Tampilkan postingan dengan label Pornoaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pornoaksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 21, 2009

Anak Laki-laki Imut Menjadi Ayah di Usia 13 Tahun

Terserah bagaimana tanggapan anda setelah membaca berita ini. Tetapi ini benar-benar suatu kondisi mengkuatirkan mengenai dunia anak-anak dan remaja kita. Bagaimana pendidikan seks pada anak-anak, dampak buruk pergaulan seks bebas yang dilakukan anak lebih besar di depan mata mereka dan juga efek samping tayangan-tayangan dan bacaan-bacaan yang bersifat mengumbar nafsu syahwat yang dengan mudah bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja.


Beritanya berasal dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki imut, Alfie, 13 tahun – yang tampak seperti anak berusia 8 tahunan – menghamili pacarnya Chantelle Steadman, 15 tahun hingga melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Maisie Roxanne di Eastbourne Hospital, Timur Sussex, Inggris.


Kejadiannya berawal dari suatu malam ketika mereka tidur bersama di rumah saat Alfie masih berusia 12 tahun. Setelah 12 minggu mengalami kehamilan dan baru diketahui orangtuanya setelah perutnya membesar, Chantelle dan Alfie memutuskan untuk tidak menggugurkan kandungannya dan lebih memilih menjadi orangtua yang baik bagi anaknya itu.


“Saya tidak terpikir bagaimana kami menghidupinya. Saya jarang diberi uang jajan, kadang-kadang hanya diberi ayahku 10 pounds,” kata Alfie.


Berita yang menggemparkan Inggris ini, bukan hanya mengkuatirkan para orang tua akan masa depan anak-anaknya, tetapi juga membikin PM Gordon Brown kelimpungan ketika ditanya komentarnya mengenai kejadian ini. Dia menolak berkomentar secara langsung, tetapi hanya berkata adalah penting bagi pemerintah melakukan semua yang bisa untuk mencegah terjadinya kehamilan-kehamilan pada para remaja.


Sebetulnya kejadian ini bukan yang pertama karena pada tahun 1998 seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, Sean Stewart telah menjadi ayah setelah pacarnya Emma Webster, 15 tahun melahirkan di Sharnbrook, Bedford, Inggris. Mereka berpish enam bulan kemudian.


Permasalahannya bukan hanya bagaimana memelihara anak yang dilahirkan tersebut dan membesarkan serta mendidiknya, tetapi juga masa depan si ayah-ibu dan sekolahnya. Bagaimana?



Sumber berita dan gambar : http://www.thesun.co.uk/sol/homepage/news/article2233878.ece

Minggu, Februari 15, 2009

Wahai Laki-laki, Clean Up Your Mind Alias Jangan Piktor

Sejumlah model menggelar aksi simpatik dan mengampanyekan “Clean Up Your Mind” di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada Jumat (6/2). Mereka mengajak masyarakat untuk berpikir positif saat melihat keindahan. Demikian berita foto singkat di harian lokal Banjarmasin Post yang sempat terbaca.


Jajaran gadis jelita berbaju kaos putih tanpa lengan berlenggak-lenggok dan menebar senyum ke arah orang-orang yang melihat seolah berbicara, “Ini, lho yang disebut keindahan itu.”


Tapi apa yang dimaksud dengan berpikir positif sehingga pikiran masyarakat perlu di-“Clean up”? Apakah yang dimaksud mereka adalah membuang piktor alias pikiran kotor atau pikiran mesum apabila melihat wanita cantik berpakaian seksi? Dan ukuran masyarakat terlalu luas. Seharusnya lebih spesifik masyarakat laki-laki atau kaum pria, sehingga maksud dari kampanye ini lebih mengena dan tidak bias.


Tapi apakah ada kaum laki-laki yang tidak berpikir “negatif” apabila melihat seorang perempuan cantik dengan pakaian seksi (setengah terbuka)? Saya ragu ada yang demikian, kecuali laki-laki yang tidak menyukai perempuan atau memang tidak melihatnya. Ya, ngga, Gus?