Minggu, Desember 07, 2008

Cinta Segitiga Menurut Matematika

Trigonometri adalah sebuah sub ilmu di dalam Geometri, atau ilmu ukur bidang, dan Geometri sendiri adalah sub ilmu dari Matematika. Trigonometri secara khusus membahas tentang segitiga dan seluk beluknya atau biasa disebut ilmu ukur segitiga.


Bagi anda yang sekarang sedang "terlanjur" menikmati cinta segitiga atau ingin mengetahui lebih jauh tentang cinta segitiga dipandang dari sudut ilmu Matematika, saya ajak untuk sedikit memutar otak bermain-main dengan teori-teori tentang segitiga ini. Kenapa segitiga? Karena cinta bercabang dua adalah melibatkan tiga individu – diasumsikan sebagai tiga titik – yang dilambangkan dengan pertemuan tiga buah garis yang ditarik dari ketiga titik orang tersebut. Ketiga garis membentuk sebuah bangun dua dimensi bernama segitiga. Cinta itu pun disebut dengan Cinta Segitiga.


Lihat gambar cinta segitiga berikut.


Agar pemahaman uraian-uraian selanjutnya menjadi lebih mudah, sebaiknya kita mengingat kembali ciri-ciri bangun segitiga dan hukum-hukum yang berlaku pada bangun ini.



Ciri-ciri bangun segitiga :


1. Segitiga mempunyai 3 buah sisi dan 3 buah sudut.


2. Jumlah semua sudut segitiga adalah 180o. Pada dasarnya sebuah bangun segitiga tercipta dari sebuah bangun segi empat yang dibagi dua oleh sebuah garis diagonalnya. Sehingga jumlah sudut sebuah segitiga adalah jumlah sudut bangun segiempat yang sebesar 360o dibagi dua atau 180 o. Segitiga adalah bentuk bangun dua dimensi terakhir, sehingga apabila sebuah segitiga dipotong menjadi beberapa bagian dengan menarik garis lurus dari salah satu sudutnya ke salah satu sisinya, maka akan tercipta bangun-bangun segitiga lainnya, dengan jumlah besar sudut semua segitiga – tentu saja – tetap 180o.


3. Menurut perbedaan panjang sisi dan besar sudutnya, bangun segitiga dibedakan atas beberapa jenis bangun, antara lain:


(a).Segitiga sama sisi dengan ciri khas ketiga buah sisinya sama panjang dan semua sudutnya sama besar.





(b).Segitiga sama kaki dengan ciri khas dua buah sisi yang berhadapan sama panjang – disebut sebagai kaki – sedangkan satu sisi lainnya lebih pendek atau lebih panjang yang biasanya disebut sebagai alas.



(c).Segitiga siku-siku dengan ciri khas besar salah satu sudutnya adalah 90o, sehingga berlaku hukum a2 + b2 = c2, atau jumlah kuadrat dari panjang sisi a dan b adalah sebesar panjang sisi c dikuadratkan.




(d).Segitiga sisi tidak beraturan dengan ciri khas panjang semua sisi dan besar sudut-sudutnya tidak beraturan.





Pembagian jenis-jenis cinta segitiga


Secara umum situasi, kondisi dan perilaku subjek di setiap sudut segitiga ditentukan oleh besaran derajat sudutnya dan panjang sisi – dalam hal ini melambangkan jarak – dengan objek di sudut lainnya. Semakin besar sudutnya, maka dilambangkan semakin baik sifat dan perilaku yang ditampilkan, sebaliknya semakin kecil sudutnya semakin buruk sifat dan perilaku yang ditampilkannya.


Subjek yang mempunyai sudut besar akan cenderung lebih dekat terhubung dengan subjek yang bersudut lebih besar lainnya, dan akan berjarak dengan subjek di sudut paling kecil. Atau semakin kecil sudutnya semakin memendek panjang sisinya atau jaraknya dengan titik lainnya.


