Tampilkan postingan dengan label On-Line. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label On-Line. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 26, 2009

6 Gangguan Mental yang Dialami Saat Online di Internet

Internet telah membuat banyak orang menjadi “gila”. Ada orang yang lebih mencintai internet melebihi rasa cinta kepada pasangannya. Ada juga orang yang rela tidak tidur demi chating dan browsing. Ada anak yang lebih memilih internet dari nasi. Dari orang dewasa hingga anak-anak memenuhi warung-warung internet, setiap harinya, karena “kegilaan” terhadap internet.


Terakhir anda mungkin masih ingat kasus-kasus artis atau tokoh yang “sengaja” melecehkan dirinya di internet dengan menampilkan foto-foto vulgarnya, atau kasus selebritis yang mengalami gangguan mental dan menggunakan internet sebagai sarana mengaktualisasikan dirinya.


Kalau sekarang saya menyodorkan kepada Anda berbagai bentuk gangguan mental yang terjadi ketika seseorang sedang on line di internet, mungkin perlu diwaspadai kalau-kalau salah satu gejalanya ada pada anda.



1. Gangguan kepribadian berupa emosi yang sebentar-sebentar meledak di saat online – mengamuk karena mudah tersinggung (Online Intermittent Explosive Disorder/OIED)


Seperti para pembunuh berantai, orang yang mengidap gangguan ini tampak normal pada awalnya. Beberapa hari atau jam sebelumnya mereka bisa saja melakukan pembicaraan-pembicaraan lucu atau komentar-komentar hangat. Akan tetapi beberapa saat kemudian berubah marah-marah dan mengumpat disebabkan sesuatu yang menyinggung perasaannya.


Di dalam kehidupan nyata disebut Intermittent Explosive Disorder (IED – tanpa online) adalah suatu gangguan pengendalian diri yang dapat membuat seseorang sanggup melakukan tindakan sadis seperti membantai seluruh anggota keluarga, misalnya, hanya dikarenakan makanan kesukaan mereka dihabiskan oleh salah seorang anggota keluarga yang lain. Mereka cenderung akan mengamuk secara tidak terkendali disebabkan situasi yang tidak dikehendaknya.


Kejadian IED di dunia nyata hanya menimpa sekitar 6 % dari populasi, tapi di Internet, anda akan menemukan OIED bisa menimpa hampir semua komentator. Dan tidak ada sesuatu pun yang bisa mencegah mereka berbuat seperti itu; dari kemarahan normal dengan memberikan komentar-komentar miring, sampai mengumpat dan mencaci maki – hanya admin yang berkuasa menghapus komentar-komentar seperti itu.


Kenapakah hal itu bisa terjadi di Internet?


1. Kebanyakan dari kita hanya bisa menahan hasrat untuk melakukannya di dunia nyata, yang apabila dilakukan mungkin bisa membuahkan sebuah tinju ke wajah kita.


2. Di Internet kebanyakan pengguna menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek.


3. Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.


Bagian yang paling aneh dari kekacauan kepribadian ini adalah mereka melakukannya – yakni memberikan komentar bernada marah, mengumpat dan mencaci – dengan sambil duduk santai, minum kopi atau sedang bercanda ria dengan teman di sampingnya.



2. Toleransi rendah terhadap kekalahan dalam forum (Low Forum Frustration Tolerance/LFFT)


Bagi orang yang suka menulis dan melakukan posting, sering kali merasa bahwa postingnya sangat sempurna. Seperti umumnya posting di internet yang selalu mendapatkan tanggapan dan komentar, maka penulisnya hampir setiap waktu mengecek masuknya komentar yang baru diberikan pembacanya. Jika ia mendapat komentar-komentar miring penuh kritik, maka dengan cepat ia akan meluncurkan jawaban yang akan mematahkan tanggapan itu.


Jika tidak ada yang memberikan komentar, dia akan mengirimkan komentarnya sendiri – mungkin dengan nama lain – untuk meramaikan tulisannya.


Di alam nyata gangguan ini disebut Low Frustration Tolerance (LFT) yang digambarkan sebagai seseorang yang mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera. Pada awalnya mirip dengan perilaku anak tujuh tahunan yang menginginkan sebuah mainan, dan akan berteriak dengan menghentak-hentakan tangan dan kakinya agar segera mendapatkan apa diinginkannya.


Seseorang dengan LFT sangat tergila-gila dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya sehingga hal-hal lain dalam hidupnya seakan-akan berhenti. Hal itu sebenarnya adalah wujud dari obsesi yang berlebihan dan tidak logis, sehingga mereka melupakan hal-hal lain.


