Tampilkan postingan dengan label Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mudik. Tampilkan semua postingan

Senin, September 29, 2008

Kuota Mudik, Solusi yang Perlu Dipertimbangkan


Mudik atau pulang kampung sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap menjelang hari besar keagamaan. Alasan bertemu orang tua, keluarga atau kaum kerabat yang sudah lama tidak bertemu menjadi sebab utama banyak orang melakukan mudik.

Selain memerlukan persiapan dana yang cukup, mudik juga memerlukan kesiapan kendaraan yang prima , fisik yang sehat dan yang terakhir mungkin sering terlupakan adalah kesiapan mental yang kuat dan emosi yang terkendali.

Kebanyakan orang lebih menekankan kepada kesiapan yang bersifat fisik dan kelihatan, seperti mengupayakan membawa uang yang cukup bahkan kadang berlebih – ada istilah penghasilan setahun habis untuk sekali mudik. Hal ini mungkin saja terjadi apabila yang bersangkutan pulang kampung yang cukup jauh, misalnya dari Kalimantan ke Sumatera atau ke daerah Indonesia Timur. Selain itu kesiapan fisik kendaraan atau badan juga lebih sering diutamakan, baik dengan mempersiapkan mesin kendaraan dengan membawa ke bengkel terlebih dulu atau menyediakan vitamin dan menyediakan obat-obatan untuk kesiapan fisik.

Tapi bagaimana dengan kesiapan mental ? Sudahkah dipersiapkan dengan baik ? Untuk menghadapi situasi yang sangat mempengaruhi emosi seperti macet di perjalanan hingga berjam-jam, atau situasi antri dan berjejal untuk masuk ke dalam angkutan umum seperti kereta api atau kapal laut. Bagaimana juga dengan mental para pengemudi angkutan umum, sudahkan benar-benar siap menghadapi situasi lalu lintas yang sangat padat dan masing-masing seperti dikejar oleh waktu dan setoran ?

Teori peluang dan hukum gerak molekul

Situasi terakhir mudik yang disiarkan di televisi membuka mata kita bahwa resiko mudik berupa kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kemacetan di jalan dan juga permasalahan mudik lainnya meningkat seiring meningkatnya jumlah pemudik.

Arus mudik yang besar terjadi terutama dari DKI Jakarta ke daerah-daerah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur serta ke daerah di Sumatera, begitu juga dari daerah-daerah lain di Indonesia ke Pulau Jawa. Sedangkan dari Jawa Tengah dan Timur ke daerah-daerah lain jumlah pemudik tidak sebesar dari luar Jawa ke daerah tersebut.

Menurut teori peluang, jumlah pemudik berbanding lurus dengan kemungkinan atau peluang terjadinya resiko mudik, seperti resiko kecelakaan di jalan raya, kemacetan di jalan dan lain-lainnya. Artinya semakin banyak jumlah pemudik maka jumlah resiko mudik juga akan turut meningkat. Pada angka tertentu hal tersebut barangkali tidak tampak memprihatinkan, tapi bagaimana dengan yang sudah terjadi sekarang ? Di H minus 2 ini sudah terjadi beberapa kecelakaan lalu lintas yang cukup banyak menelan korban seperti beberapa berita kecelakaan di berbagai tempat yang disampaikan stasiun-stasiun televisi.

Sedangkan menurut hukum gerak molekul, semakin tinggi kerapatan molekul, maka suhu dan tekanan akan semakin meningkat dan tabrakan antar molekul juga akan meningkat. Hal ini berarti semakin meningkat jumlah pemudik, maka situasi tidak terkendali akan semakin meningkat juga yakni tertekannya jiwa sehingga meningkatkan suhu perasaan yang akan berakibat emosi menjadi tidak stabil. Pemudik bisa mudah marah dan pengemudi angkutan umum juga menjadi mudah tersulut emosinya di jalan raya. Energi yang diperlukan menghadapi situasi panas di jalan menjadi lebih besar sehingga menyebabkan kelelahan dan mengantuk mudah menyerang. Suatu kombinasi yang buruk bagi seorang pengemudi adalah emosi tinggi, lelah dan mengantuk. Sehingga kecelakaan pun tidak bisa terhindarkan dalam kondisi mental pengemudi seperti ini.

Perlunya pengaturan jumlah pemudik yang sesuai rasio keamanannya

Pihak terkait dan berwenang dalam hal ini yakni Departemen Perhubungan dan Kepolisian perlu mengadakan perhitungan yang pas untuk menentukan rasio jumlah pemudik yang aman dalam sebuah arus mudik dalam sejumlah waktu mudik. Misalkan waktu mudik dari H minus 7 (arus mudik) sampai H plus 7 (arus balik). Apabila ternyata jumlah pemudik yang ada ternyata mencapai angka berbahaya mengalami resiko mudik, maka hendaknya ada pembatasan jumlah pemudik yang diijinkan untuk ikut di dalam suatu arus mudik tersebut.

Melihat dari kejadian pemberangkatan haji ke Saudi Arabia yang sudah lama diterapkan sistem kuota, suatu saat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia terutama di Pulau Jawa, mungkin penerapan kuota mudik perlu dipertimbangkan untuk arus mudik di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Kejadian buruk berupa kecelakaan lalu lintas yang semakin meningkat dan tingkat kemacetan di jalan yang semakin parah bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menerapkan kuota mudik ini suatu saat nanti sebagai suatu solusi.

Kamis, September 25, 2008

Waspada Meninggalkan Rumah Menjelang dan pada Hari Lebaran


Memperingati Idul Fitri biasanya identik dengan jalan-jalan berkunjung ke rumah tetangga, keluarga dekat dan mudik menengok keluarga di kampung halaman. Sanak saudara yang sudah lama tidak ditemui, maka di hari raya inilah akan kembali dijenguk dan disalami. Hubungan kasih sayang yang mulai hambar karena sudah jarang bertemu, di hari raya ini akan kembali semarak dan menyejukkan. Bermaaf-maafan, saling bercerita dan berbagi akan menghidupkan kembali semangat kekeluargaan dan akhirnya akan membuka peluang untuk hubungan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Karena acara kunjung-mengunjungi berarti harus jalan-jalan keluar meninggalkan rumah, maka harus diwaspadai hal-hal buruk yang sudah sering terjadi apabila penghuni rumah meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong atau hanya dijaga oleh pembantu atau anak-anak.

Adapun hal-hal yang perlu diwaspadai tersebut antara lain :

1. Kedatangan tamu tidak diundang (penjarah, pencuri atau perampok).

Pada hari-hari menjelang Idul Fitri biasanya di beberapa daerah di Indonesia akan mudah dijumpai berkeliarannya para pengemis dadakan atau musiman yang secara berombongan atau sendiri-sendiri memasuki kampung-kampung atau komplek perumahan untuk mencari sedikit rezeki.

Di antara para pengemis ini biasanya ada yang secara sembarangan dan melanggar aturan memasuki halaman atau rumah orang yang didatanginya dengan tanpa ijin terlebih dulu dari si pemilik rumah. Apabila pintu pagar atau rumah tidak dikunci, ada saja tamu tidak diundang ini tiba-tiba sudah berada di dalam rumah atau duduk di ruang tamu Anda.

Waspadalah terhadap kemungkinan ini, karena niat jahat bisa saja muncul tiba-tiba di pikiran mereka apabila melihat rumah dalam keadaan kosong atau penghuninya sedang berada di ruangan lain di dalam rumah itu. Selain itu pencuri-pencuri yang sesungguhnya barangkali juga sudah bersiap-siap menunggu untuk menggasak rumah-rumah yang disantroninya apabila kosong ditinggalkan penghuninya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya pencurian atau pun perampokan, hendaknya pintu pagar dan rumah dikunci pada saat Anda berada di dalam rumah atau sedang pergi meninggalkan rumah, baik siang maupun malam hari. Dan apabila Anda hanya sendirian atau hanya berteman satu atau dua orang hendaknya kewaspadaan ditingkatkan dengan mempersiapkan telepon rumah atau telepon genggam dengan nomor emerjensi bagian keamanan atau pun kantor polisi terdekat. Sehingga apabila diperlukan nomor dimaksud Anda tinggal memencet tombol redial atau tombol pintas di handphone Anda.

Apabila hendak pergi meninggalkan rumah alangkah baiknya ada tetangga atau keluarga yang bisa dipercaya dan sudah cukup dewasa untuk menjaga rumah. Namun perlu juga hati-hati dengan tidak membiarkan pintu kamar pribadi Anda terbuka dan yang paling penting jangan meninggalakan barang berharga seperti uang dan perhiasan di dalam rumah yang sedang ditinggalkan.

2. Bahaya Kebakaran

Bahaya kebakaran yang mungkin terjadi di rumah, bisa berasal dari permasalahan pada jaringan listrik di rumah atau bisa juga dari api kompor atau pun kegiatan yang menggunakan listrik atau api di rumah.

Sebelum Anda meninggalkan rumah saat hendak bepergian hendaknya terlebih dulu memeriksa kompor, lampu-lampu atau pun sambungan listrik di rumah Anda, baik pada alat-alat elektronik maupun alat listrik lainnya. Sebaiknya apabila Anda akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama, maka semua stop kontak atau steker listrik tersebut dilepaskan dari peralatan listrik atau elektronik.

Bila Anda menyuruh seseorang untuk menjaga rumah Anda, pastikan dia berhati-hati menggunakan alat-alat yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan menguasai cara penggunaannya. Lebih baik lagi kalau dia hanya menjaga rumah saja dan jangan diperbolehkan menggunakan alat-alat rumah tangga yang berlistrik dan menggunakan api.

3. Jangan meninggalkan anak kecil di rumah

Apabila karena sangat terpaksa harus meninggalkan anak kecil di rumah, maka hendaknya dia ditemani oleh orang dewasa yang bisa dipercaya, jangan meninggalkannya sendirian di rumah walaupun Anda hanya berada di luar rumah 1 atau 2 jam saja.

Anak kecil biasanya tidak terampil menggunakan peralatan di dalam rumah dan mudah panik apabila terjadi hal-hal yang darurat. Anak kecil juga dengan mudah dibujuk untuk percaya dengan orang asing, sehingga apabila ada orang asing mereka mudah melakukan apapun yang diminta.

Mungkin lebih baik Anda menitipkan anak Anda di rumah tetangga atau keluarga terdekat daripada meninggalkannya di rumah walaupun ditemani oleh tetangga Anda. Biasanya si penjaga akan dengan mudah meninggalkan anak Anda sendirian di dalam rumah untuk keperluannya sendiri, sehingga 1 atau 2 jam tidak akan terasa dan akan banyak kemungkinan yang terjadi dalam jangka waktu tersebut pada anak Anda.

4. Titip pesan dengan tetangga terdekat

Sebaiknya Anda menitipkan rumah Anda kepada tetangga terdekat sebelum Anda meninggalkannya. Tentu saja tetangga yang bisa dipercaya dan juga tidak sedang berencana pergi ke luar rumah. Mungkin akan lebih baik lagi apabila kepercayaan tersebut diserahkan kepada keluarga dekat yang bisa dipercaya seperti adik atau keponakan. Namun apabila Anda mempunyai pembantu rumah tangga yang kebetulan tidak sedang mudik atau pulang kampung, ini akan lebih mudah bagi Anda.

Itulah antara lain beberapa kewaspadaan yang harus Anda tingkatkan apabila Anda meninggalkan rumah selama Idul Fitri ini. Seringkali terjadi peningkatan terjadinya kasus pencurian dan penjarahan pada hari-hari menjelang Idul Fitri dan saat rumah-rumah sepi ditinggalkan penghuninya yang mudik. Dan juga perlu dicatat bahwa beberapa minggu terakhir ini udara cukup panas dan kita sering mendengar terjadi kebakaran di beberapa kota.

Selasa, September 23, 2008

Hati-hati Ada Enam Jalur Mudik Berbahaya Di Kalimantan Selatan

Bagi warga Kalimantan Selatan (Kalsel) yang ingin mudik / pulang kampung hendaknya waspada karena terdapat enam jalur jalan mudik berbahaya karena rusak berat dan masih dalam tahap perbaikan.

Keenam ruas jalur mudik tersebut adalah ruas jalan perbatasan antara Kalsel dan Kalteng yakni di Anjir Pasar dekat Jembatan Barito, ruas jalan perbatasan Kalsel dan Kaltim yaitu di Tanah Grogot yang kini sedang dalam proses perbaikan, sedangkan empat lainnya berada di jalur Trans Kalimantan Poros Selatan, di sepanjang jalan Kotabaru, Sungai Loban, Sebamban dan Batulicin.

Penyelesaian pekerjaan perbaikan semua jalur jalan tersebut tidak dapat segera dilakukan sebelum lebaran ini disebabkan sesuai kontrak kerjanya baru akan selesai dalam waktu lebih dari satu tahun.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya sopir angkutan umum maupun pribadi serta pengendara sepeda motor, terutama yang melakukan perjalanan pada malam hari hendaknya selalu waspada saat melintas di jalur-jalur jalan yang rusak tersebut. Lebih-lebih pada saat hujan turun cukup deras, karena jalanan bisa terendam air dan menjadi lebih licin. Apalagi jalur mudik melalui jalar Trans Kalimantan Poros Selatan merupakan jalur padat, karena sebagian besar pemudik berasal dari daerah Batulicin dan Kotabaru.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Kepala Dinas Kimpraswil Kalsel, Tarjiddin Noor, Senin kemarin.

Sedangkan Kasubdin LLAJ Dishub Kalsel, Ramonsyah mengungkapkan, ada lima jalur yang akan padat pemudik dari terminal kilometer enam Banjarmasin ke beberapa daerah di Kalsel dan Kalteng. Kelima jalur padat tersebut, yaitu, Muara Teweh, Buntok, Puruk Cahu Provinsi Kalteng, serta Kabupaten Batulicin dan Kotabaru, Kalsel.

Nah, bagi Anda yang sudah siap-siap untuk mudik, sebaiknya lebih berhati-hati apabila membawa kendaraan sendiri atau mengingatkan supir angkutan umum yang akan dinaiki. Selamat Mudik.

Sumber : MB