Tampilkan postingan dengan label Karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 18, 2009

Seharusnya Jangan Punya Bos di Facebook

Anda suka ber-facebook ria? Pasti menyenangkan punya banyak teman, dan seringkali jumlah teman menjadi ukuran popularitas, ya? Siapa saja akan anda tambahkan, ketika melihat ada permintaan untuk ikutan. Tapi hati-hati, lho sembarang menambahkan teman di facebook. Bisa-bisa anda akan menuai bencana besar di kemudian hari.


Selain itu hati-hati juga kalau curhat di facebook. Seperti yang dialami oleh seorang karyawati berikut ini. Dia berkeluh kesah tentang pekerjaannya, dan akhirnya dia dipecat karena curhatnya itu sudah dibaca oleh bosnya, yang sudah ditambahkannya sebagai teman, dan dia lupa akan hal itu.


Inilah curhat dari si karyawati yang terdapat di dinding facebooknya itu.


OMG (Oh my god) AKU BENCI PEKERJAANKU!! Bosku adalah seorang pervvy (pen.orang yang orientasi sexnya menyimpang) yang benar-benar seorang wanker (pen.orang yang suka beronani), yang selalu membuatku harus memindahkan barang-barang kepunyaanku hanya untuk menggangguku!! Dasar WANKER!

Kemarin jam 18:03.Komentar.Suka


Dan ini adalah komentar dari bosnya yang sudah ditambahkannya sebagai teman, yang sudah hilang dari ingatannya.


Hallo, aku yakin kamu sudah lupa kalau kamu sudah menambahkan aku di sini? Pertama-tama, jangan kesenangan sendiri. Kedua, kamu baru bekerja 5 bulan di sini dan kamu tidak sedang berusaha membuktikan kalau aku gay, khan? Aku tidak suka menari-nari di kantor seperti seorang ratu, dan itu diketahui banyak orang. Ketiga, yang kamu maksud barang-barang 'taik' kamu itu adalah pekerjaan, kamu tahu, itu adalah apa-apa yang saya bayar agar kamu melakukannya. Tetapi faktanya adalah kamu bisa merusak pekerjaan yang sangat mudah, dan akibatnya mempengaruhi perasaanmu tentangnya. Dan yang terakhir, kamu juga tampaknya lupa bahwa kamu baru 2 minggu dalam 6 bulan masa percobaan. Jangan merasa tidak enak untuk kembali besok. Aku akan segera mengirimkan berkas-berkasmu melalui pos, dan kamu dapat masuk kapan saja kamu suka untuk mengambil semua barang-barangmu yang tertinggal di sini. Dan ya, aku serius.


Kemarin jam 22:53


Rupanya si karyawati baru ini tidak memahami bahwa dalam masa percobaan, dia akan dipindah ke beberapa bagian pekerjaan sebagai latihan, sekaligus cara perusahaan untuk melihat bakat dan kemampuannya.


Sekarang sikap manjanya yang kolokan tersebut telah menjadi bumerang baginya, dan dia telah kehilangan pekerjaannya hanya karena curhat di facebook yang bosnya sudah menjadi temannya. Kasihan sekali, ya.


Mau lihat gambar dinding facebook aslinya bisa di link di http://imgur.com/6zjNO.jpg

Sabtu, September 13, 2008

18 Modus Korupsi, Mungkin Anda Pernah Melakukannya


Pernah tayang di Wikimu pada Kanal Opini, Selasa 09-09-2008 13:27:21

Korupsi dan koruptor adalah dua kata yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Tidak ada koran, televisi atau bahkan di Wikimu sendiri yang sepi dalam jangka waktu lama dari berita atau pembahasan mengenai ketiga hal tersebut. Ini membuktikan kita semua membenci korupsi dan menginginkan korupsi dibabat habis dari bumi Indonesia tercinta ini.

Namun bagaimana kita bisa ikut memberantas korupsi kalau ternyata kita secara sadar atau tidak turut berperan melakukannya atau mungkin menikmati hasilnya ? Bagi kita yang bekerja sebagai pegawai negeri atau pegawai BUMN atau pun perusahaan swasta dan kebetulan berhubungan langsung dengan masalah uang dan keuangan serta proyek-proyek barangkali pernah menjumpai urusan-urusan yang bernuansa atau berbau korupsi.

Agar kita tidak terjebak mendukung atau ikut-ikutan menikmati hasil tindak pidana korupsi, baik di pemerintahan maupun swasta, berikut ini dikemukakan 18 modus korupsi yang diinventarisir oleh KPK (khusus bagian pemerintahan adalah dari KPK, untuk swasta adalah interprestasi penulis warta), yaitu :

1. Pemerintahan : Pengusaha menggunakan pejabat pusat untuk membujuk kepala daerah mengintervensi proses pengadaan barang/jasa dalam rangka memenangkan pengusaha tertentu dan meninggikan harga ataupun nilai kontrak.

Swasta : Manajer atau karyawan yang ditunjuk dalam proyek pengadaan barang / jasa di perusahaan mendekati rekanannya dan berjanji menggunakan jasa atau barangnya asal harga barang atau nilai kontrak ditinggikan untuk masuk kantong pribadi.

2. Pemerintahan : Pengusaha mempengaruhi kepala daerah untuk mengintervensi proses pengadaan barang/jasa agar rekanan tertentu dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung dan harga barang dinaikkan (di-mark up).

