Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 31, 2009

Klasifikasi Tipe Penulis di Wikimu, Anda Termasuk yang Mana?

Tulisan ini adalah hasil observasi saya selama menjadi anggota Wikimu, dengan mengamat-amati setiap gaya tulisan yang muncul setiap harinya. Maunya mengomentari semua penulis yang sering nampang di kolom “anggota favorit” atau “yang paling berguna” atau “yang paling banyak dilihat”, namun karena takut menimbulkan efek tidak mengenakkan, maka dibuat berupa klasifikasi tipe penulis seperti ini.


Klasifikasi ini barangkali tidak lengkap, namun paling tidak mewakili sebagian besar atau mungkin keseluruhan penulis yang pernah tampil di Wikimu. Setiap penulis mungkin saja bertipe banyak atau diklasifikasikan dalam lebih dari satu tipe.


1.Tipe Jentelmen


Ciri khas penulis bertipe ini adalah mengakui dengan jujur kesalahannya, dengan mengucapkan permintaan maaf atas keleliruan yang telah dibuat, baik isi tulisan maupun komentarnya. Dia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih atas partisipasi pembacanya, dan sering memberikan apresiasi positif terhadap mereka.


Gaya positif seperti ini disukai banyak orang, tapi juga membosankan. Sebagian besar penulis mencoba bergaya seperti ini, tapi biasanya terjebak juga dan menjadi kehilangan kendali, terutama saat serangan bertubi-tubi berupa kritik-kritik pedas menghujami tulisannya.


2.Tipe Elvis


Tipe penulis ini bak artis terkenal yang mengundurkan diri ketika berada di puncak popularitasnya. Seperti Elvis Presley yang bunuh diri ketika penggemarnya bertambah banyak dan tergila-gila padanya.


Beberapa tulisannya selalu masuk katagori “paling berguna”, atau “paling banyak dilihat” dalam jangka waktu yang lama. Namun entah karena ingin tetap dikenang sebagai pemenang, atau memang sudah kehabisan ide untuk menulis, dia tiba-tiba sangat jarang atau tidak pernah lagi mengirimkan tulisan-tulisannya.


3.Tipe Pengebom


Penulis tipe ini terdaftar sebagai anggota resmi, tetapi seperti pengebom, dia hanya meninggalkan tulisannya tanpa pernah mengusiknya lagi, alias membiarkan komentar-komentar tanpa memberikan tanggapan balik. Diamatinya reaksi pembacanya – korban-korbannya – tapi hanya mendiamkannya sambil mempersiapkan bom lainnya.


4.Tipe Spesialis


Penulis tipe ini bergaya seperti pakar. Setiap tulisannya adalah menunjukkan jati dirinya sebagai seorang yang menguasai bidangnya. Namun harus diakui kalau tipe ini memang ahli, dan biasanya tulisannya berkaitan erat dengan bidang pekerjaannya, hobi tertentu yang digelutinya atau organisasi yang dipimpinnya. Penulis bertipe ini juga biasanya termasuk bertipe maniak.


5.Tipe Penyeludup


Tipe ini tidak pernah terdaftar secara resmi, bahkan identitasnya pun seringkali palsu. Namun karena di Wikimu diperbolehkan bagi siapa saja untuk memberikan kontribusi tulisan, termasuk yang tidak menjadi anggota resmi, maka dia sah-sah saja untuk sesekali berpartisipasi. Tapi disebabkan gayanya seperti penyeludup, dia bisa dengan mudah menghilang dan kemudian muncul lagi, mungkin dengan identitas yang lain.


6.Tipe Kritikus


Tulisannya umumnya berisi kritik, baik mengkritisi penguasa, perilaku orang lain atau tulisan lain. Tipe ini paling bisa mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain, sehingga sering mendapatkan balasan berupa komentar-komentar dari orang yang dikritik atau simpatisannya. Tipe kritikus biasanya kecanduan untuk mengkritik, sehingga kalau dia tidak begitu rajin menulis, dia akan menjadi komentator yang sangat kritis.


7.Tipe Tuan Rumah


Penulis tipe ini seperti seorang tuan rumah, sesekali “say hello” atau memberikan komentar singkat kepada obrolan para tamunya, sambil berkeliling ruangan, atau membuat sebuah cerita seru, kemudian meninggalkan tamunya sibuk berdebat sementara dia mengamati perilaku mereka. Dia sangat menikmati pesta yang diselenggarakannya, dan senang kalau banyak tamu yang datang dan ikut menikmatinya juga.


8.Tipe Novelis


Tipe ini terlihat dari tulisannya, yang sebagian besar bertutur atau bercerita. Dengan memakai gaya penulisan kejadian sehari-hari atau pengalaman teman-temannya. Tokoh cerita sering disamarkan sebagai orang lain, padahal itu adalah dirinya sendiri, atau tokoh khayalan dengan cerita fiksi yang dibuat seakan-akan kenyataan yang terjadi atas dirinya. Penggemar tipe ini biasanya juga penggemar novel.


9.Tipe Momentum


Penulis even atau penulis yang aktif di saat momen tertentu saja. Kemungkinan karena ada misi tertentu, atau juga hanya mood menulis dikarenakan suatu peristiwa yang disukainya. Ada penulis tipe ini yang hanya muncul di saat peristiwa politik yang heboh sedang terjadi, atau menulis untuk menanggapi sebuah tulisan yang sedang menarik minatnya, karena tidak merasa cukup dengan hanya memberikan komentar saja, dia akhirnya menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan.


10.Tipe Maniak


Tipe ini bisa dibedakan dengan jelas dari tipe spesialis, karena tulisannya multi tema alias menulis apa saja. Tidak serupa dengan tipe momentum, karena dia akan menulis kapan saja tanpa kenal momen atau even apa pun, dan jauh dari tipe elvis karena tipe maniak tidak mengenal kata akhir dalam menulis.


Tipe ini tidak akan merasa tahan kalau tidak menulis satu hari saja. Dia biasanya merasa “hampa” apabila melihat pada laman utama tidak tercantum tulisannya. Yang lebih parah lagi, dia akan merasakan “demam” kalau namanya atau fotonya tidak tercantum, minimal pada bagian kolom “anggota favorit”. Tipe ini adalah yang paling disukai oleh Admin Wikimu, seperti tipe spesialis yang biasanya tidak pernah absen menulis.


Kalau masih ada tipe lain silakan saja disebutkan untuk menambah lengkap klasifikasi ini. Salam.

Rabu, Desember 10, 2008

Seleberitis, Si Inosen yang Diduga-duga

Seorang selebritis selalu menjadi sumber berita yang tidak kering-keringnya. Apa pun yang dilakukannya, selalu bisa dijadikan berita yang mudah, murah dan laku. Tidak ada satu koran pun yang akan melewatkan peliputan berita seorang selebritis. Bila perlu sampai nginap di depan rumahnya pun dilakukan oleh para wartawan, asalkan mendapatkan berita yang aktual. Bahkan untuk stasiun televisi sebuah berita live atas seorang selebritis akan dinilai sangat tinggi dan mempunyai nilai jual.



Pelanggaran hukum oleh Pers


Sebagai seorang publick figure dan dikenal banyak orang, tidak berarti seorang selebritis – artis, aktor, tokoh politik dan lain-lain – tidak mempunyai hak yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Sebagai seorang warga negara mereka juga dilindungi oleh undang-undang dan mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan sewenang-wenang pihak lain, seperti pers misalnya.


Dalam beberapa tahun terakhir ini telah terjadi pelanggaran prinsip yang dilakukan media massa dalam pemberitaannya, baik di media cetak maupun televisi, yakni pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) seseorang yang menjadi subjek sebuah berita. Pihak yang menjadi korban adalah para selebritis atau orang-orang yang sudah dikenal luas di masyarakat itu.



Ketentuan yang dilanggar


Undang-undang yang memuat definisi dan ketentuan mengenai asas praduga tak bersalah adalah UU Nomor 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman, pada Pasal 8 disebutkan: Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, dan/atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap.


Sebagai bagian dari pers nasional, perusahaan penerbitan koran, majalah, tabloit dan stasiun-stasiun televisi juga harus mematuhi perundang-undangan yang mengatur kegiatan pers nasional. Pemberitaan pers yang melanggar asas praduga tak bersalah sangat jelas telah bertentangan dengan :


1. UU No.40 Tahun 1999 Tentang Pers Pasal 5 ayat 1 yang menyebutkan: Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.


