Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 17, 2009

Tips : Menulis Lebih Mudah dengan Kerasukan Roh Penulis

Suatu kegiatan pemanggilan roh orang yang sudah meninggal biasanya karena ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau diketahui dari roh yang dipanggil tersebut. Dengan bantuan seorang medium proses pemanggilan roh dilakukan di sebuah ruangan remang-remang dan dihadiri oleh beberapa orang saksi agar berita yang disampaikan dapat dibenarkan. Biasanya sang mediumlah yang akan kerasukan roh dan meracau.


Tetapi tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan pemanggilan roh seperti disebutkan di atas, atau hal-hal mistik dan supranatural lainnya. Tulisan ini hanya membahas seputar metoda unik yang ditemukan oleh penulis untuk mendapatkan kembali semangat menulis. Ketika ide-ide tidak muncul satu pun, atau sumber-sumber ide berada di depan mata namun semangat sudah hilang dan gairah menjadi hambar, maka metoda ini ditempuh oleh penulis untuk kembali meraih semangat untuk menulis.


Saya yakin sebagian besar penulis pernah mengalami hal semacam itu. Berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu seorang penulis tidak menghasilkan satu tulisan pun. Dia mencoba memulai membuka komputer, tapi yang terjadi adalah browsing kesana kemari tanpa berhasil menelurkan sebuah tulisan pun.


Nah, untuk mengatasi hal tersebut saya mempunyai tips untuk anda yang ingin mulai menulis atau sudah lama menulis, namun sering menemui kesulitan akhir-akhir ini untuk menulis, yakni dengan cara kerasukan roh penulis. Kok, bisa?


Kata “roh” atau “ruh” dalam bahasa Indonesia adalah sepadan dengan kata “spirit” dalam bahasa Inggris. Kata “spirit” itu juga bermakna “semangat”. Jadi yang dimaksud oleh penulis kerasukan roh penulis tersebut adalah kerasukan atau terjangkiti semangat para penulis hebat.


Mereka adalah para penulis kenamaan yang mungkin salah satunya adalah pujaan atau idola anda. Sederet nama penulis pasti sudah anda kenal dan mungkin beberapa bukunya sudah menjadi koleksi anda. Tapi bagaimana caranya supaya kerasukan “roh” mereka?


Anda hanya membutuhkan sedikit daya imajinasi atau daya khayal anda. Sediakan sedikit waktu luang dengan suasana tenang, kemudian anda lakukan langkah-langkah berikut ini:


1. Ambil posisi duduk dengan tenang.


2. Normalkan masuk dan keluar nafas anda.


3. Bayangkan wajah dan sosok salah satu penulis yang anda puja sedang berdiri di depan anda. Anggaplah bayangan yang anda bikin tersebut adalah “roh” dari penulis tersebut.


4. Tariklah nafas dalam-dalam bersamaan dengan itu tarik juga bayangan dari “roh” penulis imajinasi anda tadi ke dalam kepala dan tubuh anda. Tahan nafas anda beberapa detik di dalam rongga dada dan anggaplah “roh” imajinasi anda tadi menetap di dalam kepala dan tubuh anda.


5. Keluarkan nafas anda dan tinggalkan kegiatan tersebut.


6. Tunggulah sampai nanti tubuh anda digerakkan dengan sendirinya oleh sebuah kekuatan tidak terlihat dari “semangat” penulis yang sekarang sudah mengendalikan anda. Apabila muncul keinginan untuk menulis, sebaiknya langsung diikuti dan jangan ditunda apalagi lawan, karena anda akan menemui kesulitan untuk membangkitkannya di lain kesempatan.


7. Bereksperimenlah dengan beberapa penulis yang berbeda sebagai objek, mungkin anda akan merasakan efek yang berbeda pula.


Sebagai catatan: tidak ada pemanggilan roh sungguhan di dalam kegiatan ini. Anda hanya merasakan semangat dari seorang penulis yang anda harapkan juga akan menulari anda. Kegiatan ini murni bersifat sugestif. Selamat mencoba. Salam.

