Tampilkan postingan dengan label Perasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perasaan. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 31, 2009

Rahasia Tak Bahagia Jadi Tak Berarti

Ketika apa yang kita inginkan tidak tercapai, maka kita merasa kecewa; rasa tidak bahagia membuat dunia terasa sempit, dan masa depan seakan suram. Kita semua pernah merasa tidak bahagia, tapi apakah harus begitu?


Bahagia dan tidak bahagia adalah masalah perasaan. Pengaruhnya terhadap kita sangat bergantung dengan sudut pandang kita tentang perasaan itu sendiri. Seperti kisah seorang murid yang tidak bahagia berikut ini.


Suatu hari Si Maha Guru melihat seorang muridnya sedang duduk di bawah pohon, di tepi sebuah danau. Raut wajahnya tampak murung, dan garis bibirnya menunjukkan bahwa perasaanya sedang tidak bahagia. Si Maha Guru mendekatinya, dan bertanya, “Wahai muridku, maukah kau kuberitahukan cara agar hatimu tidak lagi merasa sedih?”


“Tentu saja, Guru.” Jawab si murid sambil menatap mata gurunya penuh harap.


“Sekarang ambil segenggam garam di dapur, beserta sebuah gelas berisi air, lalu engkau kembali ke sini,” perintah Si Maha Guru kepada muridnya, yang terheran-heran mendengar perintah itu, dan dalam hatinya bertanya. “Apakah segenggam garam bisa menghilangkan rasa sedihku?”


“Ini, Guru,” kata si murid sambil menunjukkan segenggam garam di telapak tangannya dan sebuah gelas berisi air di tangan lainnya kepada Si Maha Guru.


“Sekarang kau taruh garam itu di dalam gelas, lalu kau aduk dan minumlah.”


Si murid melakukan apa yang diperintahkan gurunya. Tentu saja rasa air itu menjadi sangat asin, namun karena takut dimarahi, dia tetap meminumnya sampai habis. Tetapi sedikitpun dia tidak merasakan rasa tidak bahagia di hatinya berkurang, kecuali rasa asin memenuhi mulut dan kerongkongannya.


“Apakah yang engkau rasakan, muridku?” Tanya Si Maha Guru sambil tersenyum melihat wajah muridnya yang berubah kecut.


“Sangat asin Guru.” Jawab si murid singkat sambil terus berusaha mengurangi rasa asin di mulutnya.


Si Maha Guru tertawa kecil. Lalu disuruhnya si murid kembali mengambil segenggam garam di dapur, namun kali ini tidak disuruhnya untuk memasukkan garam itu ke dalam segelas air, tapi dimintanya melemparkannya ke dalam danau di dekatnya.


“Sekarang kamu minumlah air danau itu.” Perintah Si Maha Guru kepada muridnya yang makin terheran-heran, dan berujar di dalam hati. “Tadi aku disuruh minum segelas air bercampur garam, sekarang disuruh meminum air danau.”


Si murid duduk bersujud di tepi danau sambil mendekatkan kepalanya ke air, dan meminum airnya. Setelah seteguk dia minum, diangkat kepalanya dan air menetes dari dagunya, lalu Si Maha Guru bertanya, “Bagaimana rasanya air danau itu? Apakah engkau merasakan asin seperti air di dalam gelas tadi?”


“Tidak, Guru,” jawab si murid. “Rasanya seperti air danau biasa saja.”


Si Maha Guru kemudian duduk di samping si murid, lalu dibelainya kepalanya dengan penuh kasih sayang sambil berkata, “Rasa sakit dalam hidup adalah segenggam garam di tanganmu, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah penderitaan dalam hidup tetap jumlahnya, benar-benar tepat sama. Tetapi jumlah yang kita rasakan tergantung pada besarnya tempat di mana kita memasukkan garam itu. Maka ketika engkau merasakan sakit hati, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memperbesar hati kita. Ini berarti memperbesar pengertian kita akan hidup. Berhentilah menjadi gelas. Jadikan hatimu seluas danau. Jadilah danau.


Si murid menatap wajah gurunya yang sejuk, dan tersenyum bahagia.

