Tampilkan postingan dengan label Ide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 14, 2009

10 Cara-cara Aneh Mendapatkan Inspirasi dan Ide

Ada orang yang dengan mudah mendapatkan inspirasi dan ide-ide, ada juga yang harus berupaya keras. Para seniman, penulis, desainer, pencipta dan para pencari inspirasi lainnya biasanya mempunyai cara khas untuk mendapatkan inspirasi-inspirasi untuk karya-karya mereka. Cara-cara tersebut terkadang aneh bagi orang lain tapi merupakan penghasil ide terbaik bagi mereka.


Michael Jackson, misalnya mendapatkan ide-ide lagunya yang menjadi hits dengan bersiul di kamar mandi atau ketika sedang menjawab telepon. Penulis sendiri sering mendapatkan inspirasi ketika menjelang tidur.


Bagaimana dengan Wikmuers? Pasti kalian mempunyai tempat-tempat atau waktu yang spesial untuk mendapatkan inspirasi yang bisa ditambahkan pada daftar di bawah ini. Dan jangan lupa untuk segera mencatat konsep-konsep ide secara garis besar, karena kita mudah untuk lupa.



1. Berjalan jauh


Ada sebagian orang yang merasa harus pergi ke suatu tempat, menyusuri jalan-jalan kota, atau mengadakan perjalanan jauh ke daerah lain hanya untuk mendapatkan inspirasi. Cukup makan biaya dan tenaga, tapi demi ide-ide terpaksa dilakoni.


2. Meditasi


Duduk dengan tenang sambil mengatur nafas dan memejamkan mata. Kosongkan pikiran kemudian tunggu inspirasi datang dengan sendirinya. Ada yang menyukai meditasi di dalam kamar di tengah malam. Atau mungki tempat aneh seperti di kuburan, atau nangkring di atas pohon.


3. WC


Kamar kecil (WC) umumnya menjadi tempat favorit sebagian pencari inspirasi. Waktu yang luang sambil melamun membuka kesempatan ide-ide “gila” untuk mampir. Jangan lupa sediakan kertas kecil dan pen untuk mencatat garis besar ide sebelum Anda terlupa setelah rasa lega sudah diperoleh


4. Kamar mandi


Saat air tercurah dari shower atau sambil mengusapkan sabun ke badan dan menyanyi atau bersiul, inspirasi bisa mampir di kepala. Situasi seperti ini cukup sulit untuk mencatat ide-ide yang muncul.


5. Ruang Runggu


Anda harus membawa kertas dan ballpoint ke mana-mana. Mungkin pada saat antri di bank atau ruang tunggu dokter sambil melihat tingkah laku orang lain, inspirasi bisa tiba-tiba muncul.


6. Mall


Produk-produk yang dipajang, para pengunjung yang hilir mudik, kegiatan-kegiatan sosial di hall, dan mungkin di saat menunggu film favorit Anda, inspirasi bisa saja tiba-tiba lewat. Cobalah Anda menangkapnya.


7. Nguping


Pekerjaan ini mungkin kurang sopan atau mungkin kurang ajar. Tapi demi sebuah ide kenapa tidak? Ambil saja posisi yang dekat dengan sumber pembicaraan, pasang telinga baik-baik sambil pura-pura sibuk membaca misalnya. Selipkan kertas catatan kecil dan pulpen di dalam buku itu. Rasanya kayak kegiatan spionase, ya?


8. Di atas tempat tidur


Ada orang yang mencari inspirasi dari mimpi-mimpi. Agar tidak kehilangan ide, segera catat ketika Anda terbangun. Atau ada yang mendapatkannya ketika hampir tertidur, dan ini pun harus segera dicatat karena Anda akan terlupa ketika terbangun esok harinya.


9. Iklan TV


Iklan di TV menampilkan gambar-gambar yang indah, variatif dan penuh gerak. Ini bisa memacu sel-sel kelabu di otak kita untuk bekerja giat. Cobalah cari inspirasi dari setiap iklan.


10. Di dalam angkutan umum


Penumpang yang beragam dan silih berganti dengan percakapan-percakapannya yang penuh inspiratif mungkin bisa menjadi sumber-sumber ide tak kering-kering. Catat dan jadikan sebuah karya menarik.


Masih banyak cara aneh bahkan “gila” untuk mendapatkan inspirasi, misalnya ketika menghadiri pemakaman, atau bertemu dan berbicara dengan orang gila beneran (contohnya adalah tulisan di Wikimu berjudul Bertemu “John Lennon”, oleh Meidy – maaf, Mba minta izin untuk dijadikan contoh).