Sabtu, Desember 13, 2008

Siapakah Wartawan Warga itu?


Menggambarkan sosok wartawan warga pada dasarnya berbicara mengenai fungsi dan peran wartawan warga, dan itu berarti tidak terlepas dari membicarakan fungsi dan peran jurnalisme warga itu sendiri. Sebagai habitat resmi para wartawan warga, penjelasan fungsi dan peran jurnalisme warga sangat menentukan dalam memberikan gambaran sosok, fungsi dan peran seorang wartawan warga.



Berbagai definisi jurnalisme warga


Ada banyak definisi jurnalisme warga yang berhasil ditemukan, namun agar menjadi mudah maka dipaparkan 3 definisi yang mungkin bisa mewakili gambaran jurnalisme warga secara utuh, yakni :


1.Definisi dari Wikipedia


Jurnalisme warga, yang juga dikenal sebagai publik atau jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokratik, adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi," demikian definisi Jurnalisme Warga oleh Shayne Bowman dan Chris Willis dalam laporannya We Media: How Audiences are Shaping the Future of News and Information. Mereka berkata, "Tujuan dari keikutsertaan ini adalah untuk menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan akan demokrasi". Pengertian Jurnalisme Warga – seharusnya Jurnalisme Warganegara sebagai terjemahan dari Citizen Journalism – tidak boleh dikacaukan dengan Jurnalisme Kewarganegaraan (Civic Journalism), yang dipraktekkan oleh wartawan-wartawan profesional. Jurnalisme warga adalah bentuk yang spesifik dari media warga dimana warga berperan sebagai pengguna sekaligus penghasil isi.


2.Definisi dari Ensiklopedi IT


Berita dan komentar dari publik secara luas. Menggunakan situs wiki dan blog-blogs, siapapun dapat memberikan kontribusinya berupa informasi tentang peristiwa yang ada. Juga dikenal sebagai "jurnalisme warga berkolaborasi" (collaborative citizen journalism/CCJ), "media akar rumput" atau "penerbitan pribadi". Konsep di balik jurnalisme warga adalah banyaknya sukarelawan yang membantu untuk memastikan bahwa informasi itu lebih akurat dibanding kalau dilaporkan hanya oleh satu sumber saja.


3.Definisi dari Jay Rousen


Ketika orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai pemirsa media pers mempunyai kekuatan kontrol untuk berbagi informasi satu sama lain sesama pemirsa media pers, maka itulah jurnalisme warga.



Jenis-jenis Jurnalisme Warga


Di internet kita bisa menemui berbagai situs dan blog yang mempunyai berbagai bentuk dan penampilan. Namun dari semua bentuk dan penampilan yang beragam tersebut dapat digolongkan menjadi 6 jenis (Artikel di Online Journalism Review oleh J. D.Lasica, tahun 2003), yaitu:


1. Partisipasi pemirsa, yakni komentar-komentar yang diberikan oleh pengguna yang dihubungkan dengan kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto-foto atau video dari kamera pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh sebuah komunitas masyarakat)


2. Berita independen dan situs informasi, seperti Consumer Reports dan The Drudge Report.


3. Situs berita yang berdasarkan partisipasi sepenuhnya dari penggunanya, seperti OhmyNews, GroundReport.


4. Situs media yang bersifat kolaborasi dan kontribusi, seperti Slashdot, Kuro5hin, Newsvine dan HumanTimes.


5. Berbagai jenis lainnya yang lebih kecil, seperi mailing lists dan email newsletters.


6. Situs siaran pribadi, seperti situs siaran video KenRadio.



Sedangkan Terry Flew seorang teoris media baru menyatakan bahwa ada 3 unsur kritis atas kebangkitan jurnalisme warga dan media warga, yang bisa menjadi 3 ciri utama jurnalisme warga, yakni:


1.Publikasi yang bersifat terbuka


2.Pengeditan yang bersifat kolaborasi sesama pengguna.


3.Pendistribusian isi.



Siapakah yang disebut wartawan warga?