Minggu, Agustus 30, 2009

Rahasia Bahagia Tak Pernah Kering

Kebahagiaan adalah dambaan setiap insan yang sedang menjadi musafir di dunia ini. Bersekolah, bekerja, membina cinta dan rumah tangga adalah dalam rangka meraih kebagaiaan itu. Titik-titik keringat, helaan nafas, dan otot yang mengeras adalah bukti dari usaha keras kita itu.


Sudahkah anda mendapatkannya? Ataukah kebahagiaan yang serasa sudah di tangan, tiba-tiba lenyap ketika permasalahan hidup belum benar-benar tuntas? Kapan anda benar-benar merasa bahagia yang tidak pernah berkurang kadarnya, dan tidak menguap ke angkasa lalu berganti dengan kesedihan?


Untuk menjawab semua itu, marilah kita simak ilustrasi berikut ini. Semoga hikmahnya membimbing kita untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan sejati yang selalu kita dambakan.


Suatu masa, ada seorang raja yang mempunyai seorang putri dengan kalung berlian cantik yang sangat dicintainya. Kalung itu telah dicuri dan segenap rakyat di kerajaan itu mencari ke seluruh penjuru negeri, tetapi tidak dapat menemukannya. Ada orang yang bilang bahwa seekor burung mungkin telah mencuri kalung itu. Raja lalu memerintahkan semua orang untuk mencarinya dan dia akan memberikan balas jasa sekotak uang emas bagi siapa pun yang berhasil menemukan kalung itu.


Suatu hari seorang pegawai istana sedang berjalan di sepanjang tepi sungai yang bersebelahan dengan sebuah kawasan pertambangan. Sungai ini sangat kotor dan berbau. Ketika dia sedang berjalan, si pemuda melihat sesuatu yang gemerlapan di dalam sungai, dan ketika dia memperhatikan dengan seksama, ternyata sebuah kalung berlian. Dia teringat kalung berlian putri raja yang hilang. Dia memutuskan untuk mencoba meraihnya dengan harapan bisa mendapatkan hadiah sekotak uang emas dari raja apabila dia berhasil mendapatkannya. Dia memasukkan tangannya ke dalam air sungai yang kotor dan mencoba mengambil kalung, tetapi entah bagaimana kalung itu terlepas, dan dia tidak bisa meraihnya. Dia menarik tangannya keluar dari air, melihat ke dalam air dan kalung berlian itu masih ada di sana. Dia akan mencobanya lagi. Sekarang dia berjalan perlahan ke dalam sungai, membiarkan celananya basah dan kotor, lalu memasukkan seluruh tangannya ke dalam air untuk mengambil kalung itu. Tetapi anehnya, dia masih tidak bisa mendapatkan kalung itu. Dia keluar dari sungai, dan berjalan menjauh dengan perasaan tertekan.


Muncul perasaan marah dalam hatinya ketika dia melihat kembali kalung berlian masih ada di dalam air. Sekarang dia bertekad untuk mendapatkannya, apapun yang akan terjadi. Dia memutuskan untuk menceburkan diri ke dalam sungai, meski pun sangat menjijikan untuk dilakukan karena air sungai itu sangat kotor, dan seluruh badannya akan menjadi kotor dan berbau. Dia segera bercebur dan menyelam ke dalam air, lalu mencari ke mana-mana untuk mendapatkan kalung berlian, namun dia tetap mengalami kegagalan. Sekarang dia kebingungan dan dengan perasaan sangat tertekan disebabkan tidak bisa mendapatkan kalung berlian itu, dan berarti gagal untuk mendapatkan hadiah sekotak uang emas dari raja.