Nah, Wikimuers jangan putus asa kalau kehabisan ide.

Minggu, Februari 15, 2009

10 Anggapan Keliru Tentang Kreatifitas

Menjadi kreatif adalah impian bagi banyak orang. Sayangnya tidak ada sekolah atau kursus yang khusus mengajarkan kreatifitas. Sifat kreatif adalah pembawaan manusia sejak lahir, namun potensi ini harus dikembangkan agar bisa bermanfaat bagi kehidupan. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah kreatifitas yang positif dan tidak merugikan.


Pemusik, pengarang novel, penulis buku, seniman pada umumnya, perancang busana, perekayasa teknologi adalah beberapa contoh pekerjaan yang membutuhkan kreatifitas tinggi. Mereka-mereka ini tidak boleh kering ide, karena apa yang dilakukan adalah mengandalkan ide-ide baru yang segar dan cemerlang.


Namun ada beberapa anggapan keliru yang seringkali mematikan kreatifitas kita. Anggapan-anggapan tersebut biasanya terus berkembang karena dibantu oleh orang-orang di sekitar kita yang secara tidak sadar turut melemahkan semangat kita untuk berkreatifitas.


Berikut ini adalah 10 anggapan yang keliru tentang kreatifitas. Hendaknya kita memperbaiki anggapan-anggapan ini dan mencoba juga untuk menanamkan semangat berkreatifitas kepada orang-orang di sekitar kita.



1. Aku bukan seorang yang kreatif


Banyak orang berkata, “Aku bukan seorang yang kreatif”. Suatu perasaan yang dikelirukan dengan perasaan malas untuk berpikir dan berbuat.


Semua orang pada dasarnya kreatif. Tidak percaya, lihat saja semua anak-anak kecil berumur 2 tahunan. Apa yang tidak bisa dijadikannya mainan? Mereka dengan kreatif menggunakan barang-barang disekitarnya sebagai mainan. Tapi apabila dia kemudian terbiasa dibelikan mainan – khususnya mainan yang tidak memancing kreatifitas – maka di umur 6 tahunan kreatifitas tersebut akan menumpul dan akhirnya anak tersebut akan terbiasa menikmati mainan sudah jadi.


Jadi mulai dari sekarang tanamkan di dalam pikiran kita sebuah ide: Saya adalah manusia yang sudah ditakdirkan untuk kreatif.



2. Ini adalah ide gila, bodoh atau menggelikan untuk dilakukan


Banyak dari kita berpikir begitu apabila tiba-tiba terlintas sebuah ide di kepala kita. Sensor negatif terhadap ide kreatif biasa bermain di pikiran kita, dan sensor ini membatasi kreatifitas kita. Begitu juga apabila kita melakukan hal ini terhadap orang lain, berarti kita sudah mematikah sebuah kreatifitas.


Sekarang marilah berpikir terbuka: dengarkan dan terima semua ide, bagaimana pun bodoh kedengarannya. Apalagi itu adalah dari pemikiran kita sendiri.


Kita masih mempunyai banyak waktu untuk memperbaiki ide-ide tersebut. Membetulkan konstruksinya dan memolesnya sehingga menjadi lebih cantik.



3. Orang-orang yang kreatif selalu mempunyai ide-ide besar dan pemikiran yang brilian


Keliru besar! Orang-orang kreatif tidak pernah kering ide, betul. Tapi tidak selalu ide-ide itu besar dan brilian. Semua ide pantas untuk ditampung dan dipertimbangkan. Ketika sebuah ide berada pada saat yang tepat untuk dilahirkan, ketika itulah sebuah ide dikatakan brilian.


Leonardo Da Vinci melahirkan banyak ide pada jamannya dan dianggap ide gila, namun sekarang ide tersebut dianggap brilian oleh kita karena lahir dari seorang pelukis dan realisasinya baru terjadi beratus-ratus tahun kemudian.


Jadi jangan meremehkan ide-ide yang muncul. Terus gali ide-ide kita, walau terdengar menggelikan sekalipun.



4. Kritik adalah penghancur kreatifitas


Tidak ada ide yang betul-betul sempurna. Maka kesempurnaan sebuah ide bisa didapat dari beberapa kepala orang-orang yang memberikan kritikan. Kepandaian kita menerima dan menyaring kritikan-kritikan yang masuk akan menyempurnakan ide-ide cemerlang kita. Karena ide yang masih segar biasanya rapuh dan perlu perbaikan.