Setelah menyimak berbagai definisi jurnalisme warga di atas, saya yakin anda sudah memiliki sedikit gambaran bagaimanakah sosok seorang wartawan warga. Namun barangkali masih ada yang bertanya-tanya, apakah saya yang sering membuka situs jurnalisme warga dan memberi komentar-komentar bisa disebut wartawan warga?


Kalau boleh saya menyimpulkan sebuah definisi dari wartawan warga berdasarkan keseluruhan penjelasan sebelumnya tentang jurnalisme warga, maka kesimpulan saya mengenai definisi wartawan warga adalah:


Orang yang bertindak secara non-profesional dan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian, dan penyebaran berita dan informasi, dengan tujuan menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan akan demokrasi serta memberikan komentar-komentar atas berita-berita tersebut pada situs-situs jurnalisme warga atau blog-blog.


Namun seorang wartawan warga tidak bisa berdiri sendiri. Karena di dalam sebuah jurnalisme warga terdapat berbagai kegiatan yang memerlukan peran aktif banyak pihak, baik berupa kontribusi tulisan maupun partisipasi memberi komentar – termasuk juga peran administrator, maka wartawan warga adalah merupakan sebuah komunitas bukan individualitas. Dengan kata lain seorang wartawan warga tidak bisa menjalankan peran aktifnya tanpa keberadaan dan peran wartawan warga yang lain.


Kembali ke pertanyaan awal di alenia pertama bagian ini, apakah seseorang yang sering membuka situs jurnalisme warga dan memberikan komentar-komentarnya bisa disebut wartawan warga?


Apabila kita mengembalikan ke definisi wartawan warga di atas, maka yang bersangkutan masih belum bisa disebut seorang wartawan warga secara utuh, dikarenakan dia baru menjalankan peran sebagai partisipator dengan memberikan komentar-komentar atas tulisan-tulisan. Peran wartawan warganya akan lengkap apabila dia juga berperan sebagai konstributor yang ikut menyumbangkan tulisan-tulisan. Artinya apabila seseorang secara aktif menyumbangkan tulisan-tulisannya ke situs jurnalisme warga dan juga memberikan komentar-komentar, maka dia secara lengkap bisa disebut sebagai seorang wartawan warga.

Senin, Desember 08, 2008

Wartawan Warga, Bebas Bertanggung Jawab

Kalau orang yang bekerja sebagai penulis untuk sebuah harian disebut wartawan atau jurnalis, maka orang yang menulis di citizen jurnalism website atau situs jurnalisme warga akan disebut citizen jurnalist, jurnalis warga atau wartawan warga.


Perlu diketahui bahwa wartawan warga mempunyai latar belakang profesi yang berbeda-beda, sehingga membuat sedikit kesulitan untuk menentukan suatu metode pelatihan yang pas untuk kemudian dipraktekkan secara nyata. Tetapi, tidak ada sedikitpun keraguan bahwa dengan sebuah pelatihan kecil – seperti yang akan diselenggarakan oleh administrator Wikimu dengan judul Mentoring Menulis via Online – seorang wartawan warga dapat memperbaiki mutu dari kisah yang akan ditulis, mengatasi kejemuan untuk menulis, atau ingin memperluas pengetahun dengan saling berbagi sesama wartawan warga.


Yang pertama-tama harus diingat dan diperhatikan adalah seorang wartawan warga mempunyai dua tugas penting: Pertama dia harus berusaha untuk meningkatkan komitmen dan partisipasi kewarganegaraannya. Seorang wartawan warga sangat perlu melatih dirinya untuk memiliki sikap yang benar agar dapat berperan untuk peningkatan kepahamannya akan kewajiban dan hak-hak sebagai warga negara. Kedua seorang wartawa warga hendaknya menularkan pemahamannya itu kepada warga negara lainnya dengan baik melalui tulisan-tulisannya.


Untuk melatih diri sebagai seorang wartawan warga, kita harus memahami bahwa yang pertama dituntut dari diri kita adalah menghasilkan isi tulisan yang terpercaya, akurat dan adil. Kewartawanan warga harus lebih dari sekedar pembungkus berita dan ide, dan mencampurnya dengan kepentingan pribadi serta atribut-atribut yang diharapkan.