Perlu diingat bahwa pada umumnya cinta segitiga selalu terdapat unsur kebohongan, maka hubungan antara subjek utama (pria atau wanita yang berselingkuh) dengan subjek kedua (istri/pacar pertama) dan subjek ketiga (selingkuhan) adalah dalam keadaan ditutup-tutupi. Maka sifat dan perilaku baik seperti disebutkan di atas sebagian bersifat bohong dan palsu atau hanya sebagai upaya untuk menutup-nutupi kebohongan.


Dalam kasus poligami pada umumnya terjadi kebohongan tidak sempurna, dimana biasanya kedudukan istri kedua adalah pihak yang mengetahui keberadaan istri pertama, sedangkan pada kasus “pacar ke lain hati” atau “playboy atau playgirl kabel” pada umumnya terjadi kebohongan sempurna, dimana kedua subjek selain subjek pertama saling tidak mengetahui.



1.Cinta Segitiga Siku-siku



Subjek :


Seorang pria di sudut 90 o dan dua orang wanita di sudut lainnya atau seorang wanita di sudut 90o dan dua orang pria di sudut lainnya. Untuk kasus ini kita ambil contoh seorang pria di sudut 90o dengan dua orang wanita di sudut lainnya. (Lihat gambar segitiga, klik di sini)


Ciri khas :


- Si pria (subjek yang berada pada sudut 90o) adalah pihak yang paling bersikap baik, ramah, dermawan dan perhatian sehingga menyenangkan kedua istri/pacarnya, namun tetap bersikap tegas sebagai seorang suami.


- Kedua istri/pacar (bila saling mengetahui) saling iri yang sangat tajam, disebabkan sudut 90o

pada si pria tidak akan pernah membentuk jarak atau panjang sisi yang dekat antara kedua istri/pacarnya itu. (Perhatikan hukum a2 + b2 = c2).


- Apabila salah satu istri/pacar bersudut lebih besar dari istri/pacar lainnya, maka yang disebut pertama akan lebih dekat, lebih dicintai dan sekaligus bersifat bisa mengambil hati si suami/pacar. Sedangkan yang berada di sudut paling kecil akan bersifat sebaliknya.


- Sekali pun kedua istri/pacar sama-sama disayangi dan dicintai dengan adil – kedua sisi sama kaki atau bisa disebut cinta segitiga sama kaki – hubungan keduanya tidak akan pernah akur dan damai. Apabila kedua istri/pacar saling tidak mengetahui, hal ini bermakna hubungan selingkuhan tidak akan pernah bisa terbongkar selama-selamanya.


Kesimpulan :


Bagi anda yang hubungan selingkuh atau poligaminya ditunjukkan dengan rasa cinta, kasih dan perhatian yang besar sekaligus seimbang kepada kedua istri/pacarnya berarti tergolong cinta segitiga siku-siku sama kaki. Sedangkan yang ada unsur lebih cenderung mencintai dan perhatian dengan besar hanya kepada salah satu saja, sedangkan yang lain tidak bergitu diperhatikan dan sangat membenci anda, maka digolongkan cinta segitiga siku-siku biasa.



2.Cinta Segitiga Sama Kaki



Subjek :


Satu pria pada sudut di ujung kedua sisi yang sama panjang dan dua wanita di sudut lainnya. Atau satu wanita pada sudut di ujung kedua sisi yang sama panjang dan dua pria di sudut lainnya. Dalam kasus ini diambil contoh satu orang pria pada sudut di ujung kedua kaki segitiga. (Lihat gambar segitiga, klik di sini)


Ciri khas :


- Si pria mempunyai perasaan, pelayanan dan perhatian yang seimbang terhadap kedua istri/pacarnya. Bisa sama-sama diperhatikan atau sama-sama kurang disayangi.


- Apabila kedua istri/pacar sama kurang disayangi atau diperhatikan, maka sudut si pria sangat lancip sedangkan sudut kedua pasangannya sangat lebar. Hal ini menyebabkan jarak atau panjang sisi kedua istri/pacar akan mendekat. Dan ini peringatan bagi si pria. Apabila hubungan perselingkuhan mereka adalah hubungan kebohongan sempurna, maka akan membuka peluang besar untuk terbongkar.


