Tampilkan postingan dengan label Pergaulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pergaulan. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 07, 2008

Penghargaan Privasi di Dalam Rumah Tangga


Pernah tayang di Wikimu pada Kanal Opini, Senin 01-09-2008 15:09:01

Pelanggaran terhadap privasi seseorang sering terjadi di tengah masyarakat, terutama pemberitaan-pemberitaan media yang dengan mudah mengupas keburukan-keburukan seseorang padahal belum ada kejelasan hukum yang dapat dijadikan alasan untuk menyampaikannya ke tengah publik atau masih berupa dugaan atau praduga.

Sebaliknya hak untuk berprivasi sering kali menjadi kata kunci sebagai legalisasi menyembunyikan perbuatan-perbuatan yang melanggar norma agama atau pun sosial di tengah masyarakat. Biasanya seseorang akan bersembunyi di balik hak privasinya untuk menutup-nutupi perbuatan buruknya, padahal secara hukum perbuatan buruk tersebut seharusnya bisa dipersalahkan dan dituntut secara hukum.

Berikut kita akan membahas mengenai keberadaan hak privasi di dalam rumah tangga dan implementasinya di dalam kehidupan sehari-hari.

Pelanggaran hak privasi sebagai salah satu sebab terjadinya KDRT

Adalah hak setiap manusia untuk dihargai keberadaannya di muka bumi ini. Tidak dibenarkan tindakan sewenang-wenang terhadap hak hidup apalagi sampai membahayakan kehidupan seseorang. Permasalahan kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak-anak sudah mendapatkan porsi yang cukup baik di mata masyarakat dan pemerintah. Untuk kedua hal tersebut pemerintah telah mengeluarkan peraturan berupa undang-undang yang melindungi hak-hak setiap individu di dalam masyarakat terutama di dalam sebuah keluarga, yakni UU No.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tapi ada satu hak yang masih belum tersentuh dan terlindungi oleh kedua undang-undang tersebut yakni hak privasi seseorang di dalam rumah tangga. Hak untuk dihormati kerahasiaan keberadaannya, kegiatan-kegiatannya, pilihan-pilihannya, hak untuk melakukan sesuatu yang pribadi dan menyimpan sesuatu yang rahasia. Seringkali kita mendengar bahwa pelanggaran terhadap hak privasi ini menjadi pangkal sebab terjadinya KDRT. Salah satu pihak merasa berhak mengontrol dan mengadakan pengawasan sedangkan pihak lain merasa mempunyai hak untuk berprivasi. Tidak adanya titik temu dalam memahami hak-hak privasi ini sebetulnya menjadi sebab terjadinya KDRT, namun ternyata tidak dibahas di dalam kedua undang-undang tersebut.

Apa sajakah definisi privasi itu ? Dan bagaimana implementasinya di dalam kehidupan sebuah rumah tangga ?

Ensiklopedi Wikipedia menyebutkan Privasi (Bahasa Inggris : privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi kadang dihubungkan dengan anonimitas walaupun anonimitas terutama lebih dihargai oleh orang yang dikenal publik. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan.

Di dalam rumah tangga batas-batas privasi seseorang yang harus dihargai sangat tidak jelas. Komitmen berupa keterbukaan di antara pasangan suami istri seringkali menjadi alasan hilangnya privasi individu dan ini kemudian menular kepada anggota keluarga lainnya di dalam satu rumah. Selain pasangan suami isteri sendiri, anak serta anggota keluarga lain yang bukan berhubungan darah pun turut menjadi korban. Tidak jelasnya batasan privasi yang harus dijaga berbuah keributan dan keretakan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Seorang anak, terutama yang sudah dewasa akan merasa keberatan apabila orang tuanya atau anggota keluarga lainnya memasuki kamar pribadi mereka tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Padahal di dalam kamar itu dia merasa aman untuk melakukan hal-hal pribadi dan tidak perlu diketahui oleh orang lain. Namun rasa keberatan ini seringkali tidak bisa terungkapkan dengan baik, terutama di dalam lingkungan rumah tangga yang tidak ada keterbukaan di dalam hubungan antar individunya.

