Rupanya dampak insiden pelemparan sepatu oleh wartawa Irak, Muntadar Al-Zaidi terhadap Presiden USA George W. Bush sampai ke Indonesia.Dampak berupa pobia lemparan sepatu kepada pejabat negara ini terjadi di saat hendak diadakan acara rutin Wakil Presiden Jusuf Kalla setiap Jumat yakni memberikan keterangan kepada pers. Dan yang terkena dampak tentu saja para wartawan.
Pada saat menjelang jumpa pers tersebut, Pasukan Pengamanan Presiden (Secret service-nya Indonesia) masuk ke ruangan tempat para wartawan berkumpul.Salah satu anggota Paspampres menegur salah seorang wartawan yang sedang menunggu kehadiran Kalla dengan berkata, “Tolong diikat sepatunya.”
Pada awalnya para wartawan tidak begitu memperhatikan teguran tersebut karena dikira sedang bercanda.Tetapi petugas pampapres tersebut kembali menegaskan perintahnya, “Amankan sepatunya, ya.”Para wartawan pun terdiam.Namun yang membuat para wartawan kesal bukan instruksi mengikat tali sepatu itu, tetapi acara jumpa pers itu tenyata dibatalkan tanpa alasan apa pun.
Saat bertemu dengan para wartawan dari News Safety Institute di Istana Wakil Presiden, Selasa lalu, Kalla sempat bercanda.“Nanti sepatu wartawan harus diikat.Jangan-jangan ada yang mau melempar sepatu ke saya,” ujarnya.
Tetapi tidak dijelaskan bagaimana kalau sepatu yang dikenakan wartawan tidak menggunakan tali, apakah mesti dicopot ketika memasuki ruang pertemuan?
Oh, ya, karena saya belum menemukan istilah psikologi untuk pobia lemparan sepatu tersebut, maka saya beri nama abiciocalceolariusphobia (abicio = yang dilemparkan, calceolarius = sepatu, phobia = rasa takut).
Kali ini kasus pelemparan sepatu oleh wartawan Irak, Muntadar Al-Zaidi kepada Presiden George Walker Bush pada saat konfrensi pers dengan PM Irak Nouri Maliki di Irak dibuat game.Yang menjadi perhatian oleh pembuat game adalah ketidaksigapan pengawal presiden Bush (Secret Service) yang sampai pada pelemparan kedua baru terlihat berdiri melindungi Bush.Kayaknya Bush sudah tidak dianggap, ya?
Nah, pada game dengan judul Bush’s Boot Camp itu anda akan bermain sebagai petugas Secret Service yang menembak ke arah pelempar sepatu.Apabila tembakan anda meleset, dan indikator nyawa Bush berkurang hingga menjadi 0, maka anda kalah.Game ini dimaksudkan sebagai pelatihan bagi petugas Secret Service untuk bekerja lebih baik, demikian harapan si pembuat game.
Game On Line dari PopJam
Tapi saya belum bisa menghadirkan game tersebut untuk anda.Sebagai gantinya sebuah situs komedi membuatkan untuk anda sebuah game lucu berjudul Sock and Awe. Di dalam game ini anda berperan sebagai wartawan yang melemparkan sepatu kepada Bush.Lempar sebanyak-banyaknya dan tentu saja harus kena, untuk mendapatkan skor yang tinggi dalam 30 detik.
"Ini adalah ciuman selamat jalan dari rakyat Irak, Anjing!”, katanya sebelum melemparkan sebuah sepatu ke arah Bush, namun meleset.
Kemudian dengan lemparan sepatu yang kedua, yang mana presiden Bush juga berhasil menghindar, Zaidi berkata lagi: "Dan yang ini adalah untuk para janda dan yatim piatu dan semua yang terbunuh di Iraq."
Kemudian Zaidi bergumul di lantai dengan personil keamanan yang berusaha menariknya untuk menjauh.
Pemimpin kantor Al-Baghdadiya mengatakan Associated Press bahwa ia tidak bisa menebak apa yang telah memprovokasi Zaidi untuk menyerang President Bush, meski ada laporan-laporan yang mengatakan Zaidi pernah mengalami sebuah penculikan oleh milisi dan diserang habis-habisan.
"Saya berusaha untuk mengontak Muntadar sejak peristiwa itu, namun sia-sia," kata Fityan Mohammed. "Teleponnya dimatikan."
Para wartawan berkata serangan itu adalah simbolis. Menunjukkan sol sepatu kemuka seseorang adalah simbol sebuah penghinaan di dalam budaya Arab. Orang Irak melemparkan sepatu-sepatu dan menjadikannya sebagai kebiasaan terhadap patung Saddam Hussein setelah dia digulingkan.