Tidak beberapa lama kemudian, lewatlah seorang pertapa suci dan bertanya kepada si pemuda, apa yang sedang dilakukannya dengan badan basah dan kotor berbau seperti itu. Si pegawai istana tidak ingin berbagi rahasia dengan si pertapa, pikirnya pertapa itu akan mengambil kalung berlian untuk dirinya sendiri, maka dia menolak untuk mengatakan apa pun kepada si pertapa suci. Tetapi pertapa suci itu bisa melihat kalau pemuda itu sedang kesusahan dan dia menjadi iba. Sekali lagi dia meminta pemuda itu untuk mengatakan kepadanya masalahnya dan dia berjanji untuk tidak akan menceritakannya kepada siapapun. Si pegawai istana mengumpulkan keberaniannya dan memutuskan untuk menaruh kepercayaan kepada si pertapa suci. Si pemuda kemudian bercerita seputar masalah kalung berlian putri raja itu kepada si pertapa, dan bagaimana dia telah mencoba, dan mencoba lagi untuk mengambilnya, tetapi tetap saja mengalami kegagalan. Si pertapa suci lalu berkata kepada si pemuda bahwa barangkali dia perlu mencoba melihat ke atas, ke cabang-cabang pohon, dari pada terus mencari ke dalam sungai yang kotor. Si pemuda mengikuti saran si pertapa suci dan memandang ke atas, dan benar kalung itu sedang tergantung di sebuah cabang pohon. Jadi selama ini, dia berusaha untuk meraih sebuah bayangan kalung berlian yang memantul di permukaan sungai dari kalung sebenarnya yang sedang tergantung di cabang pohon itu!


Hikmah dari kisah ini adalah dunia ini hanyalah seperti sungai yang kotor, sementara kebahagiaan materi – seperti kalung berlian tadi – hanyalah semata-mata cerminan dari kebahagiaan yang nyata, yang ada di dalam dunia spiritual kita.


Kita tidak akan pernah dapat mencapai kebahagiaan yang kita cari, seberapa pun kerasnya kita mencari di dalam materi dunia. Sebagai gantinya kita harus melihat ke atas, kepada Allah Swt, sumber dari kebahagiaan yang sesungguhnya, dan berhenti mengejar pantulan dari kebahagiaan ini di dalam materi dunia. Kebahagiaan rohani adalah satu-satunya yang dapat membuat kita merasa cukup dengan sempurna.

Minggu, Juni 21, 2009

6 Langkah Mengembangkan Kemampuan Psikometri Anda

Psikometri adalah seni merasakan energi-energi yang terpancar dari benda mati. Seseorang yang sudah mengembangkan anugerah kemampuan psikometri dapat merasakan energi dari benda yang dipegangnya dan membaca energi tersebut untuk memperoleh informasi.


Benda mati mempunyai ladang energi yang bersumber dari dirinya, dan mereka juga dapat menyerap energi dari orang yang memiliki benda tersebut. Prinsipnya adalah setiap molekul benda mati bergetar, begitu juga elektron-elektron dari atom-atomnya berputar dan memancarkan energi. Pengaruh gaya tarik-menarik antar molekul dan atom menyebabkan energi yang memancar dari orang atau benda di sekitar objek dapat diserap oleh objek dan disimpan sebagai rekaman kejadian.


Siapa saja yang sensitip dapat membaca energi itu. Jika suatu waktu anda sedang memegang atau berada di dekat sebuah benda lalu anda tiba-tiba merasakan perasaan tertentu – dalam bahasa sehari-hari seperti ada perasaan lain; suatu sensasi tiba-tiba seperti perasaan sedih atau perasaan nyaman, ada kemungkinan anda memiliki kemampuan psikometri. Sebaiknya kemampuan tersebut dikembangkan, karena akan sangat berguna dalam hidup anda, seperti misalkan anda seorang polisi penyelidik kejahatan, broker barang antik, atau kolektor benda seni.


Berikut langkah-langkah untuk mengembangkan kemampuan psikometri anda.



Langkah 1


Pegang sebuah benda dengan kedua tangan Anda. Sebaiknya ukurannya muat untuk berada dalam genggaman tangan. Benda itu bersifat pribadi, seperti barang perhiasan atau jam tangan, dan telah dimiliki dan dipergunakan oleh pemiliknya dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga energi yang menempel pada benda itu sangat kuat.


Langkah 2


Fokuskan pikiran anda kepada objek yang anda pegang. Tutup kedua mata jika itu bisa membantu anda untuk berkonsentrasi. Arahkan energi anda kepada objek di dalam genggaman kedua tangan Anda. Biarkan pikiran anda beristirahat dan menetap hanya pada objek itu.


Pelajari tentang kekuatan fokus pikiran pada link http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=14491


Langkah 3


Visualisasikan dengan imajinasi anda bahwa ada sebuah jalur penghubung antara energi objek yang anda pegang dengan energi anda sendiri. Perhatikan kedua energi – energi anda dan objek – bergabung dalam satu ladang energi.