Dengan alasan kontrol orang tua boleh dengan sebebas-bebasnya membongkar isi tas atau lemari anaknya. Padahal di dalam tas atau lemari tersebut tersimpan barang-barang yang berkaitan dengan privasi si anak, baik rahasia hubungan pribadinya dengan seseorang maupun hal-hal yang berkaitan dengan kegiatannya.

Begitu juga seorang isteri secara diam-diam membuka dompet atau tas kerja suaminya dan memeriksa isinya atau membuka ponsel dan memeriksa setiap nomor kontak dan pesan yang masuk atau keluar. Demikian juga halnya dengan seorang suami.

Meminta izin

Komitmen untuk saling terbuka di antara pasangan dan anggota keluarga lainnya, hendaknya dibarengi dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap privasi setiap individu di dalam rumah tangga tersebut.

Setiap individu juga hendaknya menjaga kepercayaan yang telah diberikan karena kepercayaan ini adalah landasan dari komitmen keterbukaan, yang apabila terjadi suatu kesalahan atau keteledoran, maka bisa berakibat hilangnya kepercayaan. Dan hilangnya kepercayaan akan mengakibatkan rasa curiga yang bisa berbuntut pelanggaran hak privasi individu di dalam rumah tangga tersebut.

Ada suatu cara yang sangat mudah namun seringkali sulit untuk dilakukan adalah meminta izin terlebih dulu kepada pasangan kita, anak atau anggota keluarga lainnya apabila harus melanggar batas-batas privasi mereka di dalam rumah. Apabila komitmen keterbukaan telah menjadi prinsip dalam membina hubungan antar personal di dalam suatu rumah tangga, biasanya tidak ada keberatan untuk sedikit melonggarkan privasinya dan bertoleransi terhadap keterbukaan. Apalagi memang tidak ada kesalahan atau kejahatan yang disembunyikan.


Selasa, September 02, 2008

Tips : Membaca Isi Hati Orang dengan Memahami Bahasa Tubuhnya

Pernah tayang di Wikimu pada Kanal Opini, Kamis 31-07-2008 08:56:13

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting saya kemarin berjudul Tips : Membaca Pikiran Orang (Curiga itu Payah, Waspada Ngga Salah). Bisa dilihat di warta terkait. Sedangkan maksud dari disajikannya tulisan ini adalah untuk membantu Anda agar bisa lebih memahami pikiran dan perasaan orang lain serta respon jujur dari lawan bicara atau orang di sekitar Anda. Karena Anda membutuhkan umpan balik yang jujur, bukan kepura-puraan, agar tindak lanjut yang akan diambil oleh Anda dalam suatu perencanaan, baik rencana membina hubungan dengan orang lain secara umum atau pribadi, hubungan bisnis maupun politik dapat berlangsung dengan baik dan tepat sasaran.

Bahasa tubuh (body language)

Bahasa tubuh (body language) merupakan alat komunikasi primitif yang sudah lama dipergunakan oleh manusia. Bahasa tubuh merupakan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya yang terjadi secara spontan dan merupakan hasil olah alam bawah sadar dalam upayanya mengekspresikan perasaan dan keinginan tersembunyi di dalam hati. Sejak manusia masih berupa bayi, perubahan mimik (ekspresi) wajah dan gerak anggota tubuh merupakan alat komunikasi antara si bayi dengan orang di sekitarnya. Karena seorang anak bayi masih belum bisa berkata-kata, maka bahasa tubuh menjadi bahasa utama dan penting sebagai alat pengungkap perasaan dan keinginannya yang harus dimengerti oleh orang di sekitarnya agar dapat memahami keinginan si bayi dan memenuhi kebutuhannya.

Beberapa contoh bahasa tubuh seorang anak bayi :

- Menggerak-gerakkan bibir dan mengecap-ngecapnya atau mengisap-isap jarinya : Salah satu tanda bahwa bayi sedang haus dan lapar.

- Memainkan lidah : Sedang senang, biasanya diikuti dengan menggerak-gerakkan tangan dan kaki.

- Telapak tangan menggenggam erat : Aku merasa udara dingin.

- Telapak Tangan membuka : Aku merasa udara hangat.

- Mengangkat kedua tangannya : Aku ingin digendong atau ingin bermain-main.

- Tersenyum : Aku sedang merasa senang dan bahagia karena terpuaskan keinginanku.