Mungkin karena tulisan-tulisan mereka telah menjatuhkan kredibilitas penguasa atau dianggap membahayakan keamanan nasional, sehingga tidak ada jalan lain selain mereka harus dipenjarakan (saya yakin karena media online tidak bisa dibreidel, tidak seperti media cetak atau televisi yang bisa ditutup).
Menurut sensus tahunan yang diadakan oleh CPJ itu 56 dari 125 orang pekerja media (atau sekitar 46%) yang dipenjarakan sekarang ini adalah para blogger, wartawan-wartawan web atau para editor online.
Angka ini terus meningkat sejak hukuman penjara pertama terhadap wartawan online telah terdata oleh orgnisasi ini pada sensus mereka di tahun 1997, seperti yang disampaikan jurubicara CPJ.
Wartawan media cetak termasuk kelompok paling besar berikutnya, yakni 53 orang dipenjarakan dalam tahun 2008, kata survei, yang terhitung itu hanya wartawan-wartawan di dalam penjara hingga tanggal 1 Desember 2008, dan mereka yang dipenjarakan dan kemudian dibebaskan lebih dulu dalam tahun ini juga.
Jurnalisme online sudah mengubah cara pandang media dan cara kita berkomunikasi satu sama lain.Dan kekuatan serta pengaruh dari generasi baru wartawan-wartawan online telah menyita perhatian pemerintah-pemerintah yang represif di seluruh dunia yang segera mengadakan serangkaian penangkapan-penangkapan.
Negara China, menurut sensus adalah negara paling buruk yang memenjarakan wartawan-wartawannya selama sepuluh tahun terakhir, mereka telah memenjarakan 28 orang wartawan tahun ini, yang mana 24 orang adalah wartawan online.Dan bagi kita yang berada di Indonesia, bersyukurlah bahwa pemerintah kita tidak serepresif pemerintah negara-negara lain itu.Padahal kita mengetahui tidak sedikit bermunculan situs-situs yang sudah keluar dari pakem kode etik jurnalistik, yakni situs-situs yang berisi hujatan-hujatan terhadap agama tertentu, situs-situs pornografi, mengritik dengan pedas kebijaksanaan pemerintah dan lain-lain.
Kenaikan angka wartawan online yang dipenjarakan dicerminkan oleh peningkatan wartawan lepas yang dipenjara sebanyak 45 orang, kebanyakan dari mereka adalah bekerja secara online yang sekarang ini berada dalam penjara.
Tenaga lepas ini bukanlah karyawan dari perusahaan media dan mereka sering kali tidak mempunyai sumber-sumber berita yang legal atau koneksi politik yang akan menolong mereka untuk mendapatkan kebebasan. Jumlah tenaga lepas yang dipenjarakan telah meningkat lebih dari 40 % dalam dua tahun terakhir.
Untuk lebih jelasnya mengenai semua wartawan yang tertangkap di seluruh dunia sejak tahun 2000 dapat dibaca di situs CPJ.
Menggambarkan sosok wartawan warga pada dasarnya berbicara mengenai fungsi dan peran wartawan warga, dan itu berarti tidak terlepas dari membicarakan fungsi dan peran jurnalisme warga itu sendiri.Sebagai habitat resmi para wartawan warga, penjelasan fungsi dan peran jurnalisme warga sangat menentukan dalam memberikan gambaran sosok, fungsi dan peran seorang wartawan warga.
Berbagai definisi jurnalisme warga
Ada banyak definisi jurnalisme warga yang berhasil ditemukan, namun agar menjadi mudah maka dipaparkan 3 definisi yang mungkin bisa mewakili gambaran jurnalisme warga secara utuh, yakni :
Jurnalisme warga, yang juga dikenal sebagai publik atau jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokratik, adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi," demikian definisi Jurnalisme Warga oleh Shayne Bowman dan Chris Willis dalam laporannya We Media: How Audiences are Shaping the Future of News and Information. Mereka berkata, "Tujuan darikeikutsertaan ini adalah untuk menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan akan demokrasi". Pengertian Jurnalisme Warga – seharusnya Jurnalisme Warganegara sebagai terjemahan dari Citizen Journalism – tidak boleh dikacaukan dengan Jurnalisme Kewarganegaraan (Civic Journalism), yang dipraktekkan oleh wartawan-wartawan profesional. Jurnalisme warga adalah bentuk yang spesifik dari media warga dimana warga berperan sebagai pengguna sekaligus penghasil isi.
Berita dan komentar dari publik secara luas. Menggunakan situs wiki dan blog-blogs, siapapun dapat memberikan kontribusinya berupa informasi tentang peristiwa yang ada.Juga dikenal sebagai "jurnalisme warga berkolaborasi" (collaborative citizen journalism/CCJ), "media akar rumput"atau "penerbitan pribadi". Konsep di balik jurnalisme warga adalah banyaknya sukarelawan yang membantu untuk memastikan bahwa informasi itu lebih akurat dibanding kalau dilaporkan hanya oleh satu sumber saja.
Ketika orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai pemirsa media pers mempunyai kekuatan kontrol untuk berbagi informasi satu sama lain sesama pemirsa media pers, maka itulah jurnalisme warga.
Jenis-jenis Jurnalisme Warga
Di internet kita bisa menemui berbagai situs dan blog yang mempunyai berbagai bentuk dan penampilan.Namun dari semua bentuk dan penampilan yang beragam tersebut dapat digolongkan menjadi 6 jenis (Artikel di Online Journalism Review oleh J. D.Lasica, tahun 2003), yaitu:
1.Partisipasi pemirsa, yakni komentar-komentar yang diberikan oleh pengguna yang dihubungkan dengan kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto-foto atau video dari kamera pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh sebuah komunitas masyarakat)
5.Berbagai jenis lainnya yang lebih kecil, seperi mailing lists dan email newsletters.
6.Situs siaran pribadi, seperti situs siaran video KenRadio.
Sedangkan Terry Flew seorang teoris media baru menyatakan bahwa ada 3 unsur kritis atas kebangkitan jurnalisme warga dan media warga, yang bisa menjadi 3 ciri utama jurnalisme warga, yakni:
1.Publikasi yang bersifat terbuka
2.Pengeditan yang bersifat kolaborasi sesama pengguna.
3.Pendistribusian isi.
Siapakah yang disebut wartawan warga?
Setelah menyimak berbagai definisi jurnalisme warga di atas, saya yakin anda sudah memiliki sedikit gambaran bagaimanakah sosok seorang wartawan warga.Namun barangkali masih ada yang bertanya-tanya, apakah saya yang sering membuka situs jurnalisme warga dan memberi komentar-komentar bisa disebut wartawan warga?
Kalau boleh saya menyimpulkan sebuah definisi dari wartawan warga berdasarkan keseluruhan penjelasan sebelumnya tentang jurnalisme warga, maka kesimpulan saya mengenai definisi wartawan warga adalah:
Orang yang bertindak secara non-profesional dan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian, dan penyebaran berita dan informasi, dengan tujuan menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan akan demokrasi serta memberikan komentar-komentar atas berita-berita tersebut pada situs-situs jurnalisme warga atau blog-blog.
Namun seorang wartawan warga tidak bisa berdiri sendiri.Karena di dalam sebuah jurnalisme warga terdapat berbagai kegiatan yang memerlukan peran aktif banyak pihak, baik berupa kontribusi tulisan maupun partisipasi memberi komentar – termasuk juga peran administrator, maka wartawan wargaadalah merupakan sebuah komunitas bukan individualitas.Dengan kata lain seorang wartawan warga tidak bisa menjalankan peran aktifnya tanpa keberadaan dan peran wartawan warga yang lain.
Kembali ke pertanyaan awal di alenia pertama bagian ini, apakah seseorang yang sering membuka situs jurnalisme warga dan memberikan komentar-komentarnya bisa disebut wartawan warga?
Apabila kita mengembalikan ke definisi wartawan warga di atas, maka yang bersangkutan masih belum bisa disebut seorang wartawan warga secara utuh, dikarenakan dia baru menjalankan peran sebagai partisipator dengan memberikan komentar-komentar atas tulisan-tulisan.Peran wartawan warganya akan lengkap apabila dia juga berperan sebagai konstributor yang ikut menyumbangkan tulisan-tulisan. Artinya apabila seseorang secara aktif menyumbangkan tulisan-tulisannya ke situs jurnalisme warga dan juga memberikan komentar-komentar, maka dia secara lengkap bisa disebut sebagai seorang wartawan warga.
Kalau orang yang bekerja sebagai penulis untuk sebuah harian disebut wartawan atau jurnalis, maka orang yang menulis di citizen jurnalism website atau situs jurnalisme warga akan disebut citizen jurnalist, jurnalis warga atau wartawan warga.
Perlu diketahui bahwa wartawan warga mempunyai latar belakang profesi yang berbeda-beda, sehingga membuat sedikit kesulitan untuk menentukan suatu metode pelatihan yang pas untuk kemudian dipraktekkan secara nyata. Tetapi, tidak ada sedikitpun keraguan bahwa dengan sebuah pelatihan kecil – seperti yang akan diselenggarakan oleh administrator Wikimu dengan judul Mentoring Menulis via Online – seorang wartawan warga dapat memperbaiki mutu dari kisah yang akan ditulis, mengatasi kejemuan untuk menulis, atau ingin memperluas pengetahun dengan saling berbagi sesama wartawan warga.