Seorang wartawan warga perlu untuk mengapresiasi bahwa apapun yang dibuatnya, baik berupa tulisan atau foto harus terpercaya, dan jangan sampai memancing terjadinya sebuah kejahatan sosial. Dengan cara itu, seorang wartawan warga dapat secara efektif berperan dalam ruang lingkup yang lebih luas.


Sebagai seorang wartawan warga yang bercita-cita tinggi, langkah kunci dalam memasuki pelatihan adalah memiliki sebuah pemahaman yang jelas akan hal-hal yang diterima dengan cara mempraktekkannya.


Seorang wartawan warga sebenarnya adalah sebuah jembatan penghubung antara tugas-tugas kewartawanan secara profesional dengan keikutsertaan warganegara secara langsung. Beberapa sudut pandang wartawan media umum seringkali tidak membawa secara penuh pesan-pesan dari hati masyarakat, maka adalah tugas wartawan warga untuk menyampaikan dan menyajikannya untuk diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah yang berkuasa umpamanya.


Keberpihakan seorang wartawan warga adalah hal yang sulit untuk dihindari. Namun alangkah baiknya apabila seorang wartawan warga melatih diri untuk menghindari keberpihakan itu. Pendalaman akan materi yang akan ditulis serta keterkaitan dengan hukum yang berlaku serta dampak-dampak yang mungkin terjadi, harus menjadi dasar pemikiran utama sebelum seorang wartawan warga menerbitkan tulisannya.


Seorang wartawan warga harus melatih diri untuk memiliki kesadaran akan akibat-akibat yang mungkin terjadi di tengah masyarakat sebagai pengaruh langsung dari pemikiran-pemikiran yang sedang ditulisnya.


Prinsip, norma dan kode etik kewartawanan yang profesional bisa menjadi bahan acuan seorang wartawan warga untuk dapat menulis dengan tujuan, ketelitian, kebenaran dan kewajaran.

Bagaimanapun, seorang wartawan warga harus menyampaikan dengan lugas, jelas dan tegas, pemikiran, pengamatan, gagasan dan pengalaman atas hal-hal yang dibahasnya. Dan juga meyakinkan pembacanya bahwa yang disajikannya adalah buah pemikiran yang bersih dari keterikatan politik, gender, budaya dan ras.


Dengan membebaskan diri dari bias-bias, seorang wartawan warga mempunyai posisi yang lebih baik untuk mengatakan secara terbuka keseluruhan kisah yang sengaja disembunyikan kebenarannya oleh pihak tertentu dan secara sengaja menghambat kebebasan untuk mengungkapkannya. Namun dengan tetap memperhatikan dan menghindari dampak-dampak yang mungkin terjadi akibat dari tulisan yang dibuatnya. Jadi diperlukan kerja keras untuk melihat fakta-fakta yang tersembunyi dibalik sebuah berita.


Kunci lain yang penting adalah melatih diri untuk selalu melakukan riset yang mendalam atas isu-isu yang ada. Banyak membaca buku, literatur-literatur, dan sering menjelajahi duni maya dan mencari situs-situs terkait adalah upaya-upaya yang sebaiknya secara rutin dilakukan. Situs-situs tersebut adalah sebuah perpustakaan maha besar yang memberikan banyak informasi sebagai bahan kajian dalam membuat sebuah tulisan.


Adalah tugas seorang wartawan warga untuk menyaring fakta-fakta dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang terpercaya. Riset yang mendalam membantu ke arah membuat tulisan yang lebih baik.

Kesimpulannya adalah seorang wartawan warga harus dengan sadar bahwa dia bertanggung jawab sebagai transmisi ide-ide dan pengetahuan. Sebagai bukti rasa tanggung jawab itu, maka seorang wartawan warga harus meneliti fakta-fakta, menulis kebenaran, namun dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas. Selamat berjuang.