Kenapakah hal itu bisa terjadi di Internet?


Tidak pernah ada di dunia nyata sebuah mesin yang memberikan tingkat kepuasan sedemikian hebat seperti Internet. Ketika kita menonton televisi, kita tidak bisa berinteraksi dalam program-programnya kerena kita hanya menerima suguhan satu arah tanpa bisa berbuat apa-apa, sedangkan di Internet kita bisa melakukan kegiatan interaktif dua arah, seperti chating, game, pembicaraan online, forum milis, posting dan komentar, dan lain sebagainya.


Kegiatan itu membuat kita menjadi tidak sabaran, karena ingin segera melihat respon dengan dari pihak lain. Ketidaksabaran ini meminimalkan toleransi terhadap serangan yang menimbulkan ketersinggungan.



3. Munchausen di Internet - tukang cerita untuk membangkitkan rasa kasihan (Munchausen Syndrom)


Diidap oleh orang-orang yang bersembunyi di balik perasaan tidak berdosa (inosen), ketika pada suatu hari ia mengalami musibah; binatang kesayangannya, atau orangtua, atau mungkin sahabat karibnya meninggal. Atau barangkali gambaran tentang dia sendiri yang mempunyai suatu penyakit. Dia menuliskan cerita-cerita kesedihan dengan mengharapkan simpati dari pembacanya. Anda akan mengirimi orang ini doa-doa dan berbagai harapan, hadiah-hadiah dan anda berharap dia berhasil melewati masa sulit dengan tabah.


Lalu, beberapa bulan-bulan kemudian, tragedi lain membentur mereka. Sahabat baik mereka ditimpa bencana, atau menjadi lumpuh karena sebuah kecelakaan, dan lain-lain. Beberapa bulan setelah itu, ayah mereka mati. Terus berulang, berbagai cerita duka mengisi hidupnya. Seakan-akan hidupnya dipenuhi kutukan atau perasaan tidak berguna.


Di dalam kehidupan nyata gangguan ini disebut Munchausen Syndrome (MS), suatu istilah yang diambil dari nama seorang tentara Jerman, Baron Munchausen (Karl Friedrich Hieronymus Freiherr von Munchausen, 1720-1797) yang mengaku mempunyai banyak pengalaman fantastik dan petualangan-petualangan yang mustahil, oleh Rudolf Raspe kemudian dituliskan dalam sebuah buku berjudul The Surprising Adventures Baron Munchausen.


MS adalah suatu kondisi di mana seseorang dengan sengaja membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit. Dalam 1951, Richard Asher memakai istilah itu untuk orang-orang yang berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain, dengan membuat berbagai cerita berbeda mengenai penyakit-penyakit yang dideritanya.


Penderita kekacauan ini membutuhkan perhatian berupa rasa simpatik dan kasihan dari orang lain dengan menimbulkan kesan kesusahan dan kesulitan pada diri mereka. Apabila sudah kecanduan, mereka sulit untuk menghapuskan kebutuhannya akan rasa belas kasihan orang, dan akan merasakan hidup mereka benar-benar kacau bila tidak melakukan sebuah sandiwara lagi.


Kenapa hal itu bisa terjadi di internet?


Sangat mudah melakukan kebohongan dalam kehidupan nyata, dan sepuluh kali lebih mudah melakukannya di internet, karena tidak ada seorang pun bisa memeriksa kebenaran fakta-faktanya.


Suatu kasus yang terkenal adalah sebuah hoax di internet tentang seorang gadis bernama Kaycee Nicole, 19 tahun, yang menderita Leukemia. Tokoh rekaan yang diciptakan oleh Debbie Swenson, 40 tahun, ini menceritakan mengenai penyakit yang diidapnya selama dua tahun di suatu jurnal online dan perjuangannya menghadapi kematiannya. Kaycee lalu “meninggal”, dan ketika tidak ada berita mengenai pemakamannya di dunia nyata, maka sadarlah orang-orang bahwa cerita itu hanyalah bohong belaka.


Dan di lain waktu, Swenson mungkin masih bisa melakukan kebohongnnya berulang kali untuk memenuhi kecanduannya. Bisa saja dia membuat selusin cerita bohong dengan karakter berbeda di internet dengan sumber-sumber yang dipalsukan juga.



