Tampilkan postingan dengan label Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arab. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 18, 2009

Yahudi Sekarang Bukan Keturunan Abraham



Klaim kepemilikan atas tanah Palestina oleh bangsa Yahudi berdasarkan berita kitab suci Taurat dan Talmud adalah merupakan klaim sepihak dengan tidak melihat garis keturunan mereka. Bangsa Yahudi yang berdatangan dari negara-negara di Eropa Timur, Jerman, Belanda, Spanyol, Portugal, Timur Tengah dan Asia Tengah ke tanah Palestina setelah Perang Dunia II secara genealogi bukanlah keturunan Abraham atau Nabi Ibrahim As. yang mempunyai anak bernama Ishak As. dan kemudian mempunyai anak Yaqub As (Israil) yang menurunkan bangsa bani Israil (anak-anak Israil/Yaqub).


Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah tim arkeologi Rusia yang pada tanggal 30 Juli 2005 melakukan penggalian arkeologi dari abad ke-11 dan 12 berupa bangunan pondok yang dibuat dari batu bata dibakar di Itil, kota Silk Road, yang dulunya merupakan ibu kota Khazar, dekat Astrakha sekitar 800 mil (1280 km) sebelah selatan Moscow, Khazar didirikan sebagai negara feodal pertama di Eropa timur.


Menurut e-mail Kevin Brook, seorang pengarang Amerika dengan buku berjudul “Yahudi dan Khazaria” yang melaporkan bahwa ia sudah mengikuti penggalian di kota Itil menggali selama bertahun-tahun, namun demikian penggalian itu tidak ada menemukan sedikitpun artefak-artefak Yahudi, "Sekarang aku yakin seperti juga seluruh tim arkeologis lainnya bahwa mereka sudah benar-benar menemukan kota yang sudah sangat lama hilang."


Dmitry Vasilyev, seorang pakar arkeologi Rusia yang juga professor dari Astrakhan State University, mengatakan bahwa dia sudah menemukan ibukota kerajaan Khazar yang hilang, sebuah negara kuat di abad pertengahan yang kekuasaannya meliputi pantai-pantai utara dari Laut Hitam hingga Asia Tengah dan para pemimpinnya mengadopsi Judaisme (agama Yahudi) sebagai agama negara. Bangsa Khazar adalah bangsa yang tangguh yang mengadopsi agama Judaisme (agama Yahudi) sebagai agama resmi negara lebih dari 1.000 tahun yang lalu, hanya untuk menghilangkan jejak kecil yang ditinggalkan oleh kebudayaannya.


Khazar adalah anak suku dari bangsa Turkic yang menjelajahi padang rumput dari China Utara ke Laut Hitam. Di antara abad ke-7 dan 10 mereka menaklukkan wilayah luas yang meliputi selatan Rusia dan Ukraine sekarang, termasuk pegunungan Caucasus hingga Asia Tengah sampai Laut Aral.


Dinasti dan kebangsawanan para Khazar itu yang kemudian dikonversi menjadi Judaisme di abad ke-8 atau 9. Vasilyev berkata jumlah yang terbatas dari artifak keagamaan Yahudi seperti mezuzas dan Bintang Daud yang ditemukan pada lokasi-lokasi Khazar yang lain membuktikan bahwa orang-orang Khazars pada umumnya atau rakyat jelatanya lebih menyukai kepercayaan-kepercayaan tradisional seperti shamanism, atau agama-agama yang baru diperkenalkan termasuk Islam.


Yevgeny Satanovsky, direktur Middle Eastern Institute (Institut Timur Tengah) di Moscow percaya bahwa kalangan elite dari kerajaan Khazar memilih Judaisme di luar kerangka politis - untuk tetap tidak terikat dengan negara Muslim dan Kristen yang menjadi tetangganya. Mereka memeluk Judaisme karena mereka ingin tetap netral, seperti Switzerland sekarang ini.