Jumat, November 14, 2008

10 Tips Menciptakan Posting yang Populer



Nilai sebuah posting anda yang populer bisa menciptakan banyak jalan dan hubungan dengan banyak orang dibandingkan dengan seluruh kegiatan anda dalam sebulan, percaya ?


Pada posting ini saya akan menantang anda untuk menggali potensinya, bisa ngga menciptakan sebuah posting yang populer dan dibaca banyak orang, bahkan apabila anda mengelola sebuah blog, posting Anda bisa membikin blog Anda terkenal dan selalu diminati.


10 tips berikut disajikan khusus bagi anda untuk dapat menciptakan sebuah posting yang populer. Tidak ada “blue print” yang bisa diikuti untuk menjadikan sebuah posting bisa terkenal. Satu kata kunci yang pasti adalah Anda jangan lelah untuk mencoba dan mencoba, menulis dan menulis. Semoga tips berikut memberikan kepada Anda “tembakan yang tepat” untuk mencapai sukses dalam menulis posting.



1. Waktu dan kerja keras lebih penting dibanding bakat


Berikan saya waktu selama delapan jam penuh untuk bekerja dan saya akan memberikan hasil yang sempurna, begitu biasanya anggapan orang. Sebetulnya untuk menulis sebuah posting tidak perlu menghabiskan waktu selama itu – walaupun biasanya memang begitu ketika pertama kali kita memulai untuk menulis. Lebih banyak waktu yang tersedia akan menjadi lebih berarti apabila digunakan untuk menyunting / mengedit, memperbaiki kesalahan-kesalahan, menambah hal yang dirasa kurang dan menambah nilai dari isi posting. Jadikan waktu yang tersedia untuk menjadikan posting kita bertambah sempurna sehingga siap untuk diluncurkan.



2. Gunakan ide terbaikmu


Sebuah posting tidak akan pernah menjadi populer kecuali posting tersebut memenuhi kebutuhan pembacanya berupa informasi yang jelas dan tegas. Informasi apa kira-kira yang masih dibutuhkan oleh kita? Bayangkan anda adalah pembaca posting, dan bayangkan apa yang dibutuhkan oleh mereka seperti juga anda membutuhkannya. Ya, semua orang membutuhkan informasi yang dapat membantu mengatasi permasalahan dalam kehidupan mereka, termasuk juga memenuhi rasa ingin tahu mereka. Posting yang bisa membantu semakin banyak orang, akan semakin menarik dan dicari.



3. Pengaturan format isi untuk mencapai hasil yang maksimal


Media sosial – citizen jurnalism seperti Wikimu misalnya – akan menjadi media yang efektif untuk mengangkat sebuah posting menjadi populer, bahkan untuk mempopulerkan sebuah blog. Memang para pembaca media sosial bisa berbuat suka-suka dalam menentukan pilihannya atas tulisan-tulisan yang ada. Bahkan mereka tidak memiliki aturan baku kenapa memilih sebuah posting lebih diminati dari posting lainnya. Maka gunakanlah pengaturan format isi untuk menjadikan sebuah posting menjadi lebih menarik. Berikan tekanan khusus pada asfek tertentu, misalkan pada tema, kata-kata lucu atau indah, atau barangkali nasehat-nasehat mendalam. Singkat kata curahkan sumber daya terbaik kita untuk menjadikan sebuah posting yang menarik. Jadikan tulisanmu menonjol di antara tulisan-tulisan yang sudah ada.



4. Menggali tema dari headline berita secara brainstorm


Barangkali ada satu atau dua blogger yang menguasai seni tentang penulisan headline di media sosial. Sisanya adalah kita yang belum diberkati dengan ketrampilan seperti itu. Ketika anda melihat sebuah headline berita di koran yang sedang dibicarakan banyak orang, maka itu berarti banyak kesempatan untuk menciptakan banyak posting untuk ditulis. Gunakan kemampuan kita untuk melihat headline tersebut dari berbagai sudut pandang secara brainstorm. Munculkan berbagai ide secara acak di otak kita. Jadikan ide-ide tersebut menjadi berbagai tema tersendiri. Semua orang dengan mudah bisa menemukan sebuah headline berita di surat kabar. Demikian juga tidak membutuhkan waktu lama untuk membayangkan ide acak dari berbagai sudut pandang di kepala terhadap berita tersebut. Anda akan lebih hebat lagi apabila berhasil menciptakan sebuah posting yang populer dari headline berita yang lemah sekalipun.