Yang pertama-tama harus diingat dan diperhatikan adalah seorang wartawan warga mempunyai dua tugas penting: Pertama dia harus berusaha untuk meningkatkan komitmen dan partisipasi kewarganegaraannya. Seorang wartawan warga sangat perlu melatih dirinya untuk memiliki sikap yang benar agar dapat berperan untuk peningkatan kepahamannya akan kewajiban dan hak-hak sebagai warga negara.Kedua seorang wartawa warga hendaknya menularkan pemahamannya itu kepada warga negara lainnya dengan baik melalui tulisan-tulisannya.
Untuk melatih diri sebagai seorang wartawan warga, kita harus memahami bahwa yang pertama dituntut dari diri kita adalah menghasilkan isi tulisan yang terpercaya, akurat dan adil. Kewartawanan warga harus lebih dari sekedar pembungkus berita dan ide, dan mencampurnya dengan kepentingan pribadi serta atribut-atribut yang diharapkan.
Seorang wartawan warga perlu untuk mengapresiasi bahwa apapun yang dibuatnya, baik berupa tulisan atau foto harus terpercaya, dan jangan sampai memancing terjadinya sebuah kejahatan sosial. Dengan cara itu, seorang wartawan warga dapat secara efektif berperan dalam ruang lingkup yang lebih luas.
Sebagai seorang wartawan warga yang bercita-cita tinggi, langkah kunci dalam memasuki pelatihan adalah memiliki sebuah pemahaman yang jelas akan hal-hal yang diterima dengan cara mempraktekkannya.
Seorang wartawan warga sebenarnya adalah sebuah jembatan penghubung antara tugas-tugas kewartawanan secara profesional dengan keikutsertaan warganegara secara langsung.Beberapa sudut pandang wartawan media umum seringkali tidak membawa secara penuh pesan-pesan dari hati masyarakat, maka adalah tugas wartawan warga untuk menyampaikan dan menyajikannya untuk diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah yang berkuasa umpamanya.
Keberpihakan seorang wartawan warga adalah hal yang sulit untuk dihindari.Namun alangkah baiknya apabila seorang wartawan warga melatih diri untuk menghindari keberpihakan itu.Pendalaman akan materi yang akan ditulis serta keterkaitan dengan hukum yang berlaku serta dampak-dampak yang mungkin terjadi, harus menjadi dasar pemikiran utama sebelum seorang wartawan warga menerbitkan tulisannya.
Seorang wartawan warga harus melatih diri untuk memiliki kesadaran akan akibat-akibat yang mungkin terjadi di tengah masyarakat sebagai pengaruh langsung dari pemikiran-pemikiran yang sedang ditulisnya.
Prinsip, norma dan kode etik kewartawanan yang profesional bisa menjadi bahan acuan seorang wartawan warga untuk dapat menulis dengan tujuan, ketelitian, kebenaran dan kewajaran.
Bagaimanapun, seorang wartawan warga harus menyampaikan dengan lugas, jelas dan tegas, pemikiran, pengamatan, gagasan dan pengalaman atas hal-hal yang dibahasnya.Dan juga meyakinkan pembacanya bahwa yang disajikannya adalah buah pemikiran yang bersih dari keterikatan politik, gender, budaya dan ras.
Dengan membebaskan diri dari bias-bias, seorang wartawan warga mempunyai posisi yang lebih baik untuk mengatakan secara terbuka keseluruhan kisah yang sengaja disembunyikan kebenarannya oleh pihak tertentu dan secara sengaja menghambat kebebasan untuk mengungkapkannya.Namun dengan tetap memperhatikan dan menghindari dampak-dampak yang mungkin terjadi akibat dari tulisan yang dibuatnya.Jadi diperlukan kerja keras untuk melihat fakta-fakta yang tersembunyi dibalik sebuah berita.
Kunci lain yang penting adalah melatih diri untuk selalu melakukan riset yang mendalam atas isu-isu yang ada.Banyak membaca buku, literatur-literatur, dan sering menjelajahi duni maya dan mencari situs-situs terkait adalah upaya-upaya yang sebaiknya secara rutin dilakukan.Situs-situs tersebut adalah sebuah perpustakaan maha besar yang memberikan banyak informasi sebagai bahan kajian dalam membuat sebuah tulisan.
Adalah tugas seorang wartawan warga untuk menyaring fakta-fakta dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang terpercaya. Riset yang mendalam membantu ke arah membuat tulisan yang lebih baik.
Kesimpulannya adalah seorang wartawan warga harus dengan sadar bahwa dia bertanggung jawab sebagai transmisi ide-ide dan pengetahuan. Sebagai bukti rasa tanggung jawab itu, maka seorang wartawan warga harus meneliti fakta-fakta, menulis kebenaran, namun dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.Selamat berjuang.