Tampilkan postingan dengan label Kiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 05, 2009

Tips 17 Cara Pencarian Google Lebih Mudah dan Cepat

Bagi pengguna internet Google adalah mesin pencari yang paling umum dan mudah digunakan setiap hari untuk berbagai keperluan, dari pekerjaan hingga sekolah, penelitian hingga berbelanja, untuk menonton film, mendengar lagu, sampai mencari berita dan gosip, maka Google adalah yang pertama kali dibuka.


Anda mungkin sudah terbiasa mengetikkan sebuah kata atau kalimat yang anda cari pada kolom pencari di google, lalu melihat hasil pencariannya satu per satu. Tetapi sebetulnya ada beberapa cara pencarian yang efisien dan mempercepat anda untuk mendapatkan apa yang anda cari.


1. Banyak kata yang lain/atau


Google secara normal akan mencari halaman-halaman yang berisi beberapa kata yang anda ketik di dalam kotak pencarian, namun biasanya kata-kata itu dicari dalam satu halaman sekaligus. Tetapi jika anda menghendaki beberapa istilah muncul dalam halaman yang berbeda-beda, maka pergunakan operator “or” dengan simbol “|” (tombol shift + \ atau backslash).


Contoh: [ aku|kamu|dia ], maka ketiga kata akan ditemukan pada judul halaman yang berbeda-beda.


2. Kutipan


Jika anda ingin mencari sebuah frasa (gabungan kata) atau kalimat yang benar tepat apa adanya, pergunakan tanda kutip.


Contoh: [ “artis dunia terkenal” ] hanya menemukan frasa atau kalimat dengan tepat secara keseluruhan, sedangkan [ artis “dunia terkenal” ] akan menemukan halaman-halaman yang berisi kata “artis” dan frasa “orang kecil” secara terpisah.


Catatan: tanda “[]” bukan termasuk operator, hanya merupakan pembeda dari kalimat biasa.


3. Tanpa


Jika anda tidak menghendaki sebuah kata atau frasa, maka pergunakan tanda negatif atau “-“.


Contoh: [ -artis dunia terkenal ], maka hanya akan mendapatkan halaman yang berisi kata “dunia” dan “terkenal”, tetapi tidak memuat kata “artis”.


4. Istilah yang serupa


Pergunakan simbol “~” untuk mencari istilah yang serupa atau sinom atau mempunyai arti yang mirip.


Contoh: [ artis dunia ~popular -popular ], artinya sinonim kata popular namun kata popular tidak dicari, maka akan didapatkan halaman yang berisi frasa “artis dunia top”.


5. Menampilkan kata yang terlupa


Pergunakan simbol “*” Untuk mencari kata yang terlupa, misalkan lirik sebuah lagu yang terlupa pada kata tertentu.


Contoh: [ yang * sebelum cahaya lirik ], maka akan menunjukkan lirik lagu yang memuat frasa itu dengan lengkap, yaitu “yang menemanimu sebelum cahaya” “lirik” lagu Letto.


Selain itu berguna juga untuk mencari unsur yang tidak diketahui dalam domain tertentu.


Contoh: [ wiki * .com ], maka akan ditemukan wiki.secondlife.com, wiki.zimbra.com, wiki.dennyhalim.com, dan lain-lain.


6. Pencarian lanjutan


Jika anda tidak bisa mengingat operator apa pun, anda dapat menggunakan Google’s advanced search di link http://www.google.com/advanced_search.


7. Definisi


Gunakan operator “define” untuk mendapatkan sebuah definisi dengan cepat. Namun karena tidak tersedia definisi dalam bahasa Indonesia, maka yang dicari definisinya adalah kata dalam bahasa Inggris.


Contoh: [ define:internet ], maka akan didapati beberapa definisi dari internet dalam bahasa Inggris.


8. Kalkulator


Salah satu kegunaan yang paling praktis dari Google adalah perhitungan sederhana dan cepat pada kotak pencarian, daripada kamu harus mencari kalkulator atau memanggil kalkulator pada komputer. Gunakan simbol-simbol +, -, *, / dan ( ) atau tanda kurung untuk sebuah persamaan yang sederhana.


Contoh: (1+3)*(7-2)


9. Bidang angka


Untuk mencari beberapa angka dalam bidang angka.


Contoh: [ album ungu 2002..2009 ] atau [ “album ungu 2002..2009 ], maka kedua operator ini akan memberikan hasil pencarian dari tahun2002 hingga 2009 dengan bentuk berbeda, di mana yang pertama setiap kata terpisah-pisah, sedangkan yang kedua tidak.


10. Situs tertentu


Pergunakan operator “site:” untuk mencari kata yang khusus di dalam situs tertentu saja.


Contoh: [ site:wikimu.com politik ], maka akan dicari kata “politik” hanya di dalam situs wikimu.com saja.


11. Situs dengan link-link


Penggunaa operator “link:” dimaksudkan untuk menemukan suatu kata pada situs utama tertentu beserta dengan situs-situs lain yang berhubungan dengan situs utama.


Contoh: [ site:wikimu.com politik ], maka akan dicari kata “politik” pada situs wikimu.com dan situs-situs lain yang mempunyai hubungan, misalkan blog-blog yang mempunyai hubungan (link) atau memuat nama situs utama bersama kata “politik”.


12. Kelompok pencarian khusus


Apabila yang anda cari sudah termasuk di dalam kelompok-kelompok pencarian khusus, maka lebih baik anda menggunakannya. Kelompok-kelompok pencarian khusus pada google.co.id kurang lengkap, sedang yang terdapat di google.com adalah:


http://blogsearch.google.com/


http://books.google.com/


http://scholar.google.co.id/


http://www.google.com/codesearch


http://www.google.com/dirhp


http://www.google.com/finance


http://images.google.com/


http://maps.google.com/maps


http://news.google.com/


http://www.google.com/patents


http://www.google.com/products


http://video.google.com/


13. Musik


Operator “music:” mengarahkan kepada isi yang berhubungan dengan musik saja.


Contoh: [ music:cinta ]


14. Konversi


Pergunakan Google untuk melakukan konversi satuan dengan cepat, baik ukuran panjang, berat, suhu, mata uang, dan lain-lain.


Contoh: [ 100 fahrenheit in celsius ], maka akan muncul jawaban 100 degrees Fahrenheit = 37.7777778 degrees Celsius.


15. Jenis atau format file


Jika anda hanya ingin mencari file dengan format .PDF atau .doc atau Word document, atau format tertentu lainnya, maka pergunakan operator “filetype:”.


Contoh: [ filetype:PDF ], maka akan ditampilkan semua file dengan format PDF


16. Kata pada lokasi tertentu


Pada dasarnya Google akan mencari kata yang dikehendaki di semua situs yang ada, tetapi jika anda hanya menghendaki pada lokasi tertentu saja, anda dapat menggunakan operator seperti “inurl:” (pada situs saja), “intitle:” (pada judul saja), “intext:” (pada teks saja), dan “inanchor:” (pada link saja).


Contoh: [ intitle:buku ], maka ditemukan kata “buku” pada judul saja.


17. Halaman disembunyikan


Mencari sebuah versi dari halaman yang disimpan Google pada servernya? Hal ini bisa membantu dengan halaman-halaman yang sudah lama atau yang masih baru. Pergunakan operator “cached:”.


Contoh: [ cached:sains ], maka akan ditemukan situs-situs atau laman situs yang terhubung dengan kata “sains”.

Sabtu, Agustus 01, 2009

7 Prinsip Pendidikan Tanpa Kekerasan

Dewasa ini banyak pendidik atau guru dan para orang tua yang kebingungan menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat di mana era kebebasan, keterbukaan dan kemajuan sains teknologi telah mempengaruhi anak didik dan remaja pada umumnya begitu rupa sehingga mereka menjadi lebih bebas, terbuka dan berpikir maju dalam membela hak-haknya.


Ketika Indonesia memasuki era reformasi politik, yang kemudian mengalami pelebaran hingga reformasi di bidang hukum, hal-hal yang dulunya tidak begitu dimengerti oleh masyarakat umum akhirnya difahami dengan baik, terutama dengan adanya kebebasan media dalam memberitakannya. Hal itu adalah pemahaman tentang hak-hak asasi manusia secara luas. Apalagi ditunjang dengan ketersediaan sarana undang-undang yang diperkuat oleh publikasi media yang tanpa tekanan.


Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah contoh ketentuan yang sangat memperhatikan hak-hak asasi anak dalam perannya di antara orang dewasa. Kelemahan dari segi fisik dan kelabilan mental yang belum dewasa pada anak dan remaja, dilindungi oleh kedua undang-undang ini dari kekuasaan orang dewasa yang sewenang-wenang. Pelanggaran terhadap kedua perundangan ini dikatagorikan pidana dan bisa menyeret pelakunya ke dalam penjara.



Sejarah kekerasan di dunia pendidikan


Pendidikan dan pengajaran memang tidak identik dengan kekerasan, baik di masa yang lalu apalagi sekarang ini. Tapi kekerasan sering kali dihubung-hubungkan dengan kedisiplinan dan penerapannya dalam dunia pendidikan. Istilah “tegas” dalam membina sikap disiplin pada anak didik, sudah lazim digantikan dengan kata “keras”. Hal ini kemudian ditunjang dengan penggunaan kekerasan dalam membina sikap disiplin di dunia militer, khususnya pendidikan kemiliteran.


Ketika kemudian cara-cara pendidikan kemilitera itu diadopsi oleh dunia pendidikan sipil, maka cara “keras” ini – istilah sekarang adalah kekerasan – juga ikut diambil alih. Teriakan, tendangan, tamparan menjadi cara-cara biasa dalam membina kedisiplinan anak didik, khususnya di bidang pelajaran yang melatih fisik seperti olah raga.


Namun saya tidak bermaksud mengatakan bahwa semua guru olah raga suka main pukul. Tapi sejarahnya sering kali mengidentikan guru olah raga dengan guru yang suka menghukum – push up atau lari keliling lapangan – dan suka memukul atau menendang terutama anak yang bandel.


Dari sinilah kemudian cara kekerasan dicontoh oleh guru-guru di bidang lain – biasanya materi pelajaran yang “berat” bagi siswa secara umum, misalnya matematika dan ilmu pengetahuan alam. Kekerasan pendidik di bidang ini bisa berbentuk bentakan, merobek buku pe-er bagi yang lupa melakukan pekerjaan rumahnya, atau menyuruh anak didik berdiri di tengah lapangan pada hari panas terik.



Bagaimanakah seharusnya para guru, pendidik dan pengajar, bersikap menghadapi kebandelan siswa tanpa harus menggunakan kekerasan?


Anak didik tidak jauh berbeda dengan manusia biasa. Mereka akan membentuk pertahanan diri apabila diserang. Pertahanan itu berupa balas membentak apabila dimarahi, melawan dengan fisik kalau disakiti, atau lari bila dia merasa tidak mempunyai kemampuan membalas.


Seni menghadapi anak didik sama seperti seni menghadapi anak-anak da remaja pada umumnya. Mereka sebenarnya adalah makhluk yang lemah yang mudah diajak berunding. Mereka mudah percaya dengan orang lain, apalagi orang yang dianggapnya lebih dewasa dan pandai. Membuka hati anak untuk menerima pendapat orang dewasa, sebetulnya adalah seni menumbuhkan kepercayaan.


Ada 7 prinsip yang harus difahami dan kemudian diterapkan oleh pendidik untuk memperoleh kepercayaan anak didik agar mencapai maksud dari pendidikan itu, tanpa harus menggunakan kekerasan.



1. Tindakan alternatif


Cara pendidikan tanpa kekerasan digambarkan sebagai sebuah cara ketiga atau alternatif ketiga, setelah tindakan menyalahkan dan aksi kekerasan karena hal itu. Seorang pendidik yang melihat kesalahan seorang siswa, mempunyai tiga pilihan setelah itu, apakah dia akan menyalahkannya, menggunakan kekerasan untuk memaksa siswa memperbaiki kesalahan itu atau menggunakan cara ketiga yang tanpa kekerasan.


Menahan diri untuk tidak menyalahkan tentu bukan perkara mudah bagi orang dewasa apabila melihat sebuah kesalahan dilakukan oleh anak di depan matanya. Tapi perlu diingat bahwa sebuah tudingan bagaimanapun akan berbuah balasan dari anak, karena secara insting dia akan mempertahankan dirinya. Reaksi atas sikap anak yang membela diri inilah yang ditakutkan akan berbuah kekerasan dari pendidik terhadap anak didik.



2. Keakraban penuh keterbukaan


Dasar pemikirannya adalah persaudaraan kemanusiaan. Bahwa antara pendidik dan anak didik ada sebuah benang merah persaudaraan kemanusiaan yang tidak akan terputus sampai kapan pun, di mana telah terjadi hubungan memberi dan menerima ilmu pengetahuan.


Keakraban maksudnya berbagi dengan orang lain dengan tidak membeda-bedakan anak-anak didik, dan terbuka adalah tidak menutup-nutupi hal apa pun atau mencoba mengambil keuntungan dari hal-hal yang tidak diketahui siswa. Sebuah keakraban yang penuh keterbukaan hanya bisa terjalin apabila adalah rasa persaudaraan kemanusiaan antara pihak pendidik dan siswa.


Di dalam keakraban ada kasih sayang, keramahan, sopan-santun, saling menghargai dan menghormati. Sedang keterbukaan mengandung unsur kejujuran, kerelaan dan menerima apa adanya.

Keakraban yang terbuka ini ibarat pintu bagi masuknya sebuah kepercayaan. Ketika anak didik sudah merasakan keakraban yang terbuka dari gurunya, maka dia dengan senang akan mendengarkan apa pun yang disampaikan oleh sang guru.



3. Komunikasi yang jujur


Anugerah terbesar dari kecerdasan manusia adalah komunikasi yang jelas satu sama lain, tidak hanya berupa tindakan-tindakan langsung, tapi juga secara simbolis dengan bantuan bahasa. Karena bahasa adalah sebuah simbol abstrak yang mengacu pada obyek, hubungan-hubungan, dan konsep-konsep, kata-kata boleh jadi tidak akurat dengan kenyataan, namun kata-kata mencoba untuk menjelaskannya. Dengan kata lain, bahasa bisa salah, atau kita bisa berbohong ketika menggunakannya. Penipuan adalah sesuatu yang sulit dipisahkan dari kekerasan, disebabkan kurangnya rasa hormat kepada orang lain atau takut terhadap kenyataan. Tindakan dengan kasih sayang didasarkan pada ukurannya dalam kebenarannya setiap orang, yang tidak bisa memisahkan dirinya dari kebenaran dan kenyataan.


Jadi, untuk menjadi benar kepada diri sendiri, kita juga harus benar terhadap orang lain. Sampaikan kepada anak didik kebenarannya; arahkan kemarahan kita terhadap kesalahannya, bukan kepada orangnya. Temukan solusi dalam konflik dan kesalahfahaman, dan itu tidak bisa dibangun apabila kita menggunakan kebohongan dan penipun.



4. Hormati Kebebasan dan Persamaan


Pendidikan tanpa kekerasan adalah juga cara kebebasan, karena hanya diri kita sendiri yang mengarahkan bagaimana caranya mewujudkannya. Hal ini sangat bertentangan dengan otoritarianisme militer, di mana setiap individu harus mengikuti perintah-perintah atasan secara mutlak. Di dalam pendidikan tanpa kekerasan ini, kita semuanya bebas dan setara, setiap orang mendengarkan suara nurani sendiri dan saling berbagi perhatian. Lalu kemudian dengan bebas diputuskan, berdasarkan pada semua pertimbangan individu-individu, bagaimana keinginan bersama ingin diwujudkan. Dengan demikian kita harus mengenali dengan jelas kebebasan memilih dan hak yang sama setiap orang untuk mengambil bagian dalam kegiatan itu.


Yang lebih penting lagi adalah kita menyadari persamaan semua manusia dan menghormati kebebasan anak didik sama seperti kita menghendaki kebebasan kita sendiri dihormati. Tindakan tanpa kekerasan bukanlah bentuk usaha untuk mengendalikan yang lain atau penggunaan paksaan terhadap mereka. Jika kita mencintai anak didik, kita menghormati otonomi mereka untuk membuat keputusan-keputusan mereka sendiri. Kita pasti dapat berkomunikasi dengan mereka, dan kita bahkan dapat menghadapi mereka dengan kehadiran kita untuk memaksa mereka tanpa kekerasan untuk membuat sebuah pilihan, jika kita yakin mereka telah melakukan kesalahan. Perbedaan yang penting adalah kita tidak memaksa mereka secara fisik atau dengan kasar untuk mencapai apa yang kita inginkan.


Dalam pendidikan tanpa kekerasan kita tidak menyakiti anak didik, meski pun mungkin mereka merasa tidak nyaman di dalam urusan ini. Di dalam hal ini kita memperlakukan anak didik sebagaimana kita menghormati mereka sebagai individu.



5. Rasa kasih yang berani


Bertentangan dengan kepercayaan umum, pendidikan tanpa kekerasan bukan sebuah metoda pasif dan lemah, dan itu pasti bukan untuk para penakut. Tindakan tanpa kekerasan lebih banyak membutuhkan keberanian dibanding perkelahian dengan kekerasan seperti dalam peperangan, meski tampaknya itu semacam keberanian. Karena jika kita melihat lebih jauh penggunaan senjata merupakan kompensasi dari rasa takut terhadap lawan. Dan tindakan kekerasan merupakan bukti adanya perasaan takut lawan lebih dulu melakukannya terhadap kita. Jadi melakukan tindakan tanpa kekerasan menunjukkan ketinggian martabat yang penuh keberanian.


Rasa kasihan adalah anugerah kepada hati kita. Rasa kasihan bisa digambarkan sebagai kasih yang tidak hanya berempati terhadap orang lain di dalam merasakan apa yang mereka alami, tetapi juga mempunyai keberanian dan kebijaksanaan untuk melakukan sesuatu terhadap hal itu. Di dalam rasa kasihan, kita tidak melampiaskan kemarahan dan rasa benci kepada anak didik yang melakukan kesalahan, namun dengan kemurahan hati dan kepedulian, kita memperbaikinya. Rasa kasihan datang dari rasa kesatuan dengan orang lain, memperluas hati kita sehingga kita bisa merasakan empati atas penderitaan orang lain dan menolong mereka.



6. Saling mempercayai secara penuh


Cara dengan kasih sayang didasarkan pada keyakinan bahwa jika kita bertindak dengan cara yang baik tidak akan pernah merugikan bagi siapapun, dan akan menghasilkan kebaikan juga. Alih-alih mengendalikan anak didik dengan ancaman dan kekuasaan kita, lebih baik menggunakan kecerdasan masing-masing pihak untuk memecahkan masalah dengan komunikasi yang baik dan negosiasi.


Untuk mempercayai anak didik secara penuh kita harus melepaskan kepercayaan itu dari kendali kita sendiri, dan membiarkan situasi memprosesnya. Tentu saja melepaskan kepercayaan tidak berarti kita mempercayai dengan membabi buta. Kita harus tetap memonitor apa yang terjadi dan memantau hasilnya secara terus menerus. Jika anak didik mengkhianati kesepakatan, sampaikan hal itu kepada orang banyak agar yang lain mengetahui hal itu.

Penghargaan hanya diberikan kepada anak didik yang berintegritas, sedangkan yang jahat tidak pantas mendapatkannya. Pada kasus tersebut kita tidak menarik rasa kasih sayang kita untuk mereka, tetapi kita hanya menarik kerjasama kita dari mereka karena tidak bisa memegang kepercayaan.



7. Ketekunan dan kesabaran


Dalam pendidikan tanpa kekerasan, kesabaran adalah kebaikan yang bersifat revolusioner. Kesabaran bukanlah sebuah pembiaran tanpa tindakan apa pun, tetapi peningkatan kualitas dari sebuah pertolongan yang bertahan pada tuntutannya, dan melanjutkannya dengan cara cerdas penuh ketenangan. Ketika kita terperangkap dalam situasi konflik, emosi kita sering sangat aktif dan bergolak. Kita harus hati-hati dengan reaksi tanpa pemikiran atas apa yang sedang kita lakukan dan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi. Kesabaran memberikan kepada kita waktu untuk berpikir tentang tindakan-tindakan kita agar terhindar dari kekerasan dan bertindak efektif. Lebih baik menunggu dan kehilangan sebuah peluang kecil dibandingkan terburu-buru namun menemui sesuatu yang bodoh dan tidak dipersiapkan. Peluang baru pasti akan muncul kemudian, jika kita berusaha memecahkan persoalan, karena di lain waktu kita akan siap untuk bertindak dengan cara yang baik.


Tidak seperti cara militer yang cepat dan kasar, pendidikan tanpa kekerasan bersifat melambat dan dimulai dengan peringatan-peringatan untuk memberikan kesempatan kepada anak didik secara sadar berpikir bagaimana seharusnya. Kita tidak menghendaki anak didik bereaksi dengan cepat secara insting. Kita menghendaki anak didik mengetahui metoda-metoda kita sehingga mereka dapat menanggapi sama tenang dan cerdasnya.


Ketekunan juga berarti kita harus fleksibel di dalam strategi dan taktik kita. Jika metodanya tidak berhasil, kita perlu mencoba cara lain. Jika jalannya mendapatkan halangan, kita dapat beralih ke hal lain yang juga memerlukan perhatian. Jika anak didik seperti kehilangan minatnya, kita dapat dengan kreatif mencoba pendekatan baru terhadap permasalahan. Jika kita merasa lelah, kita dapat beristirahat sejenak untuk mengisi sumber daya kita secara rohani dan kembali agar energi kita diperbaharui. Kita perlu tetap bertahan bukan hanya dalam usaha kita mengadakan perbaikan, tetapi yang lebih penting lagi kita harus tetap pada kasih sayang kita satu sama lain.


Pendidikan tanpa kekerasan harus dipenuhi kesabaran dan memaafkan dan di saat yang sama gigih dalam membantu. Ketika anak didik mengakui bahwa mereka sudah melakukan kesalahan, kita harus menunjukkan sifat pemaaf kepada mereka. Sasaran terakhir dari pendidikan tanpa kekerasan bukanlah kemenangan atas anak-anak didik kita tetapi menemukan sebuah kehidupan yang harmonis antara pendidik sebagai orang tua, bersama-sama dengan anak didik dalam damai dan keadilan.



Kita semua berharap kisah-kisah suram kekerasan oleh pendidik dan orang tua secara umum tidak terjadi lagi. Pendidikan dengan kekerasan hanya akan melahirkan traumatis-traumatis yang berujung pada pembalasan dendam, dan kita semua pasti tidak menghendaki hal demikian terus berlanjut tanpa berkeputusan, kemudian melahirkan generasi-generasi penuh kekerasan.

Senin, Juni 08, 2009

Tips 10 Cara Memenangkan Perdebatan

Info dari Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan debat capres dan cawapres 2009 akan digelar pada tanggal 18 Juni hingga 2 Juli. Debat dengan tema yang sudah disiapkan tersebut akan menjadi salah satu tolak ukur pemilih mengenai kapabelitas capres-cawapres. Ukuran yang mudah bagi calon pemilih adalah kecerdasan seorang capres-cawapres dapat diukur dari kepercayaan diri, kelugasan, ketegasan, nalar, dan kecepatan berpikirnya dalam sebuah perdebatan. Nantinya kecerdasan ini sangat berperan dalam memilih dan mengatur anggota kabinet, juga dalam memandang dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa.


Di luar debat capres-cawapres kita, kita semua juga senang berdebat, bukan? Baik itu di forum resmi, di tempat-tempat umum atau di saat berkumpul bersama teman-teman, biasanya tidak pernah sepi dari perdebatan. Namun sangat disayangkan dalam sebuah perdebatan seringkali tujuan beradu argumen – keterampilan dan asah otak – berakhir dengan teriakan dan lontaran penghinaan yang menyerang kepada pribadi. Sikap kontra produktif ini membuat perdebatan menjadi menjemukan bagi penonton dan berakibat tidak ada kesimpulan yang bisa ditarik.


Untuk menghindari hal itu, saya mencoba membantu Anda dengan 10 cara untuk memenangkan sebuah perdebatan. Apabila Anda menerapkannya, saya yakin Anda akan keluar sebagai pemenang.



1. Lembut dan solid


Dalam sebuah perdebatan Anda tidak perlu sampai meninggikan suara. Anda harus dalam keadaan tenang terus-menerus. Semakin nyaring suara Anda, lawan Anda akan lebih nyaring lagi – dan akhirnya hanya terjadi pertandingan berteriak. Dan tentu saja, Anda tidak ingin terjadi kekerasan setelah itu. Anda dapat mencoba untuk berbicara lebih tenang dibanding biasanya, agar Anda bisa menggambarkan dengan lebih jelas bagaimana lawan-lawan debat Anda, dan juga akan memberikan gambaran kepada lawan bahwa Anda seorang yang bijaksana. Sebuah debat tidak dimenangkan oleh orang bersuara paling nyaring, tetapi perdebatan dimenangkan oleh orang yang mampu memaksakan argumen-argumennya untuk diterima.


2. Tempatkan lawan di sisi kita


Ini merupakan cara yang baik untuk memposisikan lawan sebagai partner bukan musuh. Suasana permusuhan akan tercipta dengan mudah apabila lawan berada di seberang kita, sedangkan jika dia berada di samping kita secara psikologis dia akan mudah untuk memberikan persetujuan. Ini adalah posisi yang kuat dalam perdebatan.


Anda bahkan tidak perlu menggunakan sebuah fakta untuk mendapatkan persetujuannya, sebagai contoh, Anda hanya perlu berkata “Saya yakin Anda menyetujui pendapat saya ini bahwa …. Secepat lawanmu setuju setelah – biasanya ditandai dengan tidak bisa memberikan sanggahan yang berarti, Anda sudah memenangkan sebuah pertempuran psikologis (psy bettle). Anda bukan lagi lawan baginya, tetapi sebagai teman. Teknik efektif ini telah digunakan oleh para salesman yang pandai.


3. Jangan menyerang


Bukan cara yang baik apabila Anda dengan ribut mengatakan kepada lawan bahwa ia salah – sebagai gantinya anda harus menunjukkan bahwa dia salah dengan menggunakan sanggahan-sanggahan yang baik. Menyebut bahwa lawan Anda salah hanya membuat lawan tertekan sehingga semakin menolak argumen kita. Itu merupakan sebuah komentar yang subjektif. Sederhanalah dalam berdebat dan tunjukan keinginan baik Anda. Sikap itu tidak hanya akan membuat Anda kelihatan baik jika anda menang, tapi akan menunjukkan bahwa Anda adalah lawan yang pantas sekali pun Anda kalah.


4. Janganlah menjadi tidak fair


Jangan pernah saling mengejek – usahakan sekali pun lawan Anda melakukan terlebih dulu. Yang harus serang adalah argumentasinya, bukan orangnya. Semakin cepat Anda mulai mengkritik lawan Anda, hal itu akan menjadi bukti bahwa Anda sudah kehabisan jalan untuk mempertahankan pendapat Anda. Berbagai macam hinaan dan sindiran adalah jalan yang pasti menuju kekalahan dalam sebuah perdebatan. Jika lawan Anda sudah mulai kehilangan kendali dan mulai keluar dari alur debat berarti Anda sudah dekat dengan kemenangan.


5. Tunjukkan hal-hal yang mendasar


Ketika adu argumentasi, kedua belah pihak perlu untuk bersepakat untuk memulai debat dengan membahas kebenaran-kebenaran dasar – jika tidak, debat tidak bisa berlangsung dengan baik, karena arah perdebatan menjadi tidak menentu. Sebagai contoh adalah perdebatan bertema agama. Peserta debat harus sama-sama mengakui bahwa Tuhan itu ada, kalau tidak perdebatan tidak bisa dilanjutkan, karena akan memperbanyak poin-poin perdebatan. Semakin kecil ruang lingkup perdebatan, semakin mudah diikuti oleh audiens dan semakin singkat waktu dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan.


6. Kembali ke Pokok Materi


Ketika lawan Anda mulai kehabisan argumen, dia akan berusaha beralih ke topik yang lain – dengan demikian dia berharap Anda terpancing untuk lari dari topik sebelumnya dan membahas hal baru yang mungkin akan mengacaukan Anda. Ketika ini terjadi, jangan teperdaya, segera kembali ke topik yang asli dengan segera. Jangan memberi kesempatan kepada lawan Anda untuk lari ke topik-topik yang lain (tak peduli bagaimana pun usahanya untuk mencoba) sampai Anda memenangkan topik itu.


7. Ajukan pertanyaan-pertanyaan


Ini disebut “metoda sokratik”. Ketika lawan mengemukakan sebuah “fakta” – periksa lebih dalam fakta tersebut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengungkapkan kekurangan-kekurangannya. Biasanya digunakan pertanyaan-pertanyaan seperti: “Dapatkah Anda memberi saya satu contoh?”, “Cara lain untuk melihat hal itu adalah …,apakah cara ini masuk akal menurut Anda?”. Pertanyaan-pertanyaan ini akan semakin menuntun lawan Anda kepada kebenarannya – dan jika mereka jujur, mereka akan menyetujuinya. Sayangnya dalam banyak debat yang sering terjadi adalah respon kemarahan karena lawan Anda menganggap Anda sedang “berusaha bermuslihat” kepadanya. Tapi jangan khawatir karena hal itu pertanda kemenangan Anda sudah dekat.


8. Tenanglah


Setelah membuat sebuah argumentasi yang kuat, biarkan lawanmu berbicara banyak – terutama jika dia sudah kekurangan fakta-fakta untuk menentang Anda. Ia akan mencerca dengan meraba-raba – memberi Anda berbagai senjata baru untuk menyerang dia. Dia barangkali tidak rela kalah dalam waktu singkat dan ingin menggiring Anda menjauh dari tema debat – sebenarnya sebuah kemenangan mutlak untuk Anda. Banyak sebuah debat dapat dimenangkan oleh orang yang tidak membantah sama sekali! Dari satu sisi, ini adalah sebuah metoda yang sempurna untuk berada pada jalur Anda sendiri – ajukan permintaan Anda dan seketika itu biarkan semua menjadi senyap. Hal ini biasanya membuat lawan menjadi sangat gelisah (karena tidak ada seorang pun menyukai keheningan) dan lawan akan dipaksa untuk keluar dari satu situasi yang menggelisahkannya itu.


9. Kenalilah fakta-fakta yang Anda ajukan


Jangan mengatakan bahwa sesuatu itu “benar” kecuali jika Anda benar-benar mengetahuinya – itu disiapkan untuk membuktikannya jika perlu. Anda akan mudah diserang kalau argumentasi Anda mengambang. Anda tidak usah berdebat kalau Anda tidak bisa mengajukan fakta-fakta dan menguasai keseluruhan informasinya. Apabila lawan Anda ternyata lebih mengetahui kebenarannya, Anda akan “dibantainya”.


10. Ketahuilah di saat Anda mendapatkan pukulan


Jika anda mempunyai semua fakta untuk kembali atas anda, anda harus bisa memenangkan argumentasi Anda jika lawan Anda jujur. Tetapi ada kalanya lawan menjadi lebih baik dari Anda dan mereka berhasil menyudutkan Anda. Apabila itu harus terjadi, jadilah seorang jentelmen dan berikan kemenangan kepadanya. Anda harus selalu tampak lembut dalam kekalahan. Tidak ada hal yang lebih buruk dalam perdebatan dibanding seseorang yang membantah hanya untuk mengacaukan dan tidak mau mengaku kalah. Jadilah seorang ksatria yang mau mengakui kekalahan Anda, karena di mata audiens Anda adalah pemenang sesungguhnya.


Tapi Anda jangan khawatir, apabila Anda sudah melaksanakan dengan baik saran-saran nomor 1 sampai dengan 9, saya yakin kemenangan sudah berada di tangan Anda. Tetaplah memegang kendali dalam perdebatan, apabila Anda berhasil mengendalikan situasi dan kondisi dalam perdebatan, Anda bisa dengan mudah menjatuhkan lawan Anda.



Sumber: http://listverse.com/miscellaneous/top-10-tips-for-winning-an-argument/

Kamis, Juni 04, 2009

Tips: Kiat-kiat Mempertajam Intuisi Anda

Sekali waktu Anda pasti pernah tiba-tiba mempunyai perasaan tidak enak. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak tergambarkan atau bisa digambarkan walaupun samar-samar. Perasaan seperti itu adalah intuisi atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut firasat.



Sebagian orang ada yang membedakan antara intuisi dengan indera ke enam, (sixth sense) terutama hubungannya dengan dunia supranatural. Tapi ada juga yang menganggap keduanya sama, kalau menghubungkannya dengan dunia nyata. Namun keduanya sama-sama menggunakan ketajaman rasa (feeling). Jadi kiat-kiat di bawah ini juga bisa digunakan untuk memperkuat indera keenam (sixth sense) Anda.


Anda mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika


Pernahkah Anda melihat suatu masalah dan kemudian mengenal penyebab utama sekaligus solusinya – dengan seketika – tanpa penelitian terlebih dulu? Sebetulnya manusia telah diberikan bakat oleh Tuhan untuk mencurigai suara hatinya yang dalam. Dan seringkali dengan pembuktian secara empiris intuisi Anda ternyata benar.


Anda mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika jika anda mempercayai diri sendiri. Kita semua pasti seperti itu, namun seringkali peringatan itu seperti tidak datang lagi, kenapa? Dan bagaimanakah cara kita mengeksploitasi kekuatan batin itu – yakni suara batin yang mengabaikan semua kebohongan, manipulasi, dan tipuan, serta mengatakan kepada kita hal sebenarnya?


Enam langkah untuk mempertajam intuisi adalah:


1. Pergunakanlah empati alami kita sesering mungkin


Bayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain. Atau dengarkanlah pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu. Lebih baik lagi kalau Anda menerima keluhan-keluhan dan memberikan pertolongan dengan memberikan solusi-solusi, bukan hanya memonitor dan membanding-bandingkan. Rasakanlah penderitaan batin mereka! Semakin dalam perasaan Anda terlibat, maka semakin memperkuat intuisi Anda. Dengan kata lain semua pengalaman buruk orang lain bisa memperkuat intuisi Anda tanpa Anda harus mengalaminya sendiri.


2. Biarkan diri Anda merasa takut dan mengalirlah melewatinya


Anda pasti tidak menyukai rasa takut, bukan? Begitu juga semua orang. Tetapi rasa takut adalah insting dasar yang diberikan Tuhan agar kita bisa survive di dunia ini. Kita harus menyesuaikan diri dengannya dan menemukan suatu cara untuk menjadikannya teman kita, bukan sebagai musuh, kecuali jika anda adalah superman dan sudah melampaui rasa takut itu. Anda harus menemukan suatu cara untuk memanfaatkannya dengan tujuan kebaikan.


Ketakutan menghalangi intuisi, namun ketika dihalangi intuisi akan menjadi lebih kuat dengan mengadakan pembalasan. Mekanisme ini mirip dengan sistem kekebalan tubuh kita (imun) ketika disuntikkan vaksin (virus yang dilemahkan). Oleh sebab itu biarkan diri Anda untuk merasa takut. Jangan menahan bagian manapun dari rasa takut. Jangan mengubur perasaan takut itu dalam-dalam. Tapi fokuskan secara langsung bahwa kita berada di atasnya dan mengendalikan rasa takut hingga berakhir. Setelah itu Anda akan menjadi lebih kuat dengan lebih banyak kejelasan. Membiarkan diri Anda untuk merasakan ketakutan akan memperkuat intuisi karena hal itu berarti mengajar Anda untuk mendengarkan suara dari lubuk hati dan menerima rasa takut apa adanya, alih-alih bertempur melawannya.


3. Berhubunganlah dengan orang lain secara emosional


Ketika anda terlibat dengan orang lain, seperti bertatap muka, berbicara di telepon, atau online, cobalah untuk membaca emosi mereka. Beri nama emosi-emosi mereka. Apakah kedengarannya seperti bunyi marah, berbahagia, penuh harapan, gembira, tertekan, atau sedih? Semakin banyak anda berhubungan dengan emosi orang lain, semakin dalam pemahaman Anda akan situasi-situasi sosial dan semakin baik intuisi Anda akan berfungsi. Getar-getar intuisi dan ide-ide abstrak datang dari tempat yang sama di dalam diri kita di mana emosi terbentuk, sehingga semakin baik Anda membaca dan mengidentifikasi emosi orang lain semakin baik kemampuan Anda menciptakan dan berkomunikasi dengan menggunakan intuisi. Mengidentifikasi dan memberi nama emosi di dalam diri Anda dan orang lain adalah sebuah latihan yang membutuhkan banyak energi.


4. Hentikan penilaian-penilaian pribadi (judgments)


Ketika Anda menghakimi seseorang atau sesuatu – termasuk diri Anda sendiri – itu bukan intuisi, tapi energi negatif yang menghalangi intuisi. Ketika Anda mendengar suara kritik di dalam benak Anda yang berkata, “Dia bodoh”, “Dia jahat”, “Aku gemuk”, atau “Aku akan kalah”, maka berhentilah berkata seperti itu dan berpikirlah; Kenapa aku berkata seperti itu? Ketika Anda mendengar hati berkata menghakimi, suruh dia diam – bukan dengan membenamkannya agar tidak berfungsi, karena dia akan mencari jalan keluar selain itu – tetapi dengan memaksa suatu pertanyaan positif ke dalam kesadaran Anda. Ketika Anda mendapati diri Anda berpikir, “Aku tidak akan pernah bisa menyelesaikan hal ini”, maka ubahlah pemikiran itu menjadi; “Bagaimanakah caranya agar aku menyelesaikan hal ini?” Jika Anda sabar dan mau mendengarkan suara hati yang terdalam Anda, hati itu akan berkata bagaimana caranya agar Anda bisa menyelesaikannya. Ketika hati kita menghakimi, “Itu tidak akan pernah berhasil”, maka bertanyalah pada diri Anda; “Ide manakah yang akan berhasil?” atau “Ide manakah yang lebih baik?”. Begitu Anda mulai menanyakan pertanyaan positif, maka pikiran alam bawah sadar Anda akan mulai menanganinya dengan memberikan solusi-solusi dalam wujud intuisi.


5. Temukan keheningan


Cara terbaik adalah meditasi. Jadualkan sedikitnya tiga puluh menit dalam sehari untuk menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran Anda – merenung dan tafakur. Ambil kesempatan untuk duduk sendirian bersama pemikiran-pemikiran Anda, perasaan, dan penggambaran-penggambaran. Kita sudah menghabiskan sebagian besar hidup dengan hampir-hampir tidak mengacuhkan apa yang terjadi di dalam diri kita. Dengan mengambil waktu untuk mendengarkan dunia Anda yang terdalam, Anda akan menemukan betapa ajaib dan mengagumkannya diri Anda. Belajar untuk mendengarkan diri anda di dalam keheningan akan mengantar Anda kepada mendengarkan suara bagian dalam diri ketika anda sedang bersama orang lain dan pekerjaan Anda, dan akan membimbing untuk menangkap ide-ide intuitif yang benar dan tangguh di saat Anda memerlukannya.


6. Ajukan pertanyaan-pertanyaan, sebanyak-banyaknya


Ini adalah yang disebut pembangunan tubuh dari intuisi. Tanya jawab adalah cara terbaik untuk menciptakan intuisi-intuisi yang lebih kuat. Intuisi-intuisi kreatif yang paling kuat akan datang kepada Anda setelah sesi-sesi tanya-jawab yang lama. Bentuklah sebuah kelompok diskusi dengan orang-orang yang mempunyai rasa curiga tinggi dan diskusikan isu-isu kompleks, seperti politik, filsafat, sains dan teknologi, sosial kemasyarakatan, kesehatan, atau topik-topik berkaitan dunia kejahatan. Kebanyakan kekuatan bukan datang dari jawaban-jawaban tapi dari pertanyaan-pertanyaannya, membawa anda kepada alur-alur yang belum dipertimbangkan, mendatangkan pertanyaan-pertanyaan baru dan akan mendatangkan lebih banyak lagi jawaban. Tidak ada cara yang lebih baik untuk melatih intuisi Anda dibanding dengan sesi-sesi tanya-jawab yang berkembang.


Sebagian orang berkata bahwa intuisi itu tidak ilmiah dan tidak beralasan. Pendapat itu benar dan juga salah. Gagasan yang intuitif kreatif memang tidak ilmiah hingga Anda dapat membuktikannya. Bagaimanapun, semua ilmu pengetahuan dimulai dengan sebuah hipotesa. Dan sebuah hipotesa berasal dari mana? Hal-hal yang baik, kreatif, dan orisinil, datang karena intuisi Anda - sebuah kilatan jiwa, cahaya dari Tuhan.