Swasta : Manajer atau karyawan memenangkan rekanan tertentu dalam tender atau menunjuknya secara langsung dan harga barang/jasa dinaikkan (di-mark up) untuk masuk kantong sendiri.


3. Pemerintahan : Panitia pengadaan yang dibentuk Pemda membuat sepesifikasi barang yang mengarah pada merek produk atau spesifikasi tertentu untuk memenangkan rekanan tertentu, serta melakukan mark up harga barang dan nilai kontrak.

Swasta : Manajer atau karyawan membuat spesifkasi barang yang mengarah pada merek produk atau spesifikasi tertentu untuk memenangkan rekanan tertentu, dengan maksud mendapatkan keuntungan pribadi dengan melakukan mark up harga barang dan nilai kontrak.

4. Pemerintahan : Kepala daerah ataupun pejabat daerah memerintahkan bawahannya untuk mencairkan dan menggunakan dana/anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya kemudian membuat laporan pertangungjawaban fiktif.

Swasta : Manajer atau karyawan menggunakan dana/anggaran dari pos yang tidak sesuai dengan peruntukannya, lalu membuat laporan fiktif.

5. Pemerintahan : Kepala daerah memerintahkan bawahannya menggunakan dana untuk kepentingan pribadi si pejabat yang bersangkutan atau kelompok tertentu kemudian membuat pertanggungjawaban fiktif.

Swasta : Manajer atau karyawan menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi dengan membuat pertanggungjawaban fiktif.

6. Pemerintahan : Kepala daerah menerbitkan Perda sebagai dasar pemberian upah pungut atau honor dengan menggunakan dasar peraturan perundangan yang lebih tinggi, namun sudah tidak berlaku lagi.

Swasta : -

7. Pemerintahan : Pengusaha, pejabat eksekutif dan DPRD membuat kesepakatan melakukan ruislag (tukar guling) atas aset Pemda dan menurunkan (mark down) harga aset Pemda, serta meninggikan harga aset milik pengusaha.

Swasta : Manajer atau karyawan menjual aset perusahaan dengan laporan barang rusak atau sudah tidak berfungsi lagi.

8. Pemerintahan : Kepala daerah meminta uang jasa dibayar di muka kepada pemenang tender sebelum melaksanakan proyek.

Swasta : Manajer atau karyawan meminta uang jasa dibayar di muka kepada rekanan sebelum melaksanakan proyek.

9. Pemerintahan : Kepala daerah menerima sejumlah uang dari rekanan dengan menjanjikan akan diberikan proyek pengadaan.

Swasta : Manajer atau karyawan menerima sejumlah uang atau barang dari rekanan dengan menjanjikan akan diberikan proyek pengadaan.

10. Pemerintahan : Kepala daerah membuka rekening atas nama Kas Daerah dengan specimen pribadi (bukan pejabat atau bendahara yang ditunjuk). Maksudnya, untuk mempermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur.

Swasta : Manajer atau kepala bagian membuka rekening atas nama perusahaan dengan specimen pribadi untuk mempermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur.

11. Pemerintahan : Kepala daerah meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana pemerintah yang ditempatkan di bank.

Swasta : Manajer atau bagian keuangan meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana perusahaan yang ditempatkan di bank atau menempatkan dana perusahaan di bank atau pasar modal atas nama pribadi.

12. Pemerintahan : Kepala daerah memberikan izin pengelolaan sumber daya alam kepada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan teknis dan finansial untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Swasta : Manajer atau kepala bagian atau karyawan menyewakan atau mengswakelola aset perusahaan dan hasilnya masuk ke kantong sendiri.

13. Pemerintahan : Kepala daerah menerima uang/barang yang berhubungan dengan proses perijinan yang dikeluarkannya.

Swasta : Manajer atau karyawan menerima uang/barang sehubungan dengan tugas dan pekerjaannya dari pihak ketiga yang diuntungkan olehnya.

14. Pemerintahan : Kepala daerah, keluarga ataupun kelompoknya membeli lebih dulu barang dengan harga murah untuk kemudian dijual kembali ke Pemda dengan harga yang sudah di-mark up.


Swasta : Manajer atau karyawan membeli barang dengan harga murah untuk kemudian dijual kembali kepada perusahaan dengan harga yang di-mark up.

15. Pemerintahan : Kepala daerah meminta bawahannya untuk mencicilkan barang pribadinya menggunakan anggaran daerah.


Swasta : Manajer atau karyawan mencicil harga barang pribadinya dengan menggunakan uang kantor.

16. Pemerintahan : Kepala daerah memberikan dana kepada pejabat tertentu dengan beban pada anggaran dengan alasan pengurusasn DAK (Dana Alokasi Khusus) atau DAU (Dana Alokasi Umum).


Swasta : -

17. Pemerintahan : Kepala daerah memberikan dana kepada DPRD dalam proses penyusunan APBD.

Swasta : -

18. Pemerintahan : Kepala daerah mengeluarkan dana untuk perkara pribadi dengan beban anggaran daerah.

Swasta : Manajer atau karyawan menggunakan dana untuk keperluan pribadi dengan beban perusahaan.

Demikianlah 18 modus tindak pidana korupsi yang dikemukakan oleh Ketua KPK. Semoga setelah kita mengetahui modus-modus korupsi yang kemungkinan bisa terjadi di sekitar tempat kita bekerja, kita bisa menghindarinya. Yang penting adanya kemauan dan niat yang kuat dari kita untuk menghapuskan budaya korupsi di negara Indonesia. Amin.


Sumber : Media