Jadi sebaiknya jangan apriori dengan seorang kritikus, karena dia adalah asisten kita untuk memperbaiki ide. Tanyakan kepada kritikus kita apa yang harus dilakukan agar ide kita menjadi hebat. Biarkan dia mengeluarkan semua pengetahuannya dan kita memperoleh keuntungannya.



5. Ide terbatas, sulit untuk menjadi kreatif


Banyak kepala tetap lebih baik dari satu kepala. Ungkapan ini menggambarkan bahwa ide-ide akan lebih beragam dan berkembang apabila dipikirkan oleh banyak orang.


Mulai dari sekarang hubungi banyak orang untuk ikut memikirkan ide-ide yang diperlukan oleh anda. Hidupkan diskusi dan tanya jawab. Lakukan secara acak dan brain storm. Arahkan ide-ide lebih meluas ke arah yang lain secara kreatif. Secara tidak sadar mereka yang memberi masukan kepada anda sudah menjadi penyumbang ide-ide yang tidak terbatas.



6. Peninjauan ulang suatu ide akan menghancurkan ide-ide


Proses penyaringan beberapa ide atau gagasan adalah hal harus dilakukan untuk mendapatkan satu ide yang terbaik. Peninjauan ulang menjadi prosedur umum suatu penyaringan ide, dan apabila ada ide yang terkalahkan itu sudah menjadi sebuah resiko penyaringan.


Namun perlu dicatat bahwa tidak ada ide yang menjadi terbuang, karena suatu saat nanti ide-ide yang belum terpakai mungkin akan berguna dan menjadi sebuah ide brilian. Ingatlah rumusan ini: ide yang tepat di saat yang tepat adalah sebuah ide brilian.



7. Kita harus mengikuti sebuah ide pertama yang kelihatannya baik


Sebuah ide akan menjadi sempurna setelah menjalani proses penyaringan dari beberapa ide yang dikumpulkan. Jadi jangan gegabah menerapkan sebuah ide yang kelihatannya baik sebelum melakukan peninjauan ulang terhadap ide-ide kreatif yang lain.


Jangan langsung puas dengan satu ide, carilah ide yang lain dari pemikiran orang lain. Mulai dari sekarang diskusi dan interview harus menjadi acara utama bagi pencari ide dan gagasan. Membaca buku adalah salah satu bentuk diskusi satu arah dengan pengarangnya, bukan?



8. Dengan narkoba akan menolong saya menjadi lebih kreatif


Budaya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang – dimulai era 60-an – mulai berkembang di kalangan musisi dan seniman di Barat. Cara payah seperti ini masuk ke Indonesia dan dianut oleh sebagian seniman kita.


Mereka beranggapan bahwa dengan memakai narkoba tersebut pikiran mereka menjadi segar dan ide-ide hebat akan terlahir. Ya, beberapa ide cemerlang terlahir seiring putusnya ribuan syaraf dan matinya jutaan sel di otak dan tubuh mereka.


Ide-ide yang telah usai akhirnya tinggal kenangan di balik tubuh yang sakit atau terbujur kaku menemui ajal. Dan yang tersisa hanya sebuah cerita buruk yang menjadi kenangan banyak orang.



9. Sesuatu yang sudah berjalan baik, tidak perlu diperbaiki


Kebanyakan orang menjadi terpancing mencari gagasan-gagasan baru setelah muncul permasalahan. Ketika penjualan menurun dengan tajam, tim marketing sibuk berkumpul membahas jalan keluarnya. Ketika sebuah album tidak laku, musisinya sibuk mencari ide-ide lagu yang lebih sesuai pasar.


Seharusnya ide-ide lahir setiap hari, bahkan setiap saat. Biarkan ide-ide itu muncul dengan sendirinya dan kumpulkan. Lalu lakukan penyaringan dan lahirkan sebagai ide yang cemerlang.


Perbaiki sistem yang sudah kelihatan berjalan sempurna sekalipun, karena pasti ada yang masih perlu disempurnakan. Karena hukum termodinamika II (hukum entropi, sebuah hukum dasar fisika) yang berlaku di alam ini mengatakan: pada kondisi normal semua sistem yang dibiarkan tanpa gangguan cenderung menjadi tak teratur, terurai, dan rusak sejalan dengan waktu. Jadi seluruh alam semesta bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur, tidak terencana, dan tidak terorganisir.


Jadi kenapa harus menunggu rusak untuk diperbaiki?