- Sedangkan bila itu adalah kebohongan tidak sempurna – salah satu atau kedua istri/pacar saling mengetahui, maka akan lebih berbahaya bagi si pria, karena dia akan diserang secara gencar oleh kedua istri/pacarnya.


- Bila kedua istri/pacar sangat disayangi dan diperhatikan, si pria akan aman dari bahaya ketahuan.


Kesimpulan :


Bagi anda yang berselingkuh atau berpoligami dengan mencintai kedua pasangan anda secara seimbang, namun kadang-kadang sangat mencintai dan perhatian, lalu di situasi lain bisa tidak perhatian dan kurang rasa sayang kepada keduanya secara seimbang, maka cinta segitiga anda dapat digolongkan sebagai cinta segitiga sama kaki.



3.Cinta segitiga sama sisi.


Subjek :


Sebagai contoh kasus adalah seorang pria dengan dua orang wanita di sudut-sudut lainnya.


Ciri khas:


- Perhatian dan cinta yang ditampakkan si pria kepada kedua istri/pacarnya sebanding perhatian dan cinta yang ditampilkan kedua wanitanya terhadap si pria.


- Jarak kedekatan si pria pun sebanding dengan jarak terhubung antara kedua wanitanya.


Kesimpulan:


Keadaan jenis cinta segitiga sama sisi ini adalah suatu keadaan transisi antara dua bentuk cinta segitiga lainnya. Biasanya perubahan dari suatu bentuk cinta segitiga ke bentuk cinta segitiga lainnya pernah melalui bentuk cinta segitiga sama sisi.


Anda yang berselingkuh atau berpoligami dengan ciri keadaan sangat stabil ini apabila berlangsung lama, akan menciptakan suatu keadaan yang betul-betul harmonis. Kasih sayang dan perhatian yang ditunjukkan secara seimbang dilambangkan oleh sebuah segitiga sama sisi yang lebih kokoh dan mantap dibanding semua bangun segitiga lainnya.



4.Cinta segitiga tidak beraturan.


Subjek:


Sebagai contoh adalah seorang pria dengan dua orang wanitanya.


Ciri khas:


- Semua individu mempunyai kondisi yang tidak sama dan berubah-berubah. Sudut dan panjang sisi tidak selalu sama dalam setiap keadaan.


- Suatu saat ada individu yang begitu besar memberikan cinta dan perhatian, namun menjadi sia-sia karena kedua individu yang lainnya menjadi sangat negatif, benci, iri dan berbagai sifat jelek lainnya.


Kesimpulan :


Anda yang sedang berselingkuh atau berpoligami, anda begitu mencintai kedua istri/pacar anda, namun keduanya tidak menunjukkan perasaan yang sama kepada anda, berarti termasuk golongan ini. Dan juga apabila anda tidak menunjukkan rasa sayang dan perhatian kepada keduanya, maka akan ada salah satu pihak dari istri/pacar anda yang akan memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anda.



5.Akhir kondisi cinta segitiga


Yang dimaksud kondisi akhir dari cinta segitiga adalah apabila si pria – sebagai contoh – kemudian sangat mencintai salah satu istri/pacarnya dan si istri atau pacar itu juga sangat mencintainya – dalam hal ini kedua sudut dari individu sangat lebar dan jarak (panjang sisi) antara keduanya sangat pendek, maka kemungkinan besar hubungan cinta segitiga akan berakhir atau terjadi perceraian dengan pihak yang kurang dicintai. Hal ini digambarkan dengan sudut istri/pacar yang kedua sangat kecil dan jarak sangat jauh.


Apabila percabangan hubungan cinta ini melibatkan lebih dari tiga orang, empat atau lebih, maka pembahasan tetap menggunakan dasar-dasar hukum bangun segitiga. Hal ini dikarenakan semua bangun yang lain, segiempat, segilima (pentagonal), segienam (heksagonal), segidelapan (oktagonal) dan seterusnya adalah merupakan gabungan dari beberapa bangun segitiga. Jadi peninjauan kasus disederhanakan sesuai hukum-hukum bangun segitiga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar