Tampilkan postingan dengan label Politikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politikus. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 07, 2009

Ucapan Aneh, Lucu dan Humor Para Politikus Dunia

Politik itu serius dan politikus itu orang serius. Tapi bukan berarti dalam berpolitik politikus tidak bisa guyon. Atau kalau mereka tidak sengaja berguyon, maka pernyataannya sering terdengar lucu atau tidak masuk akal.


Indonesia punya Gus Dur yang suka guyon, yang bila serius sekalipun ungkapannya sering membikin orang tertawa atau minimal tersenyum. Di luar sana juga ada George W. Bush yang ucapan terpelesetnya menjadi ikon tersendiri yang disebut bushims.


Berikut ini ditampilkan beberapa politikus dunia dengan ucapan anehnya yang kalau diperhatikan akan terdengar lucu, aneh atau penuh sindiran.


1.Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu saja kok repot. (Gus Dur)


2. Indonesia ini memang tiba-tiba saja lewat reformasi menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di muka bumi. (Amin Rais)


3. Saya gak kalah dari SBY, cuma kekurangan jumlah suara. (Megawati Soekarnoputri)


4. Membuat pidato perihal ekonomi itu seperti kencing di celana. Terasa panas bagi anda sendiri tetapi tidak untuk orang lain. (Lyndon B. Johnson)


5. Tidak ada krisis lagi minggu depan. Jadwalku sudah penuh. (Henry Kissinger)


6. Di luar dari pembunuhan-pembunuhan, Washington adalah salah satu yang mempunyai angka kejahatan paling rendah di dalam negeri. (Marion Barry, Walikota Washington DC)


7. Bukan polusi yang merugikan lingkungan. Tapi ada ketidakmurnian di dalam udara dan air kita yang menjadi penyebabnya. (Dan Quayle)


8. Kita harus mendengar semua panggilan universal untuk menyukai tetanggamu seperti anda suka untuk menyukai diri sendiri. (George W. Bush)


9. Rendahnya jumlah pemberi suara adalah suatu indikasi bahwa lebih sedikit orang yang datang ke tempat pemungutan suara. (George W. Bush)


10. Saya tidak akan mempunyai beberapa wartawan yang mengais-ngais dokumen kita, kita adalah presiden. (Hillary Clinton)


11. Jika anda merasa sakit dan dibuat bosan oleh politik dari sifat sinis dan polling dan prinsip-prinsip, maka datanglah dan bergabung dalam kampanye ini. (George W. Bush)


12. Kata-kata yang paling mengerikan dalam bahasa Inggris adalah: Saya dari pemerintahan dan saya di sini untuk membantu. (Ronald Reagan)


13. Seorang politikus memerlukan kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi besok, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan. Dan mempunyai kemampuan setelah itu untuk menjelaskan mengapa itu semua tidak terjadi. (Winston Churchill)


14. Jika anda tidak bisa meyakinkan mereka, bikin bingung mereka. (Henry S. Truman)


15. Saya adalah orang yang luar biasa sabar, namun dengan syarat saya mengikuti kemauan sendiri pada akhirnya. (Margaret Thatcher)


16. Di setiap krisis, Kaisar dibuat pusing. Di dalam kekalahan ia melarikan diri. Di dalam revolusi ia turun tahta. Di dalam pengasingan ia menikah lagi. (Winston Churchill)


17. Cina adalah sebuah negara yang besar, yang dihuni oleh banyak orang Cina. (Charles de Gaulle)


18. Kebanyakan adat kebiasaan tradisional di Australia diimpor dari luar negeri. (Mantan menteri kabinet Australia, Keppel Enderbery)


19. Memang benar bahwa kebebasan itu mahal. Karena begitu mahalnya maka kebebasan harus dijatah dengan hati-hati. (Lenin)


20. Konsepnya adalah orang kulit putih mengirim orang kulit hitam agar melawan orang kulit kuning untuk melindungi negeri yang mereka curi dari orang kulit merah. (James Rado)


21. Pimpinan pelayan itu tampak seperti seorang tua yang ramah dan baik, sehingga aku berpikir akan memberikan kepadanya tanda tanganku. (Adolf Hitler)


22. Tempatkan tiga orang Zionis di sebuah ruangan dan mereka akan membentuk empat partai politik. (Levi Eshkol)


23. Sejarah dunia akan berbeda sekali kalau aku tadinya ditembak – dibandingkan dengan Kennedy dan Jacqueline Onassis – mungkin tidak akan menikah dengan Mrs. Khrushchev. (Nikita Khrushchev)


24. Kebenarannya adalah bahwa orang-orang itu dilelahkan oleh kebebasan. (Benito Mussolini)


25. Jangan pernah percaya apapun di dalam politik sampai sesuatu telah secara resmi ditolak. (Otto Von Bismark)


26. Saya sering kali ingin menenggelamkan permasalah-permasalahanku, tetapi aku tidak bisa mengajak istriku ikut berenang. (Jimmy Carter)