- Menangis : Aku sedang marah dan kesal karena tidak ada seorang pun yang memenuhi keinginanku.

- Menghentak-hentakkan kaki berarti perasaannya sedang meluap-luap. Apabila sambil tertawa berarti : Aku sedang merasa sangat senang dan bahagia yang luar biasa karena aku puas. Apabila sambil menangis berarti Aku merasa sangat marah dan kesal karena tidak ada orang yang memenuhi keinginanku.

Setelah manusia menjadi lebih dewasa dan mampu berkomunikasi dengan bahasa lisan secara fasih, bahasa tubuh masih merupakan alat komunikasi penting yang harus diperhatikan di dalam menjalin hubungan di antara sesama manusia. Ekspresi perasaaan dan keinginan yang muncul dari alam bawah sadar ini bisa menjadi tanda bagi kita dalam membaca isi hati lawan bicara kita. Bahkan seringkali ucapan kata-kata yang keluar dari mulut seseorang ternyata tidak bersesuaian dengan bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh gerak tubuh dan mimik wajahnya, atau dengan kata lain ada upaya menutup-nutupi perasaan yang sesungguhnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami bahasa tubuh :

1. Bagian-bagian tubuh yang harus diperhatikan seperti kepala dan wajah serta bagian-bagiannya, dan tubuh bagian bawah dan anggotanya seperti tangan dan kaki.

2. Perubahan mimik atau ekspresi wajah.

3. Gerakan tangan dan kaki.

4. Arah dan posisi tubuh.

5. Areal atau wilayah di dalam dan di luar tubuh.

Bahasa tubuh dalam pergaulan sehari-hari

1. Apabila Anda sedang berbicara dengan seseorang dan lawan bicara kita tampak melakukan hal-hal seperti berikut ini :

- Berbicara dan tidak berani bertatapan mata, biasanya setelah terjadi kontak mata sebentar langsung mengalihkan pandangan ke arah lain : Pada dasarnya dia tidak mau diketahui maksud hatinya yang sesungguhnya, kemungkinan juga ada rahasia yang disembunyikan.

- Berbicara sambil memegang-megang ujung hidung atau daun telinga dan biasanya tidak berani menatap mata kita : Kemungkinan besar dia sedang berbohong

- Apabila berbicara pada posisi berdiri dan dia tidak menghadapkan tubuhnya persis kearah Anda : Dia tidak begitu berminat berbicara dengan Anda, bahkan meremehkan Anda.

- Berbicara sambil melihat ke sekeliling : Dia sedang mencari seseorang atau sedang mencari perhatian orang-orang di sekitar.

- Berbicara sambil mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain : Dia berusaha menunjukkan statusnya.

- Berbicara sambil kedua tangan saling meremas atau salah satu tangan mengelus-elus tangan yang lain dan badan agak membungkuk : Dia sedang berusaha memperoleh rasa belas kasihan Anda.

- Mendengarkan Anda sambil memegang dagu dan mengelus-elusnya : Dia sedang berusaha menilai Anda dan apa yang Anda bicarakan.

- Mendengarkan Anda sambil menopang dagu dengan tangannya : Dia sedang memperhatikan Anda dan apa yang Anda bicarakan. Apabila dia bersikap seperti itu sambil mencibir dan sedikit mendongakkan kepala serta alis mengernyit : Dia sedang berpikir keras memahami pembicaraan Anda atau ada isi pembicaraan yang tidak sesuai dengan pemikirannya.

- Mendengarkan dengan salah satu tangan menopang kepala dengan jari telunjuk menyentuh pelipis : Dia sedang berpikir atau berusaha menunjukkan bahwa sedang menyimak pembicaraan Anda.

- Mendengarkan Anda sambil mengelus-elus lehernya, terkadang memandang ke arah lain : Dia sudah bosan berbicara dengan Anda atau dengan topik pembicaraannya.

- Mendengarkan Anda sambil garuk-garuk kepala : Dia terpaksa mendengarkan pembicaraan Anda atau terpaksa bertemu dengan Anda.

- Mendengarkan Anda tapi kedua telapak tangan ditekankan di atas paha atau lutut : Dia sudah ingin mengakhiri pembicaraan dan ingin meninggalkan tempat itu.