Langkah 4


Relaksasikan pikiran anda, dan lihatlah gambaran-gambaran apa yang datang dalam pikiran anda. Perhatikan dengan seksama apa-apa yang Anda sedang rasakan atau sensasi-sensai yang datang. Pencitraan mungkin datang berupa gambaran-gambaran, pemikiran-pemikiran, sensasi-sensasi atau berupa bau tertentu. Perhatikan setiap kesan yang anda terima.


Langkah 5


Kenali dan rasakan obyek dengan cara yang berbeda dalam berbagai cara. Kenali apakah rasanya panas atau dingin, kegelisahan atau ketenangan, kesedihan atau kegembiraan, marah atau kasih, dan seterusnya.


Langkah 6


Terimalah setiap perasaan, pemikiran atau pencitraan yang anda terima apa adanya – jangan menggunakan asumsi atau analisa logika anda. Jika anda sedang menggunakan psikometri untuk membaca orang lain, maka katakan kepada mereka segala sesuatu yang anda alami dan rasakan. Apabila kita mengatakan sesuatu apa adanya, biasanya orang akan jujur juga kepada anda, dan ini akan membantu anda untuk memperoleh perasaan dan pencitraan yang semakin akurat. Jika anda sedang mempraktekkan psikometri untuk pengembangan ketrampilan, catat semua pencitraan yang sudah anda terima, dan ingatlah kiat-kiat yang anda temukan sendiri selama latihan untuk mendapatkan kekuatan dan ketelitian dari kemampuan anda, kalau Anda ingin terus mempraktekkan dan mengembangkannya.


Semakin banyak anda mempraktekkan kemampuan psikometri anda, maka kemampuan anda akan semakin kuat dan informasi yang diterima menjadi lebih akurat. Temukan kesempatan untuk mempraktekkannya ketika anda berada di pesta, pertemuan-pertemuan dengan teman-teman atau keluarga. Teman-teman dan keluarga anda biasanya merasa tertarik dengan psikometri dan ingin belajar dari anda, hal ini berarti kesempatan bagi anda untuk memperbaiki ketrampilan dan mempertajam indera batin.

Selasa, Maret 10, 2009

Apakah Alam Semesta dan Kita Benar-benar Ada?

Persepsi berasal dari kata bahasa Inggris perception yang bermakna tindakan dari perasaan; dikenal oleh perasaan atau akal sehat; ditangkap oleh organ tubuh jasmani, atau oleh pikiran apa yang diperkenalkan kepada mereka; pembedaan; penangkapan; pengamatan. Sedangkan di dalam ilmu psikologi, persepsi bermakna pengorganisasian mental dan penafsiran atas informasi yang diterima.


Proses terbentuknya persepsi adalah proses kelahiran sebuah pengetahuan. Pengetahuan kita akan sesuatu hal selalu dimulai dengan proses penangkapan informasi oleh indrawi kita – mata (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung (penciuman), lidah (perasa) dan kulit (peraba) – kemudian berkas informasi yang diterima oleh indera kita disampaikan berupa sinyal-sinyal listrik ke otak dengan bantuan syaraf dan plasma sel. Berdasarkan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya informasi tadi diolah dan ditanggapi sebagai sebuah persepsi. Kesadaran kita mendapatkan gambaran berdasarkan persepsi yang terbentuk tadi, dan kita pun memiliki sebuah pengetahuan. Begitulah kira-kira sebuah persepsi terbentuk dan pengetahuah lahir dari sebuah persepsi.


Sebagai contoh adalah ketika kita membaca sebuah buku, kita sedang menggunakan satu buah indera utama yakni mata. Mata menangkap pantulan foton-foton cahaya dari buku yang membawa gambaran huruf-huruf dalam bentuk cahaya dengan frekuensi berbeda-beda melalui lensa mata. Kemudian bayangan huruf yang terbalik diterima titik api atau retina mata yang terletak di bagian belakang bola mata. Cahaya yang jatuh di retina mata ini diubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan diteruskan oleh syaraf-syaraf neuron ke sebuah bintik kecil di bagian belakang otak yang disebut pusat penglihatan. Setelah mengalami sederetan proses sinyal listrik diubah kembali menjadi gambaran bayangan huruf-huruf. Di bintik kecil inilah proses penglihatan terjadi.


