Tampilkan postingan dengan label Pemanasan Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemanasan Global. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 17, 2009

20 Fakta Mengerikan Mengenai Masa Depan Kita dan Bumi

Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. Kita akan binasa semuanya apabila bumi hancur oleh berbagai sebab. Kedengarannya menakutkan sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa sumber daya bumi terbatas. Penggunaan sumber daya bumi secara serampangan seperti sekarang ini, bisa menyebabkan kehidupan manusia berakhir dalam kehancuran.


Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot. Marilah kita mengamati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri.


Jadi bagaimanakah masa depan kita dan bumi yang kita diami ini? Berikut ini fakta-faktanya:


1. Pemanasan global adalah satu peristiwa yang tak bisa dielakkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi. Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami dan kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan. Bumi berusaha untuk terus eksis dengan melakukan perbaikan alami, tetapi kita manusia akan menerima akibatnya dikarenakan proses perbaikan itu sangat dahsyat dan tidak terkendali.


2. Peningkatan kecil rotasi bumi diakibatkan ketidakseimbangan isi kandungan perut bumi yang terkuras, bisa mempengaruhi kita dengan berbagai cara. Banjir dahsyat yang menenggelamkan segalanya, atau gletser-gletser yang menghilang selamanya. Itu bisa berarti kekurangan air, pangan dan merajalelanya penyakit serta meluasnya kelaparan. Beberapa spesies hewan dan tanaman menjadi punah.


3. Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan. Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru.


4. Produksi minyak mengalami peningkatan tahun 2008 dan 2018 akan mencapai puncaknya, dan itu berarti awal dari penurunan. Ini bisa menjadi pencetus suatu resesi energi global, konflik antar negara yang memperebutkan lahan minyak dan juga sumber makanan. Minyak sangat penting bagi setiap bangsa untuk melanjutkan aktivitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan. Kedepannya, menipisnya kandungan minyak di bumi bisa mempengaruhi hidup seluruh manusia di bumi secara signifikan.


5. Mobil mempunyai andil sebesar 3/4 dari semua gas buang yang dipancarkan alat transportasi. Sejak saat ini, dunia akan dipenuhi lebih dari satu milyar mobil yang berkeliaran di jalan-jalan di tahun 2030 dan akan bertambah hingga satu milyar lagi di tahun 2050. Hal berhubungan dengan 75% peningkatan CO2 selama setahun di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara), sedangkan sekitar 20% CO2 yang memasuki atmosfer bumi berasal dari pembakaran BBM pada mesin-mesin kendaraan bermotor, selebihnya 80% emisi CO2 bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil oleh mesin pembangkit tenaga listrik.


6. Karena peningkatan suhu udara akibat meningkanya kadar CO2, maka sedikit uap air bertahan di udara untuk membentuk awan. Hal ini berarti hujan akan menjadi lebih sedikit, dan secara langsung berakibat hasil produksi pertanian juga menurun. Akan terjadi di sekitar tahun 2020 di mana terjadi suatu periode yang sulit dan air bah tiba-tiba meningkat di semua bagian dari benua Eropa, karena mencairnya es di Kutub Utara. Sedangkan populasi penduduk bumi akan mencapai 7,7 milyar orang.


7. Sejak Hari Bumi yang pertama tahun 1970 hingga awal millennium baru, manusia telah membuat peningkatan emisi (gas buang) rumah kaca sebesar 70%.


8. Atmosfer bumi sekarang mengandung 40% lebih banyak CO2 dibandingkan dengan di awal Revolusi Industri.


9. Hasil pembakaran bahan bakar fosil dewasa ini menambah hampir 6 milyar ton CO2 ke dalam atmosfer bumi setiap tahunnya. Hanya separuhnya yang diserap oleh hutan-hutan dan samudera.


10. Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi. Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun. 1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.


11.Hampir separuh dari semua jenis flora, fauna dan mikro organisme akan musnah atau pasti terancam kepunahan dalam seperempat abad ke depan disebabkan oleh penebangan hutan-hutan hujan.