4. Gangguan kepribadian yang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online (Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD)


Gangguan kepribadian jenis ini bisa dijelaskan dengan contoh kegilaan akan tata bahasa. Ketika orang menemukan suatu kesalahan tata bahasa atau penulisan kata yang keliru dari orang lain dalam sebuah posting atau komentar, maka dia langsung menyerang dan dengan keras memproternya.


Dalam kehidupan nyata disebut Obsessive-Compulsive Personality Disorder atau OCPD, tapi jangan dikacaukan dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Orang-orang dengan OCPD tidak melakukan ketaatan pada ritual-ritual aneh yang dilakukan pengidap OCD, seperti mengetuk pintu harus tiga kali atau memakan bagian ekor dari ayam goreng pada sesi terakhir setelah seluruh dagingnya habis dimakan, dan lain sebagainya.


Tipe OCPD secara sederhana mempunyai sebuah standar tegas luar biasa yang dengannya tugas-tugas tertentu harus diselesaikan dengan sempurna. Biasanya mereka bersikap tidak mau menerima dengan keras cara-cara lain yang bertentangan dengan standar mereka.


Kenapa hal demikian bisa terjadi di internet?


Dalam kenyataannya penderita OCPD merasakan ketakutan yang tidak logis terhadap dunia yang lebih berantakan, lebih kotor dan lebih kacau dibanding seharusnya yang dia pikirkan; sehingga secara cepat keadaan menjadi lebih buruk, dan akan mengalami kehancuran sampai ada seseorang yang memperbaikinya.


Di Internet, setelah membaca setiap komentar-komentar, orang normal akan menderita nasib yang sama. Tata bahasa yang keliru, pilihan kata yang tidak tepat, atau bahasa gaul yang membingungkan, mendesak anda untuk mengoreksinya. Tidak sulit merasakan keinginan untuk melatih diri menggunakan bahasa yang benar.



5. Low Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah (Seperti seseorang yang dibenci setiap orang, tapi tidak ada yang meninggalkannya)


Ada sebuah tempat bagi setiap orang di Internet untuk merasa seperti di rumah sendiri. Ketika anda dapat mengisi sebuah kotak pesan dengan para penggemar sebuah situs tertentu, tidak ada sesuatu yang merasa diasingkan.

Setiap forum, laman chating, atau komunitas online lainnya tampaknya bisa memaksa orang – yang tidak merasa betah sekalipun – untuk tetap tinggal. Mereka dipakasa agar tetap online. Orang-orang ini tetap bebas untuk meninggalkan situs setiap saat, tetapi anehnya mereka tidak melakukannya.


Di dalam kehidupan nyata ini disebut merendahkan diri sendiri atau perilaku pencarian perhatian.

Seseorang dengan kebutuhan akan merendahkan diri atau perasaan harus terus-menerus dihukum untuk kesalahan-kesalahannya. Seperti sebuah cara dari alam bawah sadar untuk merasa bahwa dunia sedang membalas dosa-dosa mereka, atau mereka hanya begitu tidak menghargai diri sendiri sehingga mereka tidak bisa mengumpulkan energi untuk membela diri.


Jika sampai kepada tingkat ekstrem, hal itu dapat berubah menjadi Online Erotic Humiliation atau pelecehan seksual secara online, di mana pelecehan menjadi sebuah tindakan nyata. Sehingga ketika anda mengatakan kepada seseorang agar melakukan sebuah tindakan seksual, mungkin dia akan menganggap hal itu penting dan dia dengan sungguh-sungguh akan melakukannya.


Tetapi yang lebih umum adalah Online Attention Seeking Behavior atau kebiasaan mencari perhatian secara online, yang siapa pun pernah melakukannya; ibarat menghabiskan waktu jalan-jalan sore dengan seorang anak, dan si anak akan terbiasa dan terus menuntut perhatian seperti itu. Dan yang anehnya, seperti anak-anak yang menganggap bahwa kemarahan orang lain adalah juga cara memperoleh perhatian, maka ada yang beranggapan bahwa memperoleh pelecehan seksual lebih baik daripada diabaikan.


Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?


Jika anda berkata kepada seseorang, “Budi, pergi sana, kamu hanya bikin kacau”. Bisa saja Budi akan marah atau sebaliknya, merasa bahagia karena anda sudah menyebut namanya dan mengakui keberadaannya. Meskipun maksud anda mungkin menghinanya.


Tetapi jika anda mengetik namanya di dinding facebook anda misalnya, maka dia bisa berpikir lain. Ini bukan hanya sebuah perhatian biasa, tetapi sebuah perhatian global yang bisa dibaca ratusan bahkan ribuan orang. Anda ketik “Budi pengacau” dan dia berpikir bahwa hal ini mempopulerkannya.


