Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 17, 2009

Tips : Menulis Lebih Mudah dengan Kerasukan Roh Penulis

Suatu kegiatan pemanggilan roh orang yang sudah meninggal biasanya karena ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau diketahui dari roh yang dipanggil tersebut. Dengan bantuan seorang medium proses pemanggilan roh dilakukan di sebuah ruangan remang-remang dan dihadiri oleh beberapa orang saksi agar berita yang disampaikan dapat dibenarkan. Biasanya sang mediumlah yang akan kerasukan roh dan meracau.


Tetapi tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan pemanggilan roh seperti disebutkan di atas, atau hal-hal mistik dan supranatural lainnya. Tulisan ini hanya membahas seputar metoda unik yang ditemukan oleh penulis untuk mendapatkan kembali semangat menulis. Ketika ide-ide tidak muncul satu pun, atau sumber-sumber ide berada di depan mata namun semangat sudah hilang dan gairah menjadi hambar, maka metoda ini ditempuh oleh penulis untuk kembali meraih semangat untuk menulis.


Saya yakin sebagian besar penulis pernah mengalami hal semacam itu. Berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu seorang penulis tidak menghasilkan satu tulisan pun. Dia mencoba memulai membuka komputer, tapi yang terjadi adalah browsing kesana kemari tanpa berhasil menelurkan sebuah tulisan pun.


Nah, untuk mengatasi hal tersebut saya mempunyai tips untuk anda yang ingin mulai menulis atau sudah lama menulis, namun sering menemui kesulitan akhir-akhir ini untuk menulis, yakni dengan cara kerasukan roh penulis. Kok, bisa?


Kata “roh” atau “ruh” dalam bahasa Indonesia adalah sepadan dengan kata “spirit” dalam bahasa Inggris. Kata “spirit” itu juga bermakna “semangat”. Jadi yang dimaksud oleh penulis kerasukan roh penulis tersebut adalah kerasukan atau terjangkiti semangat para penulis hebat.


Mereka adalah para penulis kenamaan yang mungkin salah satunya adalah pujaan atau idola anda. Sederet nama penulis pasti sudah anda kenal dan mungkin beberapa bukunya sudah menjadi koleksi anda. Tapi bagaimana caranya supaya kerasukan “roh” mereka?


Anda hanya membutuhkan sedikit daya imajinasi atau daya khayal anda. Sediakan sedikit waktu luang dengan suasana tenang, kemudian anda lakukan langkah-langkah berikut ini:


1. Ambil posisi duduk dengan tenang.


2. Normalkan masuk dan keluar nafas anda.


3. Bayangkan wajah dan sosok salah satu penulis yang anda puja sedang berdiri di depan anda. Anggaplah bayangan yang anda bikin tersebut adalah “roh” dari penulis tersebut.


4. Tariklah nafas dalam-dalam bersamaan dengan itu tarik juga bayangan dari “roh” penulis imajinasi anda tadi ke dalam kepala dan tubuh anda. Tahan nafas anda beberapa detik di dalam rongga dada dan anggaplah “roh” imajinasi anda tadi menetap di dalam kepala dan tubuh anda.


5. Keluarkan nafas anda dan tinggalkan kegiatan tersebut.


6. Tunggulah sampai nanti tubuh anda digerakkan dengan sendirinya oleh sebuah kekuatan tidak terlihat dari “semangat” penulis yang sekarang sudah mengendalikan anda. Apabila muncul keinginan untuk menulis, sebaiknya langsung diikuti dan jangan ditunda apalagi lawan, karena anda akan menemui kesulitan untuk membangkitkannya di lain kesempatan.


7. Bereksperimenlah dengan beberapa penulis yang berbeda sebagai objek, mungkin anda akan merasakan efek yang berbeda pula.


Sebagai catatan: tidak ada pemanggilan roh sungguhan di dalam kegiatan ini. Anda hanya merasakan semangat dari seorang penulis yang anda harapkan juga akan menulari anda. Kegiatan ini murni bersifat sugestif. Selamat mencoba. Salam.

Sabtu, Desember 13, 2008

Siapakah Wartawan Warga itu?


Menggambarkan sosok wartawan warga pada dasarnya berbicara mengenai fungsi dan peran wartawan warga, dan itu berarti tidak terlepas dari membicarakan fungsi dan peran jurnalisme warga itu sendiri. Sebagai habitat resmi para wartawan warga, penjelasan fungsi dan peran jurnalisme warga sangat menentukan dalam memberikan gambaran sosok, fungsi dan peran seorang wartawan warga.