2. Kode Etik Jurnalistik Pasal 3 yang menyebutkan: Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.


Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh media massa dalam pemberitaannya adalah tidak menuliskan atau menyebutkan nama seorang selebritis yang diberitakan sedang diduga melakukan suatu pelanggaran hukum dalam bentuk inisial atau singkatan huruf dari namanya. Begitu juga untuk tampilan foto atau gambar/film wajah si selebritis tidak ditutup matanya, dikaburkan gambar wajahnya atau diambil bagian foto/film yang tidak menampilkan wajahnya.


Nah, siapa yang akan menuntut seluruh media massa yang telah melakukan pelanggaran di depan mata ini, karena asas praduga tak bersalah adalah asas hukum yang berlaku umum di seluruh dunia.


Senin, Desember 08, 2008

Wartawan Warga, Bebas Bertanggung Jawab

Kalau orang yang bekerja sebagai penulis untuk sebuah harian disebut wartawan atau jurnalis, maka orang yang menulis di citizen jurnalism website atau situs jurnalisme warga akan disebut citizen jurnalist, jurnalis warga atau wartawan warga.


Perlu diketahui bahwa wartawan warga mempunyai latar belakang profesi yang berbeda-beda, sehingga membuat sedikit kesulitan untuk menentukan suatu metode pelatihan yang pas untuk kemudian dipraktekkan secara nyata. Tetapi, tidak ada sedikitpun keraguan bahwa dengan sebuah pelatihan kecil – seperti yang akan diselenggarakan oleh administrator Wikimu dengan judul Mentoring Menulis via Online – seorang wartawan warga dapat memperbaiki mutu dari kisah yang akan ditulis, mengatasi kejemuan untuk menulis, atau ingin memperluas pengetahun dengan saling berbagi sesama wartawan warga.


Yang pertama-tama harus diingat dan diperhatikan adalah seorang wartawan warga mempunyai dua tugas penting: Pertama dia harus berusaha untuk meningkatkan komitmen dan partisipasi kewarganegaraannya. Seorang wartawan warga sangat perlu melatih dirinya untuk memiliki sikap yang benar agar dapat berperan untuk peningkatan kepahamannya akan kewajiban dan hak-hak sebagai warga negara. Kedua seorang wartawa warga hendaknya menularkan pemahamannya itu kepada warga negara lainnya dengan baik melalui tulisan-tulisannya.


Untuk melatih diri sebagai seorang wartawan warga, kita harus memahami bahwa yang pertama dituntut dari diri kita adalah menghasilkan isi tulisan yang terpercaya, akurat dan adil. Kewartawanan warga harus lebih dari sekedar pembungkus berita dan ide, dan mencampurnya dengan kepentingan pribadi serta atribut-atribut yang diharapkan.


Seorang wartawan warga perlu untuk mengapresiasi bahwa apapun yang dibuatnya, baik berupa tulisan atau foto harus terpercaya, dan jangan sampai memancing terjadinya sebuah kejahatan sosial. Dengan cara itu, seorang wartawan warga dapat secara efektif berperan dalam ruang lingkup yang lebih luas.


Sebagai seorang wartawan warga yang bercita-cita tinggi, langkah kunci dalam memasuki pelatihan adalah memiliki sebuah pemahaman yang jelas akan hal-hal yang diterima dengan cara mempraktekkannya.


Seorang wartawan warga sebenarnya adalah sebuah jembatan penghubung antara tugas-tugas kewartawanan secara profesional dengan keikutsertaan warganegara secara langsung. Beberapa sudut pandang wartawan media umum seringkali tidak membawa secara penuh pesan-pesan dari hati masyarakat, maka adalah tugas wartawan warga untuk menyampaikan dan menyajikannya untuk diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah yang berkuasa umpamanya.


Keberpihakan seorang wartawan warga adalah hal yang sulit untuk dihindari. Namun alangkah baiknya apabila seorang wartawan warga melatih diri untuk menghindari keberpihakan itu. Pendalaman akan materi yang akan ditulis serta keterkaitan dengan hukum yang berlaku serta dampak-dampak yang mungkin terjadi, harus menjadi dasar pemikiran utama sebelum seorang wartawan warga menerbitkan tulisannya.


Seorang wartawan warga harus melatih diri untuk memiliki kesadaran akan akibat-akibat yang mungkin terjadi di tengah masyarakat sebagai pengaruh langsung dari pemikiran-pemikiran yang sedang ditulisnya.