Pencari perhatian mendapatkan apa yang diinginkannya, dan penghina diri sendiri mendapatkan cukup ketegangan untuk mengaktualisasikan dirinya yang intropet melalui sinyal-sinyal yang dikirimnya via keyboard.



6. Internet Asperger’s Syndrome


Seorang blogger dan pengusaha Internet, Jason Calacanis menciptakan istilah “Internet Aspeger’s Syndrome” untuk menguraikan perihal hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu waktu.


Beberapa kasus bunuh diri yang direkam dengan webcam – yang sebagian mungkin main-main – dan dipublikasikan di Internet. Untuk sekarang ini mungkin kita tidak yakin bahwa hal itu benar-benar terjadi, tetapi sebenarnya hanya masalah waktu. Begitu juga dengan gambar-gambar penyiksaan, penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang anak didik terhadap temannya di sebuah akademi itu.


Di dalam kehidupan nyata ini disebut Asperger’s Syndrome.


Hal ini jarang didiagose tetapi sering kali diklaim bahwa sindrom ini adalah bentuk halus dari autisme yang tampak berupa ketidakmampuan biologi untuk menunjukkan empati kepada manusia lain, mungkin disebabkan ketidakmampuan untuk mengenali isyarat nonverbal. Mereka secara terus-menerus bertingkah aneh dan mengganggu disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa anda terganggu. Ada bagian dari otak mereka yang rusak.


Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?


Calacanis menilai bahwa orang yang melakukan semua komunikasi online mereka menampilkan perilaku Asperger karena mereka ingin memberikan kesan ada kerugian yang sama pada diri sendiri. Di dalam hal ini, ketika kemampuan melihat respon dan mimik wajah atau ekspresi nonverbal sudah hilang, begitu juga dengan empati. Maka hal yang anda beritahukan hanya kepada orang yang tidak ada, karena itu hanyalah sekelompok kata-kata pada layar. Sekelompok kata-kata kecil yang tidak berarti.



Sumber : http://www.cracked.com/article_17522_6-new-personality-disorders-caused-by-internet.html

Rabu, Desember 17, 2008

Mari Bermain Game Online : Melempar Sepatu kepada Bush


Para pembuat game memang kreatif dan tidak pernah ketinggalan berita. T-Enterprise, sebuah perusahaan sofware game di Glasgow Scotlandia, yang terkenal sebagai pembuat game peristiwa-peristiwa di dunia, seperti game skandal Clinton dan sekretarisnya Monica Lewinsky, pembukaan Bandara Heathrow di Inggris April lalu, game tentang istri Paul Mc Cartney dan juga mantan calon wakil presiden Sarah Palin.


Kali ini kasus pelemparan sepatu oleh wartawan Irak, Muntadar Al-Zaidi kepada Presiden George Walker Bush pada saat konfrensi pers dengan PM Irak Nouri Maliki di Irak dibuat game. Yang menjadi perhatian oleh pembuat game adalah ketidaksigapan pengawal presiden Bush (Secret Service) yang sampai pada pelemparan kedua baru terlihat berdiri melindungi Bush. Kayaknya Bush sudah tidak dianggap, ya?


Nah, pada game dengan judul Bush’s Boot Camp itu anda akan bermain sebagai petugas Secret Service yang menembak ke arah pelempar sepatu. Apabila tembakan anda meleset, dan indikator nyawa Bush berkurang hingga menjadi 0, maka anda kalah. Game ini dimaksudkan sebagai pelatihan bagi petugas Secret Service untuk bekerja lebih baik, demikian harapan si pembuat game.



Game On Line dari PopJam


Tapi saya belum bisa menghadirkan game tersebut untuk anda. Sebagai gantinya sebuah situs komedi membuatkan untuk anda sebuah game lucu berjudul Sock and Awe. Di dalam game ini anda berperan sebagai wartawan yang melemparkan sepatu kepada Bush. Lempar sebanyak-banyaknya dan tentu saja harus kena, untuk mendapatkan skor yang tinggi dalam 30 detik.


Pengen main? Klik di sini. Atau ingin melihat Bush dilempari berbagai macam benda, Klik di sini.

Sabtu, Desember 13, 2008

Waspada, Banyak Wartawan Online Dipenjarakan!


Menurut berita banyak wartawan media online yang mengalami nasib buruk dipenjarakan oleh pemerintah yang berkuasa di negaranya (Berita terbaru yang merupakan hasil survey dari Committee to Proteck Journalists/CPJ).