Berbagai definisi jurnalisme warga


Ada banyak definisi jurnalisme warga yang berhasil ditemukan, namun agar menjadi mudah maka dipaparkan 3 definisi yang mungkin bisa mewakili gambaran jurnalisme warga secara utuh, yakni :


1.Definisi dari Wikipedia


Jurnalisme warga, yang juga dikenal sebagai publik atau jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokratik, adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi," demikian definisi Jurnalisme Warga oleh Shayne Bowman dan Chris Willis dalam laporannya We Media: How Audiences are Shaping the Future of News and Information. Mereka berkata, "Tujuan dari keikutsertaan ini adalah untuk menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan akan demokrasi". Pengertian Jurnalisme Warga – seharusnya Jurnalisme Warganegara sebagai terjemahan dari Citizen Journalism – tidak boleh dikacaukan dengan Jurnalisme Kewarganegaraan (Civic Journalism), yang dipraktekkan oleh wartawan-wartawan profesional. Jurnalisme warga adalah bentuk yang spesifik dari media warga dimana warga berperan sebagai pengguna sekaligus penghasil isi.


2.Definisi dari Ensiklopedi IT


Berita dan komentar dari publik secara luas. Menggunakan situs wiki dan blog-blogs, siapapun dapat memberikan kontribusinya berupa informasi tentang peristiwa yang ada. Juga dikenal sebagai "jurnalisme warga berkolaborasi" (collaborative citizen journalism/CCJ), "media akar rumput" atau "penerbitan pribadi". Konsep di balik jurnalisme warga adalah banyaknya sukarelawan yang membantu untuk memastikan bahwa informasi itu lebih akurat dibanding kalau dilaporkan hanya oleh satu sumber saja.


3.Definisi dari Jay Rousen


Ketika orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai pemirsa media pers mempunyai kekuatan kontrol untuk berbagi informasi satu sama lain sesama pemirsa media pers, maka itulah jurnalisme warga.



Jenis-jenis Jurnalisme Warga


Di internet kita bisa menemui berbagai situs dan blog yang mempunyai berbagai bentuk dan penampilan. Namun dari semua bentuk dan penampilan yang beragam tersebut dapat digolongkan menjadi 6 jenis (Artikel di Online Journalism Review oleh J. D.Lasica, tahun 2003), yaitu:


1. Partisipasi pemirsa, yakni komentar-komentar yang diberikan oleh pengguna yang dihubungkan dengan kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto-foto atau video dari kamera pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh sebuah komunitas masyarakat)


2. Berita independen dan situs informasi, seperti Consumer Reports dan The Drudge Report.


3. Situs berita yang berdasarkan partisipasi sepenuhnya dari penggunanya, seperti OhmyNews, GroundReport.


4. Situs media yang bersifat kolaborasi dan kontribusi, seperti Slashdot, Kuro5hin, Newsvine dan HumanTimes.


5. Berbagai jenis lainnya yang lebih kecil, seperi mailing lists dan email newsletters.


6. Situs siaran pribadi, seperti situs siaran video KenRadio.



Sedangkan Terry Flew seorang teoris media baru menyatakan bahwa ada 3 unsur kritis atas kebangkitan jurnalisme warga dan media warga, yang bisa menjadi 3 ciri utama jurnalisme warga, yakni:


1.Publikasi yang bersifat terbuka


2.Pengeditan yang bersifat kolaborasi sesama pengguna.


3.Pendistribusian isi.



Siapakah yang disebut wartawan warga?


Setelah menyimak berbagai definisi jurnalisme warga di atas, saya yakin anda sudah memiliki sedikit gambaran bagaimanakah sosok seorang wartawan warga. Namun barangkali masih ada yang bertanya-tanya, apakah saya yang sering membuka situs jurnalisme warga dan memberi komentar-komentar bisa disebut wartawan warga?


Kalau boleh saya menyimpulkan sebuah definisi dari wartawan warga berdasarkan keseluruhan penjelasan sebelumnya tentang jurnalisme warga, maka kesimpulan saya mengenai definisi wartawan warga adalah:


Orang yang bertindak secara non-profesional dan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian, dan penyebaran berita dan informasi, dengan tujuan menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan akan demokrasi serta memberikan komentar-komentar atas berita-berita tersebut pada situs-situs jurnalisme warga atau blog-blog.