5. Berikan banyak nilai di dalam sebuah posting


Pernahkah anda membaca sebuah posting tidak secara lengkap? Pasti kita semua pernah melakukannya. Kenapa bisa terjadi demikian? Karena pada posting tersebut terdapat sesuatu yang “wow” yang sudah ditemukan oleh kita, suatu nilai lebih yang menggairahkan kita. Karena hal “wow” tersebut sudah ditemukan, biasanya kita terfokus padanya dan tidak berminat lagi untuk merambah ke bagian lainnya.


Nah, agar menjadikan semua isi posting kita diminati untuk dibaca kenapa kita tidak memberikan nilai yang lebih tersebut merata pada keseluruhan isi? Apabila kita bisa memberikan 10 tips kenapa harus memberikan 5 tips saja. Apabila kita bisa mengumpulkan 5 sumber tulisan, kenapa harus menulis dari satu sumber saja? Semakin banyak yang pembaca bisa ambil dari posting anda, semakin senang mereka untuk membaca posting-posting anda yang lain.



6. Keindahan ada di dalam mata pembaca


Jika penampilan sebuah posting tampak baik, hal tersebut akan menarik pembaca masuk ke dalamnya. Ambil sedikit waktu untuk mencari ilustrasi gambar yang menarik, dan sesuai dengan isi warta. Bila perlu kenapa tidak membikin kreasi sendiri dengan sedikit bermain dengan gambar-gambar di internet. Klik browsing gambar pada Google dan temukan banyak pilihan. Padukan dengan bantuan software Corel Draw misalnya. Buat posting menjadi sebuah pesta visual dan cuci mata bagi pembacanya dengan menampilkan banyak gambar yang menarik. Banyak isi web yang ditampilkan dengan lemah lembut dan ceria akan diterima dengan terbuka oleh pembacanya.



7. Katakan kepada pembaca hal-hal yang akan anda katakan


Pada umumnya pembaca akan melewati bagian paragraf pembuka yang bertele-tele. Anda dapat mengungkapkan hal yang sama dengan lebih sedikit kata-kata, terutama sekali untuk pembaca kita yang tidak sabaran. Kebanyakan orang lebih menyukai isi posting yang langsung ke permasalahan alias to the point. Gunakan paragraf pembuka sebagai penjelasan singkat mengenai isi posting dan cara atau langkah untuk memahami isinya. Sehingga pembaca akan merasa dipandu dalam memahami tulisan anda dan mendapat gambaran singkat tentang isi posting secara keseluruhan.



8. Sampaikan pesan-pesan dengan link-link


Cara terbaik untuk menjadikan banyak orang membaca posting kita adalah dengan menciptakan link ke blog lain dalam tulisan kita. Jadilah dermawan ketika kita menulis posting dengan mencantumkan link pada blog-blog lain, tentu saja sesuai dengan isi tulisan. Apabila posting kita populer, berarti juga mempopulerkan blog-blog yang anda link. Balasannya bagi anda adalah semakin banyak orang berminat untuk membaca posting-posting anda yang lain karena pembaca menemukan banyak informasi dan jaringan yang luas.



9. Selidiki minat pembaca


Jika anda menghendaki pembaca benar-benar terpaku dengan posting-posting anda, tidak ada alasan mengapa anda harus duduk berpangku tangan dan mengharapkan semua terjadi dengan sendirinya. Selidiki apa yang mereka minati dari posting anda. Bikin polling – biasanya disediakan oleh penyedia blog – atau pasang gadget atau widget yang bisa menampilkan sudah berapa banyak jumlah pengunjung ke blog kita atau judul tulisan yang sedang dibaca, dan lanjutkan dengan tip no.10 berikut.



10. Uji apa yang dikerjakan sebelumnya


Pelajarilah posting-posting yang sampai sejauh ini paling populer. Secara umum apa yang menarik? Kenapa posting tersebut bisa populer? Apa yang dibutuhkan pembacanya sehingga mereka memilih untuk membaca posting tersebut?


Di dalam menciptakan sebuah posting agar menjadi populer dan diminati banyak orang adalah penting untuk belajar dari contoh posting yang sudah populer, baik tulisan anda sendiri maupun blogger lainnya. Pelajari kenapa itu bisa terjadi? Apa yang luar biasa dari posting tersebut? Transferlah kualitas yang terdapat di dalam sebuah posting yang populer yang sudah anda temukan ke dalam posting anda yang baru yang sedang dipersiapkan.




Bagaimana? Siapkah anda menjadi penulis posting yang populer? Kuncinya mulai dari sekarang dan jangan putus asa. Salam Blogger.

Senin, Oktober 20, 2008

Bisakah Kita Menulis di Blog dengan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?


Bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa dan tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Bangga Berbahasa Indonesia. Kedua peringatan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober, yang salah satu isi dari Sumpah Pemuda tersebut adalah KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.


Sebagai bahasa resmi negara penggunaan Bahasa Indonesia ditetapkan oleh Pemerintah dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 36 yang bunyinya: Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. Kemudian dengan dikeluarkannya Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987, dicermatkan pada Rapat Kerja ke-30 Panitia Kerja Sama Kebahasaan di Tugu, tanggal 16–20 Desember 1990 dan diterima pada Sidang ke-30 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4–6 Maret 1991, maka kedudukan Bahasa Indonesia sudah sangat kokoh, baik sebagai bahasa resmi di dalam kegiatan penyelenggaraan negara, juga sebagai bahasa pengantar di dalam kehidupan bermasyarakat.



Kegiatan tulis-menulis dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar


Menulis adalah kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari penggunaan bahasa, karena bahasa adalah alat utama dalam dunia tulis-menulis. Tanpa bahasa seorang penulis tidak mungkin bisa menggambarkan pikiran dan perasaannya kepada para pembaca. Jadi hubungan antara pikiran dan perasaan seorang penulis dengan bahasa adalah seperti hubungan antara ruh dan tubuh. Pikiran dan perasaan seorang penulis adalah ruh dan bahasa adalah tubuhnya. Penulis tidak akan bisa menampilkan pikiran dan perasannya tanpa adanya bahasa sebagai alat pengungkapan itu.


Setiap bahasa mempunyai aturannya sendiri-sendiri, begitu juga dengan Bahasa Indonesia. Aturan dalam berbahasa seharusnya dipatuhi oleh pengguna bahasa agar tercipta ketertiban dan keteraturan dalam berbahasa. Selain itu juga menumbuhkan rasa bangga dalam menggunakannya.


Jadi di dalam kegiatan tulis-menulis mutlak adanya kepatuhan terhadap aturan dalam berbahasa. Di dalam penggunaan Bahasa Indonesia berarti adanya kepatuhan terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan seperti telah disebutkan sebelumnya.



Keragaman budaya dan bahasa daerah bersifat memperkaya Bahasa Indonesia


Banyak kata serapan yang dijadikan sebagai kata baku dalam Bahasa Indonesia. Kata-kata serapan tersebut ada yang berasal dari bahasa asing dan ada juga yang berasal dari bahasa daerah di Indonesia, namun telah dilakukan penyesuaian agar dapat diterima oleh semua kalangan sebagai bagian dari bahasa Indonesia. Atau dengan kata lain unsur kata serapan tersebut telah disesuaikan dan kemudian ditetapkan sebagai kata baku dalam Bahasa Indonesia.