12. Perkiraan para ahli bahwa kita sedang kehilangan 137 jenis tanaman, hewan dan serangga setiap harinya karena penebangan hutan-hutan hujan. Atau sama dengan 50.000 jenis setiap tahunnya. Seiring dengan lenyapnya spesies-spesies di hutan hujan, demikian juga dengan berbagai macam pengobatan penyakit-penyakit yang mengancam hidup manusia. Sekarang ini, 121 obat-obatan yang dijual ke seluruh dunia berasal dari tanaman obat-obatan. Sementara itu 25% dari perusahaan obat-obatan di Barat mengambil bahan dari ramuan tanaman dari hutan hujan, dan lebih sedikit 1% dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis ini telah diuji coba oleh para ilmuwan.


13. Penebangan hutan yang merajalela sekarang ini menyumbang 20% polusi pemanasan global diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan kembali CO2.


14. Wabah penyakit terus bertambah baik ragam maupun jumlahnya karena polusi udara, air dan tanah meningkat, terutama sekali terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah.


15. Di tahun 2030 sekitar 18% dari gugusan karang laut akan lenyap karena perubahan iklim dan lingkungan. Dalam 2030 ini populasi penduduk dunia akan mencapai 8,3 milyar.


16. Tahun 2040 laut di Kutub Utara akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es.


17. Karena menghilangnya gletser dan terjadi musim kering yang panjang, produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air akan berkurang.


18. Luas padang pasir di permukaan bumi mengalami peningkatan disebabkan menaiknya suhu bumi. Pada akhir tahun 2007, Australia kehilangan 25% produksi pangannya karena hal ini.


19. Kadar karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi terus meningkat.


20. Efek berbahaya dari aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem global dengan cara yang negatif. Perang, sebagai contoh, dapat menghancurkan bumi dalam berbagai jalan; pembunuhan massal, berkembangnya kelaparan dan penyakit, pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran oleh mesin-mesin perang, termasuk juga pembabatan hutan dan pengambilan batu-batuan dan tanah untuk perbaikan kembali infrastruktur yang rusak.


Sebuah pertanyaan untuk kita semua; apakah upaya kita untuk ikut membantu kelestarian alam sekarang ini bisa memberi dampak yang berarti dan signifikan, ataukah secara ironi aktivitas kita lainnya malah mempercepat kerusakan dan kehancuran bumi?



Sumber gambar : http://farm2.static.flickr.com/1198/759309122_0bb2671c95.jpg

Sabtu, Agustus 30, 2008

Peringatan Global : Kiamat Sudah Dekat

Pernah dimuat di Wikimu pada Kanal Opini, Selasa 22-04-2008 14:36:46


Hari Bumi yang tahun ini jatuh pada hari Selasa, 22 April telah diperingati selama 38 tahun. Adakah perubahan yang terjadi dalam perlakuan kita terhadap bumi ? Sepertinya tidak. Kita ketahui lubang ozon semakin membesar, pemanasan global terus mengalami peningkatan, hutan yang dibabat bertambah luas, penggasakan sumber daya alam dilakukan dimana-mana. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa yang selalu menekan negara dunia ketiga perihal pelestarian lingkungan sebagai salah satu syarat atas bantuan yang akan diberikan, ternyata hanyalah pembual bermulut besar. Karena sebagian besar kerusakan di bumi ini adalah sumbangan dan peran serta mereka. Merekalah yang memiliki industri-industri raksasa yang menyumbang sebagian besar polutan di darat, laut dan udara. Mereka adalah pengguna terbesar bahan-bahan tambang dan hasil hutan yang dieksploitasi di negara-negara dunia ketiga. Negara-negara besar itulah yang paling banyak memproduksi dan menggunakan mobil sebagai penyumbang terbesar kedua polusi udara setelah industri.

Hukum alam (Natural law)

Bumi yang sudah sangat tua ini adalah bagian tidak terpisahkan dari struktur alam semesta. Bumi adalah perwakilan alam semesta. Dan bumi menjadi begitu sangat penting di alam raya yang luas tak terbatas ini adalah karena adanya peran manusia di dalamnya. Manusia adalah sebagai pengatur, penjaga, pemelihara dan sekaligus pengguna bumi. Peran manusia adalah sebagai khalifah di muka bumi ini.