Selesaikah sampai di situ? Tentu saja belum selesai. Gambaran bayangan huruf-huruf tadi belum dimengerti oleh kita. Rekaman pengetahuan tentang huruf dan pelajaran membaca yang sudah direkam di otak akan dibandingkan dengan informasi yang baru datang, maka kita pun mengenalinya sebagai huruf-huruf, kata-kata dan kalimat. Terakhir pengetahuan-pengetahuan kita yang lain dan tersimpan di otak akan terus dibandingkan dengan semua informasi yang masuk. Setelah itu terjadi proses berpikir yang sangat kompleks untuk mengolah data yang masuk. Dan hanya dalam hitungan beberapa detik atau menit sebuah persepsi akan terbentuk dan kita pun berkata dalam hati, “Oh, ternyata begini caranya”. Lahirlah sudah sebuah pengetahuan.


Persepsi yang terbentuk tidak pernah sama pada semua individu disebabkan perbedaan pada kemampuan fungsi organ indera, syaraf-syaraf, otak dan bagian tubuh lainnya serta pengetahuan yang sudah tersimpan sebelumnya. Persepsi yang berbeda membuat pemahaman, pengertian dan pengetahuan yang terbentuk juga berbeda.


Sebagai contoh adalah rasa masakan. Satu orang mengatakan terlalu asin, yang lain mengatakan cukup, sedang yang lainnya merasa manis. Kalaupun terjadi kesamaan pendapat itu hanyalah karena sebab sosial, seperti perasaan tidak enak kalau berbeda, tidak mau ribut dan sebagainya, tetapi secara ilmiah pasti tidak akan pernah sama.



Materi alam semesta ada karena menurut persepsi kita ada


Kita semua pasti pernah suatu saat tidak menyadari keberadaan benda-benda di sekitar kita. Pada saat lampu padam misalnya. Suasana gelap gulita membuat kita tidak bisa melihat apa pun. Kita bisa menabrak apa saja apabila mencoba berjalan di ruangan yang gelap di rumah kita. Ternyata ketiadaan cahaya membuat kita kehilangan persepsi tentang isi rumah kita. Satu-satunya bekal kita adalah memori yang menyimpan semua informasi posisi benda-benda di rumah kita menurut yang pernah kita lihat. Kita harus mengingat semua letak benda-benda itu, kalau tidak, ya kita harus berjalan dengan meraba-raba untuk mendapatkan korek api atau senter sebagai sumber cahaya.


Contoh di atas baru dari satu indra, yakni indra penglihatan atau mata. Masih ada indra lainnya yang juga sangat berperan dalam membentuk persepsi kita tentang alam sekitar kita, yakni pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Kelima indra ini yang memberi bentuk kepada kita tentang alam sekitar dan alam semesta ini.


Kalau ternyata alam semesta ini keberadaannya sangat ditentukan oleh persepsi kita, dan persepsi kita sangat ditentukan oleh panca indra kita, tidak salah rasanya kalau disimpulkan bahwa alam semesta ini dikatakan ada karena panca indra kita mengatakannya ada disertai informasi bentuk dan rupanya.


Seperti telah disebutkan di atas bahwa persepsi setiap orang tidak pernah sama disebabkan perbedaan organ tubuh yang berperan, maka keberadaan alam semesta ini pun tidak sama menurut setiap orang. Dengan kata lain masing-masing orang mempunyai gambaran yang berbeda tentang alam semesta yang dilihatnya.



Keberadaan, bentuk dan rupa alam semesta diragukan kebenarannya


Seperti diuraikan di atas tadi bahwa keberadaan, rupa dan bentuk alam semesta adalah berdasarkan informasi dari indrawi kita, yang kesemuanya itu diolah di otak kita dan dijelaskan berupa persepsi. Berarti alam semesta yang luas ini – menurut persepsi kita – sesunguhnya dan sebenar-benarnya hanya berada di bagian terkecil dari otak kita, di dalam sebuah sel yang disitu membentuk gambaran.