10. Semua gagasan dapat diingat, jadi tidak perlu dicatat


Mungkin bila anda terlahir memiliki kemampuan memori otak yang hebat seperti sebuah komputer, saya tidak bisa membantah anda. Tetapi apakah orang-orang yang lain demikian juga?


Kelemahan manusia pada umumnya, termasuk juga perusahaan dan bahkan sebuah negara adalah pencatatan dan pengarsipan. Bidang yang dianggap remeh oleh banyak orang ini sebenarnya adalah bagian akhir yang diributkan setelah masalah muncul. Ketika terjadi permasalahan komputer di awal tahun 2000 (Y2K) banyak orang kelimpungan mencari manual program dan pencatatan pembukuan tertulis, yang lupa dicatat atau hilang entah kemana.


Untuk menghindari kehilangan ide-ide yang sudah diperoleh dengan susah-payah atau ide-ide yang datang dengan sendirinya ketika anda siap-siap tidur di malam hari, maka adakanlah pencatatan sesegera mungkin sebelum ide itu lenyap.


Sediakan kertas kecil dan pulpen di saku anda ketika anda sedang pergi keluar rumah, atau letakkan dia disamping tempat tidur anda di malam hari. Segera catat pokok-pokok ide-ide yang muncul seketika. Ingatlah bahwa sebuah mimpi akan segera hilang dari ingatan kita dalam waktu 10 menit sejak kita bangun.




Sumber gambar : http://www.customerserviceworks.com/uploads/iStock_000002055573Small.jpg

Selasa, Oktober 28, 2008

Seandainya Pemuda Indonesia Melakukan Kongres Lagi


Kongres Pemuda II sudah berlangsung 80 tahun yang lalu. Sampai saat ini belum ada lanjutannya berupa kongres lagi. Padahal hampir semua organisasi yang ada di Indonesia sudah mengadakan kongresnya untuk kesekiankalinya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.


Jadi saya berandai-andai para pemuda dan pemudi Indonesia mengadakan Kongres Kaum Muda Indonesia III yang dilangsungkan di sebuah daerah yang sedang rawan dengan bahaya disintegrasi, yakni Papua.


Kongres Kaum Muda Indonesia III tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi-organisasi pemuda dari seluruh Indonesia dengan latar belakang yang beragam, ada pemuda dari Forum OSIS seluruh Indonesia, Forum Komunikasi Senat Mahasiswa seluruh Indonesia, Persatuan Karang Taruna Indonesia, organisasi-organisasi pemuda yang bernaung di bawah partai politik, organisasi masa, LSM-LSM, komunitas blogger, klub-klub motor dan otomotif, komunitas underground, klub-klub olahraga, komunitas musik dan lain sebagainya.


Di dalam Kongres Kaum Muda Indonesia III tersebut mereka membuat kesepakatan yang disebut Deklarasi Kaum Muda Indonesia, yang isinya :


1. Kaum Muda Indonesia bertekad dengan segenap jiwa untuk melaksanakan isi Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928.


2. Kaum Muda Indonesia bertekad dengan segenap jiwa untuk melaksanakan isi Pancasila dan UUD 1945.


3. Kaum Muda Indonesia bertekad dengan segenap jiwa untuk saling bekerja sama demi ketahanan dan pertahanan negara serta persatuan dan kesatuan bangsa.


4. Kaum Muda Indonesia bertekad dengan segenap jiwa untuk saling bekerja sama demi kemajuan dan peningkatan harkat dan martabat bangsa.


Mungkinkah khayalan ini terjadi ? Ataukah Anda mempunyai ide lain ?


Senin, September 29, 2008

Kuota Mudik, Solusi yang Perlu Dipertimbangkan


Mudik atau pulang kampung sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap menjelang hari besar keagamaan. Alasan bertemu orang tua, keluarga atau kaum kerabat yang sudah lama tidak bertemu menjadi sebab utama banyak orang melakukan mudik.

Selain memerlukan persiapan dana yang cukup, mudik juga memerlukan kesiapan kendaraan yang prima , fisik yang sehat dan yang terakhir mungkin sering terlupakan adalah kesiapan mental yang kuat dan emosi yang terkendali.