27. Segala hal lebih seperti mereka di saat ini dibanding hal-hal itu sebelumnya. (Dwight D. Eisenhower)



Sumber gambar : http://politikana.com/images/medium/politikus-membuat-merilis-surat.jpg

Selasa, Desember 16, 2008

Politik Dendam dan Dendam Politik, Masa Depan Politik Indonesia


Frasa di atas bukan asal dibolak-balik atau diplintir, tapi artinya memang berbeda. Politik dendam artinya politik yang dijalankan berdasarkan dendam, sedangkan dendam politik maknanya dendam karena permasalahan politik. Dendam politik bisa menyebabkan munculnya politik dendam, dan politik dendam akan menjadi abadi karena selalu berlandaskan dendam politik.


Sebagian besar permasalahan politik (perang) di dunia dibentuk oleh dendam politik. Sebut saja pertikaian Arab-Israel, genocide oleh Jerman terhadap orang Yahudi, perang Serbia-Bosnia, Perang Dunia I dan II, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Irak-Iran, dan pertikaian di dalam negeri seperti yang terjadi di Maluku dan Poso. Dendam kesumat yang diwariskan turun temurun itu kemudian dicarikan alasan pembenarannya untuk diwujudkan menjadi perang atau pertikaian terbuka. Dan itu tidak pernah berakhir sampai rasa dendam kesumat itu habis atau terkikis oleh waktu.



George W. Bush penerus dendam sang ayah


Cerita yang paling up to date adalah penyerbuan pasukan AS ke Irak yang disebut Perang Teluk II atau Operasi Pembebasan Irak yang sebenarnya hanyalah sebuah perang yang diciptakan oleh Presiden AS George Walker Bush atau Bush Junior dalam rangka mewujudkan dendam sang ayah, George Herbert Walker Bush atau Bush Senior, Presiden AS ke-41 yang gagal menangkap dan membunuh Saddam Husein pada Perang Teluk I atau Operasi Badai Gurun.


Kemudian Bush Junior dengan enteng mengaku menyesal telah menyerang Irak disebabkan adanya kesalahan informasi intelijen mengenai senjata pemusnah massal milik Irak. Penyesalan basi-basi yang diungkapkan setelah dia puas dengan keberhasilannya membunuh (menghukum mati) Saddam Husein tersebut adalah bernilai 4.119 pasukan AS yang tewas ditambah tewasnya: 311 pasukan koalisi negara lain, 6.370 militer era Saddam, 23.500 kelompok perlawanan Irak, 1.186 tentara sewaan, 112 jurnalis, 40 pekerja media, 95 pekerja sosial, 97.762 rakyat sipil Irak, dan 4 juta jiwa menjadi pengungsi di negara sendiri dan 2 juta jiwa di negara lain. Bush is the real terrorist!



Keluarga Soekarno versus keluarga Soeharto


Sejarah mencatat bahwa kejatuhan pemerintahan Soekarno merupakan “kudeta politik” dari mantan presiden Soeharto yang pada saat itu adalah Menteri Panglima Angkatan Darat. Kemudian dendam politik terbentuk di antara dua keluarga ini. Lihat saja bagaimana dianaktirikannya keluarga Soekarno di masa pemerintahan Soeharto.


Ketika Megawati Soekarno Putri menduduki jabatan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada waktu itu, PDI pun diobok-obok dengan munculnya PDI tandingan yang dipimpin oleh Yusuf Merukh. Pada Kongres PDI tandingan itu, diangkatlah Soeryadi sebagai Ketua Umum PDI yang diakui oleh pemerintahan Soeharto dan Megawati pun tersingkir.


Pergolakan semakin memanas ketika trio “sakit hati” yang ditindas semasa pemerintahan Soeharto, yakni Amin Rais, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati bersama-sama menggalang kekuatan melengserkan pemerintahan Soeharto dengan menggunakan massa rakyat dan mahasiswa. Dengan mengusung nama “Reformasi”, maka bergaunglah era yang disebut-sebut akan merubah kondisi politik dan ekonomi rakyat ini menjadi lebih baik dibanding era Orde Baru.


Megawati yang masih sakit hati dengan penzoliman semasa menjadi ketua PDI di era Orde Baru kemudian mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan menjadi ketua umumnya. Begitu juga setiap tokoh reformasi kemudian mendirikan partai politiknya masing-masing, Amin Rais dengan Partai Amanat Nasional dan Gus Dur dengan Partai Kebangkitan Bangsa.