Secara khusus orang-orang Khazar menentang perpindahan bangsa Arab ke pegunungan Caucasus dan berperan sebagai penolong bagi bangsa Eropa atas desakan Muslim dari timur. Ia membandingkan peran bangsa Khazar di Eropa timur seperti para bangsawan Prancis yang mengalahkan tentara Arab di peperangan Tours di Prancis tahun 732.


Khazars berhasil membendung serbuan Arab, tapi kemudian dalam perluasan negara, Rusia berhasil menaklukkan kerajaan Khazar di akhir abad ke-10. Syair-syair kepahlawanan (epik) bangsa Rusia di abad pertengahan menyebutkan perihal perkelahian para pejuang Rusia dengan para "Raksasa Yahudi."


Dilihat dari segi etnik, Yahudi Ashkenazi adalah satu jalur keluarga yang dapat ditelusuri sampai kepada Bangsa Yahudi dari Eropa Tengah dan Timur. Untuk perkiraan kasar selama seribu tahun, Ashkenazim itu adalah sebuah populasi reproduktif yang diasingkan di Eropa, meskipun tinggal di banyak negara, dengan sedikit arus migrasi masuk dan keluar, konversi, atau perkawinan campuran dengan golongan lain, termasuk Yahudi yang lain. Pakar genetik manusia sudah mengenali variasi genetik di mana terdapat frekwensi yang tinggi di antara Yahudi Ashkenazi, tetapi bukan di dalam populasi orang Eropa pada umumnya.


Suatu studi oleh Mikhael Seldin, seorang pakar genetika dari Sekolah Kedokteran Davis, Universitas California, menemukan dengan jelas bahwa Yahudi Ashkenazi merupakan subgrup genetik homogen yang relatif. Yang menarik, dengan mengabaikan tempat dari asal-muasalnya, Yahudi Ashkenazi dapat dikelompokkan di dalam kelompok genetik yang sama - dengan mengabaikan apakah seorang nenek moyang Yahudi Ashkenazi datang dari Polandia, Rusia, Hungaria, Lituania, atau tempat lain di manapun dengan suatu populasi historis Yahudi, mereka termasuk ke dalam kelompok etnik yang sama.


Dari perkiraan 88 juta orang Yahudi yang tinggal di Eropa pada awal Perang Dunia II, mayoritas terdiri dari Yahudi Ashkenazi, sekitar 6 juta – atau lebih dari dua pertiga – yang secara sistematis dibunuh di dalam Holocaust. Ini termasuk 3 juta dari 3,3 juta Yahudi di Polandia (91%), 900.000 dari 11 juta Yahudi di Ukraine (82%) dan 50-90% dari Bangsa Yahudi di negara-negara Slavic lainnya, Jerman, Prancis, Hungaria, dan negara-negara Baltic. Komunitas Yahudi Sephardi (berasal dari Spanyol dan Portugal) menderita karena mengalami pemusnahan yang serupa di beberapa negara, termasuk Yunani, Belanda dan Yugoslavia. Banyak dari Yahudi Ashkenazi yang menyelamatkan diri dengan berpindah ke luar negeri seperti Israel (tanah Palestina), Australia, dan Amerika Serikat setelah peperangan.


Dewasa ini, Yahudi Ashkenazi melembagakan diri sebagai kelompok yang paling besar di antara Yahudi, tetapi merupakan minoritas kecil dari Yahudi Israel (lihat Demographics dari Israel). Bagaimanapun, mereka sudah memainkan suatu peran yang terkemuka di dalam ekonomi, media, dan politik di Israel karena perannya dalam pendirian negara Israel. Ketegangan-ketegangan kadang-kadang muncul di antara Yahudi yang tradisional dari Timur Tengah (Sephardim dan Mizrahim) dan kelompok Yahudi

Ashkenazim dari Eropa yang mendirikan negara Israel. Kemudian imigran dari kelompok non ashkenazi yang datang belakangan kadang-kadang mengakui bahwa mereka mengalami diskriminasi di bidang pendidikan, kesempatan kerja atau penghasilan, perumahan dan di bidang-bidang lainnya.


Jadi para pendiri negara Israel sebagai negara Zionis yang modern bukanlah Semitic keturunan dari Abraham, Ishak dan Yakub akan tetapi adalah kelompok etnik dari Eropa bagian Timur yang mengkonversi diri mereka menjadi Judaisme di Abad Pertengahan. Mereka ini - yang terlibat dalam pembentukan negara Zionis Israel – ternyata tidak pernah tinggal di Palestina sebelum mereka datang di tahun 1947, jadi tidak berhak mengakui tanah Palestina sebagai warisan leluhurnya. Orang Arab Palestina, Yahudi dan orang-orang Kristen yang merupakan penduduk asli di Palestina telah hidup tenang bersama-sama untuk selama berabad-abad sebelum akhirnya bangsa Yahudi Ashkenazim dari Eropa mengambil alih Palestina atas mandat PBB di tahun 1947.

Isu Hangat: RI Diseru Membentuk Koalisi Melawan Israel

Setelah bergabung dengan beberapa negara bersama-sama mengecam serangan-serangan Israel atas target-target Hamas dan rakyat sipil Palestina di Jalur Gaza, Indonesia sedang dihimbau untuk memulai sebuah "koalisi suka rela" untuk memaksa negara Yahudi itu meninggalkan Palestina.


Berikut beberapa komentar yang dilansir oleh The Jakarta Post (17/01/2009) dari forum pembaca:


Saya mempunyai sebuah gagasan - bagaimana dengan pemboikotan setiap komputer yang menggunakan prosesor Intel. Intel mempunyai riset yang besar dan memproduksi fasilitas-fasilitas di Israel yang berharga milyaran dolar.


Marilah kita menghimbau orang-orang untuk hanya membeli komputer-komputer dengan AMD atau prosesor-prosesor lain, atau meminta pabrik-pabrik komputer untuk menggunakan prosesor yang lain saja. Profit Intel yang sangat besar (US$5 milyar per tahun) berasal dari praktek-praktek monopoli yang mematikan semua pesaingnya dan menguntungkan Israel.


TONY


Kenapa anda tidak menyiapkan koalisi lain untuk permasalahan di Somalia? Ada banyak dari wilayah-wilayah konflik lain di mana Muslims dilibatkan di dalamnya -siapkan sebuah koalisi bagi mereka juga.


PETER LINK


Saya secara penuh mendukung usaha-usaha Indonesia dalam membentuk sebuah "koalisi suka rela". Indonesia dapat melakukan sebuah tindakan yang lebih baik dibanding negara-negara Arab.


ARGUN


Seperti dilaporkan pada tahun lalu bahwa Bush menolak permohonan Israel untuk menyerang Iran. Itu adalah saat di mana Bush sudah mulai melakukan hal yang benar daripada menyeret rakyat Amerika ke dalam konflik Israel. Rakyat Amerika, khususnya para pengabar Injil, harus sadar bahwa ada orang-orang di dalam gerakan neo-konservatif yang menempatkan kepentingan Israel di atas kepentingan Amerika.


Mereka lebih setia kepada Israel dibanding Amerika. Alkitab tidak pernah menyatakan adanya kewajiban orang-orang Kristen untuk mempertahankan Israel. Tempat-tempat suci bagi umat Kristen di Yerusalem selalu terhormat di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam Turki, sebelum negara Israel berdiri.


Kepada semua pengabar Injil – jangan pernah percaya propaganda yang menyebutkan konflik di Israel adalah antara Islam dan Kristen. Di sana ada bangsa Palestina yang Muslim dan Kristen bersama-sama berperang melawan Israel. Popular Front for the Liberation of Palestine (Rakyat di Garis Depan untuk Kebebasan Palestina atau PFLP) dipimpin oleh George Habash seorang Kristen Palestina.


BRAD


Saya membaca artikel - adalah menggelikan kalau Indonesia perlu bergabung dengan setiap diplomatik atau embargo militer melawan sebuah negara yang secara teknis tidak dikenali. Itu akan seperti sebuah koalisi melawan Sinterklas. Saya tahu dia tidak ada, tetapi kita bisa memeranginya bagaimanapun caranya. Barangkali anda bisa bergabung denganku dalam perkelahian itu juga – karena ia tidak membawa hadiah yang saya inginkan tahun ini.


Indonesia, saya setuju, perasaan lalai dengan apa yang terjadi di Gaza dan Lebanon. Apa yang anda tidak sadari adalah sebuah negara tidak bisa mendikte politik luar negeri berdasarkan alasan-alasan keagamaan. Untuk mengatakan bahwa kita mendukung suatu negara secara sepihak hanya karena mereka adalah Muslim adalah suatu kesalahan yang serius dalam penilaian saya.


Jika Hitler adalah seorang Muslim, apakah anda akan mendukungnya? Saya tidak akan begitu. Sungguh, perang salib yang terjadi di waktu yang lampau, menyimpulkannya. Kedua belah pihak kehilangan Yerusalem. Solusi itu untuk Gaza adalah sederhana: Bikin perbatasan dan masing-masing pihak membangun sebuah tembok yang besar, tanpa ada kelebihan untuk rumah dan pekarangan orang Israel atau tanah pertaniannya.


ROD


Sydney


Seruan ini hanya tinggal sebuah seruan apabila pemerintah RI tidak menindaklanjutinya. Bagaimana pendapat anda sendiri mengenai seruan ini?

Sabtu, Januari 17, 2009

2 Penyebab Utama Konflik Palestina – Israel Tak Pernah Berakhir


Konflik Palestina – Israel yang berlangsung sejak tahun 1948 hingga kini seperti tidak akan pernah bisa diakhiri. Penyerangan-penyerangan di antara kedua belah pihak selalu akan terjadi. Pihak Israel beralasan mempertahankan diri dari serangan pejuang Palestina dan tentara Hamas, sedang pihak Palestina mengadakan perlawanan karena merasa wilayahnya semakin menyempit direbut rezim zionis dengan pendudukan bersenjata maupun mendirikan pemukiman-pemukiman yahudi dengan cara merampas tanah rakyat Palestina.


Masyarakat dunia khususnya negara-negara Arab yang semula memihak bangsa Palestina dan berperang dengan Israel untuk membela hak-hak bangsa Palestina yang dijajah, akhirnya lebih banyak berdiam diri. Terutama sejak berdirinya negara Palestina secara resmi pada tanggal 15 Nopember 1988, dukungan negara Arab semakin melemah terhadap perjuangan bangsa Palestina menghadapi rezim zionis yang didukung mutlak oleh Amerika Serikat (AS). Sepertinya negara-negara Arab melihat Palestina bukan lagi sebagai bangsa yang lemah yang harus didukung sepenuhnya oleh sesama bangsa Arab, tapi sudah sebagai negara yang berdaulat dan mempunyai kekuatan sendiri. Atau karena ada kepentingan politik dan ekonomi sehingga rasa persaudaraan kearaban dan keislaman di antara bangsa-bangsa arab meluntur.


Kebingungan kaum Muslimin dan masyarakat dunia akan nasib rakyat Palestina selanjutnya dan kapan konflik mereka dengan pemerintah Israel akan berakhir adalah pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban memilukan. Kalau dilihat dari sepak terjang rezim zionis, maka jawabannya adalah sampai seluruh tanah Palestina habis dikuasai oleh mereka dan sebagian bangsa Palestina yang tersisa mau menjadi rakyat jajahan, bangsa kelas dua atau bahkan menjadi budak. Sedangkan bila dilihat dari semangat perjuangan bangsa Palestina melawan rezim zionis, maka jawabannya adalah sampai titik darah penghabisan dari para pejuang, mujahid mereka yang membela tanah air dan keberadaan mereka sebagai bangsa merdeka dan berdaulat di tanah sendiri.


Apabila diringkas ada dua penyebab terkatung-katungnya penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel, yakni:


1. Perbedaan yang menonjol dan prinsip berupa pengakuan akan keberadaan kedua negara dan bangsa tersebut di mata mereka sendiri khususnya, dan di mata negara-negara lain di dunia termasuk Amerika Serikat yang sampai saat ini masih berpihak kepada pemerintah Israel.


2. Kedudukan kota Jerusalem dengan mesjid Alaqsanya sebagai tempat ibadah dan bersejarah bagi kedua bangsa yang secara umum berbeda agama tersebut.


Dunia arab dan dunia Islam memandang bangsa Palestina adalah pemilik sah tanah air mereka. Sedangkan bangsa Yahudi adalah bangsa yang tidak memiliki tanah air dan menolak serta keluar dari tanah perjanjian (Holy Land) yang dijanjikan Tuhan sesuai dengan berita di kitab suci.


Kedaulatan bangsa Palestina dengan berdirinya negara Palestina merdeka yang diproklamirkan di Aljazair ternyata tidak sepenuhnya diakui oleh Israel. IsraelJerusalem dan Gaza sebagai bagian dari tanah perjanjian menganggap seperti yang disebutkan di dalam kitab suci mereka, yang masih dikuasai oleh bangsa Palestina. Inilah alasan kenapa bangsa Yahudi dengan semangat zionismenya lebih memilih tanah Palestina sebagai tempat untuk mendirikan negara.


Amerika Serikat sendiri masih menerapkan standar ganda dalam hal ini. Sebagai anggota dewan keamanan PBB mengakui legalitas negara Palestina, namun di sisi lain membantu Israel secara politik, militer dan ekonomi untuk menguasai Palestina.


Dunia arab dan Islam menganggap berdirinya negara Israel adalah bentuk dari pemaksaan atas keberadaan orang-orang Yahudi di tanah Palestina. Bagi bangsa Palestina rezim zionis Israel dan bangsa Yahudinya adalah penjajah yang mendatangi dan ingin merebut tanah air mereka, bukan sebuah negara tetangga yang sedang bertengkar dengan mereka. Bagi para pejuang Palestina peperangan yang mereka lakukan adalah sebuah perjuangan heroik mempertahankan keberadaan tanah air dan bangsanya, persis seperti pejuangan kita memerdekan diri dari penjajah Belanda dan Jepang.


Memang benar perang antara Palestina dan Israel bukan perang agama, tetapi tidak bisa dilepaskan dari sebab-sebab pemikiran keagamaan yang berasal dari kitab suci. Alasan utama mereka berperang adalah memperebutkan tanah air, termasuk juga daerah Jerusalem yang merupakan tempat suci bagi tiga agama samawi di dunia, di mana di sana berdiri mesjid Alaqsa (Alharam alqudsi ashsharif) yang dijadikan tempat ibadah umat Islam atau disebut juga sebagai Bukit Bait Allah (The Temple Mount / Har ha-Bayit) bagi umat Yahudi dan Nasrani. Dan terkenal dengan dinding ratapan (The Western Wall/The Wailing wall/Ha Kotel Ha Ma’aravi) yang terletak di sebelah barat masjid Alaqsa sebagai tempat ibadah umat Yahudi, atau disebut Alburaq Wall oleh kaum Muslimin.


Perhatikan kegiatan pemerintah Israel yang mengadakan pembongkaran dan penggalian di bagian dinding ratapan yang nota bene bagian dari mesjid Alaqsa. Perhatikan juga kata-kata Theodore Herzl (merupakan pengulangan sumpah tua dari para Talmudis) pada pembukaan Konggres Zionis Dunia di Basel, Swiss pada tahun 1897:


"Jika aku melupakanmu, Oh, Yerusalem, maka tangan kananku ini tidak akan bisa melakukan apa pun".

Minggu, Januari 04, 2009

66 Resolusi PBB untuk Palestina yang Diveto Amerika Serikat (1972-2006)

Semakin tertindasnya bangsa Palestina oleh pemerintah zionis Israel tidak terlepas dari peran pemerintah Amerika Serikat (AS) yang selalu mendukung setiap tindakan agresor Israel terhadap Palestina. Baik berupa penguasaan wilayah, pembangunan pemukiman Yahudi dan mengusir orang Palestina dari rumah dan tanah mereka, dan yang sangat tidak berperikemanusiaan adalah pembunuhan-pembunuhan terhadap masyarakat sipil Palestina.


Hubungan antara AS dengan rezim zionis Israel ditandai dengan hubungan Kongres AS dengan Pemerintah Israel yang sudah terjalin sejak tanggal 21 September 1922, yakni dukungan atas kembalinya orang-orang Yahudi ke kampung halamannya di Palestina, yang bertepatan dengan diberikannya mandat kepada Palestina yang disetujui oleh Liga Bangsa-bangsa (organisasi bangsa-bangsa sebelum PBB).


Kemudian dari tahun ke tahun pemerintah AS terus menggunakan hak vetonya atas resolusi-resolusi PBB yang berusaha memberikan dukungan atas perjuangan rakyat Palestina dalam rangka membela hak-haknya atas kehidupan yang damai di tanahnya sendiri.


Daftar 66 resolusi PBB yang diveto oleh pemerintah AS berikut ini akan memberi gambaran kepada Wikimuers bagaimana AS melindungi dan mendukung rezim zionis Israel untuk menindas rakyat Palestina dan menguasai tanah mereka.


Tahun 1972

1.Resolusi mengenai penentangan atas tindakan semena-mena Israel yang membunuh ratusan orang di Syria dan Lebanon dalam sebuah serangan udara.


Tahun 1973

2.Resolusi mengenai dukungan atas hak-hak bangsa Palestina dan menyeru Israel untuk menarik diri dari wilayah jajahannya.


Tahun 1976

3.Resolusi mengenai penentangan atas tindakan semena-mena Israel yang menyerang warga sipil di Lebanon

4.Resolusi mengenai penentangan tindakan semena-mena Israel atas pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah jajahannya.

5.Resolusi mengenai seruan berupa dukungan untuk bangsa Palestina agar dapat menentukan nasibnya sendiri.

6.Resolusi mengenai dukungan atas hak-hak bangsa Palestina.


Tahun 1978

7.Resolusi mengenai Evaluasi kondisi kehidupan bangsa Palestina.

8.Resolusi mengenai kritisi atas catatan pelaksanaan hak azasi manusia Israel di wilayah jajahannya.


Tahun 1979

9.Resolusi mengenai seruan untuk pengembalian semua penduduk yang diusir oleh Israel.

10.Resolusi mengenai permintaan kepada Israel agar berhenti melakukan pelanggaran hak azasi manusia.

11.Resolusi mengenai permintaan laporan perihal kondisi kehidupan bangsa Palestina di negara-negara Arab yang diduduki.

12.Resolusi mengenai pemberian bantuan kepada bangsa Palestina.

13.Resolusi mengenai keikutsertaan perempuan Palestina dalam Konferensi PBB tentang Perempuan.


Tahun 1980

14.Resolusi mengenai permintaan kepada Israel untuk mengembalikan pengungsi.

15.Resolusi mengenai penentangan atas kebijakan Israel mengenai kondisi kehidupan bangsa Palestina.

16.Resolusi mengenai penentangan atas pelaksanaan hak azasi manusia oleh Israel di wilayah jajahannya.

17.Resolusi mengenai pemberian dukungan bagi bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.


Tahun 1981

18.Resolusi mengenai permintaan kepada Israel agar berhenti melakukan penggalian di wilayah Yerusalem Timur yang menurut PBB merupakan bagian dari wilayah jajahan.

19.Resolusi mengenai penentangan atas tindakan Israel yang melakukan pengeboman instalasi nuklir Irak.

