkin berbohong mengenai penilaian terakhirnya terhadap sesuatu dan berbohong tentang pantat pasangannya yang tidak tampak besar, sedangkan wanita menghindari berkata benar perihal harga barang yang baru saja dibelinya terakhir kali. Dan 31 % orang dewasa dari kedua jenis kelamin mengaku mereka bisa dengan mudah berbohong jika pasangannya sedang berbaring.



Ahli bahasa tubuh Richard Newman berkata, “Banyak orang tidak bisa membaca tanda-tanda.”


“Mereka berasumsi jika seseorang sedang berbohong, mereka akan menyembunyikan mukanya dan menghindari kontak mata. Padahal kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya.”


“Para pembohong biasanya melakukan segala hal agar dapat meyakinkan anda, menunggu dan memperhatikan bagaimana anda bereaksi.


Berikut ini adalah daftar kebohongan pria dan wanita terbanyak menurut riset tadi.


10 Kebohongan Pria:


1. Tidak ada masalah, saya baik-baik saja


2. Ini akan menjadi penilaian terakhirku


3. Tidak, pantatmu tidak tampak besar dengan pakaian itu


4. Aku tidak dapat sinyal (telepon selular)


5. Batereiku mati (telepon selular)


6. Maaf, tadi telepon kamu putus


7. Saya hanya minum sedikit (minuman keras)


8. Aku sedang dalam perjalanan


9. Itu tidak mahal


10. Aku sedang terperangkap kemacetan lalu lintas


10 Kebohongan wanita:


1. Tidak ada masalah, aku baik-baik saja


2. Aduh, ini bukan barang baru, aku telah memilikinya sejak lama


3. Itu tidak mahal


4. Itu dalam masa penjualan (ada pengurangan harga)


5. Aku sedang dalam perjalanan


6. Aku tidak tahu di mana itu, aku belum pernah menyentuhnya


7. Aku tidak banyak meminumnya


8. Aku sedang sakit kepala


9. Tidak, aku tidak membuangnya


10. Maaf, tadi telepon kamu putus


Kebohongan manakah yang pernah anda katakan?



http://www.dailymail.co.uk/news/article-1213171/Men-lie-times-day-twice-women-study-finds.html

Selasa, Agustus 18, 2009

Riset Buktikan Uang Sebagai Obat dan Pengganti Rasa Cinta

Uang tak bisa membeli cintaku, demikian kata The Beatles dalam lagunya “Can’t Buy Me Love”. Tapi itu hanya kata The Beatles, bukan kata para ilmuwan berikut ini, yang berhasil membuktikan bahwa uang ternyata bisa menjadi obat penghilang rasa sakit, juga bisa menjadi pengganti rasa cinta.


Riset tersebut dilakukan oleh Kathleen Vohs, seorang profesor di bidang pemasaran pada Fakultas Manajemen di Universitas Pendidikan Carlson Minnesota bersama koleganya di China. Para siswa datang ke laboratorium dan diberitahu bahwa mereka akan mengambil bagian dalam sebuah uji ketrampilan jari-jemari. Sebuah kelompok diberi satu gundukan mata uang Cina untuk dihitung. Sedangkan kelompok lainnya diberi lembaran-lembaran potongan kertas kosong untuk dihitung.


Lalu, sebagian siswa diminta untuk menaruh jari-jemarinya ke dalam mangkuk berisi air panas bersuhu 122 derajat Fahrenheit atau 50 derajat Celcius, dan dilihat bagaimana pengaruh panas air terhadap mereka.


“Mereka yang sebelumnya telah menghitung uang dan kemudian menaruh tangannya ke dalam air panas yang menggigit dilaporkan tidak merasa kepanasan, sedangkan kelompok siswa yang menghitung lembaran kertas kosong merasakan panasnya air yang menyengat,” ujar Vohs.



Uang sebagai pengganti rasa cinta?


Percobaan yang digambarkan dalam sebuah laporan riset berjudul The Symbolic Power of Money, diterbitkan dalam jurnal Psychological Science. Dikombinasikan dengan pekerjaan sebelumnya, tampaknya ada hubungan yang menarik. Di mana menurut otak kita, uang bisa menjadi pengganti dalam penerimaan sosial, mengurangi rasa kegelisahan sosial, dan berkembang hingga bisa mengurangi kegelisahan fisik dan penghilang rasa sakit.