Mungkin karena tulisan-tulisan mereka telah menjatuhkan kredibilitas penguasa atau dianggap membahayakan keamanan nasional, sehingga tidak ada jalan lain selain mereka harus dipenjarakan (saya yakin karena media online tidak bisa dibreidel, tidak seperti media cetak atau televisi yang bisa ditutup).


Menurut sensus tahunan yang diadakan oleh CPJ itu 56 dari 125 orang pekerja media (atau sekitar 46%) yang dipenjarakan sekarang ini adalah para blogger, wartawan-wartawan web atau para editor online.


Angka ini terus meningkat sejak hukuman penjara pertama terhadap wartawan online telah terdata oleh orgnisasi ini pada sensus mereka di tahun 1997, seperti yang disampaikan jurubicara CPJ.


Wartawan media cetak termasuk kelompok paling besar berikutnya, yakni 53 orang dipenjarakan dalam tahun 2008, kata survei, yang terhitung itu hanya wartawan-wartawan di dalam penjara hingga tanggal 1 Desember 2008, dan mereka yang dipenjarakan dan kemudian dibebaskan lebih dulu dalam tahun ini juga.


Jurnalisme online sudah mengubah cara pandang media dan cara kita berkomunikasi satu sama lain. Dan kekuatan serta pengaruh dari generasi baru wartawan-wartawan online telah menyita perhatian pemerintah-pemerintah yang represif di seluruh dunia yang segera mengadakan serangkaian penangkapan-penangkapan.


Negara China, menurut sensus adalah negara paling buruk yang memenjarakan wartawan-wartawannya selama sepuluh tahun terakhir, mereka telah memenjarakan 28 orang wartawan tahun ini, yang mana 24 orang adalah wartawan online. Dan bagi kita yang berada di Indonesia, bersyukurlah bahwa pemerintah kita tidak serepresif pemerintah negara-negara lain itu. Padahal kita mengetahui tidak sedikit bermunculan situs-situs yang sudah keluar dari pakem kode etik jurnalistik, yakni situs-situs yang berisi hujatan-hujatan terhadap agama tertentu, situs-situs pornografi, mengritik dengan pedas kebijaksanaan pemerintah dan lain-lain.


Kenaikan angka wartawan online yang dipenjarakan dicerminkan oleh peningkatan wartawan lepas yang dipenjara sebanyak 45 orang, kebanyakan dari mereka adalah bekerja secara online yang sekarang ini berada dalam penjara.


Tenaga lepas ini bukanlah karyawan dari perusahaan media dan mereka sering kali tidak mempunyai sumber-sumber berita yang legal atau koneksi politik yang akan menolong mereka untuk mendapatkan kebebasan. Jumlah tenaga lepas yang dipenjarakan telah meningkat lebih dari 40 % dalam dua tahun terakhir.


Untuk lebih jelasnya mengenai semua wartawan yang tertangkap di seluruh dunia sejak tahun 2000 dapat dibaca di situs CPJ.

Sabtu, Oktober 18, 2008

Tips : Cara Praktis dengan Online Mengetahui Bioritme Kita dan Selebritis Pujaan

Bisakah Anda membayangkan kalau sekarang juga kita bisa membandingkan kondisi emosional, fisik dan intelektualitas kita dengan para selebritis dunia? Kita bisa mengetahui berapa persen kecocokan perasaan dan pemikiran kita dengan mereka


Penasaran ingin tahu bagaimana caranya? Berikut ini adalah penjelasannya.


Apakah Bioritme itu?


Sebelum saya memberikan cara praktis tersebut, Anda perlu tahu dulu apakah Bioritme itu. Bioritme adalah suatu episode waktu yang reguler dan beradaptasi berdasarkan kondisi fisiologi atau tubuh manusia selama manusia hidup, mempengaruhi kebiasaan hidup, aktivitas kehidupan dan keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan, sedangkan pengaruh siang-malam dan manusia lain dalam hal ini tidak diperhitungkan.


Ada 3 siklus utama dalam bioritme yaitu :


- Siklus fisik adalah respon selama 23 hari terakhir.

- Siklus emosi adalah respon selama 28 hari terakhir.

- Siklus intelektual adalah persepsi selama 33 hari terakhir.


Perjalanan grafik setiap siklus independen atau tidak saling mempengaruhi untuk memberi gambaran atau prediksi pola kebiasaan dan aktivitas hidup. Siklus kembali berulang setiap periode berakhir dari fenomena ke fenomena lain dan dari waktu ke waktu sepanjang tahun selama hidup dari mulai lahir sampai kematian.