Apabila banyak orang melihat bahwa pertarungan politik sesungguhnya di Pemilu 2009 adalah antara Megawati dan SBY, maka saya bilang itu adalah riak permukaan. Arus di dalamnya adalah pertarungan keluarga Soekarno dan keluarga Soeharto (keluarga Cendana).



Kebangkitan keluarga Cendana


Keleluasaan keluarga Soekarno, dalam hal ini diwakili oleh Megawati Soekarno Putri, menikmati kekuasaan tidak begitu lama. Setelah menduduki jabatan wakil presiden di masa awal reformasi dengan Abdurrahman Wahid sebagai Presidennya melalui kesepakatan politik – karena belum ada pemilihan presiden secara langsung di Pemilu 1999 – Megawati kemudian berhasil menjadi Presiden setelah Gus Dur berhasil dilengserkannya dari kursi presiden gara-gara keterlibatannya dalam kasus Bulog-Goro.


Namun di Pemilu 2004, pertarungan sengit Megawati versus SBY (mantan Mentri Politik dan Keamanan atau Menkopolkam di masa pemerintahan Megawati yang mengundurkan diri) akhirnya dimenangkan SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla yang sebelumnya pernah menjabat Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) di masa Megawati dan juga mengundurkan diri.


Apakah tanda-tanda kebangkitan keluarga Cendana itu?


Jawabannya adalah kemenangan SBY dan Jusuf Kalla di Pemilu 2004. Di masa pemerintahan SBY-Kalla, Tommy Soeharto – yang berhasil dipenjarakan di masa Gus Dur sebagai presiden karena kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifudin Kartasasmita – dibebaskan bersyarat. Selain itu mantan presiden Soeharto yang di masa presiden Gus Dur maupun Megawati sudah digugat dengan kasus yayasan Supersemarnya, di masa SBY-Kalla kembali berhasil diselamatkan hingga wafatnya.


Menjelang Pemilu 2009 kemunculan Keluarga Cendana semakin tampak nyata, salah satunya adalah upaya kampanye PKS yang kontroversial dengan memunculkan Soeharto sebagai simbol “guru bangsa” dan “pahlawan”. Untuk usahanya ini PKS mendapatkan ucapan terimakasih dari Ketua Partai Golkar sekaligus Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kemudian disusul rencana menjadikan Siti Hardiyanti Rukmana sebagai calon penerima anugerah dari PKS sebagai “Wanita yang mengispirasi”, tetapi dibatalkan kemudian setelah mendapatkan serangan di sana-sini.


Barisan Nasional versi Indonesia?


Di Malaysia dikenal adanya Barisan Nasional, yakni sebuah koalisi partai-partai sepeti UMNO (United Malays National Organization/etnis Melayu), MCA (Malaysian Chinese Association/etnis Tionghoa), MIC (Malaysian Indian Congress/etnis India) dan sejumlah partai kecil lainnya. Untuk Indonesia apakah tidak mungkin nantinya akan terbentuk barisan nasional versi Indonesia? Ditambah lagi banyaknya partai-partai kecil yang didalamnya adalah orang-orang Golkar di masa lalu.

Jumat, Oktober 17, 2008

Politikus Menyanyi Cap Keledai

Ada sebuah tebak-tebakan: Seorang yang bukan penyanyi tapi tampil menyanyi di panggung. Suaranya kurang bagus, bahkan cenderung jelek, tapi pendengarnya tidak ada yang protes malahan senang dan memuji-mujinya. Siapakah dia ? Jawabannya : Politikus.


Tebak-tebakan di atas adalah guyonan dari fenomena terakhir yang ditampilkan oleh para politikus kita. Dalam berkampanye mereka menggunakan sarana menyanyi – live dengan alat musik atau berkaraoke – untuk “menghibur” sekaligus menarik dukungan masyarakat.


Sebagai usaha untuk menarik sebanyak-banyaknya konstituen, sah-sah saja. Untuk “menghibur” masyarakat – maaf dari tadi saya menggunakan tanda petik untuk frasa menghibur karena saya tidak merasa terhibur – juga boleh-boleh saja, tapi sebagai sebuah pendidikan politik saya menilainya NOL BESAR.


Kenapa saya mengatakan demikian ? Karena pada saat bersamaan di negeri seberang sana (USA), dua kandidat calon presidennya sedang berdebat seru mengenai bagaimana mengatasi keadaan negerinya dan apa saja upayanya untuk mengatasi keadaan tersebut. Mereka berdebat dengan elegan, tajam dan mengena. Kecerdasan sangat diperlukan dalam situasi seperti itu. Ketika seseorang politikus didesak oleh suatu pertanyaan dan pernyataan spontan dari lawan politiknya, maka seorang politikus yang handal harus segera menemukan jawaban hanya dalam beberapa detik!


Apa yang sudah ditampilkan para politikus kita? Mereka memilih menyanyi karena kata-kata mereka memang sudah tidak bisa dipercaya lagi. Yang mereka sanggup keluarkan dari tenggorokannya hanya serak suara keledai! Bodoh, jelek dan membosankan.