Lalu bagaimana dengan bahasa aslinya? Tentu saja penggunaan bahasa aslinya seperti bahasa asing (Inggris atau Arab) atau bahasa daerah tetap boleh dipergunakan, tetapi hanya dalam pembicaraan-pembicaraan yang bersifat informal dan dalam kehidupan sehari-hari saja. Sedangkan dalam kegiatan resmi negara, seperti di dalam kegiatan kenegaraan dan penyelenggaraan negara, dunia pendidikan, jurnalisme dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersentuhan dengan masyarakat luas diharuskan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar tersebut.



Kegiatan tulis-menulis dan penggunaan kata-kata Bahasa Indonesia yang tidak baku


Kalau kita mau jujur, dari banyak tulisan yang sudah ditampilkan di beberapa blog, juga di dalam blog ini masih ada tulisan yang di dalamnya terdapat unsur kata yang tidak baku dan kesalahan-kesalahan prinsip tentang aturan tata bahasanya.


Ada 5 alasan yang membuat permasalahan tersebut bisa terjadi:


1. Kemampuan kita sebagai penulis masih kurang dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar.


2. Kurangnya kemauan kita untuk mencari referensi yang bisa dijadikan standar dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar.


3. Adanya kesulitan yang dialami oleh pihak administrator blog apabila diharuskan mengadakan pemerikasaan dan koreksi atas setiap warta yang diterimanya (untuk blog yang di dalamnya memuat tulisan / posting dari luar.


4. Posting yang didalamnya digunakan tata bahasa yang baku biasanya kurang greget dan terasa kaku sehingga dikuatirkan akan dijauhi oleh pembacanya.


5. Dibutuhan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sebuah tulisan, karena harus ada pemeriksaan terhadap penggunaan tata bahasanya (mungkin hal ini tidak akan terjadi lagi apabila penulis sudah terbiasa melakukannya).



Contoh penggunaan kata tidak baku dan kesalahan dalam tata bahasa


Tahukan Anda bahwa kata cabe itu tidak baku dan yang baku adalah kata cabai? Dan cape itu kata bakunya adalah capai, sebuah kata yang sangat jarang digunakan oleh para penulis warta di Wikimu, dan ini berarti sebuah pekerjaan berat bagi administrator Wikimu untuk mengecek dan membetulkan semua kata-kata yang tidak baku, namun sering digunakan.


Begitu juga kata admin, sebetulnya kata bakunya adalah administrator seperti yang digunakan pada kalimat tersebut di atas. Banyak lagi contoh lainya, seperti riil yang kata bakunya real, analisa yang kata bakunya analisis, budget yang kata bakunya bujet, dan kata tapi yang sering dipergunakan oleh kita kata bakunya adalah tetapi.


Kesalahan tata bahasa yang sering terjadi adalah pemenuhan ketentuan gramatikal dalam penulisan kalimat. Sebagai contoh adalah kalimat: buku yang saya pinjam seharusnya buku yang dipinjam oleh saya.


Terus terang, saya sendiri mengalami kesulitan yang besar kalau diharuskan untuk mematuhi semua aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Di dalam tulisan ini barangkali masih banyak terdapat kesalahan, begitu juga tulisan-tulisan yang terdapat di media pada umumnya. Tetapi kesulitan-kesulitan tersebut tidak berarti sebuah kebolehan bagi kita untuk melanggar aturan dalam berbahasa Indonesia.


Namun semua keputusan dikembalikan kepada diri pribadi masing-masing penulis. Karena di dalam dunia tulis-menulis terdapat unsur seni yang apabila dipaksa untuk memenuhi aturan yang baku dalam berbahasa, maka akan menghasilkan tulisan yang kaku dan tidak indah. Sebagai contoh adalah tulisan berupa puisi.



Kamus kata tidak baku dan kata bakunya dan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan


Sebagai bagian akhir dari tulisan ini saya mencoba memberi sebuah alat bantuan berupa kamus kata tidak baku dan kata bakunya dan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan untuk Anda sebagai pedoman dalam menulis sebuah warta. Anda bisa menglik di sini untuk mendapatkannya.


Sampai di sini dulu, semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda, bloggers dan pembaca blog semuanya.