Setengah dari fase awal setiap periode adalah positif dan merupakan aktivitas dan setengah fase akhir setiap periode adalah regenerasi. Titik kritis merupakan awal dari setiap fase sebagai titik nol yang menggambarkan fluktuasi energi dan mengakibatkan respon rendah atau terlalu agresif yang dapat mengakibatkan kecelakaan ataupun keputusan yang buruk.


Siklus fisik dalam 23 hari


Awal siklus fisik adalah energi yang kuat dan terasa kehidupan sangat bertenaga, potensi fisik terasa maksimal – vitalitas tinggi, dan setelah hari ke-7 terjadi penurunan menuju ke ½ fase negatif yang memberi ketidakseimbangan, tergambar dari keadaan fisik menurun, rasa tidak enak badan dan mudah lelah dan tidak bergairah. Pada hari ke-18 mulai naik ke arah titik kritis.


Siklus emosi dalam 28 hari


Dimulai dengan perasaan kooperatif dengan orang lain, optimistik mengahadapi setiap permasalahan, rasa sosial dan berhubungan dengan orang lain, dan kreatifitas yang membaik selama 8 hari dan kemudian menurun sampai hari ke 15 merupakan titik kritis menuju ke ½ fase negatif yang dipenuhi perasaan tegang, mudah tersinggung, perasa, dan stress. Titik terendah pada hari ke 22 dimana kondisi emosi makin rendah dan kembali berubah menuju ke fase positif berikutnya.


Siklus intelektual dalam 33 hari


Siklus ini dimulai dari pola positif selama 9 hari dengan kemampuan persepsi yang tinggi, penjelasan dan aktivitas intelektual yang makin meningkat terutama dalam logika menghadapi permasalahan, hal ini menggambarkan kerja otak yang efisien. Kondisi ini kemudian menurun sampai hari ke-17 hingga melampui titik kritis. Fase negatif memberi gambaran berupa keadaan sulit berpikir, sulit mengerti dan logika yang rendah sampai hari ke-26, kemudian grafik meningkat lagi ke fase berikutnya.


Bagaimana cara menghitung bioritme?


● merupakan suatu perhitungan jumlah hari dalam bulan dan tahun yang distandarkan 365 hari per tahun.

● dimulai dari hari kelahiran (hari, bulan, tahun).

● dihitung siklus fisik selama 23 hari, siklus emosi 28 hari dan siklus intelektual 33 hari.

● setiap perhtitungan dibagi dalam titik desimal terendah sebelum nol pada setiap siklus.

● Daftar tahun kabisat : …, 1968, 1972, 1976, 1980, 1984, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, dan seterusnya ditambahkan empat tahun.


Contoh :

Mr. X lahir 20 November 1970 ingin melihat kondisi bioritmenya pada tanggal 30 November 2007.


Cara menghitungnya :

- Umur 37 tahun (2007-1970) ditambah sekian hari :

- 365 hari dalam 1 tahun x 37) sama dengan 13505 hari

- Hari tambahan (30 November – 20 November) = 10 hari

- Ada 9 tahun kabisat antara tahun 1970 sampai dengan 2007 = 9 hari

- Hari lahir = 1 hari

- Maka total = 13525 hari


● Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan kalkulator dengan cara dilakukan pembagian, lalu tekan tanda sama dengan berkali-kali sampai sisa angka bulat bukan nol di akhir desimal sebelum angka 0.


- Siklus fisik : 13525 / 23 hari ke 1

- Siklus emosi : 13525 / 28 hari ke 4

- Siklus intelektual : 13525 / 33 hari ke 29


Penjelasan :

Pada tanggal 30 November 2007 siklus fisik Mr. X mempunyai nilai 1 berarti masih dalam keadaan terus membaik sampai hari ke-7 (titik puncak keprimaan fisik), kemudian baru akan menurun setelah itu. Untuk siklus emosinya mempunyai nilai 4 berarti kondisi terus membaik sampai hari ke-8 (titik puncak keprimaan emosi), setelah itu baru mulai mengalami penurunan. Sedangkan siklus intelektualnya mempunyai nilai 29, berarti dalam kondisi mulai menaik setelah melalui titik terendah 26. Namun ini masih berada pada kondisi kritis.