Kebanyakan orang lebih menekankan kepada kesiapan yang bersifat fisik dan kelihatan, seperti mengupayakan membawa uang yang cukup bahkan kadang berlebih – ada istilah penghasilan setahun habis untuk sekali mudik. Hal ini mungkin saja terjadi apabila yang bersangkutan pulang kampung yang cukup jauh, misalnya dari Kalimantan ke Sumatera atau ke daerah Indonesia Timur. Selain itu kesiapan fisik kendaraan atau badan juga lebih sering diutamakan, baik dengan mempersiapkan mesin kendaraan dengan membawa ke bengkel terlebih dulu atau menyediakan vitamin dan menyediakan obat-obatan untuk kesiapan fisik.

Tapi bagaimana dengan kesiapan mental ? Sudahkah dipersiapkan dengan baik ? Untuk menghadapi situasi yang sangat mempengaruhi emosi seperti macet di perjalanan hingga berjam-jam, atau situasi antri dan berjejal untuk masuk ke dalam angkutan umum seperti kereta api atau kapal laut. Bagaimana juga dengan mental para pengemudi angkutan umum, sudahkan benar-benar siap menghadapi situasi lalu lintas yang sangat padat dan masing-masing seperti dikejar oleh waktu dan setoran ?

Teori peluang dan hukum gerak molekul

Situasi terakhir mudik yang disiarkan di televisi membuka mata kita bahwa resiko mudik berupa kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kemacetan di jalan dan juga permasalahan mudik lainnya meningkat seiring meningkatnya jumlah pemudik.

Arus mudik yang besar terjadi terutama dari DKI Jakarta ke daerah-daerah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur serta ke daerah di Sumatera, begitu juga dari daerah-daerah lain di Indonesia ke Pulau Jawa. Sedangkan dari Jawa Tengah dan Timur ke daerah-daerah lain jumlah pemudik tidak sebesar dari luar Jawa ke daerah tersebut.

Menurut teori peluang, jumlah pemudik berbanding lurus dengan kemungkinan atau peluang terjadinya resiko mudik, seperti resiko kecelakaan di jalan raya, kemacetan di jalan dan lain-lainnya. Artinya semakin banyak jumlah pemudik maka jumlah resiko mudik juga akan turut meningkat. Pada angka tertentu hal tersebut barangkali tidak tampak memprihatinkan, tapi bagaimana dengan yang sudah terjadi sekarang ? Di H minus 2 ini sudah terjadi beberapa kecelakaan lalu lintas yang cukup banyak menelan korban seperti beberapa berita kecelakaan di berbagai tempat yang disampaikan stasiun-stasiun televisi.

Sedangkan menurut hukum gerak molekul, semakin tinggi kerapatan molekul, maka suhu dan tekanan akan semakin meningkat dan tabrakan antar molekul juga akan meningkat. Hal ini berarti semakin meningkat jumlah pemudik, maka situasi tidak terkendali akan semakin meningkat juga yakni tertekannya jiwa sehingga meningkatkan suhu perasaan yang akan berakibat emosi menjadi tidak stabil. Pemudik bisa mudah marah dan pengemudi angkutan umum juga menjadi mudah tersulut emosinya di jalan raya. Energi yang diperlukan menghadapi situasi panas di jalan menjadi lebih besar sehingga menyebabkan kelelahan dan mengantuk mudah menyerang. Suatu kombinasi yang buruk bagi seorang pengemudi adalah emosi tinggi, lelah dan mengantuk. Sehingga kecelakaan pun tidak bisa terhindarkan dalam kondisi mental pengemudi seperti ini.

Perlunya pengaturan jumlah pemudik yang sesuai rasio keamanannya

Pihak terkait dan berwenang dalam hal ini yakni Departemen Perhubungan dan Kepolisian perlu mengadakan perhitungan yang pas untuk menentukan rasio jumlah pemudik yang aman dalam sebuah arus mudik dalam sejumlah waktu mudik. Misalkan waktu mudik dari H minus 7 (arus mudik) sampai H plus 7 (arus balik). Apabila ternyata jumlah pemudik yang ada ternyata mencapai angka berbahaya mengalami resiko mudik, maka hendaknya ada pembatasan jumlah pemudik yang diijinkan untuk ikut di dalam suatu arus mudik tersebut.

Melihat dari kejadian pemberangkatan haji ke Saudi Arabia yang sudah lama diterapkan sistem kuota, suatu saat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia terutama di Pulau Jawa, mungkin penerapan kuota mudik perlu dipertimbangkan untuk arus mudik di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Kejadian buruk berupa kecelakaan lalu lintas yang semakin meningkat dan tingkat kemacetan di jalan yang semakin parah bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menerapkan kuota mudik ini suatu saat nanti sebagai suatu solusi.