Prinsip, norma dan kode etik kewartawanan yang profesional bisa menjadi bahan acuan seorang wartawan warga untuk dapat menulis dengan tujuan, ketelitian, kebenaran dan kewajaran.

Bagaimanapun, seorang wartawan warga harus menyampaikan dengan lugas, jelas dan tegas, pemikiran, pengamatan, gagasan dan pengalaman atas hal-hal yang dibahasnya. Dan juga meyakinkan pembacanya bahwa yang disajikannya adalah buah pemikiran yang bersih dari keterikatan politik, gender, budaya dan ras.


Dengan membebaskan diri dari bias-bias, seorang wartawan warga mempunyai posisi yang lebih baik untuk mengatakan secara terbuka keseluruhan kisah yang sengaja disembunyikan kebenarannya oleh pihak tertentu dan secara sengaja menghambat kebebasan untuk mengungkapkannya. Namun dengan tetap memperhatikan dan menghindari dampak-dampak yang mungkin terjadi akibat dari tulisan yang dibuatnya. Jadi diperlukan kerja keras untuk melihat fakta-fakta yang tersembunyi dibalik sebuah berita.


Kunci lain yang penting adalah melatih diri untuk selalu melakukan riset yang mendalam atas isu-isu yang ada. Banyak membaca buku, literatur-literatur, dan sering menjelajahi duni maya dan mencari situs-situs terkait adalah upaya-upaya yang sebaiknya secara rutin dilakukan. Situs-situs tersebut adalah sebuah perpustakaan maha besar yang memberikan banyak informasi sebagai bahan kajian dalam membuat sebuah tulisan.


Adalah tugas seorang wartawan warga untuk menyaring fakta-fakta dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang terpercaya. Riset yang mendalam membantu ke arah membuat tulisan yang lebih baik.

Kesimpulannya adalah seorang wartawan warga harus dengan sadar bahwa dia bertanggung jawab sebagai transmisi ide-ide dan pengetahuan. Sebagai bukti rasa tanggung jawab itu, maka seorang wartawan warga harus meneliti fakta-fakta, menulis kebenaran, namun dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas. Selamat berjuang.

Rabu, Desember 03, 2008

Wulan Guritno Plin-plan di Banjarmasin Post






Rumah baru dan lebih luas terkadang bisa membingungkan penghuninya. Kebingungan mengatur tata letak barang perabotan, bingung memilih perabotan yang sesuai, juga bingung harus diisi dengan apa.


Begitu juga dengan koran yang mengadakan perubahan format dan penambahan halaman seperti koran pagi Banjarmasin Post. Kotan tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan ini sekarang sudah tampil dengan format baru, full colour, bertambah halaman dan bertambah mahal! (Apa boleh buat mahal juga tetap harus berlangganan karena semua orang rumah masih tetap membutuhkannya, terutama ibu mertua yang tidak bisa membuka internet untuk mengunjungi situs Banjarmasin Post On-line atau issuu.com/denny_bpost/).



Wulan Guritno bisa plin-plan?


Seperti sudah diketahui publik, artis Wulan Guritno sedang mengalami “musibah” gagal menjadi calon legislatif untuk Pemilu 2009 nanti. Kabarnya dia “memalsu ijazah” untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif. Isu miring ini tentu saja dibantahnya, karena katanya dia mengalami keterlambatan menerima ijazah asli dari almamaternya, yaitu sebuah SMA di London, Inggris.


Apakah semangat Wulan masih ada untuk mencalonkan diri kembali sebagai calon legislatif pada pemilu berikutnya di tahun 2014? Maka jawaban plin-plan Wulan Guritno bisa anda baca di koran Banjarmasin Post tanggal 03 Desember 2008. Pada halaman 3 dengan judul Tak Kapok Jadi Caleg, diceritakan Wulan Guritno siap untuk menjadi caleg pada Pemilu 2014, sedangkan pada halaman 27 tiba-tiba Wulan balik kanan dan masih pikir-pikir untuk menjadi caleg lagi pada pemilu tahun 2014, dengan judul berita Wulan Guritno Patah Arang Jadi Caleg.


Saya tidak tahu, apaklah Wulan Guritno yang plin-plan, wartawan pengisi berita yang berbeda dan editornya tidak jeli, atau hanya upaya mengisi kekosongan halaman secara konyol?