Cara praktis dan online mengetahui bioritme


Tentu saja saya tidak bermaksud mengajak Anda menghitung bioritme secara manual seperti di atas. Selain bisa terjadi kekeliruan juga cukup makan waktu dan pikiran, kan? Jadi biar mudah dan cepat berikut ini dihadirkan cara mudah dan praktis untuk mengetahui bioritme tersebut, yaitu :


1. Anda harus menglik pada Link ke-1 atau Link ke-2. Karena kedua link ini berbahasa Inggris, maka penjelasan makna bioritme harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tapi jangan kuatir, karena Anda tinggal kopi-paste kalimat dalam bahasa Inggris tersebut ke link penerjemah dan diterjemahkan di sana. Mudah, kan ?


2. Link ke-1 menayangkan tampilan yang sederhana. Pilih bulan lahir pada pilihan yang tersedia, lalu isikan tanggal dan tahun lahir. Kemudian isikan pilihan bulan kapan target bioritme serta tanggal dan tahunnya – hari yang diinginkan untuk diketahui bioritmenya. Setelah itu klik pada kata “compute”, maka gambar grafik bioritme akan segera ditampilkan.


3. Link ke-2 menayangkan tampilan lebih bagus. Langkah pengisian bulan, tanggal dan tahun lahir serta kapan target tujuan sama dengan link ke-1, kecuali ada penambahan rentang waktu pilihan, apakah 14, 28 dan 56 hari. Selanjutnya untuk melihat gambar grafik bioritme Anda harus menglik pada tombol “FREE Chart”.


Pada Link ke-2 ini Anda juga bisa melihat grafik bioritme para selebritis yang namanya sudah tercantum di sana, cukup dengan menglik nama mereka. Juga bisa dilakukan perbandingan antara bioritme kita dengan bioritme para selebritis tersebut. Caranya klik dulu nama selebritisnya dan lihat grafik bioritmenya. Lalu pada bagian sebelah kanan terdapat bagian "Your Compatibility with "nama si selebritis". Isikan bulan, tanggal dan tahun lahir kita, lalu klik "View Compatibility". Atau bisa juga kita melihat grafik bioritme kita terlebih dulu, baru kemudian klik nama selebritisnya langsung, maka grafik perbandingan akan terlihat.


Selain itu kita juga bisa membandingkan grafik bioritme kita dengan siapa saja. Caranya setelah kita melihat grafik bioritme kita, lalu kita isikan pada bagian "Your compability with "nama kita" bulan, tanggal dan tahun nama orang lain, pasangan kita misalnya, lalu klik "View Compatibility" untuk melihat hasilnya. Atau sebaliknya dicari grafik bioritme orang lain dulu, baru diisikan bulan, tanggal dan tahun lahir kita, maka kita akan segera tahu bagaimana perbandingan siklus fisik, emosi dan intelektual kita.


4. Cara membaca gambar grafiknya :


- Areal 0% sampai + 100% adalah kondisi bagus.

- Areal 0% sampai – 100% adalah kondisi buruk.

- Garis menaik dari 0% ke ke 100% berarti kondisi terus membaik sampai kondisi prima.

- Garis menurun dari + 100% ke 0% bermakna kondisi terus menurun tapi masih dalam kondisi baik.

- Garis menurun dari 0% ke – 100% berarti kondisi terus memburuk sampai keadaan terburuk di – 100%.

- Garis menaik dari – 100% ke 0% adalah kondisi yang membaik tetapi masih dalam kondisi buruk.

- Garis sumbu vertikal di tengah adalah tanggal hari yang diinginkan untuk diketahui kondisinya. Angka negatif di sebelah kiri adalah tanggal hari sebelumnya dan angka positif adalah tanggal hari sesudahnya.


Apakah kegunaan grafik bioritme?


Anda mungkin bertanya-tanya: apa, sih gunanya kita mengetahui siklus kehidupan yang disebut bioritme itu? Kegunaannya adalah :


1. Kita bisa memahami kondisi biologis kita atau orang terdekat kita dengan akurat dan tepat waktu.


2. Pemahaman akan kondisi biologis berupa siklus fisik, emosi dan intelektual ini akan berguna untuk menciptakan perasaan saling memahami dan mengerti antara kita dengan orang terdekat kita.


3. Dapat dijadikan patokan untuk menyusun rencana kerja, atau pun kegiatan lainnya dalam kehidupan kita secara pribadi maupun bersama-sama dengan orang lain di sekitar kita. Misalnya pada saat siklus fisik kita menurun dan cenderung jelek, kita bisa menghindari perjalanan jauh maupun kegiatan yang memerlukan tenaga lebih.