Namun seorang wartawan warga tidak bisa berdiri sendiri. Karena di dalam sebuah jurnalisme warga terdapat berbagai kegiatan yang memerlukan peran aktif banyak pihak, baik berupa kontribusi tulisan maupun partisipasi memberi komentar – termasuk juga peran administrator, maka wartawan warga adalah merupakan sebuah komunitas bukan individualitas. Dengan kata lain seorang wartawan warga tidak bisa menjalankan peran aktifnya tanpa keberadaan dan peran wartawan warga yang lain.


Kembali ke pertanyaan awal di alenia pertama bagian ini, apakah seseorang yang sering membuka situs jurnalisme warga dan memberikan komentar-komentarnya bisa disebut wartawan warga?


Apabila kita mengembalikan ke definisi wartawan warga di atas, maka yang bersangkutan masih belum bisa disebut seorang wartawan warga secara utuh, dikarenakan dia baru menjalankan peran sebagai partisipator dengan memberikan komentar-komentar atas tulisan-tulisan. Peran wartawan warganya akan lengkap apabila dia juga berperan sebagai konstributor yang ikut menyumbangkan tulisan-tulisan. Artinya apabila seseorang secara aktif menyumbangkan tulisan-tulisannya ke situs jurnalisme warga dan juga memberikan komentar-komentar, maka dia secara lengkap bisa disebut sebagai seorang wartawan warga.

Senin, Desember 08, 2008

Wartawan Warga, Bebas Bertanggung Jawab

Kalau orang yang bekerja sebagai penulis untuk sebuah harian disebut wartawan atau jurnalis, maka orang yang menulis di citizen jurnalism website atau situs jurnalisme warga akan disebut citizen jurnalist, jurnalis warga atau wartawan warga.


Perlu diketahui bahwa wartawan warga mempunyai latar belakang profesi yang berbeda-beda, sehingga membuat sedikit kesulitan untuk menentukan suatu metode pelatihan yang pas untuk kemudian dipraktekkan secara nyata. Tetapi, tidak ada sedikitpun keraguan bahwa dengan sebuah pelatihan kecil – seperti yang akan diselenggarakan oleh administrator Wikimu dengan judul Mentoring Menulis via Online – seorang wartawan warga dapat memperbaiki mutu dari kisah yang akan ditulis, mengatasi kejemuan untuk menulis, atau ingin memperluas pengetahun dengan saling berbagi sesama wartawan warga.


Yang pertama-tama harus diingat dan diperhatikan adalah seorang wartawan warga mempunyai dua tugas penting: Pertama dia harus berusaha untuk meningkatkan komitmen dan partisipasi kewarganegaraannya. Seorang wartawan warga sangat perlu melatih dirinya untuk memiliki sikap yang benar agar dapat berperan untuk peningkatan kepahamannya akan kewajiban dan hak-hak sebagai warga negara. Kedua seorang wartawa warga hendaknya menularkan pemahamannya itu kepada warga negara lainnya dengan baik melalui tulisan-tulisannya.


Untuk melatih diri sebagai seorang wartawan warga, kita harus memahami bahwa yang pertama dituntut dari diri kita adalah menghasilkan isi tulisan yang terpercaya, akurat dan adil. Kewartawanan warga harus lebih dari sekedar pembungkus berita dan ide, dan mencampurnya dengan kepentingan pribadi serta atribut-atribut yang diharapkan.


Seorang wartawan warga perlu untuk mengapresiasi bahwa apapun yang dibuatnya, baik berupa tulisan atau foto harus terpercaya, dan jangan sampai memancing terjadinya sebuah kejahatan sosial. Dengan cara itu, seorang wartawan warga dapat secara efektif berperan dalam ruang lingkup yang lebih luas.


Sebagai seorang wartawan warga yang bercita-cita tinggi, langkah kunci dalam memasuki pelatihan adalah memiliki sebuah pemahaman yang jelas akan hal-hal yang diterima dengan cara mempraktekkannya.


Seorang wartawan warga sebenarnya adalah sebuah jembatan penghubung antara tugas-tugas kewartawanan secara profesional dengan keikutsertaan warganegara secara langsung. Beberapa sudut pandang wartawan media umum seringkali tidak membawa secara penuh pesan-pesan dari hati masyarakat, maka adalah tugas wartawan warga untuk menyampaikan dan menyajikannya untuk diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah yang berkuasa umpamanya.