20.Resolusi mengenai penentangan atas kebijakan Israel mengenai kondisi kehidupan bangsa Palestina.

21.Resolusi mengenai penetapan hak-hak asasi bangsa Palestina.

22.Resolusi mengenai kejelasan status Yerusalem.

23.Resolusi mengenai pembicaraan masalah pengungsi Palestina di Jalur Gaza.

24.Resolusi Memberikan perhatian atas hak-hak bangsa Palestinina yang diusir untuk kembali ke rumah-rumah mereka.

25.Resolusi mengenai pemberian perhatian berupa pengembalian properti pengungsi Palestina.

26.Resolusi mengenai pemberian bantuan dari Universitas Yerusalem kepada pengungsi Palestina.

27.Resolusi mengenai pengawasan atas pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel di wilayah jajahannya.

28.Resolusi mengenai penentangan atas penutupan universitas oleh Israel di wilayah jajahannya.

29.Resolusi mengenai penentangan atas keputusan Israel yang membangun sebuah kanal yang menghubungkan Laut Mati dan Laut Tengah.

30.Resolusi mengenai pembicaraan kedaulatan atas sumber daya nasional di dalam wilayah Palestina yang diduduki dan wilayah-wilayah Arab lain.

31.Resolusi mengenai dukungan untuk tidak diterapkannya hukum Israel atas Dataran Tinggi Golan.


Tahun 1982

32.Resolusi mengenai penentangan invasi Israel atas Lebanon.

33.Resolusi mengenai penentangan atas penembakan 11 Muslims di sebuah tempat suci di Yerusalem oleh seorang tentara Israel.

34.Resolusi mengenai seruan kepada Israel untuk menarik diri dari Dataran Tinggi Golan Heights secara penuh dalam tahun 1967.


Tahun 1984

35.Resolusi mengenai penentangan atas pendudukan dan penyerangan wilayah selatan Lebanon oleh Israel.

36.Resolusi mengenai kerjasama antara PBB dan Liga Arab.

37.Resolusi mengenai penentangan atas penyerangan terhadap terhadap instalasi nuklir Irak oleh Israel.

38.Resolusi mengenai penghapusan diskriminasi ras.

39.Resolusi mengenai pemberian dukungan atas hak asasi bangsa Palestina.

40.Resolusi mengenai persiapan pelaksaan sebuah konferensi damai Timur Tengah.

41.Resolusi mengenai pemberian perhatian terhadap pelanggaran hak azasi manusia oleh Israel di wilayah jajahan.

42.Resolusi mengenai penentangan atas pembantaian oleh Israel atas mayoritas bangsa Palestina yang mencoba mengadakan perlawananl.

43.Resolusi mengenai penentangan atas kegagalan dalam penempatan fasilitas nuklir oleh Israel di bawah pengawasan internasional.

44.Resolusi mengenai anjuran agar memberikan bantuan ekonomi kepada bangsa Palestina.


Tahun 1985

45.Resolusi mengenai penentangan atas pendudukan dan penyerangan wilayah selatan Lebanon oleh Israel.

46.Resolusi mengenai penentangan atas pengguanan kekuatan berlebihan di dalam wilayah-wilayah yang diduduki oleh Israel.


Tahun 1986

47.Resolusi mengenai penentangan atas tindakan Israel terhadap warga sipil Palestina yang melawan.

48.Resolusi mengenai seruan kepada Israel agar menghormati tempat suci umat Muslim.

49.Resolusi mengenai penentangan atas pembajakan pesawat penumpang Libya oleh Israel.


Tahun 1987

50.Resolusi mengenai seruan kepada Israel untuk menaati Konvesi Jenewa dalam menjaga hubungan dengan Palestina.

51.Resolusi mengenai seruan kepada Israel untuk menghentikan pengusiran bangsa Palestinians.

52.Resolusi mengenai penentangan atas tindakan Israel di Lebanon.