Peneliti Xinyue Zhou, dari bagian psikologi pada Sun Yat-Sen University di Cina, mengungkapnya dalam istilah yang sangat manusiawi. “Kita pikir uang juga bisa sebagai penahan rasa sakit yang lain, yakni rasa cinta.”


“Jika anda mencelupkan tangan anda ke dalam air panas, dan ada seseorang berdiri di samping anda, maka rasa sakit yang anda rasakan bisa berkurang,” kata Zhou. “Itu sebuah contoh eksperimen klasik.”


Ketika dia ditanyakan bagaimana pendapatnya mengenai uang sebagai pengganti dalam penerimaan sosial dan rasa cinta, Zhou tertawa dan mengakui bahwa hal tersebut sangat menyedihkan. “Uang sebagai pengganti rasa cinta adalah hal yang sangat menyedihkan.”


Sebelumnya Vohs memperoleh hasil dari eksperimen dengan penanganan uang secara khusus yang sangat mengejutkannya disebabkan efeknya berlangsung sangat lama. Kadang-kadang lebih dari 10 menit, antara waktu para siswa menangani uang dan seketika setelah mereka meletakkan jari-jemarinya ke dalam air panas.


Para peneliti mencatat hasil pengamatannya dan respon-respon menunjukkan apa yang terjadi di dalam otak. Ketika para siswa itu diberi pertanyaan yang sama: Apakah mereka merasa lebih berbahagia atau lebih sedih setelah menghitung uang? Sesuatu yang menonjol, kata Vohs, adalah sebuah perasaan bergairah yang kuat. “Ketika subyek penelitian telah diingatkan tentang uang, 10 menit kemudian mereka berkata, dengan tidak bisa dijelaskan bahwa mereka merasa begitu bergairah,” kata Vohs.



Kekuatan yang utama


Eksperimen itu telah membuktikan kemurniannya. “Hal ini merupakan penemuan yang mendasar,” kata Nicholas Epley, seorang profesor ilmu perilaku di University of Chicago’s Booth School Business. Riset itu berpotensi untuk menjadi sebuah penemuan baru, yang tidak selalu ditemukan dalam psikologi.”


Sejak dulu pakar ekonomi sudah mempelajari uang pada berbagai zaman, seperti pengaruh harga yang dapat secara efisien mengarahkan aliran sumber daya. Tetapi di bagian lain, di dalam otak kita, uang sudah menjadi sebuah kekuatan yang berpengaruh besar di dalam hidup kita; uang bisa menjadi obat, bahkan bisa menggantikan rasa cinta.


Sebagai tes untuk anda, bagaimana kira-kira perasaan anda ketika di hadapan anda terdapat setumpuk uang yang masih baru, dan anda mencium baunya? Hmm …

Rabu, Agustus 05, 2009

Penguraian Sampah Plastik Dipersingkat dari Ribuan Tahun Menjadi Tiga Bulan

Menurut para ilmuwan bahan plastik yang tertimbun di dalam tanah membutuhkan waktu ribuan tahun baru bisa diuraikan sepenuhnya oleh bakteri. Namun hal itu tidak lagi akan menjadi masalah, karena sudah ditemukan cara agar proses penguraian plastik oleh bakteri bisa dipercepat hingga tiga bulan saja.


Untuk itu anda hanya membutuhkan media tanah, ragi dan air, sebagai fermenter atau sarana untuk proses pembusukan. Plastik-plastik yang akan dihancurkan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tempat berisi tanah, bercampur ragi dan air.


Simsalabim! Sampah plastik akan hancur dalam waktu yang luar biasa singkat – hanya tiga bulan berdasarkan hasil penelitian untuk jumlah tertentu – dibanding perkiraan ilmuwan sekitar 200 hingga 1000 tahun. Ini bukan sulap, tapi merupakan pekerjaan makhluk sangat kecil bernama bakteri Sphingomonas dan Pseudomonas.


Daniel Burd, seorang remaja siswa sebuah SMP di Waterloo, Kanada adalah penelitinya. Dengan bantuan gurunya, Mark Menhennet, dia mengadakan penelitian tersebut.


Pertama-tama, ia memasukkan sejumlah kantong plastik ke dalam sejenis tepung. Berikutnya, ia menggunakan bahan-kimia rumah tangga biasa, yaitu ragi dan air bersih untuk menciptakan suatu solusi yang akan mendorong pertumbuhan mikroba. Untuk itu, ia menambahkan bubuk plastik dan tanah. Kemudian campuran bahan itu ditempatkan dalam alat pengocok pada suhu kamar 30 derajat.


Setelah tiga bulan terjadinya peningkatan konsentrasi jumlah mikroba pemakan plastik, Burd menyaring keluar bubuk plastik sisa dan menaruh kultur bakterinya ke dalam tiga botol berisi lembaran-lembaran potongan plastik dari kantong kresek belanja. Sebagai alat kontrol, dia juga menambahkan plastik ke dalam botol-botol berisi air mendidih yang berakibat kultur bakterinya mati.


Enam minggu kemudian, dia menimbang berat lembaran-lembaran plastik. Lembaran-lembaran dalam botol kontrol beratnya tetap. Tetapi lembaran-lembaran plastik yang berada bersama kultur bakteri yang hidup beratnya rata-rata berkurang 17 persen.


Itu belum memuaskan Burd. Untuk mengidentifikasi bakteri di dalam kulturnya, ia membiarkan mereka tumbuh pada piring agar-agar dan dia mendapati ada empat jenis mikroba. Ia mengujinya pada lebih banyak lembaran-lembaran plastik dan menemukan hanya pada yang kedua penurunan berat plastik terjadi secara signifikan.


Berikutnya, Burd mencoba mencampur mikroba paling efektif tadi dengan mikroba lainnya. Dia menemukan mikroba pertama dan kedua secara bersama-sama menghasilkan 32 persen penurunan berat lembaran-lembaran plastik. Dia berteori mikroba yang pertama menolong mikroba kedua bereproduksi.


Dari test-test untuk mengidentifikasi mikroba didapati mikroba kedua adalah bakteri Sphingomonas dan bakteri penolong itu adalah Pseudomonas.


Seorang peneliti di Irlandia sudah menemukan bakteri Pseudomonas mampu menurunkan jumlah polystyrene (sejenis karet sintetis), tetapi sejauh ini baru Burd dan gurunya itu yang diketahui pertama kali melakukan riset pada tas plastik berbahan polyethelene.


Berikutnya, Burd menguji efektivitas mokrobanya pada temperatur dan tingkat konsentrasi yang berbeda-beda serta dengan penambahan sodium asetat sebagai sumber karbon yang sedia untuk membantu pertumbuhan bakteri.

Pada suhu 37 derajat dan konsentrasi bakteri yang optimal, dengan sedikit tambahan sodium asetat ke dalamnya, Burd mencapai 43 persen penurunan dalam enam minggu.


Plastik dihabiskannya dengan lebih nyata dan jelas dan lebih mudah, dan Burd menebak setelah enam minggu lagi, plastik itu akan musnah. Namun dia belum mencobanya.


Untuk melihat bagaimana prosesnya akan berlangsung pada skala yang lebih besar, ia mencoba dengan lima atau enam kantong yang utuh dalam sebuah ember yang berisu kultur bakteri. Dan ternyata berhasil dengan baik.


Aplikasi pada industri seharusnya juga mudah, kata Burd. “Semua yang anda butuhkan adalah sebuah fermenter, yakni medium pertumbuhan, mikroba-mikroba dan kantong plastik.”


Bahan-bahan itu murah, untuk menjaga stabilitas temperatur yang diperlukan hanya sedikit energi karena mikroba menghasilkan panas sendiri ketika proses berlangsung, dan satu-satunya limbah adalah air dan sedikit karbon dioksida. Setiap mikroba menghasilkan hanya 0,01 persen karbon dioksida dari beratnya yang sangat kecil sekali, kata Burd.


Hasil penelitian oleh remaja SMP ini merupakan sebuah langkah raksasa yang sangat maju, di mana kita menggunakan alam untuk memecahkan masalah yang dibuat oleh manusia.



Sumber : http://www.wired.com/wiredscience/2008/05/teen-decomposes/

http://news.therecord.com/article/354044

Riset Temukan Penyebab Nyamuk Memilih Calon Korbannya

Apakah kamu ingin putus hubungan dengan nyamuk? Demikian bunyi sebuah iklan produk penolak nyamuk. Tetapi anda benar-benar bisa dijauhi oleh nyamuk, kalau anda mengetahui kenapa nyamuk menyukai anda dan menghindarinya seperti dijelaskan sebuah riset di bawah ini.


Ketika anda bersama-sama dengan sekelompok orang, anda mungkin sedikit heran kenapa ada yang digigit oleh nyamuk, sedangkan yang lain tidak. Jawaban adalah karena nyamuk memang memilih-milih calon korbannya untuk diisap darahnya, demikian kata para ahli. “Satu dari 10 orang sangat menarik bagi nyamuk,” demikian laporan Jerry Butler, PhD, profesor di Universitas Florida. Tetapi darahmu bukan sebagai makan malam bagi nyamuk. Nyamuk betina – pejantannya tidak mengisap menggigit orang – membutuhkan darah manusia untuk perkembangan telur-telurnya.



Siapa yang paling disukai nyamuk?


Para peneliti masih terus meneliti sebab-sebab nyamuk memilih bagian tertentu dari tubuh manusia untuk digigit. “Ada sejumlah penelitian yang sedang diselenggarakan pada berbagai bau-bauan yang terpancar dari tubuh manusia, yang kemungkinan menarik bagi nyamuk,” kata Joe Conlon, PhD, penasehat teknis kepada Asosiasi Kontrol Nyamuk Amerika. Dengan 400 campuran bahan berbeda untuk diuji, maka riset ini merupakan sebuah proses yang membutuhkan banyak tenaga. “Para peneliti baru mulai menembus permukaannya,” katanya.


Para ilmuwan memahami bahwa 85% unsur genetik menentukan kepekaan kita terhadap gigitan nyamuk. Nyamuk juga mengenali unsur-unsur kimiawi tertentu di tubuh kita, yang apabila ditemukan secara berlebihan di permukaan kulit, nyamuk-nyamuk segera berbondong-bondong mendekatinya.


“Manusia dengan jumlah konsentrasi steroid atau kolesterol yang tinggi di permukaan kulit akan menarik bagi nyamuk,” kata Butler kepada WebMD. “Itu bukan berarti kalau nyamuk akan menyerbu orang dengan tingkat kolesterol dalam darah yang tinggi secara menyeluruh,” jelasnya lagi. “Hanya proses pengolahan kolesterol di dalam tubuh yang tidak efisien akan menghasilkan sisa-sisa proses yang menumpuk di permukaan kulit dalam jumlah yang banyak.”


Nyamuk juga menyerang manusia yang tubuhnya menghasilkan kelebihan asam-asam tertentu, seperti asam urat, demikian penjelasan ahli serangga John Edman, PhD, juru bicara untuk Entomological Society dari Amerika. Unsur ini dapat merangsang sensor pembau pada nyamuk, menggerakkan mereka untuk mendarat dan mencurigai calon korban-korbannya. Nyamuk dapat “mencium” bau makan malamnya dari jarak yang luar biasa, yakni 50 meter, jelas Edman.


Selain itu gas karbondioksida juga menarik bagi nyamuk, bahkan dari jarak yang jauh, demikian penjelasan Conlon. Nyamuk lebih menyukai orang dewasa dibanding anak-anak karena kecenderungan gas karbon dioksida yang dihasilkan lebih banyak. Wanita-wanita hamil juga beresiko lebih tinggi, karena sebab yang sama. Gerakan dan suhu panas tubuh juga menarik bagi nyamuk.


Oleh sebab itu, jika anda ingin menghindari serangan gencar nyamuk pada malam hari, hindari kegiatan yang menimbulkan banyak gerakan, nafas terengah-engah sehingga menghembuskan banyak gas karbon dioksida, dan jangan berkeringat karena asam laktat dalam keringat merupakan daya tarik kuat bagi nyamuk untuk menggigit anda.




Sumber :

http://www.cbsnews.com/stories/2009/07/31/health/webmd/main5202020.shtml?tag=cbsnewsSectionContent.7

Minggu, Juli 12, 2009

Harakiri Ala Lembaga Riset Informasi (LRI)

Ibarat perang, maka Pemilu juga memakan korban. Seperti calon legislatif yang sedeng, anggota dewan yang menjadi pengangguran lagi, pemilih yang terpaksa golput karena tidak masuk DPT, capres-cawapres yang siap pulang kandang, dan yang terakhir; lembaga survey yang harakiri (bunuh diri tradisi Jepang).


Setelah melihat hasil sementara perolehan suara Pilpres 2009 berdasarkan perhitungan cepat atau quick count yang menunjukkan kemenangan mutlak untuk pasangan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY)-Boediono, Lembaga Riset Informasi (LRI) – diwakili pentolannya Johan Silalahi, yang juga berada di balik iklan kampanye pasangan Jusuf Kalla-Wiranto – menyatakan membubarkan LRI sebagai wujud pertanggungjawabannya (B.Post 9/7).


Sebelumnya LRI merilis ke publik hasil survey polling pemilih yang dilakukannya, yakni dengan memberikan jaminan bahwa Pilpres akan berlangsung dua putaran. Dikatakannya, survey yang dilakukan di 15 provinsi terpadat di Indonesia ini telah melibatkan 4.000 sampai 12.000 responden per provinsi. Dengan margin of error di bawah dua persen, survey ini juga dikombinasikan dengan analisa sejumlah media massa. Dengan prediksi perolehan suara di atas 30 persen untuk pasangan SBY-Boediono dan Jusuf Kalla-Wiranto, serta di atas 20 persen untuk Megawati-Prabowo, LRI yakin Pilpres akan berlangsung dua putaran.


“Jika pilres satu putaran, saya langsung menutup LRI. Silakan dicatat,” ujar Johan Silalahi, Direktur LRI (B.Post 8/7).

Ternyata kenyatan berkata lain. Dengan perolehan suara lebih dari 60% versi quick count untuk pasangan SBY-Boediono, maka dijamin Pilpres akan berlangsung satu putaran. Untuk itu, dengan tegas Johan Silalahi berkata, “Kami berani menyatakan bahwa Yudhoyono adalah Presiden Indonesia untuk masa jabatan 2009-2014. Pilpres tahun ini juga hanya satu putaran. Karena berbeda dengan survey terakhir, saya membubarkan LRI sebagai bentuk tanggung jawab.” (B.Post 9/7).


Karena dilandasi sikap seorang ksatria, harakiri ala LRI ini patut diberikan hormat yang mendalam. Haik, Sayonara!

Senin, Juli 06, 2009

Mau Keinginan Anda Terkabul? Katakan pada Telinga Kanan

Berapa banyak permintaan anda yang tidak dipenuhi oleh orang lain? Dan berapa banyak lagi yang dikabulkan? Mau tahukan anda bagaimana caranya agar permintaan atau keinginan anda dikabulkan oleh orang lain, dengan lebih mudah dan lebih cepat? Sampaikan permintaan anda pada telinga kanannya. Kok, bisa?


Ternyata menurut sebuah penelitian, fungsi telinga kanan dan kiri berbeda disebabkan perbedaan fungsi otak belahan kanan dan kiri. Kesimpulan dari penelitian itu, kita ternyata lebih menyukai pesan suara ke telinga kanan kita, dan lebih mungkin untuk melaksanakan suatu tugas ketika kita menerima permintaan – atau perintah di telinga kanan kita dibanding yang kiri.


Dalam tiga penelitian bersambung dengan memperhatikan pilihan telinga dalam komunikasi antar manusia, Dr. Luca Tommasi dan Daniele Marzoli dari University "Gabriele d'Annunzio" di Chieti, Italia, menunjukkan bahwa ada ketidaksimetrisan antar dua belahan otak kanan dan kiri. Hal ini berpengaruh langsung dalam tingkah laku manusia sehari-hari.


Salah satu dari ketidaksimetrisan itu adalah lebih dominannya telinga kanan untuk mendengarkan getaran lisan, yang diyakini disebabkan oleh kelebihan belahan otak kiri untuk memproses informasi lisan. Kesimpulan ini dibuktikan oleh sebagian besar penelitian yang meneliti pilihan telinga dalam komunikasi antar manusia.


Tiga penelitian oleh Tommasi dan Marzoli secara rinci mengamati pilihan telinga selama interaksi-interaksi sosial di dalam lingkungan-lingkungan klub malam yang bising. Di dalam studi yang pertama, 286 pengunjung diamati selagi mereka sedang berbicara, dengan musik yang nyaring sebagai latar belakang. Secara keseluruhan, 72 % interaksi-interaksi terjadi pada sisi kanan dari pendengar. Hasil-hasil ini bersifat konsisten dengan pilihan kuping kanan yang ditemukan di dalam kedua penelitian laboratorium serta daftar pertanyaan yang dijawab.


Di dalam penelitian yang kedua, peneliti-peneliti mendekati 160 pengunjung dan mengucapkan suatu ucapan yang tidak dapat didengar, tanpa makna dan menunggu subjek memalingkan kepalanya serta melihat, apakah mereka mengarahkan telinga kiri atau kanannya. Setelah itu mereka dimintai sebatang rokok. Secara menyeluruh, 58 % menunjukkan telinga kanannya untuk mendengarkan dan 42 % yang kiri. Hanya para pengunjung wanita yang menunjukkan pilihan pada telinga kanan secara konsisten. Di dalam penelitian ini, tidak ada hubungan antara jumlah batang rokok yang didapat dengan telinga yang mendengarkan permintaan.