- Mendengarkan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri : Dia sedang tidak fokus dengan pembicaraan dan suka minta perhatian orang atau sedang mencari seseorang.

- Mendengarkan Anda dengan kedua mata terbuka lebar menatap Anda : Dia berminat dengan Anda atau pembicaraannya.

- Mendengarkan sambil kedua tangan bersedekap di dada dan/atau kedua kaki disilangkan : Apabila tatapannya tajam, maka hati-hati ada pembicaraan Anda yang agak bertentangan dengannya atau cara Anda berbicara yang tidak disukainya. Apabila dia sering menoleh ke arah lain tampaknya dia kurang berminat untuk berbicara (sedang ingin diam atau sendiri).

- Apabila dia adalah tamu Anda dan dia sering berdehem-dehem sambil menelan air liur atau membasahi bibir dengan lidah : Kemungkinan besar dia sedang haus dan Anda harus segera menawarkan minuman kepadanya.

- Apabila dia sering menatap ke cangkir atau gelas di depannya : Dia menunggu dipersilakan minum oleh Anda atau meminta tambahan air.

2. Apabila Anda sedang berkumpul dan mengobrol dengan beberapa orang, maka perhatikanlah hal-hal seperti berikut ini :

- Apabila selama pembicaraan Anda jarang ditoleh dan disapa : Anda tidak diharapkan ikut di dalam pembicaraan itu atau pendapat Anda tidak dibutuhkan oleh mereka.

- Perhatikan dada teman-teman bicara Anda di sebelah kanan maupun kiri, apabila cenderung mengarah kepada Anda : Anda tetap diharapkan ikut di dalam pembicaraan tersebut.

- Pembicaraan Anda disela dan dipotong, lalu teman-teman Anda berbicara sesama mereka : Anda sudah seharusnya pergi karena kehadiran Anda benar-benar tidak diharapkan.

- Apabila dalam posisi berdiri, arah salah satu telapak kaki teman-teman Anda menuju ke arah Anda : Mereka berminat berbicara dengan Anda.

3. Apabila Anda seorang pria dan di depan Anda ada seorang wanita yang belum dikenal.

- Dia sering melihat ke arah Anda : Dia berminat terhadap Anda

- Dia menghadapkan duduknya ke arah Anda : Dia benar-benar menunjukkan minatnya kepada Anda

- Dia tersenyum terlebih dulu kepada Anda : Dia mengharap disapa oleh Anda

- Dia memain-mainkan rambutnya sambil sesekali melirik ke arah Anda : Dia mencoba menarik perhatian Anda.

- Dia mengelus-elus bagian tubuhnya seperti tangan, leher atau dada : Dia mencoba menarik perhatian Anda secara seksual dengan menunjukkan kecantikannya.

- Dia duduk dengan mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain : Dia sedang menunjukkan status sosialnya. Apabila dia memperlihatkan betisnya berarti dia juga berusaha menunjukkan kecantikannya.

- Dia menatap ke arah lantai sambil memainkan bagian pakaiannya atau menggoyang-goyangkan kakinya dengan sudut matanya mencuri-curi pandang ke arah Anda : Dia benar-benar mengharapkan Anda segera mendekatinya, menyapanya dan memulai perkenalan.

- Dia menggeser duduknya atau mencari tempat duduk baru yang ada ruang kosong di sampingnya : Dia mempersilakan Anda untuk pindah duduk di sampingnya.

- Dia mengedipkan sebelah matanya kepada Anda : Dia membuka peluang untuk suatu hubungan intim.

4. Saat Anda seorang pria sedang berbicara dengan seorang wanita.

- Dia mendengarkan sambil menatap Anda dengan mulut agak terbuka dan membasahi bibirnya dengan lidah : Dia akan bersedia bila dicium.

- Dia mendengarkan sambil menatap Anda dengan mencondongkan dadanya : Dia akan bersedia bila dipeluk.

- Dia berbicara sambil kedua tangan bersedekap di dada : Dia mempertegas bahwa dia hanya seorang teman bicara atau diskusi.

- Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh jarinya : Dia membuka kesempatan untuk membina hubungan lebih dekat.

- Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh bagian siku : Dia tidak akan menolak apabila diajak kencan.