Alam mempunyai hukumnya sendiri yang disebut hukum alam (natural law) atau bagi orang beragama disebut hukum Tuhan (Sunatullah) yang ditempatkan di alam. Hukum tersebut mempunyai aturan yang baku dan tidak pernah berubah. Hukum itu bersifat eksak atau pasti dan tidak bisa diubah oleh manusia. Hukum alam itu berjalan sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Hukum alam itu bersifat :

1. Eksak atau pasti dan dapat dihitung.

2. Seimbang dan selalu menuju kepada keseimbangan

3. Berkesinambungan dan saling mempengaruhi

4. Konservatif atau tetap dari awal terbentuknya alam sampai hancurnya kembali.

Hukum dasar dalam mekanisme kerjanya adalah hukum sebab akibat. Hukum fisika, kimia dan matematika adalah hukum-hukum yang dipergunakan oleh alam sebagai bagian dari hukum alam yang berlandaskan pada hukum sebab akibat tersebut.

Mekanisme kerja hukum alam (Sunatullah) itu adalah seperti tumbukan bola bilyar yang apabila satu bola disodok, maka daya (energi) dorong bola akan berpindah ke bola lain yang dikenainya. Disebut juga efek berantai dimana proses akan berakhir sampai daya atau energi itu habis berpindah atau berubah. Jadi apa pun yang kita lakukan di bumi ini akan mempengaruhi makhluk lain, planet lain, bahkan seluruh alam semesta secara berkesinambungan dan terus-menerus.

Pengurasan sumber daya alam berarti percepatan kerusakan

Akhir-akhir ini pengurasan sumber daya alam dan penggunaannya sudah sangat luar biasa dan terjadi di mana-mana. Di semua bagian bumi sudah terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap sumber energi, hasil bumi dan laut. Kegiatan yang tidak terkendali ini pada akhirnya berbuah kerusakan. Penggunaan sumber energi secara besar-besaran mengakibatkan meningkatnya jumlah polutan di udara, air dan tanah sebagai limbah dari proses pembakaran secara cepat, tanpa sempat untuk dinetralisir oleh alam. Pengurasan bahan-bahan tambang, seperti minyak bumi, batu bara, gas, dan logam mengakibatkan kerusakan pada struktur tanah yang demikian besar dan cepat sehingga alam tidak sempat untuk memperbaikinya. Penebangan hutan yang berlangsung cepat membuat bertambahnya tanah-tanah gundul yang rawan erosi, sedangkan alam tidak sempat untuk menumbuhkannya kembali.

Pada dasarnya alam mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dirinya, baik berupa restrukturisasi (penataan kembali unsur dan bangunan alam) atau regenerasi (proses pembentukan dan pertumbuhan kembali unsur-unsur alam). Tetapi proses ini biasanya memakan waktu yang lama dan sangat lambat. Apabila laju perusakan alam lebih cepat dari pada perbaikan alaminya, maka alam akan berada pada suatu kondisi tidak seimbang. Untuk memenuhi asas keseimbangan maka alam akan mengadakan suatu proses alami yang progresif. Proses yang dilakukan dengan cepat ini terjadi karena alam memberikan reaksi atas perusakan alam yang dilakukan manusia yang juga berlangsung meluas dan cepat. Hukum aksi reaksi tersebut kurang lebih berbunyi “Besaran suatu reaksi akan sama dengan besaran aksi yang telah diberikan” atau “aksi = reaksi”. Bentuk dari reaksi alam tersebut adalah pergeseran kerak bumi dan struktur tanah atau kita menyebut gempa, dan perpindahan unsur penyusun udara dan energi panas di angkasa atau kita menyebut perubahan iklim dan cuaca.

Proses penyeimbangan yang dilakukan oleh alam sebetulnya akan berakhir cepat dan mencapai titik keseimbangannya dengan tidak memakan waktu lama. Akan tetapi proses tadi menjadi berkelanjutan apabila perusakan alam oleh manusia dilakukan tanpa henti dan semakin tidak terkendali. Luasnya areal yang rusak serta besarnya jumlah polutan menyebabkan proses penyeimbangan menjadi rumit dan lama. Yang lebih berbahaya adalah apabila menurut ukuran alam, kerusakan yang terjadi sudah melebihi kemampuan alam untuk mengadakan perbaikan restrukturisasi dan regenerasi. Atau dengan kata lain, alam kepayahan untuk menyelesaikan tugasnya memperbaiki diri. Bisa kita bayangkan, kiamat atau kehancuran alam secara total adalah hasil akhirnya.

Mari kita perhatikan peringatan Allah SWT di dalam Al-Quran :

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Ruum : 41)

Telah dekat terjadinya hari kiamat. (An-Najm : 57)

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-A’raaf : 187)