Di dalam penelitian yang ketiga, peneliti-peneliti dengan sengaja memilih 176 pengunjung, apakah mengarahkan telinga kanan atau kiri ketika dimintai sebatang rokok. Mereka memperoleh lebih banyak rokok secara signifikan ketika mereka berkata ke arah telinga kanan para pengunjung itu bandingkan dengan telinga kirinya.

Menurut para penulis hasil ketiga penelitian ini mengkonfirmasikan tentang kelebihan telinga kanan untuk komunikasi lisan dan pembagian secara khusus kedua belahan otak kanan dan kiri untuk pendekatan dan penghindaran perilaku.


Para peneliti menyimpulkan bahwa secara umum, baik pada manusia maupun spesies-spesies lainnya, perilaku memilih bagian kanan atau kiri dari telinga selama interaksi-interaksi sosial, bukan hanya untuk komunikasi dengan suara secara khusus, tetapi juga berhubungan tanggapan-tanggapan yang menyentuh perasaan.


Nah, kalau Anda yang sedang “pedekate” ingin menyatakan perasaannya pada calon pacar, katakan saja cinta atau sayang melalui telinga kanan kekasih anda – tentu dengan bisikan mesra, dong.



Sumber : http://www.sciencedaily.com/releases/2009/06/090623090705.htm

Kamis, Januari 29, 2009

Ternyata Kegemukan Disebabkan Infeksi Virus!

Masalah kegemukan bagi orang yang mengalaminya adalah sebuah problem besar. Berbagai usaha dilakukan untuk mengatasinya. Ada yang mengikuti diet tertentu, olah raga keras atau yang lebih ekstrim adalah mengurangi makan semaksimal mungkin.


Tapi ada kabar gembira bagi anda yang kegemukan. Kegemukan akan mudah diatasi seperti halnya penyakit flu biasa, bersin-bersin, dan penyakit disebabkan virus lainnya. Karena ditemukan suatu hubungan antara kegemukan dengan serangan sejenis virus yang menyebabkan hidung berair dan sakit tenggorokan.


Hal ini diungkapkan oleh seorang profesor tamu di Pusat Riset Biomedikal Pennington, di Baton Rouge, LA. Bernama Nikhil Dhurandhar yang berkata bahwa virus yang dikenal sebagai AD-36, bisa menginfeksi paru-paru lalu menyebar ke seluruh tubuh, memaksa sel-sel lemak untuk menggandakan diri dan menyebabkan radang tenggorokan.


“Ketika virus ini berada di jaringan lemak, maka jaringan lemak akan menggandakan diri, membuat lebih banyak salinan dirinya dan terjadi proses peningkatan jumlah sel-sel lemak yang baru. Hal ini menjelaskan mengapa jaringan lemak meluas dan mengapa orang-orang menjadi gemuk ketika mereka terinfeksi oleh virus ini,” kata Dhurandhar.


Dalam sebuah test, sepertiga dari orang-orang yang sangat gemuk ternyata mempunyai virus yang tidak biasa ini dan sangat menular dibandingkan dengan 11 persen dari orang yang lebih kurus. Penambahan berat badan dapat berlangsung selama tiga bulan sampai tubuh bisa membangun kekebalan tubuh untuk melawan virus tersebut.


Riset baru ini mendukung teori-teori sebelumnya dari studi-studi mengenai penambahan berat badan. Dalam test yang dilakukan terhadap tikus dan ayam terbukti bahwa virus itu bisa menyebabkan kelebihan berat badan pada hewan yang bersangkutan dan ini juga berarti bisa terjadi pada manusia.


"Orang-orang bisa menjadi gemuk disebabkan virus ini, selain terjadinya peradangan karena virus, dengan demikian orang yang kegemukan akan cenderung sulit untuk menghindari peradangan," berkata Dhurandhar.


Namun riset ini masih belum menjelaskan apakah mengobati peradangan atau infeksi yang disebabkan virus tersebut juga berarti mengatasi kegemukannya. Juga belum diungkapkan vaksin yang bisa digunakan untuk melawan virus itu, dan kemungkinan apakah virus ini bisa ditularkan.


Bagi anda yang sedang berdiet keras untuk menjadi lebih langsing dan ternyata tidak berhasil juga setelah sekian lama menyiksa diri, perlu mencurigai kemungkinan adanya ulah usil si AD-36 ini.