Sabtu, Oktober 04, 2008

Calon Legislatif, Menjual Potensi, Prestasi atau Menjual Diri ?

Daftar para calon legislatif untuk Pemilu 2009 sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Mungkin di dalamnya ada nama rekan, keluarga, saudara, orang tua atau bahkan nama Anda sendiri. Banyak terdapat nama-nama baru, yang mungkin belum pernah terdengar di kancah dunia politik di daerah maupun di tingkat nasional. Tapi lebih banyak lagi nama-nama lama, para senior, yang tampaknya belum “cukup puas” menikmati fasilitas sebagai anggota dewan dan sekarang mencoba lagi peruntungan dengan harapan terpilih kembali.

Bursa tenaga kerja

Calon legislatif tidak ada bedanya dengan calon tenaga kerja yang mencoba nasib dan peruntungan di bursa tenaga kerja. Mereka melengkapi persyaratan administratif, mengajukan surat lamaran kerja, menunggu pengumuman untuk dipanggil wawancara, interview lalu menunggu keputusan, diterima ataukah ditolak oleh perusahaan atau instansi penerima.

Persamaan caleg dengan pencari kerja bukan hanya itu, tapi pada dasarnya sebagian dari calon-calon legislatif adalah juga orang-orang yang mencoba mencari kesempatan memperbaiki “kehidupan ekonominya”, atau dengan kata lain mencari kehidupan yang lebih baik dari kehidupannya sekarang ini. Seandainya pun kehidupan ekonomi mereka sekarang sudah cukup baik, tentu ada ukuran yang “lebih” yang dikejar seandainya mereka terpilih menjadi anggota dewan nantinya. Mungkin mereka mengejar prestise, nama baik, atau kesempatan-kesempatan lainnya yang tidak bisa didapatkan apabila mereka tidak menjadi seorang anggota dewan – kesempatan untuk mendapatkan materi atau status sosial yang lebih baik.

Pemilih adalah staff bagian personalia

Sebagai pemilih para caleg tersebut di pemilihan umum, maka peran pemilih sangatlah menentukan diterima atau tidaknya caleg sebagai anggota dewan. Posisi pemilih bak bagian personalia yang menyeleksi calon pegawai baru yang sedang memasuki tahap interview. Kedudukan pemilih sedang berada di atas angin. Bisakah Anda sebagai pemilih berperan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya ? Sehingga hasil pilihan Anda nantinya merupakan hasil terbaik yang akan menentukan nasib bangsa dan daerah Anda sampai lima tahun ke depan ?

Tentukan kriteria atas caleg pilihan Anda

Apa kriteria Anda atas diri caleg yang akan Anda pilih ? Kecerdasan, integritas dan loyalitas terhadap masyarakat, prestasi kerja, akhlak dan budi pekerti atau hanya ketampanan, kerapian berpakaian dan kecakapan berbicara ?

Untuk memudahkan Anda, saya akan membantu menyederhanakan kriteria tersebut dalam tiga hal :

1.Potensi

2.Prestasi

3.Visi dan misi.

1. Potensi pribadi caleg

Kenalkah Anda sebagai pemilih dengan caleg yang Anda dukung ? Teman, tetangga atau kerabat dekat. Atau sekedar dikenalkan oleh orang lain dan meminta kesediaan Anda untuk turut mendukung ?

Hindarkan sejauh mungkin alasan memilih karena permintaan pihak tertentu karena itu sama halnya Anda sudah “diperkosa” oleh kepentingan tersembunyi dari orang yang meminta tersebut. Belajarlah menjadi pemilih yang cerdas dengan belajar untuk mencari tahu, mengenal lebih jauh atau kalau perlu memperlajari secara seksama calon yang akan Anda dukung.

Hal pertama yang patut Anda ketahui adalah potensi apa yang ada pada caleg tersebut sehingga Anda patut memilihnya. Potensi tersebut bisa berupa :

-kecerdasan

-akhlak atau budi pekerti (agama)

-pengendalian emosi

-kematangan berpikir

-kreativitas

-inovatif

-kekayaan

-kedermawanan dan kepedulian sosial

-dan lain-lainnya.

Bagaimana cara Anda mengetahui semua potensi-potensi itu. Ikuti perkembangan kehidupannya pribadi orang itu, keluarganya, pekerjaaan, pertemanannya dan lain-lain. Gunakan sumber informasi dari teman-teman atau kerabatnya, atau dari beberapa media yang pernah memuat tulisan-tulisannya, berita-berita aktivitasnya di organisasi masyarakat dan lain-lainnya. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sampai Anda cukup yakin bahwa potensi caleg Anda adalah yang terbaik menurut Anda, baik kecerdasan maupun akhlak dan budi pekertinya.

2. Prestasi kerja dan peran di masyarakat.

Caleg yang Anda dukung seharusnya adalah seorang yang bukan hanya piawai dalam berbicara, tapi juga pandai pekerja dan menghasilkan prestasi yang bermanfaat. Maka kumpulkan informasi tentang prestasinya selama ini. Apakah ia merupakan anggota organisasi masyarakat yang aktif dan berperan penting, atau sekedar penggembira dan nebeng nama saja. Kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah digelutinya untuk kepentingan masyakarakat. Juga bagaimana prestasi kerja di ruang lingkup profesinya. Apa kedudukannya, bagaimana loyalitasnya terhadap pekerjaannya, kedisiplinan kerjanya dan juga bagaimana sikap-sikap kepemimpinan yang ada dalam dirinya.

Tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana prestasinya dalam membina rumah tangga (seandainya dia sudah berkeluarga). Keberhasilan seseorang dalam membina sebuah organisasi terkecil seperti rumah tangga bisa diproyeksikan dalam menentukan keberhasilannya dalam membina organisasi yang lebih besar lagi.

3. Visi dan kemampuan melihat ke depan serta misi yang diembannya

Yang dimaksud visi dan kemampuan melihat ke depan adalah kemampuan seorang caleg memproyeksikan faktor-faktor potensi dan prestasi di dalam dirinya serta potensi-potensi alam dan masyarakat di lingkungan daerahnya dalam sebuah pandangan akan masa depan daerah beserta upaya-upaya untuk mencapainya.

Pemilih bisa menilai kemampuan ini dengan langsung membaca tulisan-tulisan si caleg di media, mendengar orasinya atau mengadakan diskusi secara langsung dengannya. Gali kemampuan berpikir ke depan dari caleg yang Anda dukung dan ujilah kemampuan analisa dan prediksinya. Tanyakan kepadanya pendapat mengenai permasalahan yang sudah terjadi dan cara menanggulanginya, juga korek kemampuan berpikir ke depannya dan ide-idenya tentang bentuk pembangunan daerah atau nasional yang dicita-citakannya.

Dan terakhir tanyakan apa misinya sehingga berani mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dan upaya-upaya apa yang sudah dan akan dilakukan untuk mewujudkan visi dan misinya seperti tersebut di atas.

Jangan membeli kucing dalam karung

Peribahasa ini sering diungkapkan dengan maksud agar kita jangan memilih sesuatu tanpa pengetahuan sedikitpun tentang apa atau siapa yang dipilih. Kecerdasan dan sedikit upaya keras harus dimiliki seorang pemilih sebelum menjatuhkan pilihannya. Atau dengan kata lain, seorang pemilih dituntut memiliki kecerdasan untuk menentukan apakah caleg pilihannya masuk dalam kriteria yang dikehendakinya.

Pada dasarnya pendidikan politik yang benar adalah mendidik masyarakat pemilih menjadi pemilih yang cerdas, cermat, teliti dan bertanggung jawab. Cerdas menilai caleg pilihannya, cermat menentukan kriteria-kriteria si caleg, teliti terhadap hal-hal buruk yang terdapat dalam diri si caleg, dan bertanggung jawab seandainya si caleg di kemudian hari ternyata tidak seperti yang diharapkannya dengan cara tetap memberikan kritik, masukan dan saran.

Jangan pilih caleg yang sekedar “anak mami”, caleg “pelacur” dan caleg “bandit”.

Dari daftar caleg yang sudah ada terdapat beberapa caleg yang ternyata hanya merupakan caleg “anak mami” alias menjadi caleg karena kebetulan orang tua atau saudaranya sudah menjadi anggota dewan, pejabat, pengurus partai atau tokoh berpengaruh di daerah atau nasional, tanpa pernah terlihat prestasi nyatanya di tengah masyakarat dan untuk kepentingan rakyat banyak.

Ada juga caleg-caleg oportunis yang tidak jelas pretasinya tapi hanya mengandalkan tampang, kekayaan, dan penampilan yang elite. Caleg seperti ini tidak ada bedanya dengan pelacur yang menjual diri dengan mengandalkan kelebihan fisik untuk mendapatkan keuntungan materi di saat terpilih nanti.

Namun ada yang lebih berbahaya lagi, yakni caleg-caleg “tua” atau sudah pernah duduk sebagai anggota dewan dan sudah jelas-jelas tidak bekerja dengan baik dan suka petantang-petenteng di tengah rakyatnya dan suka makan uang suap. Tipe begini adalah caleg “bandit” yang seharusnya sudah dihukum gantung.

Nah, selamat memilih dengan benar, cermat, teliti, akurat dan bertanggung jawab.