“Lho, laptop ini kan saya lihat dan sentuh, maka dia ada”. Benar anda melihat dengan mata dan menyentuhnya dengan ujung jari anda. Tapi bentuk yang anda lihat dan anda rasakan itu adalah sinyal-sinyal listrik yang ada di otak anda, yang kemudian lahir dalam bentuk sebuah persepsi. Jadi gambaran laptop yang anda persepsikan di otak anda, itulah hasil dari penglihatan dan perabaan. Anda hanya melihat hasil gambaran dan persepsi di otak, begitu juga hasil rabaan ujung jari anda. Syaraf-syaraf di ujung jari anda mengubah kekasaran dan kehalusan bentuk menjadi sinyal-sinyal listrik, kemudian ujung-ujung syaraf menghantarkannya ke otak anda dan mengolahnya bersama hasil penglihatan menjadi sebuah persepsi bernama laptop.


Nah, kalau seluruh alam semesta ini, termasuk juga semua pengetahuan kita tentangnya – berarti termasuk juga tubuh kita dan kesadaran kita ini – adalah hasil persepsi di otak kita, maka pertanyaan kita adalah benarkah bentuknya seperti itu? Atau pertanyaan yang lebih ekstrim lagi adalah benarkah alam semesta dan kita ini ada dengan sebenar-benarnya? Ataukah yang ada selama ini hanya merupakan hasil persepsi kolektif semua manusia yang keliru tapi terlanjur dipercaya keberadaannya?




Sumber gambar : http://www.geocities.com/yhaadee/newuniverse.jpg

Kamis, Desember 11, 2008

Hal-hal yang Sangat Menjengkelkan

Semua orang pasti pernah mengalami hal-hal yang menjengkelkan. Dan di antaranya ada yang benar-benar menjengkelkan, bahkan untuk mengingatnya sekalipun sudah mengakibatkan timbul kembali perasaan jengkel itu.


Barangkali sebagian dari daftar ini bukan merupakan masalah bagi anda, tapi sedikitnya anda pernah mengalami salah satunya.



1. Sia-sia menunggu di antrian


Anda adalah orang terakhir yang berada pada suatu antrian yang panjang, misalkan membeli karcis bioskop. Setelah sampai giliran dan anda memberitahu judul film yang akan ditonton, si petugas loket dengan enteng berkata, “Maaf, ya, tempat duduk untuk film itu sudah penuh, jadi pilih film yang lain saja.” Dan film yang lain adalah film yang betul-betul tidak anda sukai.



2. Pesanan yang salah


Anda sedang berada di sebuah rumah makan dengan orang lain, dan memesan makanan untuk makan malam. Perut kalian sudah lapar, namun harus sabar menunggu makanan yang sedang dibikinkan. Setelah hampir 1 jam menunggu – karena malam itu rumah makan kebanjiran tamu – tibalah giliran kamu dengan kedatangan seorang pelayan yang membawa nampan berisi makanan. Jengkelnya, semua makanan itu bukan seperti yang dipesan olehmu, tapi sepertinya telah tertukar dengan meja lain.



3. Kemacetan lalu lintas


Kemacetan lalu lintas di jalan adalah merupakan pemandangan rutin di sebuah kota besar, dimana pertumbuhan jumlah kendaraan serta pendatang seperti saling berlomba. Tetapi bagaimana pun kemacetan lalu lintas masih merupakan hal yang menjengkelkan terutama saat jam masuk kerja sudah hampir tiba atau di saat udara panas yang begitu terik dan jalan berdebu. Sedangkan kendaraan hanya bisa berjalan merayap untuk kemudian berhenti lebih lama.



4. Waktu yang tidak tepat


Ada lagi yang menambah kejengkelan kita, yaitu di tengah kemacetan lalu lintas pekerja-pekerja sedang membongkar jalanan untuk memasang pipa-pipa atau kabel-kabel. Pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan di luar waktu jam-jam sibuk – misalnya malam hari saat jalanan tidak terlalu ramai – telah menambah sempit jalan dan menambah kemacetan.



5. Menyalip untuk melambat


Bayangkan ketika anda sedang mengemudi dan melaju dengan kecepatan cukup tinggi di jalan raya. Tiba-tiba ada pengemudi lain yang memberi tanda untuk menyalip dan anda memberinya kesempatan. Setelah tiba di depan kendaraan anda, bukannya melaju mobil itu bahkan melambat di depan kendaraan anda. Apa tidak menjengkelkan.



6. Pengebut di jalanan


Pengebut di jalan raya biasanya melaju dengan tanpa tujuan dan irama yang tetap. Mereka bisa meliuk-liuk, tiba-tiba melambat atau tancap gas sambil bergaya yang bisa membahayakan pengguna jalan yang lain.



7. Truk besar berhenti di tengah jalan


Jalan raya macet disebabkan sebuah truk besar yang bermuatan penuh sedang terbalik di tengah jalan karena muatannya tumpah. Barang-barang berhamburan, sementara anda dan para pengemudi lainnya sedang merayap di tengah arus yang berjejal.



8. Cahaya menyilaukan di malam hari


Berkendara di malam hari akan terasa menjengkelkan apabila pengendara yang datang dari arah berlawanan mengarahkan cahaya kendaraannya terlalu tinggi. Cahaya yang menyilaukan mata tersebut tepat mengenai wajah dan mata anda. Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh anda selain menyediakan sebuah cermin untuk memantulkan cahaya yang menyilaukan tersebut kepada pemiliknya.



9. Orang yang memotong antrian


Bagaimana kalau anda serta orang-orang lainnya yang dengan sabar sedang menanti dalam sebuah antrian, tiba-tiba ada seseorang yang baru tiba langsung menyelip dan berdiri di barisan paling depan ?



10. Rak kosong


Anda menerima sebuah brosur penawaran diskon dari sebuah toko besar yang menjual barang keperluan sehari-hari. Anda sudah merencanakan untuk membeli beberapa jenis barang dengan potongan harga yang lumayan. Kemudian anda bergegas ke toko tersebut dan mendapati bahwa hampir semua rak telah kosong, dan barang dengan diskon tinggal mimpi.



11. Orang yang ragu-ragu


Anda sedang berada pada sebuah antrian memesan makanan cepat saji. Orang yang berada di depan anda sedang berada di depan kasir untuk memesan makanannya. Ternyata setelah beberapa menit berdiri, ternyata dia belum bisa memutuskan makanan apa yang mau dipesannya.



12. Tetangga-tetangga yang ingin tahu


Tetangga-tetangga ingin tahu sering datang ke rumah hanya untuk menanyakan ini dan itu untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Yang lebih menjengkelkan lagi apabila ada tamu datang ke rumah, maka si tetangga yang menjengkelkan ikut bertandang dan ngobrol.



13. Lalat-lalat


Ketika anda sedang duduk-duduk tiba-tiba ada seekor atau beberapa ekor lalat sedang beterbangan mengelilingi anda. Menempel di tangan, anda halau dan dia mencari tempat hinggap di bagian tubuh anda yang lain. Sangat menjengkelkan, dan seandainya di dekat anda ada sekaleng obat nyamuk semprot, saya yakin anda akan menyemprot dengan membabi buta.



14. Iklan televisi


Anda sedang duduk menonton sebuah acara televisi yang sangat anda gemari. Ketika sampai pada bagian yang paling menegangkan, tiba-tiba acara diputus dan digantikan oleh tayangan iklan yang sangat banyak dan lama.



15. Perokok yang bandel


Anda sedang menonton film di dalam gedung bioskop. Ketika anda sedang terkesima menyaksikan sebuah adegan yang menegangkan, tiba-tiba film dihentikan dan diganti dengan tampilan sebuah tulisan : “Pemutaran film tidak akan diteruskan apabila anda masih menyalakan rokok anda.” Dan si perokok diam-diam masih berusaha menyembunyikan rokoknya yang menyala.



16. Pancingan untuk konsumen


Anda tertarik dengan sebuah iklan dari perusahaan penerbangan yang menawarkan harga tiket murah. Ketika anda mendatangi perusahaan penerbangan itu, di sana anda mendapatkan keterangan bahwa harga tiket yang disebutkan di iklan itu belum termasuk fule surcharge, asuransi dan PPN 10%.



17. Terinfeksi virus


Anda sudah membeli anti virus yang cukup mahal, tapi ternyata komputer anda terinfeksi tanpa dicegah oleh anti virusnya. Anda mencoba me-remove atau mendeletnya dan ternyata anti virus anda tidak mengenal virus itu. Akhirnya komputer anda pun harus di install ulang keseluruhan program os dan aplikasinya.


Demikianlah sebagian hal-hal menjengkelkan yang berhasil diinventarisir. Barangkali anda mempunyai pengalaman yang lain?