53.Resolusi mengenai seruan kepada Israel untuk menarik angkatan perangnya dari Lebanon.

54.Resolusi mengenai kerjasama antara PBB dan Liga Arab.


Tahun 1988

55.Resolusi mengenai penentangan atas praktek perlawanan terhadap bangsa Palestina oleh Israel di wilayah jajahannya.


Tahun 1989

56.Resolusi mengenai seruan untuk sebuah resolusi atas konflik Arab-Israel yang berdasar kepada resolusi PBB sebelumnya.


Tahun 1995

57.Resolusi mengenai dukungan atas status tanah di Yerusalem Timur yang diambil alih oleh Israel sebagai wilayah yang dicaplok.


Tahun 1997

58.Resolusi mengenai penghentian pembanguan pemukiman di Yerusalem Timur dan wilayah jajahan lainnya.


Tahun 2001

59.Resolusi mengenai pengiriman pengawas tidak bersenjata Ke Tepi Barat dan Jalur Gaza.

60.Resolusi mengenai penentangan atas aksi-aksi teror terhadap warga yang melawan di wilayah jajahan oleh Israel.


Tahun 2002

61.Resolusi mengenai penentangan atas pembunuhan pekerja UK untuk PBB oleh oasukan Israel dan menentang penghancuran gudang program makanan untuk dunia.


Tahun 2003

62.Relosolusi mengenai penentangan atas sebuah keputusan parlemen Israel yang "memecat" presiden Palestina terpilih, Yasser Arafat.

63.Resolusi mengenai penentangan atas pembangunan sebuah dinding pembatas oleh Israel di tanah Palestina.


Tahun 2004

64.Resolusi mengenai penentangan atas pembantaian pemimpin Hamas, Sheik Ahmad Yassin.

65.Resolusi mengenai penentangan atas penyerbuan dan pembunuhan di Gaza oleh Israel.


Tahun 2006

66.Resolusi mengenai seruan untuk sebuah akhir bagi penyerbuan-penyerbuan militer Israel dan serangan-serangannya di Gaza.



Sumber : http://www.phon.ucl.ac.uk/home/geoff/UNresolutions.htm


Sabtu, Januari 03, 2009

Gara-gara Pembicaraan Mencurigakan, Keluarga Muslim Diusir dari Pesawat Terbang

Apabila anda berwajah arab atau berpenampilan muslim dan berbisik-bisik dengan teman atau saudara anda yang berpenampilan sama di dalam pesawat terbang di Amerika Serikat, anda bisa dicurigai sebagai teroris dan diusir dari pesawat terbang.


Hal ini dialami oleh keluarga Atif Irfan, bersama seorang istri, tiga anak, dua kerabat dan seorang temannya. Irfan adalah seorang pengacara berkewarganegaraan Amerika Serikat yang saat itu bersama-sama rombongannya sedang menaiki pesawat dari perusahaan penerbangan AirTran di Bandara Nasional Reagan, Washington DC (01/01/2009).


Alasan mereka diusir adalah seorang penumpang dan pramugari mencurigai keluarga ini mempunyai hubungan dengan kelompok teroris. Setelah keluar dari pesawat lalu diperiksa oleh FBI (polisi pemerintah federal AS) dan dinyatakan bersih, keluarga itu masih ditolak untuk terbang oleh maskapai AirTran.


“Kami hanya berdiskusi apakah aman jika duduk di bagian sayap, dekat mesin, duduk di depan atau di bagian belakang pesawat. Kami tidak ada mengucapkan kata-kata bom, ledakan, teror dan lain-lainnya. Kami tidak berbicara hal lainnya yang dapat membangkitkan rasa curiga,” ujar Irfan.


Sebagai seorang pengacara Irfan tidak akan menuntut uang tiket kembali, tapi akan tetap berpikir untuk memejahijaukan kasus ini.


Berikut ini video wawancara Irfan dan saudaranya oleh CNN (klik di sini).



http://edition.cnn.com/2009/US/01/01/family.grounded/index.html