- Pada umumnya semakin dekat suatu sentuhan dengan tubuh bagian dalam (dada dan perut), maka semakin intim suatu hubungan.

- Apabila didekati oleh Anda, dia mengambil sedikit langkah mundur : Dia menunjukkan sikap defensif, jadi Anda harus berhati-hati dan jangan keliru bersikap.

- Apabila dia secara atraktif mencubit atau menepuk tangan Anda atau membersihkan debu atau kotoran di baju Anda, dan biasanya diikuti lirikan ke sekeliling : Dia berusaha menunjukkan kepada orang lain di sekitar bahwa dia akrab atau intim dengan Anda.

5. Apabila Anda seorang wanita dan di depan Anda ada seorang pria yang belum dikenal.

- Dia tersenyum kepada Anda : Anda sesuai dengan seleranya.

- Dia menggaruk-garuk lehernya dan menatap ke atas maupun ke kanan-kiri : Dia gugup dan salah tingkah.

- Dia memalingkan wajah ke arah lain tapi sering melirik ke arah Anda : Dia tidak berani mendekati Anda atau karena ada pria lain di samping Anda yang diduganya adalah pasangan Anda.

6. Saat Anda seorang wanita sedang berbicara dengan seorang pria.

Sambil berdiri :

- Salah satu tangannya memegang tangan yang lain di depan pinggangnya : Dia adalah pria yang sangat sopan.

- Salah satu atau kedua tangannya ada di saku celananya : Dia merasa lebih berkuasa dari Anda.

- Dia meletakkan salah satu tangannya ke dinding tempat Anda bersandar : Dia merasa bisa menguasai Anda.

- Dia berbicara dengan terus-menerus menatap mata Anda : Dia sedang menunjukkan perasaannya kepada Anda.

- Dia sering melihat ke dada Anda atau bagian tubuh lainnya : Dia menyukai bagian-bagian yang dilihatnya tersebut.

Sambil duduk :

- Jari jemari kedua tangannya disilangkan seperti orang berdoa dan diletakkan di depan mulutnya : Dia sedang bingung untuk mengambil keputusan.

- Dia mendengarkan Anda berbicara dengan salah satu atau kedua telapak tangannya menopang pipinya : Dia bosan dengan pembicaraan atau bosan dengan duduk-duduk saja atau sedang mengantuk.

- Dia melingkarkan tangannya ke bahu Anda atau sandaran kursi di belakang Anda : Dia ingin memeluk Anda dan memberi kesan melindungi Anda. Apabila dilakukan di hadapan orang lain : Dia ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dialah pemilik diri Anda.

7. Apabila Anda sedang berada dalam situasi jual beli

- Penjual yang akan mengambil untung sangat besar dari Anda biasanya tidak berani menatap mata Anda saat tawar-menawar, saling mencuri-curi pandang dengan temannya sesama pedagang dan ketika Anda sedang mempertimbangkan harga yang ditawarkannya, dia kemudian pergi menjauh dan pura-pura sibuk, lalu melirik Anda sambil berharap Anda menerima tawaran tersebut.

- Penjual yang berbohong tentang keaslian suatu barang, biasanya tidak berani menatap mata Anda saat tawar-menawar dan berkesan tidak mau banyak bicara untuk menjelaskan spesifikasi barang tersebut dan tidak mau berlama-lama dalam tawar-menawar.

- Pembeli yang memegang-megang banyak barang : Dia tidak benar-benar berniat membelinya satu pun.

- Pembeli yang memegang satu macam barang dan dengan serius menanyakannya kepada Anda (Penjual) : Dia benar-benar berniat membelinya.

- Pembeli yang kehilangan senyumannya setelah Anda memberitahukan harganya : Dia sedang mempertimbangkan untuk menawar harganya atau tidak jadi membelinya.

- Pembeli yang pergi menjauh namun matanya masih melirik barang yang tidak jadi dibelinya : Dia benar-benar berminat terhadap barang itu.

Demikianlah sebagian bahasa tubuh yang barangkali pernah dilihat atau mungkin dilakukan oleh kita dan orang di sekitar kita. Apabila Anda sudah mengetahui maknanya, semoga bermanfaat untuk Anda dalam membina hubungan dengan orang lain di masa yang akan datang. Salam.