Keberpihakan seorang wartawan warga adalah hal yang sulit untuk dihindari. Namun alangkah baiknya apabila seorang wartawan warga melatih diri untuk menghindari keberpihakan itu. Pendalaman akan materi yang akan ditulis serta keterkaitan dengan hukum yang berlaku serta dampak-dampak yang mungkin terjadi, harus menjadi dasar pemikiran utama sebelum seorang wartawan warga menerbitkan tulisannya.


Seorang wartawan warga harus melatih diri untuk memiliki kesadaran akan akibat-akibat yang mungkin terjadi di tengah masyarakat sebagai pengaruh langsung dari pemikiran-pemikiran yang sedang ditulisnya.


Prinsip, norma dan kode etik kewartawanan yang profesional bisa menjadi bahan acuan seorang wartawan warga untuk dapat menulis dengan tujuan, ketelitian, kebenaran dan kewajaran.

Bagaimanapun, seorang wartawan warga harus menyampaikan dengan lugas, jelas dan tegas, pemikiran, pengamatan, gagasan dan pengalaman atas hal-hal yang dibahasnya. Dan juga meyakinkan pembacanya bahwa yang disajikannya adalah buah pemikiran yang bersih dari keterikatan politik, gender, budaya dan ras.


Dengan membebaskan diri dari bias-bias, seorang wartawan warga mempunyai posisi yang lebih baik untuk mengatakan secara terbuka keseluruhan kisah yang sengaja disembunyikan kebenarannya oleh pihak tertentu dan secara sengaja menghambat kebebasan untuk mengungkapkannya. Namun dengan tetap memperhatikan dan menghindari dampak-dampak yang mungkin terjadi akibat dari tulisan yang dibuatnya. Jadi diperlukan kerja keras untuk melihat fakta-fakta yang tersembunyi dibalik sebuah berita.


Kunci lain yang penting adalah melatih diri untuk selalu melakukan riset yang mendalam atas isu-isu yang ada. Banyak membaca buku, literatur-literatur, dan sering menjelajahi duni maya dan mencari situs-situs terkait adalah upaya-upaya yang sebaiknya secara rutin dilakukan. Situs-situs tersebut adalah sebuah perpustakaan maha besar yang memberikan banyak informasi sebagai bahan kajian dalam membuat sebuah tulisan.


Adalah tugas seorang wartawan warga untuk menyaring fakta-fakta dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang terpercaya. Riset yang mendalam membantu ke arah membuat tulisan yang lebih baik.

Kesimpulannya adalah seorang wartawan warga harus dengan sadar bahwa dia bertanggung jawab sebagai transmisi ide-ide dan pengetahuan. Sebagai bukti rasa tanggung jawab itu, maka seorang wartawan warga harus meneliti fakta-fakta, menulis kebenaran, namun dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas. Selamat berjuang.

Rabu, Desember 03, 2008

Kesalahan Eja Bahasa Inggris Orang Amerika

Siapa bilang masyarakat yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari dijamin tidak membuat kesalahan. Ternyata mereka juga melakukan kekeliruan yang fatal terutama dalam penulisan di papan reklame, banner sebuah acara kenegaraan bahkan nama sebuah surat kabar.


Berikut ini adalah 14 kesalahan eja dimaksud, yang menjadi lucu karena maknanya bisa menjadi lain dan tentu saja karena terjadi di negara yang secara umum menggunakan bahasa Inggris, seperti Amerika Serikat.


Bahasa Inggris adalah bahasa kami, tidak ada perkecualian-perkecualian (exceptions) (setiap orang harus) mempelajarinya. Himbauan atau ancaman?

Koran The Valley News salah mengeja namanya sendiri di halaman depannya!

Draem, deram, suka-sukalah


Hillary's Tom " m" orrow


Kennedy memang presiden favorit orang Amerika


Bye juga ada di kamus, tapi kita tetap harus membeli (buy) -nya.


Penulisnya sudah harus sekolah (school) lagi.


Pemilik tempat ini sudah kehilangan kunci sukses (success)-nya.


Tempat sepeda motor (motorcycle) moter-moter (muter-muter).

Pelanggar hukum (law breaker)-nya tikus koruptor


Surri! Surry! Sorry! Dengan ralat ini, kesalahan dianggap tidak pernah ada.


Dimana sahabat yang baik berpesta dengan berani (sambil minum) dan itu tidak sukar (hardly).

Pakai otak, (Brian) Morans!

Maksudnya intell (i) gence (=kecerdasan)