Minggu, September 07, 2008

Masih Ada Partai Politik dan Politikus yang Baik


Pernah tayang di Wikimu pada Kanal Opini, Kamis 04-09-2008 07:47:31

Pemilu tahun 2009 sudah semakin dekat. Tahapan-tahapan kerja KPU satu per satu dilalui sampai diselenggarakannya Pemilu dengan lancar dan aman nantinya. Partai-partai politik sudah memajang bendera dan simbol-simbolnya di mana-mana, dari kota besar sampai ke desa-desa. Kampanye sudah mulai dilakukan, baik kampanye langsung dengan mengumpulkan pendukung atau pun kampanye melalui televisi dan media lainnya.

Sebagian masyarakat ada yang antusias ikut meramaikan, tapi ada juga yang apatis dan memandang dengan sebelah mata penyelenggaraan Pemilu kali ini. Kenapa ? Jawabannya adalah karena sudah tidak ada lagi kepercayaan terhadap partai-partai politik maupun terhadap politikus-politikusnya yang ikut dalam Pemilu kali ini. Jejak-jejak oknum politikus di DPR yang meninggalkan citra buruk karena banyak yang terlibat korupsi dan kolusi dengan oknum eksekutif telah menumpulkan hati sebagian rakyat untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu ini. Pada akhirnya kesimpulan sebagian masyarakat yang menjeneralisasi semua politikus dan semua partai sebagai politikus busuk maupun oportunis dan juga partai politiknya sebagai kumpulan politikus-politikus busuk dan oportunis, semakin sering terdengar. Apa iya ? Tidak ada lagikah partai politik dan politikus yang baik, yang masih bermain bersih dan bekerja dengan amanah ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka saya mengajak Wikimuers semua untuk mengkaji lagi semua peristiwa-peristiwa politik, pengungkapan kasus-kasus korupsi, proses pilkada di daerah masing-masing hingga pencalonan legislatif pada Pemilu 2009 ini. Cobalah kita berpikir jernih dan adil dengan melihat semua partai politik dan politikusnya, mana parpol yang bersih dengan catatan bersih dari para politikus pendukungnya dan mana parpol yang memang berisi politikus-politikus bermasalah dan mungkin busuk. Tidak terlalu sulit untuk mendapatkan informasi tersebut, tinggal baca koran, tonton televisi atau surfing di dunia maya seperti kita-kita sekarang ini.

Saya yakin kalau kita mau jujur, adil dan tetap berprasangka baik, maka kita akan menemukan bahwa masih ada partai politik dan politikus-politikus yang baik dan bersih tersebut. Saya tidak akan menyampaikan hasil temuan saya, karena akan lebih bijaksana kalau Wikimuers mencarinya sendiri.

Seperti juga cerita malaikat yang protes kepada Tuhan karena akan menciptakan manusia untuk mengisi dunia, yang hanya bisa melakukan pertumpahan darah katanya. Tapi Tuhan bilang, Aku lebih tahu akan penciptaanKu daripada engkau.

Apakah sekarang ini kita akan selalu berprasangka buruk terhadap saudara kita sesama manusia, padahal dulu malaikat sudah berprasangka buruk terhadap kita ? Sedangkan Tuhan Yang Maha Mengetahui masih percaya terhadap kita.

Kampanye Hitam dan Pendidikan Politik Bangsa


Pernah tayang di Wikimu pada Kanal Opini, Sabtu 23-08-2008 11:40:02

Istilah kampanye hitam adalah terjemahan dari bahasa Inggris black campaign yang bermakna berkampanye dengan cara buruk atau jahat. Buruk atau jahat dalam pengertian merugikan orang lain atau lawan politik atau partai politik (parpol) lain, sedangkan si empunya kampanye hitam itu berharap dirinya atau partainya mendapatkan keuntungan. Ibarat peribahasa : mengeruhkan air, berharap ikan muncul.

Secara umum bentuk kampanye hitam adalah menyebarkan keburukan atau kejelekan seorang politikus dengan tujuan :

1. Menjatuhkan nama baik seorang politikus sehingga dia menjadi tidak disenangi teman-teman separtainya, khalayak pendukungnya dan masyarakat umum. Apabila teman-teman separtai tidak menyenanginya, maka bisa berakibat yang bersangkutan dikeluarkan dari partainya dan ini berarti karir politiknya di partai tersebut hancur. Bahkan mungkin sulit untuk diterima di partai yang lain. Apabila khalayak pendukung atau masyarakat luas tidak menyenanginya, maka diharapkan yang bersangkutan gagal terpilih dalam sebuah pencalonan.

2. Menjatuhkan nama baik seorang politikus dengan tujuan menjatuhkan nama baik parpol tempat si politikus yang berkarir, yang berefek kepada politikus-politikus lain di parpol tersebut atau bahkan sekaligus menggagalkan calon presiden yang didukung parpol tersebut (efek domino).