Nah, selamat mempelajari bioritme Anda dan orang terdekat Anda. Semoga benar-benar berguna untuk semua. Salam.

Minggu, September 07, 2008

Buku Pelajaran Elektronik, Solusi Murah atau Mahal?


Setiap tahun ajaran baru permasalah buku pelajaran di setiap jenjang sekolah selalu menjadi masalah bagi orang tua siswa. Dari permasalahan berganti-gantinya buku pelajaran karena adanya permainan antara penerbit dan pihak sekolah, sampai permasalahan mahalnya harga buku pelajaran karena harganya selalu bertambah mahal dari tahun ke tahun.

Sekarang ini sepertinya permasalah tersebut tidak akan terjadi lagi. Karena pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sudah mengeluarkan buku pelajaran on line yang bisa dibaca maupun diunduh (download) secara bebas melalui internet di alamat situsnya adalah http://bse.depdiknas.go.id/ . Orang tua murid, siswa atau siapa saja hanya membutuhkan pendafataran di situs tersebut untuk mendapatkan nama pengguna (user id) dan kata kunci (password) untuk memasuki (log in) situs itu.

Pengguna hanya membutuhkan waktu beberapa detik sudah bisa membaca, mengunduh, menggandakan (copy – paste), sampai mencetak (print) seluruh isi buku dengan bebas. Dijamin tidak akan melanggar hak cipta karena sudah dibebaskan dari hal tersebut. Bahkan buku hasil unduhan di situs tersebut bisa diperbanyak dan diperdagangkan, tapi kata Kepala Sub Dinas Bina Program Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Rudi Ikhwansyah, Sabtu (6/9), asalkan dengan proyeksi keuntungan yang tidak melebihi 15 persen sesuai dengan ketentuan Mendiknas.

Lebih murah atau lebih mahal?

Mari kita berhitung-hitung seandainya kita mengunduh dan mencetak (print) buku on line tersebut. Sebagai contoh adalah buku mata pelajaran IPS untuk tingkat SMP kelas 7 yang berjumlah 229 halaman. Kalau siswa atau orang tua siswa yang tidak memiliki komputer dan tidak bisa berinternet, maka berarti dia harus ke warung internet terdekat dan mencetak di sana. Harga ngenet per 1 jam misalnya Rp.4.000,- ditambah biaya cetak (print) sebesar misalnya Rp. 500,- per lembar. Berarti perhitungan menjadi: Biaya internet Rp.4.000,-, karena waktu untuk mengunduh tidak lama, simpan di harddisk lalu cetak. Biaya cetak Rp. 500,- dikalikan 229 lembar halaman menjadi Rp. 114.500,-. Ditambahkan dengan biaya internet menjadi Rp.118.500,-. Wow! Mahal sekali hanya untuk sebuah buku pelajaran sekolah!

Tapi tenang saja, karena masih ada jalan keluarnya, yakni dengan cara kegiatan mengunduh dan mencetak buku ini dilakukan secara urunan atau patungan dengan oleh beberapa orang siswa atau orang tua siswa. Biaya internet, cetak dan biaya perbanyakannya (fotokopi) bisa dibagi agar menjadi lebih ringan. Untuk hal tersebut seandainya biaya fotokopi per lembar adalah Rp.100,- berarti untuk 229 halaman dikali 29 siswa, berarti dibutuhkan dana tambahan sebesar Rp. 664.100,-, sehingga seluruh biaya menjadi Rp.118.500 ditambah dengan Rp.664.100,- sama dengan Rp.782.600,-. Jadi apabila 29 siswa ditambah 1 siswa pertama menjadi 30 siswa, berarti masing-masing hanya akan dibebani biaya Rp.782.600 dibagi 30 siswa sama dengan Rp.26.086,- per buku. Nah, ternyata bisa lebih murah dari harga buku paket aslinya yang rata-rata di atas Rp.30.000,-.

Solusi lain yang lebih tepat adalah dengan bekerja sama dengan percetakan dimana percetakan bisa mengunduh (down load) di internet tanpa kena biaya royalti asalkan mengambil keuntungannya tidak boleh lebih dari 15 %. Jika diproduksi secara massal tentu akan bisa lebih murah lagi.

Ayo, mari dimanfaatkan fasilitas baru ini. Selain bisa dipermurah dari harga buku aslinya juga tidak akan melanggar UU Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual seperti kalau difotokopi dari buku aslinya.

Sumber: Harian Pagi Banjarmasin Post tanggal 07 September 2008