Cara-cara yang dipakai dalam berkampanye hitam adalah :

1. Menyebarkan kejelekan atau keburukan tentang seseorang politikus, dengan cara memunculkan cerita buruk di masa lalunya, menyebarkan cerita yang berhubungan dengan kasus hukum yang sedang berlangsung, atau menyebarkan cerita bohong atau fitnah lainnya.

2. Untuk menguatkan cerita tersebut biasanya si penyebar cerita akan menyertakan berupa bukti foto. Foto-foto tersebut bisa saja benar-benar terjadi, bisa juga benar-benar terjadi tapi tidak terkait langsung dengan permasalahan, namun si penyebar foto berharap asumsi masyarakat terbentuk atau bisa juga foto tersebut hasil rekayasa / manifulasi dengan bantuan teknologi komputer.

3. Yang lebih hebat lagi adalah apabila dimunculkan saksi hidup yang bercerita perihal keburukan, atau pekerjaan jahat si politikus, baik di masa lalu maupun yang masih belum lama terjadi.

Kampanye hitam bukanlah sebuah pilihan dalam berpolitik. Selain mengandung unsur jahat dan melanggar norma, baik masyarakat atau pun agama, kampanye hitam juga memberikan pendidikan politik yang jelek bagi masyarakat. Upaya Menghalalkan segala cara yang melandasi dipilihnya bentuk kampanye hitam menunjukkan masih buruknya moral dan keimanan seorang politikus yang melakukan hal tersebut.

Eforia demokrasi di era reformasi ini tidaklah lantas merubah politikus-politikus kita sebagai setan-setan politik dan dunia politik sebagai sarangnya penjahat.

Boleh meniru demokrasi dan dunia politik di negara lain, tapi hendaknya dengan bijaksana dan arif. Pilih yang baik-baiknya saja yang sesuai dengan kepribadian bangsa dan tinggalkan yang buruk dan merusak. Ataukah politikus-politikus kita ini memang sudah kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa ?

Senin, September 01, 2008

Humor Selebritis, Politikus dan BBM (Intermeso) Episode 5

Pernah dimuat di Wikimu pada Kanal Gaya Hidup, Jumat 09-05-2008 09:02:20

Menyesal

Seorang artis seksi yang terkenal sedang menghadapi tuntutan di pengadilan gara-gara telah melemparkan sepatunya kepada seorang wartawan. Si wartawan tidak menerima perlakuan kasar tersebut dan melaporkan si artis ke polisi. Pada akhirnya si artis pun harus dimejahijaukan dan dengan pasrah mendengar tuntutan hukuman 4 bulan penjara karena kesalahannya tersebut.

"Saudari terdakwa," kata Hakim tersebut kepada si artis. "Saudari sudah mendengar bunyi tuntutan tadi. Dan barang kali bisa menjadi bahan pertimbangan kami untuk meringankan keputusan hukuman terhadap Saudari, maka kami bertanya kepada Saudari terdakwa, apakah Saudari terdakwa merasa menyesal telah melakukan kesalahan tersebut ?"

"Ya, Pa Hakim, saya sangat menyesal sekali." jawab si artis.

"Apakah menurut Saudari terdakwa seharusnya Saudari tidak melakukan hal seperti itu terhadap korban ?" tanya hakim.

"Bukan, Pa Hakim,"jawab si artis. "Saya menyesal kenapa lemparan saya kali ini hanya mengenai kakinya, sebetulnya sasaran saya adalah kepalanya."

--oo00oo--

Jangan Bukakan Pintu

Indonesia boleh berbangga dengan prestasinya. Bagaimana tidak ? Lembaga anti korupsi yang dibentuk oleh pemerintah telah berhasil menuntaskan beberapa kasus korupsi di Negara ini. Sehubungan dengan hal tersebut di suatu acara seminar internasional mengenai pemberantasan korupsi di negara-negara dunia ketiga, delegasi Indonesia yang merupakan pengurus lembaga anti korupsi tersebut secara khusus diundang sebagai pembicara utama. Pembicara itu memaparkan perihal prestasi kerja lembaga yang dipimpinnya. Pembicaranya sangat bersemangat sedang para peserta seminar mendengarkan dengan penuh antusias menyimak dan mencatat hal-hal penting yang mungkin dapat diterapkan di negaranya masing-masing.

Ketika sampai pada sesi tanya jawab, beberapa peserta pun segera mengacungkan tangannya meminta diberi kesempatan pertama untuk bertanya. Tahap pertama tiga orang penanya dipersilakan bertanya. Penanya pertama dari sebuah negara di Amerika Selatan diberikan giliran terlebih dulu, maka dia pun bertanya,"Di negara kami korupsi itu seperti sarapan bubur, bila sehari saja pejabat kami tidak korupsi, maka mereka merasa loyo dan tidak bersemangat untuk bekerja pada hari itu. Bagaimanakah cara mengatasinya ?"

Pertanyaan tersebut tidak langsung dijawab oleh pembicara, tapi ditampung terlebih dulu, dan kemudian dipersilakan giliran penanya kedua dari negara di Timur Tengah untuk mengajukan pertanyaannya. Maka dia pun bertanya, "Kalau di Negara kami korupsi itu seperti berhubungan sex. Bila sehari saja pejabat kami tidak korupsi, maka mereka merasa stres berat dan tidak bersemangat untuk bekerja. Bagaimanakah cara mengatasinya ?"

Giliran penanya ketiga pun tiba yaitu perwakilan dari negara di Asia. Penanya ini pun bertanya, "Di negara kami lain lagi, pejabatnya menganggap korupsi itu seperti membaca koran pagi. Bila satu hari saja tidak korupsi, maka mereka bisa seperti orang bodoh dan linglung. Adakah cara menanggulanginya ?"

Setelah selesai tiga pertanyaan, tibalah saatnya pembicara menjawab pertanyaan tersebut. Pembicara dari Indonesia itu pun menjawab dengan singkat, "Well, jangan dibukakan pintu."

Ketiga perwakilan negara sahabat yang bertanya tadi dan juga peserta lain dibuat bingung tidak mengerti oleh jawaban si pembicara dari Indonesia itu. Dengan tidak bisa menahan diri salah seorang dari yang bertanya segera berdiri sambil mengacungkan tangannya dan bertanya, "Bagaimana penjelasannya, kami tidak mengerti ?"

"Bukankah bila Anda tidak membukakan pintu, tukang bubur, wanita PSK dan tukang koran tidak akan bisa masuk ke rumah Anda ?"

Penanya : ? ? ? ? ?

--oo00oo--

Akibat Harga BBM Naik 1

Setelah kenaikan harga BBM berlangsung beberapa tahun ternyata masyarakat sudah menjadi terbiasa dan menyesuaikan diri. Sehubungan dengan hal tersebut seorang guru SD bertanya kepada murid-muridnya di dalam ruang kelas untuk menguji tingkat kecerdasan anak muridnya.

"Anak-anak apakah akibat yang terjadi setelah beberapa tahun ini harga BBM naik ?" Tanya si Guru kepada semua muridnya. Tak lama kemudian tiga orang mengacungkan jarinya tanda siap memberikan jawaban.

"Ya, Ridho," kata si Guru mempersilakan kepada muridnya untuk menjawab.

"Harga barang menjadi naik, Bu !" Jawab Ridho dengan lantang.

"Dari mana kamu tahu bahwa harga barang naik, Ridho ?" Tanya si Guru menguji kecerdasan anak muridnya.

"Ridho setiap hari mendengar ibu Ridho marah-marah bila Bapak ngasih uang," jelas Ridho. "Katanya, ini gara-gara harga BBM naik harga-harga barang juga jadi ikutan naik."

Si Guru pun memberikan catatan di buku kemajuan siswa dengan tulisan Ridho, biasa saja. Lalu dia melanjutkan, "Nah, sekarang Dony, apa jawaban kamu ?"

"Bapak jadi berhenti bekerja, Bu." Jawab Ridho.

"Lho, kenapa Bapak kamu berhenti bekerja, Dony ?" Tanya si Guru heran. "Apakah Bapak kamu dipecat dari tempatnya bekerja ?"

"Ngga, Bu," jawab Dony. "Bapak saya tukang ojek. Kata Bapak harga BBM naik penumpang menjadi sepi karena ongkos ojek jadi harus naik."

Si Guru pun menuliskan di buku kemajuan siswa : Dony, cerdas. Selanjutnya si Guru menatap Oji dan bertanya, "Nah, Oji, kalau kamu bagaimana ?"

"Saya jadi punya adik lagi, Bu !" jawab Oji nyaring.

"Lho, bagaimana bisa ?" Tanya si Guru keheranan.

"Kata Ibu Oji sejak harga BBM naik Bapak jadi lebih sering tinggal di rumah malam hari dan tidak lagi jalan-jalan dan pulang pagi." jawab Oji menjelaskan.

Maka si Guru pun memberikan penilaian kepada Oji : Sangat Cerdas.

--oo00oo--

Akibat Harga BBM Naik 2

Bambang Bilang Merry, Boro-Boro Menikah, Bila Barang Mahal Bisa Batal Maneng. Bapa Bilang Mbo, Bila Bambang Marah Bilang Bapa Mutusin Bahwa Bambang Menikah Bila Barang Murah. Bambang Bingung Mikirin, Boro-Boro Murah Bolak-Balik Mencari Barang Barang Menghilang

--oo00oo--